3 Cerita Wayang Arjuna Bahasa Jawa dan Artinya dalam Bahasa Indonesia Lengkap
Arjuna adalah salah satu tokoh pewayangan dari Pandawa. Yuk, simak cerita lengkapnya melalui ulasan di bawah ini!
Siapa yang tidak tahu tokoh pewayangan dari pihak Pandawa yang bernama Arjuna?
Setiap orang Indonesia tentu tahu siapa dan bagaimana ciri-ciri dari sosok Arjuna. Selain digambarkan sebagai pria tampan nan saleh, Arjuna juga lekat dengan kisah percintaan yang begitu banyak.
Bagi kamu yang belum tahu cerita wayang Arjuna, maka artikel ini bisa menjadi referensi untukmu. Inilah beberapa episode cerita wayang Arjuna bahasa Jawa yang dilengkapi dengan artinya dalam bahasa Indonesia. 📖😊✨
Daftar Isi
Siapa itu Arjuna?

Sebelum sampai pada pembahasan mengenai cerita wayang Arjuna bahasa Jawa dan artinya dalam bahasa Indonesia, mari membahas sedikit tentang Arjuna itu sendiri.
Dari sisi genealogi, Arjuna merupakan putra panengah atau anak ketiga dari Pandu dengan Dewi Kunti.
Arjuna sering dijadikan role model lelaki karena ketampanannya, kegagahannya, kebaikannya, kelembutannya hingga ketaatannya dalam beribadah.
Mengapa Cerita Wayang Arjuna Penting untuk Dipelajari?
Sebelum masuk ke contoh cerita wayang Arjuna dalam bahasa Jawa, penting untuk memahami mengapa kisah Arjuna begitu populer dan sering diajarkan, terutama dalam budaya Jawa.
Tokoh Arjuna bukan sekadar ksatria tampan dari Pandawa, tetapi juga simbol nilai moral dan keteladanan yang diwariskan turun-temurun.
Beberapa alasan mengapa cerita Arjuna layak dipelajari antara lain:
- Mengandung Ajaran Budi Pekerti
Arjuna digambarkan sebagai sosok yang halus budi pekertinya, taat beribadah, dan selalu menjaga kesopanan. Nilai-nilai ini menjadi teladan bagi masyarakat Jawa dalam bersikap dan berperilaku. - Menggambarkan Perjalanan Spiritualitas
Banyak episode wayang—seperti Arjuna Wiwaha—menyoroti perjalanan tapa, ujian mental, serta pencarian jati diri. Cerita ini mengajarkan pentingnya kesabaran, keteguhan hati, dan penyucian diri. - Sarat Nilai Kepahlawanan
Arjuna dikenal sebagai ksatria yang bijaksana dan tidak gegabah. Sikap ini mengajarkan bahwa keberanian sejati bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga tentang kecerdasan, tanggung jawab, dan keadilan. - Kaya Akan Filosofi Jawa Kuno
Cerita-cerita Arjuna mengandung filsafat kehidupan Jawa seperti eling lan waspada, nglakoni tapa brata, hingga manunggaling kawula lan Gusti. Membacanya membantu memahami pandangan hidup masyarakat Jawa. - Bagian dari Warisan Budaya Nusantara
Wayang adalah karya budaya yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia. Mempelajari kisah Arjuna berarti ikut melestarikan kebudayaan yang telah hidup ratusan tahun. - Memperluas Wawasan Cerita Kepahlawanan Nusantara
Cerita wayang Arjuna memberikan alternatif kisah heroik selain tokoh fiksi modern. Anak-anak dan pembaca muda bisa mengenal tokoh lokal yang tak kalah menarik.
Di Jawa, Arjuna memiliki beberapa nama lain, di antaranya adalah Permadi, Janaka, Wibatsuh, Dananjaya, Palguna, dan Parta.
Banyak cerita wayang Arjuna bahasa Jawa yang melibatkan Arjuna sebagai tokoh utama. Mari kita bahas sebagian di antaranya:
Cerita Wayang Arjuna Bahasa Jawa
1. Arjuna Wiwaha
“Arjuna Wiwaha” kuwi salah sawijining crita wayang Arjuna bahasa Jawa. Dasare yaiku awujud sastra Jawa kuna sing nyeritakake lelakuking Arjuna kanggo duweni gaman sakti.
Crita diwiwiti kanthi pitakonan saka Raja Parikesit marang Rsi Abiyasa bab critaning Arjuna.
Abiyasa banjur nyeritakake lakunng Arjuna kanggo ngentukake gaman sakti Dewa sing arane Pasupati, yaiku gegaman saka Dewa Siwa.
Sajroning lelaku, Arjuna ketemu kalawan Dewa Siwa sing lagi memba Brahmana.
Dewa Siwa sing nemoni Arjuna mau dumadakan nantang Arjuna adu kasekten kanggo mbuktekake menawa Arjuna layak duweni Pasupati.
Senadyan rekasa tur angel, Arjuna ing wekasan tetep bisa menang lan entuk Pasupati.
Nanging, Arjuna sing wis menang mau malah marai meri para dewa. Mula para dew ngirim para widadari kanggo ngganggu samadine Arjuna.
Widadari kanthi nama Supraba kapilut dening bagus lang endahing Arjuna, saengga ngupaya temenanan supaya Arjuna ninggal tapa.
Nanging, Arjuna tetep angslup jroning samadi, ora mempan gegoda.
Jalaran para widadari ora kasil anggone nggoda Arjuna, mula Dewa Indra genti sing mudhun banjur adu ilmu kalawan Arjuna.
Dilalah, Dewa Indra ing nyatane tetep asor mungsuh Arjuna, ing pungkasan Dewa Indra balik menyang Kahyangan.
Arjuna lagi gelem tangi saka tapane nalika entuk tugas saka Dewa kanggo nyirnakake Niwatakawaca.
Arjuna bisa kasil ngalahake Niwatakawaca kanthi cara nigas sirahe. Sakbanjure kuwi, Arjuna entuk bebungah arupa surga kahyangan.
Terjemahan
“Arjuna Wiwaha” adalah salah satu cerita wayang Arjuna bahasa Jawa. Aslinya sebuah karya sastra Jawa kuno yang mengisahkan tentang perjalanan Arjuna dalam usahanya untuk memperoleh senjata sakti.
Cerita dimulai dengan Raja Parikesit yang meminta pertanyaan tentang kisah Arjuna kepada Rsi Abiyasa.
Abiyasa lalu menceritakan perjalanan Arjuna untuk memperoleh senjata sakti, yaitu Pasupati, yang merupakan anugerah dari Dewa Siwa.
Demi mendapatkan Pasupati, Arjuna harus menjalani tapa (penyucian diri) selama setahun.
Pada perjalanan tapanya, Arjuna bertemu dengan Dewa Siwa yang sedang menyamar sebagai seorang brahmana.
Dewa Siwa yang menemui Arjuna tersebut tiba-tiba menantang Arjuna bertarung guna membuktikan kelayakan Arjuna memiliki Pasupati.
Meskipun penuh kesulitan, Arjuna akhirnya berhasil memenangkan pertarungan dan memperoleh anugerah Pasupati.
Namun, kemenangan Arjuna juga menyebabkan kecemburuan para dewa. Mereka mengirim Apsara, para bidadari, untuk mengganggu meditasi Arjuna.
Salah satu bidadari bernama Supraba terpesona oleh ketampanan dan keanggunan Arjuna, sehingga berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mempengaruhi Arjuna agar meninggalkan tapa.
Sayangnya Arjuna yang teguh dalam niatnya menolak godaan Supraba.
Karena para bidadari gagal menggoda Arjuna, berikutnya Dewa Indra turun tangan sendiri lalu menantang Arjuna untuk beradu ilmu kehidupan dan surga.
Namun, Dewa Indra juga kalah wawasan dengan Arjuna, sehingga dia kembali ke Kahyangan.
Arjuna baru benar-benar bangun dari pertapaannya saat diberi misi membunuh Niwatakawaca oleh para Dewa.
Arjuna akhirnya berhasil mengalahkan Niwatakawaca dengan cara memenggal kepalanya. Setelah itu, Arjuna mendapat hadiah berupa sepuasnya dapat menikmati surga kahyangan selama tujuh hari penuh.
Halaman:



