Bacaan Niat Sholat Jenazah, Tata Cara Sholat Jenazah, Laki Laki dan Perempuan

Posted in: General Ibadah
Tagged: Sholat Jenazah

Bacaan Niat Sholat Jenazah, Tata Cara Sholat Jenazah, Laki Laki dan Perempuan – Sebagai seorang muslim, Anda pasti sudah sangat familiar dengan sholat jenazah. Namun, bagaimana dengan bacaan sholat jenazah? Sebab tata cara, bacaan, dan doa yang dibacakan dalam sholat jenazah memang tidak sama dengan melakukan sholat lain seperti pada umumnya.

Sholat Jenazah

orami.co

Salah satu adab umat muslim saat mendengar kabar bahwa ada saudara seiman yang meninggal dunia adalah melaksanakan sholat jenazah bersama-sama, untuk mendoakan mayit agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan diberikan kebaikan di dalam kuburnya.

Hukum Sholat Jenazah

Sholat jenazah adalah sunnah yang harus dilakukan jika ada orang muslim meninggal dunia. Hukumnya adalah fardhu kifayah, yaitu wajib dikerjakan secara bersama-sama dan bukan sendirian. Kalau ada sebagian muslimin mengerjakannya, maka yang tidak mengerjakan tidak berdosa.

Akan tetapi, kalau tidak ada sama sekali yang melaksanakannya, seluruh kaum muslimin akan terkena dosa. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Ketika ada seorang laki-laki meninggal dalam berhutang disampaikan kepada Rasulullah, maka beliau bertanya apakah ia meninggalkan harta untuk membayar hutangnya. Jika dikatakan ia meninggalkan hartanya untuk membayar hutang, maka beliau akan menshalatkannya. Jika tidak, maka beliau akan memerintahkan kepada kaum muslimin, ‘Shalatkan lah temanmu ini’.” ~ HR Bukhari Muslim

Rukun dan Niat Sholat Jenazah

Karena sholat jenazah dilakukan secara berbarengan, tidak mengherankan kalau banyak yang belum benar-benar memahami rukun sholat jenazah. Sebagian orang hanya mengikuti gerakan dan surat yang dibacakan oleh Imam, meskipun tidak begitu mengerti apa maknanya.

Untuk menambah pengetahuan, di bawah ini adalah rukun sholat jenazah yang harus diketahui:

  • Niat
  • Berdiri (Bagi yang mampu)
  • Empat kali takbir
  • Mengangkat tangan di takbir pertama
  • Baca surat Al-Fatihah
  • Membaca sholawat
  • Doa untuk jenazah
  • Mengucapkan salam

Tata Cara dan Bacaan Sholat Jenazah

Niat

Perlu diingat, bahwa ada perbedaan lafal niat untuk jenazah laki-laki dan perempuan. Agar tidak salah baca, di bawah ini adalah bacaan niat yang dapat dijadikan sebagai panduan.

Niat untuk jenazah laki-laki:

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Usholli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman (untuk imam)/ ma’muman (untuk makmum) lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat shalat atas jenazah ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat untuk jenazah perempuan:

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Usholli ‘ala hadzahihil mayyitati arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat shalat atas jenazah ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.”

Jika jenazah yang ingin dishalatkan tidak ada dihadapan karena suatu hal, maka Anda tetap bisa menyalatinya dengan melakukan sholat ghaib untuk jenazah. Untuk sholat ghaib, maka niat yang dibaca juga berbeda. Supaya tidak keliru, simak niat sholat ghaib di bawah ini:

Sholat ghaib untuk jenazah laki-laki:

اُصَلِّى عَلَى اْلمَيِّتِ (فُلاَن) اْلغَائِبِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Usholli ‘alal mayyiti (Sebutkan nama jenazah) algh-ibi arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat shalat atas jenazah (Sebutkan nama jenazah) yang jauh empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.”

Sholat ghaib untuk jenazah perempuan:

اُصَلِّى عَلَى الْمَيِّتَةِ (فُلاَن) اْلغَائِبِةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Usholli ‘alal mayyitati (Sebutkan nama jenazah) algha-ibati arba’a arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat shalat atas jenazah (Sebutkan nama jenazah) yang jauh empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.”

Takbir Pertama

Setelah membaca niat, selanjutnya adalah berdiri bagi yang mampu. Kalau tidak mampu berdiri, maka makmum sholat jenazah diperbolehkan untuk duduk. Jangan lupa, dalam sholat jenazah tidak ada rukuk dan sujud. Sebab, sholat dilakukan sambil berdiri.

Angkat kedua tangan sambil membaca takbir:

اللَّهُ أكْبَرُ

“Allahu Akbar”

Artinya: “Allah Maha Besar”

Setelah takbir pertama, lanjutkan membaca surat Al-Fatihah dalam hati:

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

“Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdu lilla hi rabbil ‘alamiin. Ar rahmaanirrahiim. Maalikiyaumiddin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin.”

Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Takbir Kedua

Membaca shalawat nabi:

اللّـٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ

“Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad.”

Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad.”

NB: Anda juga bisa membaca shalawat dengan versi yang lebih panjang saat sholat jenazah.

Takbir Ketiga

Apabila selesai membaca shalawat Nabi, selanjutnya baca doa meminta ampunan bagi jenazah. Bacaannya bisa Anda lihat pada poin yang ada di bawah ini:

Doa untuk jenazah laki-laki:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَما نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

“Allahumamagfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa ‘fu’anhu wakrim nuzulahu wa wasi’ mdkholahu wagsilhu bilma’i watsalju wal bardi wa naqqihi minadzunubi walkhotoyaya kama yunaqqi atssaubulabyadhu binaddanasi wa abdilhu daaron khoiron min daarihi, wahlan khoyron min ahliho, wa zaujan khoyron min zaujihi waqihi fitnatalqobri wa ‘adzabi nnar.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Selamatkan dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan terhadapnya, luaskanlah tempat kuburnya. Mandikanlah dia (mayit) dengan air, salju, dan embun.”

“Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, juga istri yang lebih baik dari istrinya. Dan peliharalah (lindungilah) ia dari azab kubur dan neraka.”

Doa untuk jenazah perempuan:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

“Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafiha wa’fu ‘anha wa akrim nuzulahaa wawassi’ mudkholahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqiha khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhaa daaron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa wa zaujan khoiron min zaujihaa wa adkhilhal jannata w a’idzhaa min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Selamatkan dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan terhadapnya, luaskanlah tempat kuburnya. Mandikanlah dia (mayit) dengan air, salju, dan embun.”

“Bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, juga istri yang lebih baik dari istrinya. Dan peliharalah (lindungilah) ia dari azab kubur dan neraka.”

Takbir Keempat

Pada takbir keempat atau takbir terakhir, dibacakan doa bagi jenazah. Namun, doa untuk jenazah laki-laki dan perempuan berbeda. Oleh sebab itu, Anda harus tahu.

Doa jenazah laki-laki:

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ

“Allahumma tahrimna Ajrohu wala taftinna ba’dahu.”

Doa jenazah perempuan:

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَها ولاتَفْتِنّا بَعدَها

“Allahumma la tahrimna uhroha wala taftinna bakdahu.”

Artinya: “Ya Allah, janganlah jadikan pahalanya tidak sampai kepada kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya), dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilh kami dan dia.”

Salam

Mengucapkan salam sembari memalingkan kepala, pertama ke kanan dan kemudian ke kiri sebagaimana sholat lain. Bacaan salam adalah sebagai berikut:

“Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokaatuh.”

Artinya: “Semoga keselamatan rahmat Allah dan berkah-Nya limpahkan kepada kalian.”

Syarat Sah Sholat Jenazah

Sebenarnya, syarat sah dalam melaksanakan sholat jenazah tidak begitu berbeda dengan sholat pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak penambahan syarat yang berkaitan dengan jenazah.

Di bawah ini adalah syarat sah dalam sholat jenazah yang harus diketahui:

  • Orang yang melakukan sholat jenazah adalah seorang muslim atau mualaf. Sebab, sholat tidak akan sah kalau dilakukan oleh non muslim. Selain itu, juga tidak dapat menggugurkan kewajiban fardu kifayah apabila hanya dilakukan anak kecil, apalagi yang di bawah umur.
  • Suci dari hadas kecil maupun besar. Kalau dalam keadaan tidak suci, maka tidak diperbolehkan melakukan sholat jenazah. Anda bisa mensucikan diri terlebih dahulu dengan membersihkan tubuh dan mengenakan pakaian bersih, lalu mengambil air wudhu.
  • Menutup aurat. Untuk laki-laki, maka antara pusar dan lutut. Sedangkan makmum perempuan mengenakan mukena. Kalau melakukan sholat jenazah dalam kondisi aurat terbuka, meskipun sedikit, maka bisa membuat sholat yang Anda lakukan tidak sah.
  • Sebagaimana sholat pada umumnya, sholat jenazah tidak akan sah hukumnya, apabila tidak menghadap kiblat. Oleh karena itu, lakukanlah sholat dengan menghadap ke arah kiblat.
  • Jenazah yang akan disholatkan haruslah seorang muslim atau beragama Islam. Kalau berbeda keyakinan, maka tidak sah melaksanakan sholat atas jenazah tersebut. Bahkan, haram bagi umat Islam untuk melakukan sholat jenazah yang selain muslim.
  • Sebelum disholatkan, jenazah wajib dimandikan terlebih dahulu. Kalau belum dimandikan, maka bisa membuat sholat yang dilakukan atas jenazah menjadi tidak sah.
  • Syarat tambahan lain dalam melakukan sholat jenazah adalah membungkus jenazah menggunakan kain kafan. Oleh karena itu, jenazah yang sudah dimandikan boleh disholatkan meskipun belum dikafani. Akan tetapi, lebih baik disholatkan setelah jenazah dikafani.

Keutamaan Sholat Jenazah

Selain mengetahui bacaan sholat jenazah, Anda juga sebaiknya mengetahui keutamaan melakukan sholat jenazah. Sebab sebenarnya, ada banyak sekali kebaikan yang bisa diterima oleh seorang muslim, apabila ia mau mengerjakan sholat jenazah untuk saudaranya yang meninggal dunia.

Berikut ini adalah keutamaan dari mengerjakan sholat jenazah:

Pahala Sebesar Gunung Uhud

Perlu diingat, bahwa pahala orang yang menshalatkan berbeda dengan ikut mengiringi, menshalatkan, dan mengantarkan jenazah hingga pemakaman. Rasulullh SAW bahkan menggambarkan kalau pahala yang akan didapatkan bahkan sebesar Gunung Uhud.

Nabi Muhammad SAW, bersabda:

“Barangsiapa menshalatkan jenazah dan tidak mengiringinya (hingga pemakaman), ia akan memperoleh pahala sebesar satu qirath. Jika dia juga mengiringinya (ke pemakamannya), ia akan memperoleh dua qirath.” Kemudian ditanyakan, “Apa itu dua qirath?”. Beliau lantas menjawab, “Yang terkecil di antaranya semisal Gunung Uhud.” ~ HR Muslim

Bagi pelayat yang ikut melakukan prosesi perawatan jenazah mulai awal hingga akhir, mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir, maka akan mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah SWT. Tidak tanggung-tanggung, Allah menjanjikan pahala sebesar Uhud.

Oleh sebab itu, saat Anda melayat jenazah sesama Muslim, sebaiknya tidak hanya hadir untuk melihat jenazah atau berbelasungkawa saja. Akan lebih baik kalau ikut mensholatkan dan mendoakan, kemudian antarlah mayit tersebut hingga ke pemakaman.

Pahala Mengalir Bagi Jenazah

Bukan hanya untuk Muslim yang menshalatkan, ternyata sholat jenazah juga memiliki keutamaan bagi si mayit. Terlebih lagi, kalau jamaah yang menyolatkan terdiri atas 40 orang atau lebih. Terkait dengan hal ini, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah seorang Muslim meninggal dunia lantas dishalatkan oleh 40 orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun melainkan Allah akan memperkenankan syafaat (doa) mereka untuknya.” ~ HR Muslim

Dari hadits tersebut, bisa disimpulkan bahwa sebaik-baiknya orang yang mensholatkan jenazah adalah Muslim yang tidak menduakan Allah, atau dengan kata lain syirik. Dengan begitu, barulah syafaat mereka akan mengalir dan menjadi pahala bagi jenazah.

Perlu diingat, bahwa mensholatkan jenazah bukan hanya mengalirkan pahala kepada jenazah, namun juga bagi muslim yang mensholatkan. Allah SWT bahkan akan menghadiahi orang yang mengerjakan sholat jenazah dengan pahala yang sangat besar.

Dikabulkan Doa

Dari sebuah hadits, Aisyah RA berkata, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Tidaklah seorang mayit dishalatkan (sholat jenazah) oleh sekelompok kaum Muslimin yang mencapai 100 orang, lalu semuanya memberi syafa’at (mendoakan kebaikan untuknya), maka syafaat (do’a mereka) akan diperkenankan. ~ HR Muslim

Apabila orang yang mensholatkan jenazah terdiri dari 100 orang lebih dan semuanya mendoakan kebaikan untuk si mayit dengan sungguh-sungguh, maka do’a mereka akan dikabulkan oleh Allah SWT, dan jenazah akan terhindar dari siksa kubur.

Oleh sebab itulah, sholat jenazah tidak bisa dilakukan sendirian, atau sendiri-sendiri. Karena selain harus dilakukan secara berjamaah, keutamaannya untuk jenazah juga lebih besar.

Hukum Mendahulukan Sholat Jenazah dari Sholat

Mungkin, ada sebagian di antara Anda yang belum paham mengenai bagaimana hukum mendahulukan sholat jenazah dari sholat wajib, contohnya adalah zuhur. Apakah sholat jenazah sebaiknya dilaksanakan sebelum atau setelah imam dan makmum menunaikan sholat zuhur?

Mengenai permasalah di atas, sebaiknya kaji lagi mengenai prosesi perawatan jenazah, di antaranya:

  • Memandikan
  • Mengkafani
  • Mensholatkan
  • Menguburkan

Jadi, pada prinsipnya, pelaksanaan sholat jenazah serta prosesi penguburan jenazah bisa langsung dilakukan setelah jenazah selesai dimandikan dan dikafani.

Apabila dilihat dari hukum fiqih, shalat zuhur hukumnya adalah fardu ‘ain. Sementara sholat jenazah hukumnya fardhu kifayah. Yusuf al-Qaradhawi menyebutkan, bahwa fardu ‘ain sebaiknya didahulukan dari fardu kifayah. Dengan kata lain, shalat zuhur harus diprioritaskan, baru kemudian sholat jenazah.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah juga menjelaskan mengenai anjuran untuk disegerakannya prosesi merawat jenazah, termasuk dalam menshalatkan serta menguburkan. Lebih baik apabila dilakukan jauh sebelum masuk waktu zuhur, yakni di pagi hari.

Hukum Membatalkan Sholat Jenazah

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, bahwa mengerjakan sholat jenazah hukumnya adalah fardhu kifayah. Lalu, bagaimana kalau dibatalkan? Sebagian ulama berpendapat, bahwa sholat jenazah tidak boleh dibatalkan dengan sengaja. Ia wajib disempurnakan sampai selesai.

Karenanya, apabila sudah mulai melakukan sholat jenazah, Anda wajib untuk menyempurnakan atau menyelesaikannya. Tidak boleh dengan sengaja membatalkan sholat tanpa adanya udzur yang dibenarkan oleh syariat. Hal ini diungkapkan oleh sebagian besar ulama, jadi lebih shahih.

Sebagaimana dalam sholat wajib, membatalkan solat jenazah secara sengaja juga haram hukumnya. Akan tetapi, sebagian ulama kecil ulama memiliki pendapat lain, disebutkan bahwa sholat jenazah tidak wajib untuk disempurnakan. Sholat boleh dibatalkan meski tidak ada udzur sesuai syariat.

Sebab, jika ada satu orang saja yang mengerjakan sholat jenazah, maka kewajiban sholat jenazah sudah gugur. Oleh karena itulah, sholat jenazah tidak wajib untuk disempurnakan, sebagaimana kewajiban untuk melakukan sholat lima waktu hingga sempurna.

Melafadzkan bacaan sholat jenazah secara baik dan benar, bukan hanya akan memberikan kebaikan bagi jenazah yang didoakan. Namun, juga akan tercatat sebagai amal saleh bagi yang melakukan. Karenanya, luangkan waktu untuk menshalatkan jenazah umat Islam yang meninggal.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah