Cara Daftar PIP KIP Sekolah SD, SMP, dan SMA/SMK 2021

Posted in: Pendidikan
Tagged: KIP Sekolah

Cara Daftar PIP KIP Sekolah SD, SMP, dan SMA/SMK 2021- Demi pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia, pemerintah menyelenggarakan sebuah program yang dikenal sebagai Program Indonesia Pintar (PIP). Secara garis besar, program ini berupaya memberikan bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang kurang mampu. Bukti dari penerima program ini dikenal sebagai Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Langkah-Langkah Pendaftaran PIP KIP Sekolah

indonesiapintar.kemendikbud.go.id

Program Indonesia Pintar diperuntukkan bagi siswa kurang mampu mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK atau sederajat atau yang berusia mulai 6 hingga 21 tahun. Tak hanya untuk peserta didik di lembaga formal, program ini juga berlaku untuk pendidikan non-formal, mulai dari Paket A hingga Paket C dan kursus terstandar. Selain itu, sasaran utama program ini juga meliputi peserta didik SMK dengan bidang studi keahlian kelompok bidang pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, pelayaran, dan kemaritiman.

Untuk menjadi pemegang Kartu Indonesia Pintar atau KIP sekolah,tentu terdapat beberapa mekanisme yang harus ditempuh agar program ini menjadi tidak salah sasaran.

Mekanisme Pendaftaran KIP Sekolah SD, SMP, dan SMA/SMK 2021

PIP adalah sebuah program hasil kerjasama tiga kementerian yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Agama (Kemenag). Pendaftaran KIP sekolah, baik untuk jenjang SD, SMP, SMA, atau sederajat tidak dapat dilakukan secara langsung oleh peserta didik maupun orangtua/ wali ke pihak kementerian. Berikut mekanisme pendaftaran KIP Sekolah bagi siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA atau sederajat yang membutuhkan yang berasal dari keluarga miskin.

  1. Siswa dari keluarga miskin dapat melakukan pendafratan KIP Sekolah dengan membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik orang tua ke lembaga pendidikan terdekat. Lembaga pendidikan yang dimaksud dapat berupa dinas pendidikan terdekat atau melalui sekolah atau instansi pendidikan tempat siswa bersekolah. Apabila siswa tidak memiliki KKS, dokumen tersebut dapat diganti dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dibuat oleh RT/RW setempat
  2. Jika pengajuan dilakukan melalui sekolah atau instansi pendidikan (misalnya sekolah, madrasah, Sanggar Kegiatan Belajar, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, atau Lembaga Kursus dan Pelatihan), pihak instansi pendidikan kemudian akan mencatat data siswa untuk diusulkan ke Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama yang berlokasi di kota setempat.
  3. Dinas Pendidikan atau Kementerian Agama di tingkat kota kemudian akan mendaftarkan calon siswa penerima KIP Sekolah ke aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Data calon penerima KIP Sekolah ini kemudian wajib dimasukkan dalam Dapodik oleh sekolah yang sudah berada dalam naungan Kemendikbud.
  4. KIP akan dikirimkan ke alamat siswa atau alamat sekolah siswa apabila siswa dinyatakan lolos seleksi KIP Sekolah.

Dokumen Lengkap Sebagai Persyaratan Pendaftaran KIP Sekolah

Berdasarkan informasi dari pihak Kemendikbud, sasaran bantuan Program Indonesia Pintar adalah keluarga miskin serta rentan miskin dengan pertimbangan khusus yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera serta peserta Program Keluarga Harapan. Selain Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT/RW tempat tinggal siswa, terdapat dokumen-dokumen lain yang harus dilengkapi oleh calon penerima KIP Sekolah. Secara keseluruhan, dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk melakukan pendaftaran meliputi:

  1. Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik orang tua atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dibuat oleh RT/RW setempat
  2. Kartu Keluarga (KK)
  3. Akta Kelahiran
  4. Rapor hasil belajar siswa
  5. Surat pemberitahuan penerima BSM (Bantuan Siswa Miskin) yang dibuat oleh Kepala Sekolah atau Kepala Madrasah

Besaran Dana yang Diterima oleh Siswa Pemegang KIP Sekolah

Bentuk bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada pemegang KIP sekolah adalah berupa uang tunai. Besaran dana yang diberikan berbeda-beda, tergantung pada jenjang pendidikan masing-masing siswa penerima. Berikut rinciannya.

  1. Siswa yang ada di jenjang Sekolah Dasar (SD) atau MI atau Paket A berhak mendapat bantuan sebesar RP 450.000 per tahun
  2. Siswa dengan jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama atau MTs atau sederajat atau Paket B akan mendapatkan bantuan dana sejumlah Rp 750.000 per tahun
  3. Siswa di tingkat SMA atau SMK atau MA atau Paket C berhak mendapatkan bantuan dana sejumlah Rp 1.000.000 per tahun

Besaran dana yang sudah disebutkan di atas dapat digunakan untuk berbagai hal yang mendukung pendidikan peserta seperti:

  1. Pembelian perlengkapan untuk keperluan kursus/ sekolah
  2. Uang saku siswa
  3. Biaya transportasi
  4. Biaya praktik tambahan
  5. Biaya uji kompetensi

Intinya, bantuan dana PIP harus digunakan untuk keperluan yang relevan dengan pendidikan siswa. Dengan demikian, siswa diharapkan akan terus bersekolah dengan tekun dan disiplin. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan PIP untuk mencegah siswa putus sekolah karena alasan ekonomi. Di sisi lain, pemerataan pendidikan di Indonesia dapat tercapai sehingga kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia juga turut berkembang ke arah yang lebih baik.   

Proses Pencairan Dana Bantuan untuk Pemegang KIP Sekolah

Sebagaimana sudah disebutkan, dana bantuan untuk pemegang KIP sekolah diberikan per tahun. Untuk melakukan pencairan dana tersebut, berikut proses yang harus ditempuh.

  1. Siswa atau orang tua atau wali melaporkan nomor KIP ke pihak institusi pendidikan tempat siswa belajar, baik berupa sekolah, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP)
  2. Sekolah memasukan nomor KIP peserta didikdalam layanan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud. Untuk lembaga selain sekolah, usulan melalui pengesahan ke Dinas Pendidikan setempat
  3. Dinas pendidikan setempat menerima data usulan calon penerima PIP
  4. Pihak Direktorat Teknis Kemendikbud akan melakukan verifikasi data yang sudah masuk ke Dinas Pendidikan setempat
  5. Apabila daftar menerima PIP telah disetujui, lembaga penyalur dana akan membuat rekening PIP siswa dan melakukan penyaluran dana
  6. Dinas Pendidikan setempat dan lembaga penyalur dana akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bagi penerima dana PIP. SK ini ditujukan pada pihak Sekolah/ SKB/ PKBM/ LKP.
  7. Sekolah atau lembaga pendidikan tadi kemudian menyampaikan informasi kesiapan pencairan dana kepada pihak siswa atau orang tua siswa
  8. Sebagai pelengkapan persyaratan pencairan dana, lembaga pendidikan akan membuatkan surat keterangan pencairan dana PIP bagi peserta pemegang KIP
  9. Surat keterangan tadi dibawa ke lembaga penyalur oleh siswa atau orang tua siswa beserta persyaratan lainnya untuk pengambilan dana PIP

Sekian dulu artikel Mamikos mengenai cara mendaftarkan diri dalam PIP KIP sekolah untuk jenjang SD, SMP, SMA atau SMK. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kamu yang memiliki semangat belajar yang tinggi namun tidak didukung oleh kemampuan ekonomi yang memadai. Ingatlah bahwa selalu ada jalan untuk berkembang apabila kamu mau berusaha dan mengejar mimpi.

Selain informasi tadi, cari tahu juga berbagai informasi menarik seputar dunia pendidikan dengan membaca beragam artikel menarik di website Mamikos . Untuk kamu yang sedang mencari kost-kostan, jangan lupa untuk download dan install aplikasi Mamikos  di smartphone kamu.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta