7 Contoh Pasangan Tuturan dalam Teks Negosiasi beserta Ciri-cirinya
Teks negosiasi umumnya berisikan pasangan tuturan. Temukan beberapa contoh pasangan tuturan dalam teks negosiasi hingga ciri-cirinya dalam artikel ini.
Di bangku kelas 10, kamu akan mempelajari materi teks negosiasi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Kira-kira kamu sudah mengetahui belum pengertian, ciri hingga contoh pasangan tuturan dalam teks negosiasi?
Jika belum, yuk temukan penjelasan lengkapnya dalam artikel ini. β¨ππ
Daftar Isi
- Berikut Contoh hingga Ciri-ciri Pasangan Tuturan dalam Teks Negosiasi
- Contoh Pasangan Tuturan dalam Teks Negosiasi
- Contoh 1 (Mengucapkan Salam β Membalas Salam)
- Contoh 2 (Menawarkan β Memenuhi Tawaran)
- Contoh 3 (Bertanya β Menjawab)
- Contoh 4 (Meminta tolong β Memenuhi permintaan)
- Contoh 5 (Mengusulkan β Menerima Usulan)
- Contoh 6 (Menawar Harga β Menanggapi Tawaran)
- Contoh 7 (Menyanggah β Memberi Alasan)
- Apa yang dimaksud dengan Teks Negosiasi?
- Ciri-ciri Teks Negosiasi
- Ciri Kebahasaan Teks Negosiasi
- Penutup
Berikut Contoh hingga Ciri-ciri Pasangan Tuturan dalam Teks Negosiasi

Pernahkah kamu pergi ke pasar tradisional? Ada beragam jenis daging hingga sayuran yang dijual di sana.
Mulai dari daging sapi, ayam, ikan segar, udang, hingga tomat dan sayur-mayur lainnya.
Sayangnya, daging hingga sayuran tersebut biasanya dijual dengan harga yang mahal.
Sehingga ketika membeli daging atau sayuran di pasar tradisional, sering kali kita akan melakukan tawar-menawar harga dengan penjualnya.
Ketika kamu melakukan tawar-menawar harga dalam proses jual beli barang, tandanya kamu sedang melakukan yang namanya negosiasi.
Nah, dalam artikel kali ini, kita akan membahas tentang teks negosiasi lengkap dengan contoh pasangan tuturannya.
Contoh Pasangan Tuturan dalam Teks Negosiasi
Agar kamu lebih memahami materi teks negosiasi, berikut ada beberapa contoh pasangan tuturan dalam teks negosiasi yang perlu kamu perhatikan.
Contoh 1 (Mengucapkan Salam β Membalas Salam)
Pembeli: βSelamat sore, Bu.β
Pedagang: βSelamat sore kembali. Maaf ada yang bisa saya bantu, Bu?β
Pedagang: Selamat pagi Bu Henny, Wah sudah belanja macam-macam, ya?
Bu Henny: Iya pak. Nanti sore di rumah saya akan ada arisan. Jadi, rencananya hari ini saya masak agak lebih banyak dibandingkan biasanya.
Pedagang: Β Oh. Ini kebetulan dagingnya masih segar-segar, Bu. Tadi subuh baru sampai, belum kena freezer. Ibu Henny mau daging apa? Daging sapi atau kambing?
Bu Henny: Daging sapi sajalah, Pak. Saya masih belum berani makan daging kambing. Suami saya tensinya sedang naik, bisa gawat kalau makan daging kambing.
Pedagang: Oh, tensinya sering naik, ya Bu? Kalau saya tiap hari makan daging, mau sapi atau kambing tidak masalah buat saya. Sejauh ini tensi saya aman, Bu. Namun, saya memang rajin mengkonsumsi ketimun, apel, melon, semangga dan konsumsi sayur kangkung agar seimbang, Bu. Satu lagi yang terpenting lagi adalah harus ikhlas, Bu.
Bu Henny: Ikhlas, bagaimana pak?
Pedagang: Ya, kalau menjalani hidup ini ikhlas pasti, kan adem ayem saja. Jadi, tensinya tidak akan naik.
Bu Henny: Betul juga Bapak ini.
Pedagang: Nah, ini! Ibu, silakan pilih, mau bagian mana? paha atau iga?
Bu Henny: Kalau paha sekilonya berapa pak?
Pedagang: Masih sama bu seperti kemarin, 115 ribu, Bu.
Bu Henny: Kalau iga?
Pedagang: Buat Bu Henny, saya berikan diskon saja, 110 ribu untuk 1 kg iga.
Bu Henny: Kalau begitu saya ambil daging bagian paha 1 kg, iga Β½ kg, tetapi harganya boleh kurang, ya? Kan, saya sudah beli banyak.
Pedagang: Ya, sudah, khusus untuk Ibu, semuanya saya berikan harga 220 ribu saja.
Bu Henny: Terima kasih, Pak. Bonus tulang, juga, Pak. saya hendak membuat kaldu.
Pedagang: Siap, Ibu. Pokoknya semuanya beres.
Bu Henny: Terima kasih pak.
Pedagang: Ini Bu, sudah saya pisahkan iga dan paha. Semuanya 220 ribu.
Bu Henny: Terima kasih, Pak. Ini uangnya.
Pedagang: Uangnya 250 ribu. Ibu tidak mempunyai uang pas?
Bu Henny: Wah, tidak ada, Pak, memangnya tidak ada kembaliannya, ya?
Pedagang: Iya, belum ada uang kembaliannya. Begini saja, sekarang Bu Henny cukup membayar saya 200 ribu dulu saja, sisanya besok menyusul ketika ibu belanja di sini lagi.
Bu Henny: Oh, baiklah, kalau begitu. Besok sisanya akan saya berikan, Pak.
Pedagang: Iya Bu, tidak usah dipikirkan.
Bu Henny: Terima kasih, Pak.
Pedagang: Ya bu. Salam untuk Pak Herman.
Bu Henny: Ya Pak.
Contoh 3 (Bertanya β Menjawab)
Pembeli: βSaya ingin beli sepatu running. Ada yang berwarna merah tidak ya?β
Penjual: βAda dong kak, bisa dilihat-lihat dulu ya ada berbagai macam merk sepatu running yang tersedia di toko.β
Bu Siti: Terima kasih, Pak. Ini uangnya.
Pedagang: Uangnya 250 ribu. Ibu tidak mempunyai uang pas?
Bu Siti: Wah, tidak ada, Pak, memangnya tidak ada kembaliannya, ya?
Pedagang: Iya, belum ada uang kembaliannya. Begini saja, sekarang Bu Henny cukup membayar saya 200 ribu dulu saja, sisanya besok menyusul ketika ibu belanja di sini lagi.
Bu Siti: Oh, baiklah, kalau begitu. Besok sisanya akan saya berikan, Pak.
Halaman:



