7 Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya beserta Contoh dan Penjelasannya
Perubahan sosial budaya bisa juga mengalami hambatan sehingga mencegah terjadinya perubahan. Simak penjelasannya di sini.
7 Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya beserta Contoh dan Penjelasannya – Perubahan zaman terjadi secara bersamaan dengan perubahan sosial budaya. Semakin maju sebuah zaman, maka semakin berubah pula aspek-aspek sosial dan budaya yang ada di tengah masyarakat.
Namun, istilah ‘zaman maju’ pun sebenarnya bersifat relatif, tergantung pada bagaimana seseorang mengukurnya menggunakan parameter tertentu. Satu hal yang pasti, perubahan sosial budaya adalah hal yang pasti terjadi di setiap lintas masa zaman.
Akan tetapi, perubahan sosial budaya tidak berjalan mulus begitu saja, sebab pasti ada faktor penghambat perubahan sosial budaya di dalam sebuah zaman.
Daftar Isi
- Pemahaman tentang Perubahan Sosial dan Budaya
- Pemicu Terjadinya Perubahan Sosial Budaya
- Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya beserta Contoh
- 1. Akses Pendidikan yang Tidak Merata
- 2. Informasi yang Tidak Merata dan Tidak Terbuka
- 3. Pola Pikir Boomer yang Ketinggalan
- 4. Pelayanan Birokrasi yang Cacat
- 5. Praktik Politik yang Menerabas Hukum
- 6. Korupsi, Kolusi, Nepotisme
- 7. Gagap Teknologi
Pemahaman tentang Perubahan Sosial dan Budaya

Sebelum menyajikan penjelasan faktor penghambat perubahan sosial budaya beserta contohnya, terlebih dahulu mari pahami apa yang dimaksud perubahan sosial budaya.
Perubahan sosial budaya adalah sebuah transformasi atau perubahan yang terjadi pada nilai-nilai, norma, struktur sosial, perilaku, hingga keyakinan yang ada di tengah masyarakat.
Masyarakat yang dimaksud lumrahnya direpresentasikan dalam format kelompok atau komunal, sehingga berimbas pada masyarakat yang lain secara luas.
Berubahnya tatanan sosial budaya pada akhirnya menyebabkan adanya perbedaan pengertian terhadap pola interaksi, hubungan sosial, tata lembaga sosial, tata lembaga keagamaan, hingga nilai-nilai dasar keyakinan.
Perubahan sosial budaya adalah hal yang pasti terjadi pada masyarakat. Sebagai contohnya wanita Bali di zaman dulu tidak mengenakan pakaian atas, namun seiring dengan berkembangnya zaman, mereka telah mengenakan pakaian atas.
Selain contoh di atas, masih banyak contoh perubahan sosial budaya yang lainnya.
Perubahan sosial budaya dapat dimaknai sebagai berubahnya cara hidup masyarakat menjadi lebih baik atau sesuai standar yang berlaku di zaman tertentu.
Pemicu Terjadinya Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial budaya tidak terjadi begitu saja. Terdapat berbagai pemicu yang akhirnya menuntun pada terjadinya perubahan sosial.
Ada dua faktor pemicu terjadinya perubahan sosial budaya, yakni faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal pemicu terjadinya perubahan sosial budaya di antaranya adalah penemuan-penemuan baru, perkembangan teknologi, cara pandang baru, konflik masyarakat, perubahan jumlah penduduk, dan lain sebagainya.
Sementara itu, faktor eksternal pemicu terjadinya perubahan sosial budaya antara lain, bencana alam, pengaruh kebudayaan dari luar, perubahan lingkungan fisik, dan lain sebagainya.
Setiap faktor yang disebutkan bisa saja terjadi, lalu secara berangsur menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya di tengah masyarakat.
Apabila faktor internal dan eksternal pemicu perubahan sosial budaya yang telah disebutkan di atas dilebur, maka dapat diringkas menjadi tiga hal yang menjadi pendorong perubahan sosial budaya, yaitu innovation (inovasi), discovery (penjelajahan), dan invention (penemuan).
Halaman:

