Arti Ramadhan Kareem, Ramadhan Mubarak & Marhaban Ya Ramadhan yang Benar
Ramadhan sebentar lagi! Seluruh umat Islam di dunia tidak akan lama lagi menjelang bulan suci Ramadhan. Tentu ada banyak persiapan yang harus dilakukan. Di artikel ini, Mamikos akan coba memberikan informasi penting terkait ucapan Ramadhan. Simak, yuk!
Setelah mendapat penjelasan seperti tadi, makanya hendaklah kita mengikuti nash yang menyebut Ramadhan dengan sebutan “Ramadhan Mubarak” sebagaimana yang sudah tertulis dalam sebuah hadits.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun pernah bersabda,
ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, BULAN MUBARAK (bulan yang diberkahi). Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR. Ahmad, shahih)
2. Makna Marhaban Ya Ramadhan
Usai kamu membaca dan memahami arti Ramadhan Kareem dan Ramadhan Mubarak, maka kini saatnya kamu mengetahui lebih lanjut apa makna Marhaban Ya Ramadhan yang sebenarnya.
Sebab, banyak orang memaknai ungkap Marhaban Ya Ramadhan sebagai ucapan ‘Selamat datang bulan Ramadhan’. Namun apa benar seperti itu? Mamikos akan coba memberikan penjelasannya lebih lanjut di sini.
Begini Penjelasannya
Bukan sebuah kesalahan jika ada yang memaknai kata Marhaban dengan “Selamat datang”.
Akan tetapi, ternyata makna dari kata Marhabat tidak sesederhana itu, lho. Kata Marhaban sendiri diambil dari kata raheb yang memiliki arti luas atau lebar.
Kata tersebut lazimnya diucapkan saat menerima tamu kemudian sang pemilik rumah akan menyambutnya dengan kata “Marhaban”.
Dari situ kita tahu kalau tamu tersebut sudah disambut dengan penuh kegembiraan dan suka cita.
Raheb juga memiliki makna lain yakni tempat perhentian musafir untuk memperbaiki kendaraan dan mengambil bekal perjalanan mereka.
Lalu, kenapa kata Marhaban tadi disandingkan dengan bulan suci Ramadhan, ya?
Jawabannya tentu saja karena bulan Ramadhan merupakan tamu yang sangat agung. Bulan tersebut pantas untuk disambut dengan suka cita dan kegembiraan yang lebih besar dari bulan-bulan yang lainnya.
Bulan Ramadhan hadir untuk memberikan kesadaran pada umat Islam di seluruh dunia, bahwasanya telah datang waktu yang tepat untuk memaksimalkan amal shalih.
Sebab hanya di bulan ini saja, segala amal ibadah yang kita lakukan pahalanya akan dilipatgandakan.
Segala hal dimudahkan, dosa-dosa akan diampuni dan kita semua diberi waktu yang setara untuk memperbanyak kesempatan mendekatkan diri kepada-Nya.
Jadi, Marhaban Ya Ramadhan adalah ungkapan dan bentuk sukacita karena menyambut datangnya bulan puasa.
Halaman:

