15 Amalan Malam Lailatul Qadar Ramadan 2026 yang Sayang Dilewatkan Bagi seorang Muslim
Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 H ini, setiap Muslim kini sedang berada di ambang pintu gerbang kemuliaan malam Lailatul Qadar.
5. Melakukan Iktikaf

I’tikaf merupakan amalan malam Lailatul Qadar berikutnya yang masuk ke dalam kategori sunnah nabi untuk menghidupkan bulan suci Ramadan.
Melalui firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT sudah memberikan instruksi kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail untuk menyucikan rumah ibadah demi kenyamanan orang-orang yang hendak melaksanakan iktikaf, salat, serta tawaf.
Selaras dengan semangat penyucian diri yang dimaksud, Imam Ibnu Katsir juga mengutip keterangan dari Sayyidah Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW senantiasa mengencangkan ikat pinggang dan menjauhi urusan rumah tangga di sepuluh malam terakhir Ramadan agar dapat fokus sepenuhnya pada ibadah.
6. Bertaubat

Malam Lailatul Qadar merupakan momentum terbaik bagi setiap Muslim untuk bersimpuh memohon ampunan dan menyesali segala kekhilafan di masa lalu.
Hal tersebut selaras dengan kesaksian Ibnu Umar yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW terbiasa melafalkan istighfar hingga seratus kali dalam satu majelis. Jelas ini adalah sebuah teladan mulia yang patut kita terapkan selama berada di bulan Ramadan.
Selain memperbanyak zikir permohonan ampun, kamu juga dapat menyempurnakan pertobatan tersebut melalui salat taubat yang dilakukan dengan penuh kesungguhan dan tekad kuat untuk tidak mengulangi dosanya.
7. Memperbanyak Doa

Mengingat betapa istimewanya malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan, Rasulullah sangat menganjurkan kita untuk memaksimalkan setiap detik dengan beragam amalan dan permohonan tulus dan ampun kepada Allah SWT.
Walaupun pintu doa terbuka lebar kapan saja, bermunajat di malam mulia tersebut memiliki keutamaan khusus karena menjadi waktu yang paling mustajab bagi terkabulnya segala hajat dan doa.
Oleh karenanya, manfaatkanlah kesempatan emas yang terbuka lebar ini untuk menyampaikan seluruh keinginan, harapan, dan doa seraya terus memohon perlindungan serta ampunan-Nya dengan penuh kesungguhan hati.
8. Memperbanyak Zikir

Menghidupkan malam Lailatul Qadar juga dapat kamu lakukan dengan memperbanyak dzikir, seperti melafalkan tasbih, tahlil, dan tahmid, yang masing-masing dibaca sebanyak seratus kali.
Meskipun angka tersebut bukan merupakan batasan kaku—karena setiap untaian zikir sejatinya tetap bernilai pahala di sisi Allah—konsistensi dalam melafalkan zikir merupakan bentuk nyata dari ketaatan kita sebagai hamba.
Hal tersebut tentu saja sejalan dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 152, yang menegaskan bahwa Dia akan senantiasa mengingat hamba-hamba-Nya yang berzikir, bersyukur, serta tidak mengingkari segala nikmat yang telah diberikan kleh oleh Allah.
9. Memperbanyak Selawat

Membaca selawat memiliki berbagai keutamaan bagi umat muslim, salah satunya adalah mendapatkan syafaat Rasulullah SAW di hari kiamat nanti.
Tak hanya itu saja. Selawat juga merupakan salah satu jembatan terkabulnya sebuah doa, sehingga umat muslim dianjurkan untuk selalu membaca selawat terlebih dahulu sebelum memanjatkan doa.
Tidak seperti ibadah salat dan membaca Al-Qur’an, selawat bisa dilakukan oleh semua muslim, termasuk perempuan yang sedang masa haid dan nifas.
10. Mendoakan Orang Tua dan Keluarga

Menyertakan nama orang tua, pasangan, dan anak-anak dalam setiap sujud dan doa panjang menjadi amalan di malam Lailatul Qadar yang jangan sampai terlewatkan.
Memohonkan hidayah serta keselamatan bagi orang-orang tercinta merupakan bentuk bakti dan kasih sayang tertinggi.
Doa tulus yang dipanjatkan untuk orang lain di malam ini berpeluang besar dikabulkan oleh Allah SWT tanpa penghalang.
Halaman:

