17 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Tema Pendidikan dan Ilmu Singkat dan Menarik
Apakah kamu sudah pernah mendengar istilah geguritan bahasa Jawa atau Bali? Jika belum, mungkin ulasan ini perlu untuk kamu baca dan pahami.
Seperti yang dapat kamu baca dari judul di atas, pada kesempatan ini Mamikos akan menginformasikan beberapa contoh geguritan bahasa Jawa singkat dan menarik.
Namun sebelum memasuki ulasan utamanya, biar Mamikos tanya terlebih dahulu. Tahukah kamu apa sesungguhnya geguritan tersebut?
Jika kamu belum tahu apa yang dimaksud dengan geguritan bahasa Jawa, maka mari ketahui dahulu penjelasannya sebagai berikut. 📖😊✨
Daftar Isi
Beberapa Contoh Geguritan Bahasa Jawa Tema Pendidikan dan Ilmu

Seperti yang sudah Mamikos beberkan di atas, pada kesempatan ini kamu bisa mengetahui terlebih dahulu penjelasan mengenai apa itu geguritan bahasa Jawa agar nanti kamu bisa lebih mudah memahaminya.
Secara sederhana, bisa dibilang pengertian dari geguritan bahasa Jawa ialah sebuah puisi bebas berbahasa Jawa yang ditulis tanpa menganut metrum atau aturan penulisan tertentu.
Ya, geguritan adalah puisi. Jadi, dengan kata lain geguritan adalah karya sastra atau karya tulis yang mengedepankan keindahan kata-kata dan bahasa dalam penggunaannya.
Berdasarkan info lain yang Mamikos kutip dari Wikipedia, Geguritan juga diartikan sebagai sebuah bentuk puisi tradisional yang populer dan berkembang di kalangan para penutur bahasa baik Jawa mapun Bali.
Sesungguhnya geguritan ini berasal dari bahasa Jawa Tengahan yakni mengambil kata dasar gurit yang berarti “tatahan” atau “coretan”.
Mulanya geguritan ini berkembang dari tembang (lagu), sehingga kemudian dikenal beberapa bentuk geguritan yang berbeda-beda.
Ketentuan dalam Penulisan Geguritan
Dalam geguritan bahasa Jawa tersebut ada aturan penulisan geguritan yang perlu juga kamu ketahui apa saja.
Berikut ini sudah Mamikos lampirkan penjelasan aturan untuk penulisan geguritan yang perlu kamu pahami tersebut.
Simak penjelasan dari beberapa paugeran atau aturan (ketentuan) khusus dalam membuat sebuah geguritan di sini.
Paugeran dikenal dengan juga sebagai ciri khas. Ciri khas tersebut dapat memudahkan kamu saat menyusun atau membuat geguritan.
Berikut ini penjelasan mengenai apa saja ciri-ciri geguritan yang perlu kamu perhatikan nanti, antara lain:
- Geguritan mempunyai sebuah aturan seperti tembang macapat, yakni ada guru lagu (huruf vokal seperti i, a, e, u-i, a, u-a, i, a), guru wilangan (jumlah suku kata di tiap baris), dan guru gatra atau jumlah bait.
- Terdapat nama pengarang dalam teks geguritan. Jika itu adalah geguritan lawas, biasanya hanya tertulis anonim.
- Kata-kata, kalimat atau bahasa yang digunakan haruslah mengandung makna.
- Geguritan harus dibuat menggunakan bahasa sopan dan mudah dipahami dan tidak membingungkan.
Contoh-contoh Geguritan Bahasa Jawa Tema Pendidikan dan Ilmu
Akhirnya sampailah juga pada pembahasan utama yakni tentang beberapa contoh-contoh geguritan bahasa Jawa tema pendidikan dan ilmu singkat dan menarik yang berhasil Mamikos himpun.
Mari simak bersama-sama contoh geguritan bahasa Jawa tema pendidikan dan ilmu tersebut berikut ini.
1. Geguritan Bahasa Jawa Tema Pendidikan: Sekolahanku
Sekolahanku…
Panggonanku ngangsu ilmu
Kuwi sekolahanku…
Kagulawentah kalawan Bapak-ibu Guru
Sekolahanku…
Sinau, amaca buku minangka kitab ilmu
Ing papan iki
Sliraku diwulang amrih marang wong tuwa kudu bakti
Ing papan iki
Aku diajari kalawan kanca aja nganti srei
Pikantuk PR kanggo gladhen
Kanggo sangu urip satengahing bebrayan
Aku pracaya…
Sanadyan ta abot kudu tetep dilakoni
Kabeh mau kanggo preluning pribadhi
kareben mbesuk manjing wong aji
migunani tumpraping bangsa uga nagari
Sekolahku
Saka esuk ngancik awan
Ngangsu Kawruh golek ilmu
Pra Guru tabah gegulawantah
Mulang para siswa kanthi gemi
Sekolahku
Panggonan kaloro sawise omahku
Sekolahku
Dididik dening guru
Tujune dadi bocah mituhu.
2. Geguritan Bahasa Jawa Tema Ilmu Hidup: Ikhtiar
Ratmaya Celathu
Tatkala rahayu kalawan basuki prapti
Lan mesem bali ngriya muka
Tan ana meneh papan tetesing waspa
Jalaran kabeh kadya mijil ing pratama
Kudu tansah eling kalawan waspada
Elinga, cakra manggilingan kuwi wus sunahing ndonya
Kabeh mung saderma nurut marganing Allah Swt
Nalika rubeda lan cilaka tumeka
Kudu tansah sabar lan ndedonga
Uga aja mandheg ngupaya kebak ing karya
Supaya sakkabehing reridu lan sambekala
Bisaa enggal sirna mukswa
Donga uga upaya karya minangka marga utama
Kanggo tumedhaking asih saka Allah Swt.
Halaman:



