15 Contoh Uang Elektronik di Indonesia dan Penjelasannya yang Wajib Kamu Ketahui

Contoh uang elektronik di Indonesia semakin beragam dan penggunaannya pun bisa untuk hampir semua aktivitas sehari-hari, mulai dari membayar tol, naik transportasi umum, hingga belanja online. 

Sayangnya, masih banyak orang yang belum benar-benar memahami apa itu uang elektronik dan perbedaannya dengan dompet digital biasa. Akibatnya, tidak sedikit yang salah memilih alat pembayaran. 

Melalui artikel Mamikos kali ini, kamu akan mengenal berbagai contoh uang elektronik di Indonesia beserta penjelasannya secara lengkap dan mudah dipahami. 💰💳

Jenis Uang Elektronik di Indonesia

pixabay.com/tumisu

Uang elektronik adalah contoh alat pembayaran non tunai yang banyak berkembang sejak era internet berlangsung. Uang elektronik di Indonesia tidak hanya berbeda dari sisi nama saja, tetapi juga dibedakan berdasarkan media penyimpanan, status identitas pengguna, dan fungsi penggunaannya. 

Memahami jenis uang elektronik ini penting agar kamu tidak salah pilih dan bisa menggunakannya secara maksimal sesuai kebutuhan.

Jenis Uang Elektronik Berdasarkan Media Penyimpanan

Berdasarkan media penyimpanannya, uang elektronik terbagi menjadi dua. 

1. Uang Elektronik berbasis chip atau kartu

Uang elektronik yang berbasis chip menyimpan saldo langsung di dalam kartu dan kamu bisa menggunakannya dengan cara tap di mesin pembayaran. 

Contoh uang elektronik di Indonesia berbasis kartu banyak yang menggunakannya untuk pembayaran tol, transportasi umum, parkir, dan merchant offline. Kelebihannya adalah transaksi yang cepat dan praktis, bahkan pada kondisi tertentu tetap bisa digunakan tanpa koneksi internet.

2. Uang elektronik berbasis server atau aplikasi. 

Saldo pada uang elektronik jenis ini tersimpan di server penerbit dan bisa kamu akses melalui aplikasi di smartphone.

Uang elektronik berbasis server sangat umum untuk pembayaran QR, belanja online, hingga transaksi di berbagai merchant modern. Karena berbasis aplikasi, jenis ini biasanya membutuhkan koneksi internet saat bertransaksi.

Jenis Uang Elektronik Berdasarkan Status Identitas

Dilihat dari status identitas pengguna, uang elektronik terbagi menjadi unregistered dan registered. 

Unregistered adalah uang elektronik yang bisa kamu pakai tanpa memerlukan verifikasi identitas, dengan batas saldo yang relatif kecil. 

Sementara registered adalah uang elektronik yang sudah melalui proses verifikasi data diri, sehingga memiliki limit saldo lebih besar dan fitur yang lebih lengkap.

Jenis Uang Elektronik Berdasarkan Kegunaan

Berdasarkan kegunaannya, uang elektronik bermanfaat untuk transaksi harian di merchant, pembayaran transportasi dan tol, hingga mendukung ekosistem aplikasi seperti e-commerce atau layanan digital lainnya.

15 Contoh Uang Elektronik di Indonesia dan Penjelasannya

Berikut ini adalah 15 contoh uang elektronik di Indonesia yang paling umum digunakan masyarakat.

Contoh Uang Elektronik Berbasis Aplikasi (Server-Based)

1. GoPay

GoPay adalah uang elektronik berbasis aplikasi yang terintegrasi dengan ekosistem Gojek. Fungsinya untuk membayar layanan transportasi online, pesan makanan online, belanja di merchant offline dengan QR, hingga transaksi online. 

Kelebihannya adalah jangkauan merchant yang luas dan kemudahan top up melalui mobile banking. GoPay cocok untuk kamu yang sehari-hari terbiasa menggunakan layanan digital.

2. OVO

OVO merupakan uang elektronik untuk pembayaran di pusat perbelanjaan, restoran, dan berbagai merchant mitra.

Selain sebagai alat pembayaran, OVO juga memiliki sistem poin yang bisa dikumpulkan dan ditukar. OVO cocok bagi pengguna yang sering berbelanja offline maupun online dan memanfaatkan promo loyalitas.

3. DANA

DANA adalah uang elektronik berbasis server yang fokus pada kemudahan pembayaran digital, seperti QRIS, belanja online, dan pembayaran tagihan.

Sistem UI atau antarmukanya cukup sederhana terutama bagi pemula. DANA cocok untuk pengguna yang menginginkan dompet digital praktis tanpa banyak fitur tambahan yang kompleks.

4. LinkAja

LinkAja merupakan uang elektronik hasil sinergi dari beberapa BUMN. Aplikasi ini sering digunakan untuk pembayaran transportasi tertentu, layanan publik, dan merchant nasional.

Selain versi reguler, LinkAja juga memiliki layanan berbasis syariah. Cocok untuk pengguna yang membutuhkan uang elektronik untuk layanan publik dan ekosistem BUMN.

5. ShopeePay

ShopeePay adalah uang elektronik yang terintegrasi dengan platform e-commerce Shopee. Selain belanja online, banyak juga yang menggunakan ShopeePay di merchant offline melalui QRIS. Kelebihannya adalah banyaknya promo dan cashback yang agresif.

Cara isi saldo ShopeePay juga mudah, kamu bisa top up di Alfamart, Indomaret, hingga transfer bank. Shopeepay ini adalah salah satu contoh uang elektronik di Indonesia yang cocok jika kamu adalah pengguna yang aktif berbelanja online.

6. Sakuku (BCA)

Sakuku merupakan uang elektronik dari Bank BCA yang dapat kamu gunakan untuk pembayaran di merchant, top up pulsa, dan transaksi QR.

Bagi nasabah BCA, Sakuku sangat praktis terhubung langsung dengan ekosistem perbankan. Cocok untuk pengguna yang menginginkan dompet digital sederhana dari bank.

7. iSaku

iSaku adalah uang elektronik yang sering digunakan di jaringan ritel tertentu. Selain untuk pembayaran, iSaku juga mendukung fitur transfer saldo dan promo khusus di merchant mitra. iSaku adalah contoh uang elektronik di Indonesia untuk pengguna yang sering berbelanja di minimarket atau ritel modern.

8. JakOne Pay (Bank DKI)

JakOne Pay merupakan uang elektronik dari Bank DKI yang mendukung pembayaran transportasi dan layanan di wilayah tertentu. Uang elektronik ini juga tersedia dalam bentuk aplikasi dan kartu. Cocok untuk pengguna yang tinggal atau beraktivitas di area layanan Bank DKI.

Contoh Uang Elektronik Berbasis Kartu (Chip-Based)

9. Mandiri e-money

Mandiri e-money adalah salah satu uang elektronik berbasis kartu paling populer di Indonesia.

Banyak konsumen yang menggunakan e-money dari Mandiri untuk pembayaran tol, transportasi umum, parkir, dan merchant offline. Kelebihannya adalah kemudahan penggunaan dengan sistem tap dan top up yang luas.

10. Flazz BCA

Flazz BCA merupakan uang elektronik berbasis kartu yang banyak diterima di merchant ritel dan transportasi.

Contoh uang elektronik di Indonesia dari BCA ini cukup praktis dan banyak nasabah yang menggunakannya untuk transaksi kecil sehari-hari. Cocok untuk pengguna yang menginginkan pembayaran cepat tanpa aplikasi.

11. BRIZZI (BRI)

BRIZZI adalah uang elektronik kartu dari Bank BRI yang bisa kamu pakai untuk pembayaran tol, belanja ritel, dan transportasi. Top up dapat dilakukan melalui ATM, mobile banking, dan merchant tertentu. Brizzi adalah contoh uang elektronik yang cocok untuk nasabah BRI dan pengguna transportasi darat.

12. TapCash (BNI)

TapCash merupakan uang elektronik berbasis kartu dari Bank BNI. Banyak nasabah yang memakainya untuk pembayaran transportasi umum, parkir, dan belanja di merchant tertentu. Keunggulannya adalah kemudahan top up dan jangkauan penggunaan yang cukup luas.

13. JakCard (Bank DKI)

JakCard adalah uang elektronik berbentuk kartu untuk layanan publik dan transportasi di Jakarta. Selain itu, banyak juga yang memakai JakCard di beberapa tempat wisata dan merchant tertentu. Kartu ini cocok bagi warga atau wisatawan di Jakarta.

14. Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter

KMT adalah uang elektronik khusus yang berfungsi untuk pembayaran perjalanan KRL Commuter Line. Selain untuk tiket, kamu juga bisa menggunakan kartu ini di beberapa merchant. Kamu bisa menggunakan KMT ini jika kamu adalah pengguna transportasi kereta komuter harian.

15. Kartu Uang Elektronik Co-Brand

Kartu uang elektronik co-brand adalah kartu e-money hasil kolaborasi bank/penerbit resmi dengan brand atau merchant tertentu. 

Contohnya, Bank Mandiri pernah menerbitkan kartu Mandiri e-money co-branding dengan Shopee (termasuk desain khusus Shopee dan Garena Games), serta kolaborasi Indomaret lewat e-Money co-branding berdesain Point Coffee. 

Fungsi kartu co-brand tetap sama seperti e-money biasa (untuk transaksi tap dan pembayaran non-tunai). Perbedaannya pada desain kartu, kanal penjualan, dan paket promo. 

Bahkan, ada juga versi kolaborasi ritel-pop culture seperti FamilyMart x Demon Slayer sebagai e-money edisi khusus.

Cara Memilih Uang Elektronik yang Tepat

Setelah mengetahui berbagai contoh uang elektronik di Indonesia, langkah berikutnya adalah memilih yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. 

Jangan sampai kamu memilih hanya karena ikut tren atau sekadar tergiur promo, padahal fitur dan penggunaannya tidak cocok untuk aktivitas harian. Berikut ini cara menentukan uang elektronik yang cocok untuk kamu: 

1. Tentukan Tujuan Utama Pemakaian

Jika kamu sering menggunakan tol, parkir, atau transportasi yang mengandalkan mesin tap, maka uang elektronik berbasis kartu (chip) seperti e-money, Flazz, BRIZZI, atau TapCash biasanya lebih praktis karena transaksi cepat dan tidak perlu membuka aplikasi. 

Sebaliknya, jika kebutuhanmu lebih banyak untuk belanja online, bayar tagihan, atau transaksi QR di merchant, maka uang elektronik berbasis aplikasi (server) seperti GoPay, OVO, DANA, atau ShopeePay akan lebih fleksibel.

2. Perhatikan Kemudahan Top Up dan Akses Penggunaan. 

Pilih yang saluran top up-nya tersedia di tempat yang sering kamu pakai, misalnya mobile banking, ATM, minimarket, atau merchant tertentu. 

3. Cek Biaya yang Mungkin Muncul

Contohnya seperti biaya admin top up, transfer, tarik saldo, atau biaya layanan tertentu. Tujuannya supaya kamu tidak merasa “bocor halus” tiap transaksi.

4. Utamakan Keamanan

Aktifkan PIN atau biometrik, nyalakan notifikasi transaksi, dan jangan pernah membagikan OTP kepada siapa pun. Dengan memilih secara tepat, uang elektronik akan benar-benar membantu transaksi jadi cepat, rapi, dan nyaman.

Kesimpulan

Sekarang kamu sudah mendapatkan gambaran jelas tentang contoh uang elektronik di Indonesia, mulai dari pengertian, jenis, hingga contoh yang paling banyak orang gunakan.

Pada intinya, uang elektronik adalah alat pembayaran prabayar dengan saldo yang tersimpan secara elektronik. Cara pakainya kurang lebih mirip dengan uang tunai digital, yang mana saldo berkurang saat transaksi dan kamu perlu menjaga keamanan kartu atau akun.

Kalau kamu masih bingung, ingat rumus simpelnya. Uang elektronik berbasis kartu (chip) lebih cocok untuk transaksi cepat seperti tol, transportasi, dan parkir. Uang yang berbasis kartu cara penggunaannya adalah dengan tap dan tidak memerlukan akses internet.

Sedangkan uang digital berbasis aplikasi (server) lebih fleksibel untuk QR, belanja online, dan bayar tagihan. Contoh uang elektronik di Indonesia adalah Gopay atau OVO yang penggunaannya harus terhubung dengan internet. 

Nah, apakah kamu sudah tau akan memilih uang elektronik jenis apa? Atau kamu sudah punya uang elektronik apa saja nih? 

Referensi:


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Murah

Kost Jakarta Murah

Kost Bandung Murah

Kost Denpasar Bali Murah

Kost Surabaya Murah

Kost Semarang Murah

Kost Malang Murah

Kost Solo Murah

Kost Bekasi Murah

Kost Medan Murah