Nonton Film Danyang Wingit Jumat Kliwon (2025): Kisah Ambisi Ilmu Kuno, Kekayaan & Keabadian
Kisah horor berlatar budaya Jawa yang menyatukan ritual kuno, ambisi kekuasaan, dan misteri gelap yang menuntun penonton pada pesan moral penting.
Para pecinta film horor harus nonton film Danyang Wingit Jumat Kliwon (2025) di November 2025 ini. Film ini mengangkat kisah ambisi ilmu kuno, kekayaan, dan keabadian dalam balutan nuansa wayang dan ritual gaib.
Dengan latar budaya Jawa, film ini berusaha menunjukkan bahwa tradisi dapat bersinggungan dengan unsur mistik, tetapi tidak seharusnya digunakan untuk tujuan yang menyimpang atau merugikan.
Penasaran? Artikel ini akan membahas sinopsis, daftar pemeran, hingga hal-hal menarik yang patut kamu ketahui sebelum nonton film Danyang Wingit Jumat Kliwon (2025). Yuk, simak selengkapnya! πΏποΈ
Daftar Isi
Produksi Film Danyang Wingit Jumat Kliwon (2025)

Danyang Wingit Jumat Kliwon (2025) merupakan film yang diproduksi oleh Khanza Film Entertainment. Film ini disutradarai sekaligus diproduseri oleh Agus Riyanto, menghadirkan kisah horor berbalut budaya Jawa yang kaya simbol dan tradisi.
Film ini resmi tayang pada 20 November 2025 di jaringan bioskop seluruh Indonesia.
Untuk penulisan naskah, Dirmawan Hatta dipercaya merangkai cerita yang menggabungkan unsur ritual ilmu hitam, konflik batin, serta nilai-nilai budaya Jawa yang menjadi fondasi utama film ini.
Harmoni antara unsur horor dan tradisi membuat kisahnya terasa lebih dalam dan tidak sekadar menawarkan ketegangan visual.
Agus Riyanto, dikutip dari Liputan6, mengatakan bahwa pesan yang dibawa penonton setelah keluar dari bioskop adalah pemahaman tentang wayang sebagai budaya Indonesia yang indah dan perlu dikenalkan kepada setiap generasi, bukan sebagai unsur mistis yang dapat disalahgunakan untuk hal-hal buruk.Β
Sinopsis Film Danyang Wingit Jumat Kliwon (2025)
Film ini berfokus pada seorang dalang wayang terkenal yang bernama Ki Mangun Suroto. Ia merupakan seseorang yang haus akan kekayaan dan obsesi untuk menguasai ilmu-ilmu kuno demi mencapai kehidupan abadi.
Dia dikenal sebagai dalang yang dikagumi masyarakat karena terus menjaga tradisi dan kelestarian seni pewayangan. Namun, di balik semua itu tersimpan rahasia kelam dan mengerikan tentang dirinya.
Demi ambisinya yang membara, ia mempelajari ilmu hitam kuno yang percaya pada kekuatan Danyang Wingit. Untuk mencapai tujuannya, ia menciptakan wayang kulit yang bukan terbuat dari kulit kambing, kerbau, atau sapi, melainkan terbuat dari kulit manusia.
Setiap wayang yang diciptakan membutuhkan satu nyawa untuk dijadikan tumbal dan rohnya akan terperangkap di dalamnya. Wayang-wayang ini seakan hidup, melayani, dan memberikannya kekuatan mistis yang tak terbatas.
Ki Mangun Suroto memiliki seorang asisten setia bersama Mbok Ning. Kemudian, ia merekrut keponakan Mbok Ning yang bernama Citra untuk menjadi sinden di padepokannya. Citra datang dengan motivasi baik untuk bekerja karena ia ingin membantu biaya pengobatan adiknya yang sedang sakit parah.
Ia merasa tawaran menjadi sinden di padepokan Ki Mangun Suroto merupakan jalan terbaik untuknya dan menjadi jawaban atas doa-doanya yang ingin membantu keluarga.Β
Namun, tawaran dengan bayaran fantastis dari Ki Mangun Suroto tersebut rupanya menyimpan niat gelap dan jahat. Di balik perekrutannya, Citra rupanya dipilih sebagai tumbal terakhir dalam ritual puncak yang dirancang oleh Ki Mangun Suroto untuk menuntaskan ambisinya mendapatkan keabadian.
Citra tidak menyadari ancaman maut yang dihadapinya. Seiring berjalannya waktu, ia merasakan adanya kejanggalan dan mulai menghadapi teror-teror mistis mulai dari bisikan tanpa wujud, suara gamelan misterius, aura mistis yang terus menyelimuti, hingga penghuni padepokan yang tiba-tiba menghilang.
Ia mulai mencium kejanggalan dalam pertunjukan wayang yang dipimpin oleh Ki Mangun Suroto. Konflik batin Citra semakin mendalam karena ia tidak hanya menghadapi ketakutan supernatural, tetapi juga dilema moral yang berat.
Halaman:



