6 Cara Nego Gaji Saat Wawancara Kerja yang Benar

 Posted on Kamis, Oktober 10th, 2019  Posted in Tips Loker  Lailla

6 cara nego gaji saat wawancara kerja yang benar – Sebelum mendapatkan pekerjaan impian, ada beberapa tahap yang harus dijalani calon karyawan, salah satunya adalah wawancara atau interview. Pada tahap tersebut, ada banyak hal yang ditanyakan HRD atau tim pewawancara lainnya. Bagi kamu yang sudah sering menjalani tes masuk kerja, masalah menjawab pertanyaan bukan lagi hal yang sulit, apalagi jika pola-pola pertanyaan sudah dikuasai. Sayangnya, banyak yang tidak lolos interview hanya karena salah strategi akibat tidak tahu cara tawar menawar gaji saat interview. Mamikos akan memberikan tips bagi kamu yang akan melakukan negosiasi gaji ketika wawancara agar diterima di suatu perusahaan.

Hal yang Ditanyakan Ketika Wawancara Kerja

Wawancara kerja merupakan hal menakutkan bagi orang yang baru pertama kali terjun di dunia kerja. Biasanya sesi interview membuat badan berkeringat dingin dan gemetaran. Membayangkan pertanyaan yang akan diajukan HRD sudah membuat pusing, apalagi ketika menghadapinya langsung. Tenang, berikut ini adalah hal-hal yang umum ditanyakan ketika proses wawancara kerja.

1. Pengalaman kerja yang pernah dilakukan


Sebuah perusahaan besar tidak akan sembarangan merekrut karyawan. Kalaupun perusahaan tersebut merekrut fresh graduate, mereka akan mempertimbangan pengalaman kerja atau kontribusi yang pernah dilakukan. Kamu tidak perlu malu menceritakan berbagai macam kegiatanmu. Jika tidak punya, jelaskan saja aktivitas sosial yang pernah kamu lakukan atau hal lain yang berdampak pada masyarakat luas. Pastikan dulu bahwa ceritamu memang relevan dengan posisi pekerjaan yang dilamar.

2. Motivasi melamar pekerjaan

Pertanyaan tentang motivasi adalah hal yang paling umum ditanyakan. HRD bisa mengetahui motivasimu melamar pekerjaan hanya dari jawaban yang kamu kemukakan. Semakin tinggi motivasimu untuk bekerja, maka peluang untuk dapat diterima akan semakin besar. Sebagai referensi, kamu bisa menyebutkan keunggulan perusahaan yang kamu tuju, kemudian menyesuiakannya dengan tujuan yang akan kamu capai. Jangan lupa pula sebutkan kontribusimu bagi perusahaan tersebut.

3. Kekurangan dan kelebihan diri

Pertanyaan tentang diri sendiri seolah-olah mudah untuk dijawab, namun realitanya perlu trik khusus agar tidak terjebak. Jika kamu menyebutkan kelebihan diri, sebisa mungkin kelebihan tersebut dapat memberikan kontribusi pada perusahaan. Ketika diminta menyebutkan kekurangan diri, kamu pun bisa menyebutkan kekurangan sekaligus langkah untuk mengantisipasinya. Tidak ada perusahaan yang ingin rugi setelah merekrut karyawan, sehingga kamu harus pandai merangkai kalimat.

Cara Nego Gaji saat Wawancara Kerja yang Benar

Selain menanyakan 3 hal di atas, pada proses wawancara juga ditanyakan besaran gaji yang diinginkan. Terdengar mudah, memang. Sebenarnya bisa saja kamu menyebutkan nominal paling besar sesuai keinginanmu. Tapi, jika hal tersebut kamu lakukan tanpa dasar dan hanya karena keinginan semata, perusahaan tidak akan mempertimbangkanmu sebagai karyawan. Seorang fresh graduate tentu mendapatkan gaji yang berbeda dari kandidat berpengalaman. Berikut ini terdapat beberapa cara nego gaji saat wawancara kerja yang benar, sehingga kamu tidak akan malu dan tetap dapat menjawab dengan maksimal.

1. Melakukan survey gaji dari sumber terpercaya


Sebelum datang ke lokasi wawancara, kamu perlu mencari tahu gaji yang berlaku di lokasi tempat tinggal. Biasanya gaji yang diberikan berpedoman pada Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK). Besar UMR dan UMK di setiap wilayah tidak sama, sehingga kamu bisa melakukan survey terkait gaji minimal yang akan diberikan perusahaan. Sebagai contoh, besaran UMR pada tahun 2017 di Jakarta sekitar 3,6 juta, sedangkan UMR di Bekasi 2,9 juta.

Gaji yang diberikan pada karyawan juga dipengaruhi posisi yang dilamar, jabatan yang ditempati, latar serta belakang pendidikan. Apabila kamu melamar pekerjaan bersifat umum dan tidak memerlukan keahlian spesifik, yang akan kamu terima adalah gaji minimal UMR atau UMK. Lain halnya jika kamu melamar posisi penting dan membutuhkan banyak skill, gaji yang akan kamu dapatkan bisa jauh di atas UMR atau UMK. Pastikan bahwa posisi yang kamu lamar sudah sesuai dengan passion serta latar belakang pendidikan.

2. Menyebutkan dengan spesifik besar gaji yang diinginkan

Proses wawancara rekrutmen karyawan tidak memiliki pola yang sama. Terkadang ada HRD yang menanyakan langsung pada calon karyawan terkait gaji yang diinginkan. Jika kamu berada di posisi tersebut, langsung saja katakana gaji yang kamu inginkan, bukan dengan mengira-ngira. Tentu saja nominal yang diajukan tersebut sudah kamu pertimbangkan melalui survey. Misalnya saja, dengan latar belakang lulusan S1 bidang teknik dan sudah memiliki pengalaman kerja 2 tahun, kamu bisa menambah hingga 50% dari UMK atau UMR tempat tinggal.

Menawarkan kisaran gaji yang diinginkan tidak berarti membuatmu terlihat matrealistis. Justru hal tersebut menggambarkan bahwa kamu adalah orang yang tegas serta bertanggung jawab pada diri sendiri. Untuk membuat semakin yakin, mulailah dengan menyebutkan kisaran UMR atau UMK di wilayah tempat kerja, kemudian ajukan nominal gaji yang kamu inginkan beserta alasannya.

3. Tidak menyerah jika pengajuan gaji ditolak


Jangan langsung kecewa apabila HRD tidak langsung mengiyakan penawaran yang kamu ajukan. Cobalah untuk tetap meyakinkan HRD bahwa kamu mampu bertanggung jawab di posisi tersebut. Gaji yang kamu minta akan sebanding dengan beban kerja yang diberikan, ditambah kontribusimu pada perusahaan. Jelaskan pula nominal tambahan dari gaji yang kamu ajukan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan lain. Cara negosiasi kenaikan gaji yang sopan dan tidak memaksa sangat penting. Terbukalah terhadap umpan balik atau feedback yang diberikan HRD.

4. Tidak kaku dan fleksibel dalam mengajukan nominal gaji

Pembicaraan tentang nominal gaji pokok dan komponen gaji lainnya bisa dibicarakan dengan HRD. Jika pengajuanmu belum diterima, tanyakanlah tunjangan apa saja yang dapat diberikan perusahaan. Hal tersebut akan sebanding dengan kenaikan gaji yang kamu inginkan. Contohnya, ketika pengajuanmu ditolak, tetapi perusahaan memberikan fasilitas asuransi kesehatan, transportasi, biaya makan, dan sebagainya, tentu hal tersebut dapat menjadi solusi.

5. Tenang dalam mengajukan nominal


Meskipun kamu sudah memiliki banyak pengalaman kerja dan merasa pantas mendapatkan gaji di atas rata-rata, tetaplah sampaikan keinginanmu dengan tenang. Sampaikan saja alasan yang melatarbelakangimu mengajukan nominal gaji tersebut. Bukan tidak mungkin setelah wawancara dilakukan, HRD akan mempertimbangkan gaji yang kamu minta. Cara negosiasi gaji dengan HRD sebenarnya cukup mudah, hanya saja memerlukan trik khusus.

6. Melakukan negosiasi gaji lewat email


Apabila kamu berhalangan untuk menghadiri wawancara, sedangkan HRD bermaksud menanyakan jumlah gaji yang diinginkan, masih ada alternatif lain. Kamu dapat menggunakan email. Cara negosiasi gaji lewat email tidak jauh berbeda dengan negosiasi secara langsung. Keuntungannya, ketika kamu tidak berhadapan langsung, biasanya rasa minder atau malu akan lebih berkurang. Poin penting yang perlu dicantumkan ketika bernegosiasi melalui email adalah permohonan maaf karena tidak bisa datang langsung, kemudian kamu bisa melanjutkannya dengan pengajuan nominal gaji.

Demikian 6 cara nego gaji saat wawancara kerja yang benar. Jangan lupa untuk menggunakan metode tarik ulur agar negosiasi tidak berjalan searah. Pengalaman negosiasi gaji sebelumnya juga dapat kamu terapkan di tempat kerja yang baru. Gunakan aplikasi Mamikos untuk mencari lowongan kerja yang sesuai keinginan. Selain itu, kamu juga dapat memanfaatkan Mamikos agar memperoleh hunian murah, seperti kost, kontrakan, apartemen, serta villa. Segera download Mamikos di ponsel kesayanganmu ya!

Klik dan cari kost idamanmu: