70 Peribahasa Sunda Pendek dan Artinya dalam Kehidupan Sehari-hari
Bahasa Sunda memiliki banyak peribahasa yang menjadi suatu kearifan lokal dalam masyarakat Sunda.
Sama seperti peribahasa pada umumnya, peribahasa Sunda (dalam bahasa Sunda disebut paribasa Sunda) juga bersumber dari nilai-nilai yang dianut masyarakat Sunda sejak dulu.
Bahasa Sunda memiliki banyak sekali peribahasa yang menjadi suatu kearifan lokal dalam masyarakat setempat.
Nah, dalam artikel ini sudah Mamikos kumpulkan peribahasa Sunda pendek dan artinya dalam kehidupan sehari-hari. 🧐💬
Daftar Isi
Berikut Deretan Peribahasa Sunda Pendek dan Artinya yang Perlu Kamu Ketahui

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang susunannya tetap sama dan biasanya mengiaskan maksud tertentu.
Sedangkan secara linguistik, peribahasa didefinisikan sebagai suatu penggalan kalimat yang telah memiliki bentuk, makna, dan fungsinya dalam masyarakat.
Peribahasa sendiri umumnya ditujukan untuk mematahkan lawan bicara, menyindir, memuji, menasihati atau mengejek seseorang secara halus.
Diketahui, bahasa Sunda memiliki banyak contoh peribahasa, di mana nilai-nilai dalam peribahasa bahasa Sunda mencakup nilai-nilai norma, pendidikan, sejarah, kebudayaan, dan sebagainya.
Jika kamu sudah mengetahui kata bijak mutiara bahasa Sunda, kamu juga harus mengetahui kumpulan peribahasa Sunda pendek dan artinya dalam kehidupan sehari-hari yang Mamikos rangkumkan dari berbagai sumber berikut.
Kumpulan Peribahasa Sunda Pendek dan Artinya
- Pangéran mah tara nanggeuy ti bongkokna (artinya: Tuhan tidak akan pernah mengangkat derajat seseorang yang tidak taat beribadah (bersujud)).
- Cikaracak ninggang batu laun-laun jadi legok (artinya: Upaya yang dilakukan sedikit demi sedikit secara terus menerus akan membuahkan hasil).
- Bengkung ngariung, bongkok ngaronyok (artinya: Tidak masalah hidup susah, asalkan selalu berkumpul bersama keluarga).
- Mending kendor ngagembol, tibatan gancang pincang (artinya: Lebih baik lama tetapi hasilnya bagus dan memuaskan daripada cepat tetapi hasilnya jelek atau kurang memuaskan).
- Adat kakurung ku iga (artinya: Kebiasaan atau tabiat yang sudah mendarah daging sulit diubah).
- Malengpeng pakel ku munding (artinya: Melakukan suatuhal yang tidak akan mungkin berhasil).
- Caang bulan dadamaran (artinya: Mengerjakan hal yang tidak bermanfaat).
- Carincing pageuh kancing (artinya:Harus selalu berhati-hati atau waspada).
- Manusa hirup ku akalna (artinya: Manusia hidup mengandalkan akalnya).
- Haripeut ku teuteureuyeun (artinya: Mudah terpancing oleh iming-iming).
- Omong harus batan goong (artinya: Isu lebih mudah tersebar).
- Lodong kosong ngelentrung (artinya: Orang yang banyak bicara biasanya tidak ada isinya/ilmunya).
- Ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salebak (artinya: Selalu kompak dalam satu visi bersama-sama untuk mencapai satu tujuan).
- Hirup ngan saukur ngumbara (artinya: Hidup manusia di dunia hanyalah sebuah pengembaraan).
- Kawas nulungan anjing kadempet (artinya: Sudah diberi pertolongan namun tidak tahu terima kasih).
- Herang caina, beunang laukna (artinya: Keberhasilan tanpa merugikan orang lain).
- Kudu ngukur ka kujur, nimbang ka awak (artinya: Harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan).
- Luhur budi handap asor, someah hade kasemah (artinya: berbudi luhur, bersikap merendah dan menghormati orang lain).
- Kudu hade gogog hade tagog (artinya: Harus baik budi bahasa dan tingkah laku).
- Kudu silih asih, silih asah, silih asuh (artinya: Sesama manusia harus saling menyayangi, saling mengingatkan, dan saling melindungi).
- Anjing ngagogoan kalong (artinya: Menginginkan suatu hal yang mustahil).
- Beungeut nyanghareup, ati mungkir (artinya: Melakukan sesuatu dengan terpaksa sebab tidak sesuai keinginan hati)
- Béja mah béja (artinya: Jangan percaya pada kata-kata atau informasi yang belum jelas kebenarannya).
- Cueut ka nu hideung, ponténg ka nu konéng (artinya: Bersikap tidak adil atau berat sebelah).
- Tina peurih jadi peurah (artinya: Usaha keras akan membuahkan hasil yang baik).
Halaman:



