Lengkap, Bacaan Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah Beserta Keutamaannya 2018 !

 Posted on Jumat, Agustus 10th, 2018  Posted in Ramadhan  Mamikos

Puasa Arafah merupakan puasa yang dilaksanakan pada Hari Arafah yaitu hari ke-9 bulan Dzulhijjah. Puasa ini dianjurkan untuk seluruh umat muslim yang tidak pergi haji sesuai dengan riwayat Rasulullah SAW mengenai puasa ini yaitu:

“Dari Abu Qatadah Al-Anshariy (ia berkata),” Sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah di tanya tentang (keutamaan) puasa pada hari Arafah?” Maka dia menjawab, “ Menghapuskan (kesalahan) tahun yang lalu dan yang sesudahnya.” (HR. Muslim no.1162 dalam hadits yang panjang)”

Puasa sendiri adalah menahan diri dari makan dan mium serta yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan syarat tertentu.

Ada dua jenis hukum puasa yang dikenal yaitu wajib dan sunnah mukkad atau sunnah yang mendekati wajib. Untuk Puasa Arafah sendiri hukumnya sunnah bagi orang yang tidak menunaikan ibadah haji.

Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam Fiqih Empat Madzhab menjelaskan tentang puasa ini:

“Di antara puasa yang dianjurkan adalah puasa Arafah, yaitu berpuasa pada tanggal sembilan Dzulhijjah. Namun puasa ini hanya khusus dilakukan oleh selain jamaah haji saja, sedangkan untuk para jamaah haji maka para ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya.”

Bulan dzulhijjah salah satu bulan yang dimuliakan dan dihormati oleh Allah karena memiliki keunggulan dibanding bulan hijriah lainnya.

Selain puasa arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, amalan puasa lain yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah bisa Anda amalkan.

Sesuai dengan riwayat Al-Bukhari dari Ibnu Abbas R.a bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.

1. Bacaan Niat Puasa Arafah

Hasil sidang isbat oleh Kementrian Agama RI, Sabtu (11/8/2018) menetapkan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1439 Hijriah jatuh pada Senin (13/8/2018).

Bulan Dzulhijjah identik dengan perayaan Idul Adha atau Idul Qurban. Pada kalender Masehi, Idul Adha akan jatuh tepat tanggal 22 Agustus 2018 atau 10 Dzulhijjah.

Mereka yang mampu dan ingin menjalankan ibadah qurban baik sapi, kambing atau hewan lain yang dianjurkan tentu sudah mengenali puasa Arafah.

Adapun bacaan niat puasa arafah adalah:

puasa arafah
Artinya:
“Saya niat puasa arafah sunnah karena Allah Ta’ala”

Pelaksanaan puasa sunnah ini ada banyak keunggulan dan hikmat besar bagi orang yang melaksanakannya.

Adapun hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang artinya: “Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lalu dan yang akan datang, dan puasa Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu (HR. Muslim)

Pelaksanaan idul qurban dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah, dan setelah itu tanggal 11, 12, 13 Dzulihijjah termasuk hari tasyrik dimana Anda diharamkan untuk berpuasa karena merupakan hari makan dan minum.

Sebuah hadits menyebutkan yang artinya :”Hari-hari tasyriq adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141).

Selanjutnya, amalan apa yang terbaik di hari arafah? Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya :

““Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYA-IN QODIIR (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi no. 3585; Ahmad, 2:210. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih dilihat dari syawahid atau penguat-penguatnya, lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1503, 4:8.)

2. Bacaan Niat Puasa Tarwiyah

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, seseorang yang melaksanakan puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah atau biasa disebut Tarwiyah, maka Allah SWT akan memberikan pahala, yang kita tidak mengetahuinya, kecuali Allah SWT.

Bacaan niatnya :

Nawaitu shauma ghadin min yaumi tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya, “Sengaja saya berpuasa esok hari, yaitu puasa Tarwiyah sunah karena Allah Taala.”

3. Keutamaan Puasa Arafah

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang dimuliakan Allah SWT karena pada bulan ini umat muslim sedang melaksanakan ibadah haji.

Pada tanggal 8 Dzulhijjah atau disebut juga dengan hari Tarwiyah, jemaah haji sedang melaksanakan persiapan menuju ke Padang Arafah dan tanggal 9 Dzulhijjah, semua jemaah haji tengah berkumpul di padang Arafah.

Keutamaan puasa arafah sesuai dengan hadits yang telah dijelaskan, diriwayatkan dari Abu Qatadah (diriwayatkan) bahwa Rasulullah saw bersabda: “Puasa hari Arafah menutup dosa dua tahun, satu tahun yang lampau dan satu tahun yang akan datang, dan puasa Asyura menutup dosa satu tahun. [Hadis ini diriwayatkan oleh sejumlah ahli hadis dan teks di atas adalah riwayat Imam Ahmad].

4. Manfaat Puasa Arafah

Selain karena keutamaan puasa arafah yang perlu Anda ketahui, bagi siapa saja yang menjalankan puasa termasuk di bulan Dzulhijjah ini akan mendapatkan beberapa manfaat puasa pada umumnya:

a. Meningkatkan kekebalan tubuh

Menjalankan puasa arafat atau puasa lain pada umumnya akan memberikan manfaat luar biasa terhadap kesehatan tubuh salah satunya mampu mengurangi kerusakan yang disebabkan radikal bebas.

Terlebih, dengan berupasa akan membantu mencegah timbulnya salah satu penyakit serius yaitu kanker.

b. Meningkatkan fungsi otak

Puasa terbukti mampu memperbaiki fungsi otak dengan meningkatkan produksi protein yang bisa memicu bahan kimia lain untuk meningkatkan kesehatan saraf.

Produksi protein tersebut disebut brain-derived neurotrophic factor (BDNF). BDNF akan mengaktifkan sel induk otak untuk dibuah menjadi neuron baru.

Protein ini pun melindungi sel otak dari perubahan yang ada kaitannya dengan penyakit Parkinson dan Alzheimer.

c. Menurunkan berat badan

Puasa pada umumnya termasuk puasa arafah bisa menjadi cara aman untuk menurunkan berat badan. Namun tentunya niat pertama seharunya bukan karena untuk diet atau menurunkan berat badan melainkan untuk beribadah.

Di sisi lain, dengan berpuasa banyak riset yang menunjukkan bahwa jika dilakukan secara berkala memungkinkan tubuh membakar sel lemak lebih efektif daripada diet biasa.

d. Meningkatkann sensitivitas insulin

Manfaat puasa memiliki efek positif pada sensitivitas insulin yang memungkinkan tubuh mentoleransi karbohidrat dengan labih baik.

Setelah berpuasa, insulin menjadi lebih efektif saat sel mengambil glukosa dari darah.

e. Meningkatkan metabolisme

Sistem pencernaan saat berupasa akan istirahat karena tidak ada asupan makanan atau minuman yang masuk. Ini bisa memberi energi pada metabolisme untuk membakar kalori lebih efisien.

Saat pencernaan buruk maka kondisi tersebut bisa mempengaruhi kemampuan metabolisme makanan dan lemak terbakar. Puasa arafa atau pada umumnya dapat mengatur pencernaan serta meningkatkan fungsi usus sehat.

f. Memperbaiki pola makan

Bagi penderita gangguan makan berlebihan, dengan berupasa akan terbantu khususnya bagi Anda yang memiliki pola makan tidak teratur.

Untuk siapa saja yang ingin mencegah nafsu makan yang berlebih, Anda bisa menetapkan waktu dimana dapat menginsumsi sejumlah harian kalori dalam satu waktu.

g. Mencerahkan kulit dan mencegah jerawat

Percaya atau tidak, manfaat puasa bisa membersihkan kulit dan mencegah timbulnya jerawat termasuk saat puasa arafah.

Hal ini terjadi karena saat tubuh yang sementara terbebas dari aktivitas dalam proses pencernaan, ia akan fokus meregeneratif sistem lainnya.

h. Memanjangkan umur

Puasa mampu membuat Anda bertahan hidup lebih lama. Sebuah studi yang menjelaskan bahwa makanan bisa menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya penuaan dan makan terlalu banyak mempengaruhi sistem metaboliste tubuh yang semakin melambat.

i. Baik untuk kesehatan jantung

Saat berupasa terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa1. Penurunan LDL sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Beberapa penelitian menjelaskan saat berupasa ada pengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, melatonin dan glisemi.

j. Meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal

Meningkatkan konsentrasi urdin dalam ginjal bisa dilakukan saat berupasa karena penghentian konsumsi air. Dalam keadaan tertentu mampu melindungi terhadap fungsi ginjal.

Kekuarangan air saat puasa mampu meminimalkan volume air dalam darah yang akibatnya memacu kinerja pembuluh darah serta menambah prostaglandin.

5. Berapa Hari Puasa Arafah dan Tarwiya ?

Puasa arafah dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah yaitu tanggal 9 bertepatan dengan waktu wukuf jemaah haji. Pada bulan Dzulhijjah ada beberapa amalam puasa yang bisa diamalkan mulai dari tanggal pertama hingga ke 10 bulan Dzulhijjah. Atau, ada amalan lain yaitu puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah yang masing-masing berbeda.

Puasa Tarwiya dilaksanakan dua hari sebelum Idul Adha tepatnya tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa arafah seperti yang telah dijalskan sebelumnya.

Masing-masing puasa baik puasa tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah, puasa tanggal 8 dzulhijjah atau puasa tanggal 9 Dzulhijjah memiliki niat puasa yang berbeda.