Apa itu Siswa Eligible dalam SNBP? Ini Penjelasan dan Cara Menjadi Siswa Eligible
Siswa eligible adalah siswa yang masuk kuota terbaik sekolah dan berhak mendaftar SNBP. Simak penjelasan dan strateginya di sini.
3. Data siswa eligible diinput ke PDSS
Siswa yang masuk peringkat teratas sesuai kuota akan ditetapkan sebagai eligible. Setelah itu, sekolah menginput nilai rapor dan data identitas mereka ke PDSS.Â
Di tahap ini biasanya ada masa pengecekan, jadi siswa perlu memastikan datanya benar sebelum PDSS dikunci. Kalau sudah final, barulah siswa eligible bisa lanjut ke tahap pendaftaran SNBP dan memilih prodi tujuan.
Kriteria Umum Siswa Eligible SNBP
Secara garis besar, kriteria siswa eligible ditentukan dari gabungan syarat administratif dan hasil pemeringkatan nilai di sekolah. Berikut poin-poin umum yang biasanya dipakai sebagai acuan penetapan eligible. 👇
1. Siswa kelas XII pada tahun berjalan
Siswa yang bisa masuk daftar eligible adalah siswa kelas terakhir (XII) SMA/SMK/MA sederajat yang akan lulus pada tahun pendaftaran SNBP.Â
Status eligible tidak berlaku untuk alumni, karena jalur ini memang disiapkan untuk siswa aktif yang masih tercatat di sekolah.
2. Sekolah terdaftar di SNPMB dan mengisi PDSS
Sekolah wajib terdaftar resmi di SNPMB, memiliki NPSN aktif, serta mengisi PDSS sesuai jadwal.Â
Kalau sekolah tidak mengisi PDSS atau terlambat mengunci data, maka sekolah tidak bisa menetapkan eligible sehingga siswa otomatis tidak punya akses SNBP.
3. Nilai rapor lengkap semester 1–5
Dasar pemeringkatan eligible memakai nilai rapor semester 1 sampai 5. Karena itu, nilai harus lengkap, tidak ada yang kosong, dan tercatat rapi di PDSS.Â
Nilai siswa yang konsisten dari semester ke semester biasanya lebih aman dibanding siswa yang nilai yang naik turun.
4. Masuk peringkat sesuai kuota eligible sekolah
Setelah kuota sekolah ditentukan berdasarkan akreditasi dan ketentuan tahun berjalan, sekolah akan mengurutkan siswa berdasarkan nilai rapor.Â
Siswa yang masuk peringkat teratas sejumlah kuota itulah yang dinyatakan eligible. Batas aman ranking tiap sekolah berbeda karena kuota dan jumlah siswa juga berbeda.
5. Data rapor dan identitas valid di PDSS
Siswa eligible harus memiliki data nilai rapor dan identitas yang sudah diinput ke PDSS lalu diverifikasi. Biasanya ada masa pengecekan atau masa sanggah, jadi siswa perlu memastikan tidak ada salah input sebelum PDSS dikunci.
6. Siap memenuhi syarat tambahan prodi tertentu
Untuk prodi seni atau olahraga, siswa yang sudah eligible tetap perlu menyiapkan portofolio saat tahap pendaftaran SNBP. Namun hal ini bukanlah syarat untuk menjadi eligible, tetapi syarat lanjutan ketika memilih prodi tersebut.
Kalau semua kriteria ini terpenuhi, siswa akan masuk daftar eligible dan bisa lanjut ke tahap pendaftaran SNBP.
Contoh Perhitungan Siswa Eligible
Misalnya kelas XII di sekolah A berjumlah 250 siswa. Berdasarkan akreditasi dan ketentuan SNBP tahun berjalan, sekolah A mendapat kuota eligible 40%. Artinya, hanya 40% siswa terbaik yang boleh mendaftar SNBP.Â
Cara menghitungnya dengan rumus 40% × 250 = 100 siswa.Â
Jadi, sekolah akan membuat peringkat dari nilai rapor semester 1–5 seluruh siswa, lalu mengambil urutan 1 sampai 100 sebagai siswa eligible.
Contoh lain, SMK B memiliki 180 siswa kelas XII dan kuota eligible yang didapat adalah 25%, maka perhitungannya 25% × 180 = 45 siswa. Berarti yang masuk ranking 1–45 dinyatakan eligible.Â
Setelah daftar eligible selesai, nama-nama tersebut akan diinput ke PDSS. Siswa perlu mengecek data nilai dan identitasnya saat masa verifikasi agar tidak ada salah input yang membuat ranking bergeser.
Dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa status eligible ditentukan oleh dua hal yaitu persentase kuota dari pusat dan posisi ranking di sekolah. Maka, jaga nilaimu sejak awal supaya aman di peringkat atas ya!
Halaman:
