Apa Saja Sih Suka Dukanya Tinggal di Apartemen? Boros Banget Nggak Ya?

 Posted on Kamis, September 27th, 2018  Posted in Info properti  Mamikos

Apa Saja Sih Suka Dukanya Tinggal di Apartemen? Boros Banget Nggak Ya? – Karena saat ini lahan untuk membangun sarana tempat tinggal semakin berkurang, maka perusahaan – perusahaan properti membuat bangunan baru seperti apartemen yang menjulang ke atas agar kebutuhan tempat tinggal dapat terpenuhi. Khususnya di kota – kota besar, jadi sudah tidak mengherankan lagi jika kini banyak sewa apartemen di bekasi, sewa apartemen jakarta, sewa apartemen bandung hingga sewa apartemen batam. Apartemen memang merupakan salah satu sarana tempat tinggal berkonsep modern yang banyak diburu masyarakat saat ini. Tinggal di apartemen juga punya suka dukanya sendiri lho. Kira – kira apa aja sih suka dukanya tinggal di apartemen?

Apa Saja Sih Suka Dukanya Tinggal di Apartemen? Boros Banget Nggak Ya?

Saat memutuskan untuk tinggal di kota besar, tentu saja ada resiko yang harus diambil. Mahalnya biaya hidup, macetnya jalanan dan kerasnya persaingan antar karyawan harus siap kamu hadapi. Bahkan untuk dapat tinggal di apartemen ternyata ada banyak hal yang akan dialami. Mulai dari mencari apartemen yang tepat, menentukan harga, membuat kesepakatan, pindahan dan beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Bagi sebagian orang yang belum terbiasa tinggal jauh dari orang tua, mungkin sedikit bingung dengan gaya hidup tinggal di apartemen. Meski demikian, bukan berarti tinggal di apartemen itu susah dan ribet kok. Kamu tetap bisa menjalankan aktivitas seperti biasa, hanya saja mungkin ada perbedaan gaya hidup yang akan kamu jalani di apartemen yang baru. Kali ini Mamikos akan membagikan sedikit informasi tentang suka dukanya tinggal di apartemen.

1. Sering Ketemu Tembok

Kalau kemarin kamu sempat tinggal di kos an atau masih tinggal di rumah bersama orang tua,pasti kalau keluar ketemunya jalan raya atau kalau nggak teras rumah kan? berbeda dengan apartemen, setiap kali kamu keluar ruangan hal pertama yang kamu temui pasti adalah tembok. Apalagi kalau lantai yang kamu pilih adalah lantai bagian paling atas. Wah tiap keluar tembok, mau ke kanan tembok mau ke kiri juga tembok lagi. Terkadang jika sedang suntuk mungkin kamu akan merasa pengap dengan keadaan di sekitar apartemen kamu.

Tinggal di apartemen studio juga hampir sama, apalagi ruang lingkup di dalam ruangan juga lebih kecil. Belum lagi kalau kamu memiliki barang yang banyak, waktu baru pertama kali pindah pasti bingung mau ditata dimana coba barangnya? Kalau memang sudah niat dan kepingin banget tinggal di apartemen, tentu kamu harus siap dengan resiko ketemu tembok terus ya. Biar nggak jenuh mungkin seminggu sekali kamu harus meluangkan waktu untuk tidur di rumah teman dan jalan – jalan keluar.

2. Lift Jadi Sangat Penting

Bisa dikatakan kalau lift itu menjadi pintu kemana sajanya penghuni apartemen. Kok bisa? Iya dong soalnya kalau mau kemana saja kamu harus menggunakan lift supaya tujuanmu tercapai. Misalnya mau ke kolam renang, mau ke taman atau mau ke restoran untuk turun ke lantai bawah dan ruangan yang dituju pasti harus menggunakan lift kecuali kamu punya kemampuan berpindah tempat kayak angin ya. Lift bisa jadi kebutuhan yang sangat vital khususnya untuk penghuni di lantai atas apartemen. Karena nggak mungkin juga kalau kamu mau naik dan turun lewat tangga darurat padahal apartemenmu ada di lantai 9 kan?

Selain itu, kamu juga harus siap berbagi dengan semua penghuni apartemen setiap harinya. Terutama di jam – jam berangkat kerja dan pulang kerja. Jika seluruh apartemen hampir penuh mungkin harus sering – sering antri karena lift yang disediakan paling hanya dua atau tiga. Jadi, kamu harus lebih bersabar dan mau berbagi dengan penghuni apartemen yang lainnya ya.

3. Nggak Bisa Akrab Sama Tetangga

Nah, kalau mau tinggal di apartemen nggak mungkin kamu akan akrab dengan semua penghuninya. Mungkin kalau kamu yang berasal dari perumahan yang tetangganya ramah – ramah tidak terbiasa dengan tetangga yang cuek dan masa bodoh. Tapi kalau tinggal di apartemen biasanya orang akan sibuk dengan urusan masing – masing, pulang kerja ya langsung masuk ruangan jarang ada sosialisasi yang terjadi antar tetangga di apartemen. Apalagi jika kamu dan tetangga kamu orang yang sibuk, belum tentu seminggu sekali kalian bisa ketemu.

Tinggal di apartemen memang memiliki individualis yang tinggi dan mungkin kalau ada apa – apa kamu tidak bisa langsung minta bantuan ke tetangga jadi langsung saja minta tolong pada petugas atau pengelola apartemen. Tidak bisa bersosialisasi dan akrab dengan tetangga juga sebenarnya pilihan kamu sendiri. Kalau mau punya kenalan kamu bisa bersosialisasi di lift atau waktu lagi makan di restoran apartemen, saat renang dan sebagainya.

4. Kemampuan Parkir Jadi Terasah

Tahu sendiri kan kalau di apartemen  itu lahan parkirnya harus dibagi dengan penghuni yang lainnya? berbeda dengan parkir di rumah, tinggal di apartemen memang mengharuskan kamu untuk membagi lahan parkir dengan penghuni yang lainnya. Apalagi sekarang banyak penghuni apartemen yang tidak hanya memiliki satu atau dua mobil saja. Belum lagi kalau di apartemenmu lantai bawah ada mallnya, berarti kesempatan untuk mendapatkan lahan parkir yang luas semakin tipis. Nah karena semakin sempit jadi mau tidak mau kamu harus berpikir ekstra supaya bisa memarkirkan mobil dengan benar.

5. Kadar Panik Jadi Meningkat Saat Ada Kebakaran dan Gempa

Kalau panik waktu ada bencana itu wajar – wajar saja, tapi kalau apartemen berada di lantai paling atas gimana? Nggak bisa keluar langsung ketemu tanah dan dataran kan? Kalau ada gempa atau kebakaran pasti rasa panik akan meningkat tajam dan kadang ada yang pasrah dengan nasib. Kalau buka pintu yang ditemui hanya tembok, mau turun ke bawah juga masih harus pakai tangga darurat, gimana nggak ekstra panik ya? Namun, sebenarnya untuk mengantisipasi hal ini kamu bisa memilih ruangan apartemen yang ada di lantai bawah atau mungkin maksimal di lantai 5. Terutama untuk kalian yang pobhia akan ketinggian ya.

6. Gak Perlu Repot Cari Kebutuhan Sehari – hari

Karena kali ini yang dibahas adalah suka dukanya tinggal di apartemen, nggak afdol jika yang dibahas hanya dukanya saja. Enaknya tinggal di apartemen juga banyak lho. Salah satunya kamu tidak perlu bingung kalau mau cari kebutuhan sehari – hari. Biasanya di lantai bawah ada minimarket dan juga restoran yang buka 24jam. Listrik, air, galon, internet dan kebutuhan lainnya juga bisa dijangkau dan diakses dengan mudah. Jasa pesan antar dan juga jasa service yang lainnya juga tersedia di sekitar komplek apartemen jadi kamu nggak perlu pusing – pusing kalau cuma mencukupi kebutuhan sehari – hari.

7. Tenang Kalau Banjir Datang

Bagi kamu yang tinggal di daerah rawan banjir seperti jakarta dan semarang tidak perlu khawatir lagi akan terkkena banjir. Karena kamu hidup di ketinggian sehingga tidak akan rentan terkena bencana banjir. Dan jika tinggal di apartemen, kamu nggak perlu khawatir saat ada banjir karena barang – barang dan harta benda milikmu tidak akan terbawa arus dan tenggelam. Paling parah kalau terjadi banjir mungkin hanya sampai lobi, jadi tidak akan sampai ke barang – barang di apartemenmu. Ternyata memeprtimbangkan hunian di lantai paling atas ada manfaatnya juga lho.

Meskipun memakan biaya yang sedikit mahal ternyata tinggal di apartemen juga memiliki konsekuensi yang harus ditanggung ya? Saat sudah tinggal di apartemen mungkin nanti kamu baru akan merasakan enak tinggal di apartemen atau rumah. Ini juga tergantung pada pribadi masing – masing, karena setiap orang ada yang mampu beradaptasi dengan mudah dan ada pula yang harus menunggu waktu yang lumayan lama untuk beradataptasi. Namun yang perlu kamu ingat adalah bahwa semua pasti ada resikonya, tentu ada enak dan tidaknya tinggal di apartemen. Baik nanti kamu mau sewa apartemen bulanan di semarang atau sewa apartemen yang lainnya, yakinlah untuk memilih hunian sesuai dengan kebutuhan.

Dapatkan juga info apartemen murah di kota lain :

Apa Saja Sih Suka Dukanya Tinggal di Apartemen? Boros Nggak Ya?

Apa Saja Sih Suka Dukanya Tinggal di Apartemen? Boros Nggak Ya?