Begini Bacaan Hingga Tata Cara Sholat Idul Adha, Lengkap!

 Mamikos | Kam, 20 Feb 2020

Begini Bacaan Hingga Tata Cara Sholat Idul Adha, Lengkap! – Hari Raya Idul Adha yang ditunggu umat Islam sudah hampir tiba. Bagaimana persiapanmu? Sudahkah kamu mengetahui esensi perayaan Idul Adha yang banyak dinantikan umat muslim di dunia? Seperti bacaan sholat Idul Adha, tata cara sholat Idul Adha, waktu sholat Idul Adha, hingga takbir Idul Adha? Mamikos akan memberikan informasi mengenai pengertian sholat Idul Adha hingga seluk beluknya agar ibadahmu di hari spesial menjadi lebih sempurna. Selamat membaca!

Bacaan Hingga Tata Cara Sholat Idul Adha

Bacaan Hingga Tata Cara Sholat Idul Adha

1. Pengertian Sholat Idul Adha

Shalat Idul Adha tidak sama dengan shalat Idul Fitri. Jika kita mengerjakan shalat Idul Fitri setelah selesai bulan Ramadhan atau pada bulan Syawal, maka shalat Idul Adha dikerjakan pada bulan Dzulhijjah ketika pelaksanaan ibadah haji.

Shalat Idul Adha dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Biasanya, orang-orang juga menyebut Idul Adha sebagai hari raya kurban karena di waktu yang sama terdapat perintah mengerjakan kurban bagi yang mampu.

Bagaimana hukum shalat Idul Adha? Sebenarnya terdapat pendapat para ulama yang menyatakan bahwa hukum shalat Idul Adha adalah sunnah muakkadah (sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan).

Jadi, bagi kamu yang tidak bisa melaksanakan shalat Idul Adha tidak berdosa, namun akan kehilangan pahala yang tentunya sangat besar.

Pendapat lain juga dapat kamu temukan di Mazhab Hambali yang menyatakan bahwa shalat Idul Adha hukumnya fardhu kifayah.

Hukum tersebut menjadikan gugurnya kewajiban orang lain untuk menunaikan shalat Idul Adha apabila pada suatu masyarakat muslim sudah ada yang mengerjakannya atau sudah ada yang mewakili.

Pendapat Mazhab Hanafi serta sebagian ulama-ulama Mazhab Hambali pun tidak sama. Terdapat ulama yang menyatakan bahwa hukum shalat Idul Adha adalah fardhu’ain, sehingga wajib dilaksanakan bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan.

Jadi, orang yang meninggalkan shalat Idul Adha akan berdosa.

Pendapat terakhir ini mengacu pada perintah Rasulullah Muhammad SAW yang pada saat itu memerintahkan masyarakat muslim Madinah, tidak terkecuali para budak untuk melaksanakan shalat Idul Adha, sedangkan wanita yang haid juga tetap diminta datang untuk mendengarkan khutbah.

Hadist yang berasal dari Ummu Athiyyah tersebut berbunyi:

 “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami keluar menghadiri shalat ‘id bersama budak-budak perempuan dan perempuan-perempuan yang sedang haid untuk menyaksikan kebaikan-kebaikan dan mendengarkan khuthbah. Namun beliau menyuruh perempuan yang sedang haid menjauhi tempat shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, bagi kamu yang tidak memiliki uzur atau halangan apapun, sebaiknya jangan lewatkan momen besar hari raya umat Islam ini, bahkan meninggalkannya.

Persiapkan diri dengan baik untuk bisa merayakan hari raya kurban yang hanya datang sekali dalam setahun.

2. Waktu Sholat Idul Adha

Syarat serta rukun shalat Idul Adha tidak terlalu jauh berbeda dengan shalat Idul Fitri. Tidak terdapat adzan serta iqamah yang mendahului kedua shalat tersebut, begitu pula niat serta takbir dalam shalatnya.

Pelaksanaan shalat Idul Adha sedikit lebih awal dibandingkan shalat Idul Fitri.

Shalat Idul Adha dimulai ketika matahari sudah setinggi tombak hingga waktu zawal (saat matahari bergeser ke arah barat).

Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin melaksanakan kurban setelah shalat Idul Adha dilaksanakan, sedangkan shalat Idul Fitri dilaksanakan lebih akhir untuk memberikan kesempatan pada umat muslim yang belum menunaikan zakat fitrah.

3. Bacaan Sholat Idul Adha

Bacaan yang dilafalkan pada shalat Idul Adha adalah takbir yang berbunyi: takbir “Subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar” dengan terjemahan “Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah dan tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar”

4. Jumlah Rakaat Sholat Idul Adha

Bagaimana tata cara shalat Idul Adha? Pertama, shalat Idul Adha dilakukan secara berjamaah. Shalat Idul Adha sama seperti shalat Idul Fitri karena terdiri dari 2 rakaat dan diakhiri dengan khutbah.

Shalat Idul Adha lebih utama jika dilakukan di tanah lapang kecuali cuaca dan kondisi saat itu sedang tidak mendukung.

5. Tata Caranya Sholat Idul Adha

Shalat Idul Adha tidak didahului dengan shalat sunnah qobliyah maupun diakhiri dengan shalat sunnah ba’diyah. Berikut ini merupakan tata cara shalat Idul Adha:

Pertama, shalat Idul Adha dilaksanakan setelah melakukan niat yang apabila diucapkan berbunyi “ushallî rak‘ataini sunnata li ‘îdil adlhâ” dan ditambahkan “imâman” jika menjadi imam, sedangkan lafalnya diubah menjadi “makmûman” apabila menjadi makmum.Arti niat tersebut: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Kedua, melaksanakan takbiratul ihram seperti pada shalat biasanya dilanjutkan dengan membaca doa iftitah dan doa lainnya hingga salam.

Perbedaan mendasar pada shalat Idul Adha dengan shalat lainnya adalah jumlah takbir sebanyak 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali takbir pada rakaat kedua.

Diantara takbir, dianjurkan untuk membaca lafadz takbir “Subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar”  dengan arti “Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah dan tiada Tuhan selain Allah dan Allah Mahabesar”

Bacaan rakaat pertama shalat Idul Adha (setelah niat):

  • Takbiratul ihram
  • Membaca doa iftitah
  • Membaca takbir 7x selain takbiratul ihram
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat dalam Al-Quran
  • Ruku’, sujud, duduk diantara dua sujud, sujud, kemudian berdiri lagi seperti saat shalat biasa

Bacaan rakaat kedua shalat Idul Adha:

  • Takbir 5x
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat dalam Al-Quran
  • Ruku’, sujud, duduk diantara dua sujud, sujud, diakhiri dengan tasyahud akhir, kemudian salam.

Ketiga, Setelah shalat Idul Adha ditunaikan, kamu perlu mendengarkan khutbah yang disampaikan khatib terlebih dahulu.

Berbeda dengan shalat Idul Fitri, selepas shalat Idul Adha dianjurkan untuk memperbanyak takbir sejak hari Arafah pada 9 Dzulhijjah hingga selesai hari tasyrik pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pelaksanaan takbir setelah hari raya Idul Adha biasanya dilakukan selepas shalat fardhu.

6. Sunnah shalat Idul Adha

Terdapat beberapa sunnah yang bisa kamu jalankan sebelum dan sesudah melaksanakan shalat Idul Adha. Meskipun tidak ada dosa ketika meninggalkannya, namun akan sangat disayangkan jika kamu melewatkan banyak pahala dari hari raya yang hanya dilaksanakan sekali dalam setahun ini.

Berikut sunnah yang bisa dijalankan pada saat Idul Adha:

  • Mandi sebelum shalat Idul Adha seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW dan para sahabat.
  • Mengenakan pakaian terbaik ketika shalat Idul Adha dan berhias dengan rapi
  • Menggunakan parfum atau wewangian (bagi laki-laki), sedangkan bagi wanita sebaiknya tidak menggunakan wewangian yang menyengat
  • Mengajak anggota keluarga, anak-anak, serta wanita yang sedang haid untuk menghadiri shalat Idul Adha
  • Melafadzkan takbir selama perjalanan menuju tempat shalat: Allohu akbar, Allohu akbar, laa ilaaha illalloh wallohu akbar. Allohu akbar wa lillahil hamd

Arti: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada Illah kecuali Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala pujian hanya kepadaNya

  • Berjalan kaki saat berangkat menuju lokasi shalat Idul Adha serta pulang. Namun, apabila jarak yang ditempuh sangat jauh, mengendarai kendaraan seperti motor atau mobil diperbolehkan.
  • Melalui jalan yang berbeda ketika berangkat shalat Idul Adha dan pulang dari shalat Idul Adha.

Sekian artikel mengenai pengertian, tata cara, dan seluk beluk shalat Idul Adha. Persiapkan diri dengan baik agar tidak terlambat melaksanakan shalat Idul Adha.

Jika memiliki kelebihan rezeki, kamu juga bisa berkurban. Selamat merayakan hari Idul Adha!

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu: