Advertisement
Source : unsplash.com/campaign_creators

Apa itu Micromanaging dalam Dunia Kerja dan Apakah Memiliki Dampak Buruh?

Apakah kamu sedang merasa kurang nyaman dengan gaya kepemimpinan atasan yang selalu ingin tahu pekerjaanmu dengan sangat detail? Mungkin atasanmu melakukan pendekatan tipe micromanaging. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

13 Maret 2024 Bella Carla

Apa itu Micromanaging dalam Dunia Kerja dan Apakah Memiliki Dampak Buruh – Seiring dengan berkembangnya dunia kerja, kini muncul berbagai sikap kepemimpinan dari atasan, salah satunya adalah micromanaging.

Nah, alih-alih melakukan pengawasan untuk meningkatkan produktivitas kerja, micromanaging dapat menjadi senjata makan tuan bagi para atasan

Simak ulasan lengkap terkait pengertian hingga dampak micromanaging bagi para buruh berikut ini.

Berikut Penjelasan Micromanaging dalam Dunia Kerja Lengkap

Apa itu Micromanaging dalam Dunia Kerja dan Apakah Memiliki Dampak Buruh?
unsplash.com/campaign_creators

Saat ini, micromanaging merupakan sebuah sistem kepemimpinan yang dianggap dapat berdampak buruk terhadap kinerja karyawan.

Metode kepemimpinan yang identik dengan kontrol berlebih dari atasan ini nyatanya dapat menghambat produktivitas serta moral para pekerja.

Lantas, seperti apa sih bentuk dari gaya kepemimpinan satu ini? Apakah sistem tersebut sudah tidak lagi efektif? Dan bagaimana dampaknya bagi buruh? Yuk, simak selengkapnya dalam rangkuman Mamikos berikut ini.

10 Cara Menghadapi Bos yang Tidak Profesional dan Tidak Menghargai dengan Cara Elegan

Pengertian Micromanaging dalam Dunia Kerja

Micromanagement atau yang juga dikenal dengan micromanaging menurut kamus Merriam Webster diartikan sebagai suatu tindakan mengontrol penuh terhadap seseorang maupun golongan tertentu.

Dalam dunia kerja, micromanagement atau micromanaging merupakan gaya kepemimpinan dari atasan terhadap bawahan, bersifat penuh kontrol dan agak memaksa.

Sementara itu, menurut International Journal of Business and Management Invention, micromanaging adalah cara atasan memimpin dengan melakukan pengamatan yang berlebihan terhadap kinerja bawahan.

Nah, micromanagement atau micromanaging ini lahir dari tidak adanya kepercayaan terhadap sebuah tim.

Hal ini bisa dikarenakan pengalaman sebelumnya dalam memimpin tim lain, atau memang atasan yang memiliki watak trust issue.

Dari watak tersebut, mereka cenderung melakukan kontrol berlebih dan memerintahkan hal-hal yang kurang jelas hingga melakukan delegasi tugas yang kacau.

Tak heran jika pada akhirnya gaya kepemimpinan micromanaging ini bisa menyebabkan hilangnya kepercayaan diri para karyawan dalam melakukan tugasnya secara mandiri.

Jika terus berlanjut, karyawan akan cenderung bergantung pada perintah atasannya, tidak kreatif, susah fokus, paranoid, tidak percaya dengan atasan, terjadi penurunan performa, merasa tidak dihargai, dan lainnya.

Halaman:

Advertisement