Penggunaan Titik Koma, Titik Dua PUEBI, Perbedaan dan Fungsinya

Posted in: Pelajar
Tagged: Titik Koma

Penggunaan Titik Koma, Titik Dua PUEBI, Perbedaan dan Fungsinya – Tanda baca dalam ejaan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar terdiri dari berbagai macam dan jenis dengan fungsinya masing-masing. Contohnya ialah tanda titik yang sering disimpan di akhir kalimat sebagai penanda ada jika kalimat tersebut sudah selesai. 

Ada pula tanda koma yang disimpan di bagian tengah antara kalimat satu dengan kalimat lainnya yang masih ada hubungan secara makna dan bahasan. Tanda baca ini biasanya digunakan untuk jeda sehingga intonasi dari sebuah tulisan menjadi lebih tepat dari segi cara membaca dan maknanya. 

Penggunaan Titik Koma dan Titik Dua PUEBI

unsplash.com

Di samping itu masih banyak lagi tanda baca yang sering digunakan dan beberapa di antaranya masih sering keliru dalam penggunaannya seperti tanda titik koma dan titik dua. Penggunaan titik koma dan titik dua seringkali tidak begitu dipahami sehingga banyak kekeliruan dalam sebuah tulisan hanya karena salah penempatan tanda baca seperti ini. 

Dalam hal ini terdapat hubungannya dengan PUEBI yang merupakan penyempurnaan ejaan bahasa Indonesia yang telah dilakukan oleh badan pengembangan dan pembinaan bahasa, kementerian pendidikan dan kebudayaan dalam peraturan Mendikbud Nomor 50 tahun 2015 mengenai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). 

Penyempurnaan yang dilakukan bermanfaat untuk menyesuaikan dengan kemajuan IPTEK dan seni. Pengaruhnya sangat besar dengan semakin luasnya pemakaian ejaan bahasa Indonesia di tengah masyarakat. Istilah ini berbeda dengan EYD yang terletak pada 2 sub bab ejaan yaitu pemakaian huruf dan tanda baca. 

Selain itu, adapula perbedaan aturan penulisan huruf kapital, huruf tebal serta penggunaan tanda baca. Pada PUEBI terdapat penggunaan titik koma dengan fungsi yang jelas dan dapat dibedakan dengan jenis tanda baca lainnya. Secara umum fungsi dari titik koma dapat dijelaskan sebagai berikut. 

Pengganti Kata Hubung

Tanda ini bisa digunakan sebagai pengganti dari kata penghubung yang bisa memisahkan kalimat satu dengan kalimat yang lainnya dengan catatan kedua kalimat tersebut memiliki kesetaraan sebagai kalimat majemuk. Jika kalimat berikutnya tidak memiliki hubungan atau keterkaitan maka tanda baca ini tidak dapat digunakan. 

Contohnya ialah kalimat “Gina sedang bercerita ; murid lain mendengarkannya”. Kedua kalimat tersebut keterkaitan satu sama lain dalam segi bahasan. Kalimat tersebut termasuk ke dalam kalimat majemuk di mana terdapat dua subjek dan dua predikat. 2 kalimat tersebut dapat dipisahkan dengan menggunakan tanda baca titik koma sehingga terdapat sedikit jeda pada bagian tanda baca ini. 

Akhir Perincian 

Penggunaan titik koma juga berfungsi sebagai akhir perincian dalam bentuk klausa. Anda tentu sering menemukan tanda titik koma pada sebuah perincian yang dijabarkan satu persatu dalam poin-poin angka atau sejenisnya. Selama rincian dalam bentuk poin poin tersebut belum selesai maka setiap akhir dari poin sebelumnya akan menggunakan tanda baca ini. 

Hal tersebut juga bisa menandakan bahwa masih terdapat rincian lainnya yang berhubungan dengan pernyataan sebelumnya. Anda bisa melihat contoh di bawah ini mengenai penggunaan tanda baca tersebut sebagai fungsi akhir perincian. 

1. Foto copy KTP;

2. Foto copy Ijazah;

3. Foto copy KK; 

4. Surat Keterangan Sehat. 

Pada contoh diatas poin 1-3 masih menggunakan tanda baca titik koma pada bagian akhir perinciannya sebagai tanda bahwa rincian ini masih berlanjut. Sementara pada poin nomor 4 bagian akhir menggunakan tanda titik sehingga menandakan bahwa rinciannya sudah selesai dan tidak ada kelanjutan pada poin berikutnya. 

Pemisah Rincian Kalimat Bertanda Koma 

Banyak sekali contoh kalimat yang bermaksud merincikan beberapa hal berupa persyaratan atau hal tertentu yang harus disediakan. Untuk penulisan bisa menggunakan tanda koma dan berikutnya terdapat penggunaan titik koma untuk memisahkan rinciannya berdasarkan kelompok kata atau jenis rincian tersebut. 

Contohnya seperti “Bapak ingin mengumpulkan pisau, sendok, dan mangkuk ; parang, sekop, dan linggis.” Tanda titik koma sebagai pemisah antara kelompok alat dapur dengan kelompok perkakas yang ingin dikumpulkan oleh subjek tersebut. Penggunaan tanda baca ini tentu membuat pembacaan kalimat tersebut menjadi lebih nyaman dan mudah. 

Penggunaan titik koma seperti ini memang cukup jarang digunakan namun sebenarnya bisa memudahkan dalam pembacaan serta pengelompokkan jenis kata yang dihubungkan dengan tanda baca koma. Intonasinya bisa lebih jelas dan kelompok kata bisa dituliskan dengan lebih rinci dan tidak bertele-tele. 

Selain tanda baca titik koma adapula tanda titik dua yang diatur dalam PUEBI. Terdapat perbedaan yang cukup jelas terutama dari fungsi keduanya. Fungsi dari titik koma sangat berbeda dengan titik dua sehingga membuat sebuah kalimat memiliki intonasi dan cara penulisan yang berbeda-beda. 

Akhir Suatu Pernyataan Lengkap dengan Penjelasan 

Fungsi pertama dari tanda titik dua ialah digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang selanjutnya diikuti oleh perincian atau penjelasannya. Untuk penggunaan tanda ini sudah cukup lumrah dan pada fungsi yang pertama ini Anda sangat sering menggunakannya. Anda bisa menggunakan kalimat yang mengandung perincian yang diawali dengan kalimat pendahulu dan pengantarnya. 

Contohnya seperti “cara memasak ikan yang enak : digoreng dan dibakar”. Kalimat ini memberikan penafsiran mengenai dua cara yang bisa dilakukan untuk memasak ikan agar menjadi lebih enak yang ditunjukkan oleh kalimat setelah tanda titik dua. Penggunaannya sedikit berbeda dengan penggunaan titik koma yang menjadi penghubung antara dua kalimat yang memiliki hubungan satu sama lain. 

Tidak untuk Perincian sebagai Akhir Pernyataan 

Sebuah perincian yang dihubungkan dengan tanda koma tidak perlu lagi menggunakan tanda titik dua pada bagian akhir seperti pada penggunaan tanda titik koma. Dalam hal ini fungsi dari tanda baca tersebut tentu sangat berbeda dan tidak bisa digunakan pada bagian akhir perincian seperti fungsi sebelumnya pada tanda titik koma. 

Dibandingkan penggunaan titik koma untuk perincian seperti tadi tanda titik dua lebih jarang digunakan bahkan tidak sama sekali khususnya untuk perincian seperti ini. Penggunaan titik koma lebih sering digunakan untuk bentuk perincian untuk menyatakan bahwa terdapat perincian berikutnya setelah kalimat sebelumnya. 

Penjelas Penggambaran 

Fungsi dari tanda titik dua bisa digunakan sesudah kata atau ungkapan yang membutuhkan penjelasan maupun penggambaran dari sebuah pernyataan. Misalnya Anda bisa menggunakan tanda ini untuk menyatakan sebuah susunan kepegawaian seperti “Direktur : Ahmad Dahlan” atau penggunaan pernyataan yang sejenisnya. 

Hal tersebut sangat sering digunakan terutama untuk untuk memberikan penjelas terhadap penggambaran dari sebuah yang ada di sekitar kita. Hal ini sangat lumrah digunakan untuk pernyataan seperti ini dan sangat mampu menjelaskan apa yang ingin disampaikan. 

Itulah beberapa penjelasan mengenai penggunaan titik koma dan titik dua berdasarkan aturan PUEBI yang bisa digunakan pada aktivitas sehari-hari. Hal ini sangat perlu untuk dipahami dengan baik dan benar agar penempatan dan penggunaannya bisa lebih sesuai. Dengan demikian hal ini bisa meminimalisir kekeliruan dalam intonasi maupun penulisan. 


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah