Benarkah Puncak Pandemi Corona Covid-19 Di Bulan April 2020?

Corona Covid-19 – Hingga saat ini, puncak ataupun akhir dari wabah virus Corona terbaru Covid-19 ini masih abu-abu. Sementara itu, jumlah pasien yang positif dan meninggal akibat virus Corona di Indonesia setiap harinya pun terus bertambah. Berbagai macam prediksi bermunculan dari beberapa peneliti dan akademisi. Mereka pun mencoba memprediksikan kapan badai wabah Corona ini akan memuncak dan mereda. Peneliti dari China menyebutkan bahwa pandemi wabah Corona ini baru bisa mulai terkendali pada akhir April 2020. Benarkah demikian? Mari simak info lebih lengkapnya di bawah ini.

Cek Fakta Seputar Isu April 2020 Adalah Puncak Pandemi Corona Covid-19

i.ytimg.com

 

Fakta seputar isu puncak pandemi virus Corona (Covid-19) memang belum bisa terjawabkan. Namun, sejumlah peneliti dari berbagai institus pun sudah mencoba untuk meramal akhir dari wabah Corona ini. Ada tiga institusi yang sudah melakukan prediksi yang menghitung perkiraan puncak wabah Corona ini ada di bulan April 2020. Namun, sejumlah institusi lainnya mengatakan bahwa wabah virus Corona ini akan berakhir di bulan Mei 2020, Juni 2020, hingga ada pula yang mengatakan pada bulan Juli 2020. Untuk info selengkapnya, kamu bisa cek di bawah ini.

Prediksi Universitas Brawijaya (April 2020)

Sejumlah ilmuwan dan ahli memprediksi puncak wabah virus Corona di Indonesia. Prediksi ini dilakukan melalui permodelan yang menghitung perkiraan puncak wabah. Tujuannya adalah agar langkah-langkah antisipatif bisa dimaksimalkan. Menurut dr. Andrew William Tulle pakar dari Universitas Brawijaya, jika upaya pencegahan transmisi dapat dimaksimalkan, kemungkinan perkiraan puncak wabah Corona juga akan bergeser dan wabah virus ini pun bisa segera berakhir.

Akan tetapi, beberapa hal dapat memengaruhi perkiraan puncak wabah Corona di Indonesia. Salah satunya adalah kegiatan mudik warga Jakarta ke berbagai wilayah di Indonesia diprediksi bisa memengaruhi pola penyebaran Covid-19. Gerakan mudik akan memunculkan kasus-kasus baru dan mengubah masa puncak wabah. Oleh karena itu, upaya yang dapat dilakukan adalah menghambat penyebaran dengan mengurangi kemungkinan transmisi virus antarmanusia, hingga seluruh penderita sembuh dan terbebas dari virus.

Prediksi Universitas Indonesia (April 2020)

Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia pun melakukan penelitian serupa pada 27 Maret 2020 lalu. Tim FKM UI membuat prediksi jumlah kasus dan titik puncak penyebarannya. Perhitungan tim FKM UI memprediksi bahwa jumlah kasus di kisaran 500.000 hingga 2.500.000 kasus dengan mempertimbangkan tingkat intervensi pemerintah. Adapun masa puncak akan terjadi pada hari ke 77 atau kisaran pertengahan April 2020 dengan patokan hari pertama pada pekan pertama Februari 2020.

Prediksi Universitas Gadjah Mada (April 2020)

Guru Besar Statistika UGM Prof Dr rer nat Dedi Rosadi, alumni MIPA UGM Drs. Herivertus Joko Kristadi, dan alumni PPRA Lemhanas RI Dr Fidelis I. Diponegoro juga membuat perkiraan prediksi puncak penyebaran Corona Covid-19. Para peneliti UGM ini menggunakan model yang mereka sebut dengan model probabilistik yang didasarkan atas data real. Menggunakan model tersebut, penambahan maksimal total penderita per hari adalah sekitar minggu kedua April 2020. Kisarannya, pada 7 April-11 April 2020 dengan penambahan kurang dari 185 pasien per hari. Perkiraan, tersebut memperlihatkan jumlah penambahan akan terus menurun dan pandemi akan berakhir usai 100 hari yakni sekitar 29 Mei 2020. Adapun maksimal total penerita positif Covid-19 dari perhitungan ini adalah sekitar 6.174 kasus.

Prediksi Institut Teknologi Bandung (Mei-Juni 2020)

Tak mau kalah dengan Universitas Brawijaya dan UI, Institut Teknologi Bandung juga telah melakukan simulasi dan permodelan sederhana yang memprediksi mengenai puncak kasus harian wabah Corona di Indonesia. Puncak tersebut diperkirakan akan berakhir pertengahan April 2020. Saat itu, pandemi diperkirakan berakhir saat kasus harian berada di angka 600 pasien. Perhitungan dilakukan dengan perhitungan sederhana menggunakan model Richard’s Curve. Namun, pada 23 Maret 2020, ITB melakukan revisi lantaran data masukan yang digunakan sebelumnya terjadi perubahan. Dari revisi yang dilakukan waktu estimasi titik puncak penyebaran yang dilakukan ITB berubah menjadi sekitar akhir Mei atau awal Juni 2020.

Prediksi Universitas Sebelas Maret (Mei 2020)

Ilmuan Matematika dari Universitas Sebelas Maret yakni Sutanto Sastraredja memprediksi puncak Covid-19 terjadi pertengahan Mei 2020. Sementara, akhir pandemi dinilainya bergantung pada kebijakan yang diambil pemerintah. Berdasarkan perhitungan matematis dinamika populasi Covid-19 menggunakan model SIQR yang dilakukannya, parameter dimasukkan dalam rumus hingga bisa dihitung kecepatan orang yang sudah terinfeksi dan masuk karantina.

Prediksi Pemda DIY (Mei-Juni 2020)

Pada 24 Maret 2020 lalu, para peneliti dari Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta juga merilis perkiraan puncak penyebaran virus corona di Indonesia. Perkiraan tersebut dibuat berdasarkan referensi pola global dan lokal. Penelitian tersebut memprediksi, puncak penyebaran akan terjadi antara 70 hingga 100 hari setelah kasus pertama terkonfirmasi. Artinya sekitar 12 Mei hingga 12 Juni 2020. Adapun jumlah kasus diperkirakan tak kurang dari 10.000 kasus. Dari perhitungan tersebut, periode kritis diduga akan muncul rentang 40 hingga 60 hari. Saat itu angka pertumbuhan harian diprediksi meningkat drastis, sementara estimasi pemulihan nasional diperkirakan kisaran 120 hingga 150 hari dari kasus pertama ditemukan.

Prediksi Badan Intelijen Negara (Juli 2020)

Badan Intelijen Negara (BIN) memperkirakan puncak persebaran virus Corona di Indonesia terjadi pada Juli 2020. Perhitungan tersebut disampaikan Deputi V BIN Afini Noer berdasarkan hasil simulasi permodelan pemerintah terhadap data pasien Covid-19. Beliau menyatakan bahwa, masa puncak penyebaran virus Corona kemungkinan terjadi dalam 60–80 hari setelah kasus pertama terkonfirmasi. Seperti diberitakan Kompas.com, Jumat (3/4/2020), BIN memperkirakan puncak akan terjadi pada Juli 2020.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo yang menyebutkan bahwa perhitungan puncak pada Juli didasarkan data dari Badan Intelijen Negara (BIN). Berdasarkan data BIN tersebut, diperkirakan pada Juli 2020 ini penyebaran Covid-19 di Indonesia akan mencapai 106.287 kasus. Merujuk data perkiraan tersebut, kasus Covid-19 akan mengalami peningkatan dari akhir Maret 2020 sebanyak 1.577 kasus, akhir April 2020 sebanyak 27.307 kasus, 95.451 kasus di akhir Mei 2020 dan 105.765 kasus di akhir Juni 2020.

Oke, di atas tadi Mamikos sudah merangkum info terkait puncak pandemi Corona Covid-19 di tahun 2020 ini. Kapan wabah virus Corona ini akan berakhir sepertinya masih tampak samar-samar dan belum ada yang mengetahui jawaban pastinya. Sejauh ini yang bisa kita lakukan hanyalah membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona ini. Oh iya, jika kamu berencana ingin merantau di luar kota maka jangan lupa install aplikasi Mamikos di ponsel Android atau iOS kamu ya! Di aplikasi Mamikos, kamu bisa menemukan info sewa kost-kostan, apartemen, hingga rumah kontrakan di tanah air dengan praktis tanpa harus turun ke jalanan.

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu: