Apa Itu Rapid Test Corona, Cara Kerja Dan Alur Pemeriksaan Hingga Hasil Pemeriksaan

 Bella Carla | Jum, 27 Mar 2020

Rapid Test Corona – Mengingat jumlah pasien yang positif terjangkit Virus Corona (Covid-19) di Indonesia semakin meningkat setiap harinya, Presiden Joko Widodo pun menginstruksikan pelaksanaan rapid test Virus Corona. Kebijakan ini dilakukan agar dapat mendeteksi dini atas indikasi awal seseorang menderita Covid-19 secara massal di Indonesia. Di Jakarta sendiri, pemerintah telah memulai rapid test sejak tanggal 20 Maret 2020 lalu dengan memprioritaskan wilayah yang menurut hasil pemetaan menunjukkan indikasi rawan terinfeksi Covid-19 paling rawan terlebih dahulu. Nah, buat yang masih asing mendengar rapid test Virus Corona maka info di bawah ini dapat berguna untuk kamu.

Pengertian, Cara Kerja, Alur Pemeriksaan, dan Hasil Pemeriksaan Rapid Test Corona

Rapid Test Corona
assets.pikiran-rakyat.com

Berbeda dengan Eropa yang melakukan lockdown, Indonesia justru meniru cara Korea Selatan untuk melakukan rapid test guna menekan penyebaran Virus Corona (Covid-19). Tentunya masih banyak masyarakat awam yang belum memahami sebenarnya apa itu test rapid ini. Untuk itu, Mamikos kali ini akan membantu menjawabnya dengan memberikan info terkait pengertian hingga hasil pemeriksaan rapid test Virus Corona di bawah ini.

Apa Itu Rapit Test?

Rapid test merupakan metode tes baru yang dapat mendeteksi virus secara khusus dan dapat mengenali fragmen RNA dan RNA SARS-CoV-2 atau Covid-19. Di mana rapid test ini dikembangkan oleh para ilmuwan dari Departemen Ilmu Teknik Universitas Oxford dan Oxford Suzhou Centre for Advanced Research (OSCAR). Tim, yang dipimpin oleh Prof Zhanfeng Cui dan Prof Wei Huang, telah bekerja untuk meningkatkan kemampuan uji coba ketika virus menyebar secara internasional. Tes baru ini jauh lebih cepat guna mendeteksi penyebaran Virus Corona dan tidak memerlukan instrumen yang rumit. Jika tes viral load sebelumnya membutuhkan 1,5 hingga 2 jam untuk memberikan hasil, maka rapid test ini hanya memerlukan waktu setengah jam hingga tiga kali lebih cepat daripada metode saat ini.

Rapid test dilaksanakan pada mereka yang diketahui berhubungan dengan kasus positif virus corona. Tes tersebut dilakukan dengan dua sistem yakni di lokasi tertentu dan kunjungan ke rumah oleh dinas kesehatan setempat. Tes akan dilakukan di daerah-daerah darurat corona di Indonesia, tes ini mulai dilakukan di Jakarta Selatan. Sebab, pemerintah menilai bahwa Jakarta Selatan merupakan wilayah rawan penularan corona.

Cara Kerja Rapit Test

Berikut tata cara kerja pemeriksaan sampel virus corona dengan metode rapid test.

  • Petugas akan mengusap ujung jari pasien dengan kapas alkohol yang juga termasuk dalam paket alat rapid test. Setelahnya, sampel darah akan diambil dari ujung jari dengan jarum lancet sekali pakai.
  • Selanjutnya, petugas menyiapkan pelat strip untuk identifikasi keberadaan antigen dalam darah. Darah sebanyak 10 mikroliter ditetesi pada pelat strip, lalu dicampur dua tetes larutan penyangga.
  • Ada tiga indikator penanda antibodi dalam strip tersebut: “C”, “IgG”, dan “IgM”. IgG merupakan jenis antibodi yang paling banyak terdapat dalam darah. Sedangkan antibodi IgM terbentuk saat pertama kali sistem imun berhadapan dengan patogen.
  • Dalam 15 menit, jika muncul garis merah pada indikator “C”, maka hasilnya negatif. Sedangkan hasil positif jika garis merah muncul dalam satu dari formasi berikut: “C”-”IgG”-”IgM”, “C”-”IgM”, atau “C”-”IgG”.

Alur Pemeriksaan Rapit Test

Alur pemeriksaan rapid test untuk infeksi Virus Corona

Berikut alur pemeriksaan rapid test untuk infeksi Virus Corona (Covid-19) dari Kementerian Kesehatan:

  • Pertama, peserta terlebih dahulu mengisi formulir daftar isian;
  • Kedua, peserta dengan hasil rapid test positif, maka mesti isolasi di rumah selama 14 hari.
  • Ketiga, peserta yang kontak erat dengan gejala berat seperti demam, batuk, dan sesak nafas, akan dirujuk ke rumah sakit;
  • Keempat, peserta dengan hasil negatif wajib melaksanakan social distancing.

Alur pemeriksaan rapid test melalui kunjungan rumah

Sedangkan untuk alur rapid test melalui kunjungan rumah, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa target peserta ditentukan langsung oleh dinas setempat. Berikut alur pemeriksaan rapid test untuk infeksi Covid-19 kunjungan rumah dari Kementerian Kesehatan:

  • Pertama, peserta mesti mengisi formulir kesediaan teknik pelaksanaan rapid test kunjungan rumah;
  • Kedua, penanggung jawab dan pelaksana rapid test adalah Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten.
  • Ketiga, sasaran rapid test kunjungan rumah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan setempat bekerjasama dengan Tim Surveilans dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat.
  • Keempat, hasil rapid test dicatat, dan dilaporkan untuk tindak lanjut diagnostik dan terapi; Terakhir, Kementerian Kesehatan menyebut seluruh kegiatan dilakukan dalam situasi pandemi Covid-19.

Protokol Isolasi Mandiri

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga merilis protokol isolasi mandiri yang mesti dijalankan mereka yang positif terinfeksi Virus Corona. Berikut tata aturan atau protokol isolasi mandiri di rumah:

  • Selalu memakai masker dan membuang masker bekas di tempat yang sudah ditentukan.
  • Jika sakit (ada gejala demam, flu, dan batuk), maka tetap di rumah. Jangan pergi bekerja, sekolah, ke pasar atau ke ruang publik untuk mencegah penularan ke masyarakat.
  • Manfaatkan fasilitas telemedicine atau sosial media kesehatan dan hindari transportasi publik. Beritahu dokter dan perawat tentang keluhan dan gejala, serta riwayat bekerja ke daerah terjangkit atau kontak dengan pasien Covid-19.
  • Selama di rumah, bisa bekerja dari rumah. Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya, dan jaga jarak 1 meter dari anggota keluarga.
  • Lakukan pengecekan suhu harian, amati batuk, dan sesak nafas. Hindari pemakaian bersama peralatan makan dan mandi juga tempat tidur.
  • Terapkan perilaku hidup sehat dan bersih, serta konsumsi makanan bergizi, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan lakukan etika batuk dan bersin.
  • Jaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan disinfektan. Selalu berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi (15-30 menit).
  • Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit berlanjut seperti sesak nafas dan demam tinggi, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Lokasi Pemeriksaan Rapid Test

Melalui surat keputusan tersebut, pemerintah secara resmi menunjuk Balitbangkes sebagai Laboratorium Rujukan Nasional Penanganan Covid-19 serta 12 Laboratorium Pemeriksa Covid-19 beserta wilayah kerjanya. Berikut adalah rinciannya:

  • Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta dengan wilayah kerja di Maluku, Maluku Utara, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.
  • Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang dengan wilayah kerja di Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi dan Lampung.
  • Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar dengan wilayah kerja di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
  • Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya dengan wilayah kerja di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
  • Balai Besar Penelitian dan Pengambangan Kesehatan Papua dengan wilayah kerja di Papua dan Papua Barat.
  • Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jakarta dengan wilayah kerja di Riau, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Kalimantan Barat dan Banten.
  • Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya dengan wilayah kerja di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
  • Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Yogyakarta dengan wilayah kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
  • Laboratorium Kesehatan Daerah DKI Jakarta dengan wilayah kerja di DKI Jakarta.
  • Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dengan wilayah kerja di DKI Jakarta
  • Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dengan wilayah kerja di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan RS Universitas Indonesia.
  • Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dengan wilayah kerja di RSUD Dr. Sutomo dan RS Universitas Airlangga.

Hasil Pemeriksaan Rapid Test

VivaChek Laboratories sebagai salah satu produsen reagen untuk rapid test COVID19, menyebut hasil pemeriksaan rapid test dapat keluar dalam waktu 15 menit, sebagaimana diinformasikan pada laman situs resminya. Alat ini dijual dengan nama merek dagang VivaDiag COVID-19 IgM/IgG Rapid Test. Meski hasilnya keluar secara instan, tes ini masih berbasis serologi yakni pengidentifikasian virus berdasarkan antibodi yang terbentuk dalam tubuh setelah terinfeksi virus. Pada orang yang terinfeksi virus kurang dari seminggu, respons imun tubuh belum terbentuk.

Untuk menyiasatinya, rapid test wajib kembali dilakukan 6 atau 7 hari kemudian setelah tes pertama dilakukan. Untuk pengecekan Virus Corona sendiri dibutuhkan 10 mikroliter sampel darah yang diambil dari pembuluh vena atau ujung jari. Dalam panduan pemakaian kit test di VivaDiag, pembacaan hasil tes baru bisa dilakukan 15 menit setelah spesimen ditetesi larutan penyangga (buffer), namun tidak lebih dari 20 menit.

Memahami Cara Membaca Hasil Pemeriksaan Rapid Test

Simbol di rapid test

  • Huruf C = Control. Strip di C harus muncul, jika tidak, bisa jadi alat rusak atau darah digunakan kurang.
  • Ig = imunoglobulin, antibodi dalam darah yang dibuat manusia spesifik terhadap paparan infeksi.
  • Tulisan Ig M (+) = terjadi paparan baru-baru ini saja.
  • Tulisan Ig G (+) = terjadi paparan di masa lampau.

Cara membaca

Jika Ig M (+), Ig G (-) = lanjutkan dg pemeriksaan PCR dan Genome Sequencing di RS rujukan utk memastikan. Juga bila Ig M (+) dan Ig G (+). Namun, nila Ig M (-), Ig G (+) maka harus dilakukan lagi rapid test dalam 1 atau 2 minggu ke depan. Ini terjadi mungkin karena antibodai saat itu belum cukup untuk mendeteksi. Rapid tes juga harus diulangi jika Ig M dan Ig G sama-sama negatif, tapi ada risiko paparan. Sementara bagi mereka yang memiliki hasil positif, akan dilakukan pemeriksaan ulang dengan menggunakan Polymerase chain reaction PCR.

Nah, semoga informasi seputar rapid test Virus Corona di atas bisa bermanfaat ya untuk kamu! Seperti yang telah kita ketahui, pemerintah telah memutuskan untuk melakukan rapid test atau tes cepat secara massal dalam upaya pencegahan penyebarluasan Virus Corona di Indonesia. Rapid Test dirancang untuk penyaringan awal pasien positif virus corona di Indonesia, tes dilakukan dengan menggunakan spesimen darah. Oh iya, buat kamu yang berencana ingin merantau ke luar kota untuk menempuh pendidikan, maka jangan lupa untuk download aplikasi Mamikos di ponsel kamu ya! Di aplikasi Mamikos kamu akan dengan mudah menemukan informasi seputar kost-kostan, sewa apartemen, hingga sewa rumah kontrakan dengan mudah yang bisa menjadi tempat tinggal kamu nantinya.

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu: