Advertisement
Source : Canva/@pixelshot

9 Contoh Cerita Karangan tentang Kegiatan Hari Raya Idul Fitri untuk Anak SD Singkat 2026

Berikut ini adalah contoh cerita karangan tentang kegiatan Hari Raya Idul Fitri untuk anak SD singkat. Simak, yuk!

17 November 2025 Yulianti

5. Tradisi Hari Raya Idul Fitri

Idul Fitri merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam karena merupakan hari kemenangan bagi umat Islam yang telah bisa menahan hawa nafsunya selama berpuasa di bulan Ramadhan.

Saat Idul Fitri, setiap keluarga memiliki tradisinya masing-masing, baik umat Islam di Indonesia maupun di luar negeri. Ketika Idul Fitri tiba di keluarga saya, semua anggota keluarga berkumpul untuk melakukan sholat Idul Fitri bersama.

Setelah shalat kami menikmati makanan yang disajikan di atas meja. Kami biasanya makan opor ayam dengan kue beras dan kentang renyah. Ibu menyiapkan makanan untuk Idul Fitri sejak sore hari.

Ibu membeli bahannya dua hari sebelumnya dan kami membantunya menyiapkannya.

Setelah menikmati makanan, kami berkumpul di ruang tamu untuk saling meminta maaf dan bernyanyi untuk Ayah dan Ibu.

Idul Fitri merupakan momen berkumpulnya keluarga yang hangat. Kami pun mudik ke rumah kakek dan nenek yang terletak di Garut, dengan jarak kurang lebih 60 km dari rumah.

Di hari raya pun, lalu lintas nampak macet di beberapa ruas utama bahkan bisa memakan waktu lebih dari tiga jam jika kendaraan tidak bergerak secara signifikan.

Doa dan ratapan sering keluar dari mulut kita. Sesampainya di Kabupaten Garut, kemacetan mulai terurai. Polisi lalu lintas di kawasan itu mulai menerapkan sistem “buka-tutup” atau “satu arah”.

Saat kami sampai di kota Nagreg waktu sudah menunjukkan pukul 6 malam. Kami memutuskan untuk istirahat dulu di rest area.

Kami pun makan bakso di sana dengan suasana hati yang bahagia karena setelah satu bulan berpuasa kami tidak menyantap makanan berkuah tersebut.

Setelah perut kami kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke rumah nenek meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Saat sebentar lagi mencapai lokasi, kemacetan nampaknya sudah terurai.

Alhasil, kami bisa sampai ke rumah nenek pada pukul 10 malam. Setibanya di rumah nenek, kami berpelukan dan saling maaf-maafan. Kakek dan nenek pun sangat bahagia menyambut kedatangan kami.

5 Contoh Cerpen tentang Puasa Bulan Ramadhan Singkat untuk Anak

6. Silaturahmi ke Rumah Saudara

Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi momen yang saya nantikan setiap tahun. Suasana hangat dan penuh kebahagiaan selalu terasa begitu kuat sejak pagi hari.

Setelah melaksanakan salat Idul Fitri berjamaah di lapangan dekat rumah, saya dan keluarga langsung bersiap untuk melakukan silaturahmi ke rumah saudara-saudara kami. Ini merupakan tradisi keluarga yang tidak pernah terlewatkan sejak saya kecil.

Kami memulai perjalanan menuju rumah kakek dari pihak ayah terlebih dahulu. Sepanjang jalan, kami melihat banyak warga lain yang juga melakukan hal yang sama; semua mengenakan pakaian terbaik mereka dan membawa senyum tulus di wajah.

Ketika tiba di rumah kakek, suasana langsung terasa hangat. Sepupu-sepupu saya sudah berkumpul dan langsung menyambut kedatangan kami dengan gembira.

Setelah saling bermaafan, kami menikmati hidangan khas Idul Fitri seperti opor ayam, ketupat, sambal goreng ati, serta kue-kue kering yang tersusun rapi di meja ruang tamu.

Saya sangat menikmati momen ketika seluruh keluarga besar duduk bersama sambil bercengkerama dan saling bercerita tentang pengalaman selama satu tahun terakhir.

Setelah beberapa jam di rumah kakek, kami melanjutkan perjalanan ke rumah saudara lainnya. Meskipun jarak antara rumah-rumah saudara cukup jauh, rasa lelah terasa ringan karena suasana hari raya benar-benar membuat hati bahagia.

Setiap rumah yang kami kunjungi selalu menawarkan kehangatan yang sama. Ada yang membagikan angpao untuk anak-anak kecil, ada pula yang membawakan oleh-oleh makanan khas daerah.

Menjelang sore, kami kembali pulang dengan hati penuh syukur. Bagi saya, silaturahmi saat Idul Fitri bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga kesempatan untuk mempererat hubungan keluarga yang mungkin jarang bertemu.

Hari itu selalu menjadi pengingat indah bahwa kebersamaan adalah hadiah terbesar Idul Fitri.

7. Malam Takbiran di Masjid

Malam takbiran adalah salah satu momen favorit saya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Suasana yang muncul menjelang pergantian dari bulan Ramadhan ke hari kemenangan selalu terasa sangat meriah dan penuh harapan.

Tahun ini, saya menghabiskan malam takbiran di masjid lingkungan rumah bersama teman-teman dan warga sekitar.

Sejak setelah salat Isya, masjid sudah dipadati jamaah yang ingin mengikuti kegiatan takbir bersama. Suara gema takbir yang lantang dan penuh penghayatan terdengar bersahut-sahutan dari segala penjuru.

Anak-anak membawa lampion dan berjalan berkeliling halaman masjid sambil mengumandangkan kalimat “Allahu Akbar” dengan penuh semangat.

Di dalam masjid, beberapa orang dewasa menabuh bedug dengan irama khas yang membuat suasana semakin meriah. Saya pun ikut membantu menyiapkan peralatan seperti pengeras suara dan mikrofon agar kegiatan dapat berjalan lancar.

Tak lama kemudian, acara takbir keliling dimulai. Kami berjalan bersama melewati gang-gang kecil di sekitar perumahan sambil melantunkan takbir dengan penuh suka cita.

Sepanjang perjalanan, beberapa warga keluar dari rumah untuk menyapa dan ikut bertakbir. Ada juga yang membagikan air mineral serta makanan ringan untuk peserta takbir keliling. Ini membuat suasana semakin hangat dan penuh kebersamaan.

Setelah selesai takbir keliling, kami kembali ke masjid untuk menikmati hidangan ringan yang telah disiapkan ibu-ibu PKK, seperti kue basah, teh hangat, serta kolak pisang. Semua dinikmati bersama sambil bercerita dan bercanda.

Bagi saya, malam takbiran bukan hanya sekadar kegiatan merayakan datangnya Idul Fitri, tetapi juga momen yang menguatkan rasa persaudaraan antarwarga.

Setiap orang—baik anak-anak maupun orang dewasa—berkumpul dan saling berbagi kebahagiaan. Malam itu selalu menjadi pengingat betapa indahnya kebersamaan dalam sebuah komunitas.

Halaman:

Advertisement