Cerita Legenda Asal Usul Danau Toba beserta Pesan Moralnya secara Singkat
Kamu sudah tahu tentang cerita legenda Danau Toba? Kalau belum, baca artikel ini hingga tuntas.
Babak II – Lidah Tidak Bertulang
Samosir tumbuh besar menjadi anak yang cerdas namun nakal.
Ia sering membantu ayahnya di ladang, tetapi juga dikenal sebagai anak yang rakus dan sering mengeluh tentang makanan.
Seperti kebanyakan anak, Samosir sering membuat kesal ayahnya dengan perilakunya. Hingga suatu hari, Samosir melakukan hal yang sangat membuat Toba marah.
Peristiwanya adalah, Samosir diminta mengantarkan makan siang kepada ayahnya yang sedang bekerja di ladang.
Namun, saat di tengah jalan, Samosir memakan sebagian besar makanan tersebut karena kelaparan.
Ketika Toba menerima makanan yang tersisa sedikit, amarahnya meledak. Dengan penuh kemarahan, Toba berteriak kepada Samosir, “Dasar anak ikan! Kau memang rakus seperti ibumu!”
Kata-kata itu segera keluar dari mulut Toba sebelum ia menyadari apa yang telah ia lakukan.
Ia telah melanggar sumpahnya. Ketika Samosir pulang ke rumah dan menceritakan apa yang terjadi kepada ibunya, Mina sangat sedih.
Dengan air mata berlinang, ia berkata kepada anaknya, “Samosir, ayahmu telah melanggar janji. Kini kita harus pergi.”
Mina membawa Samosir ke tepi sungai, dan sebelum Toba bisa mengejar mereka, Mina kembali berubah menjadi ikan dan berenang pergi bersama anaknya.
Awan gelap mulai menyelimuti langit, dan bumi mulai bergetar.
Babak III – Terjadinya Danau Toba dan Pulau Samosir
Tidak berselang lama setelah Mina dan Samosir pergi, hujan turun dengan begitu dahsyat.
Banjir besar dengan cepat melanda lembah tempat Toba tinggal.
Air menggenangi lembah, menenggelamkan sawah dan rumah-rumah penduduk. Seluruh lembah itu perlahan berubah menjadi danau besar.
Toba tertegun menyesali perbuatannya, melihat dari kejauhan sambil menangis sedih.
Tempat di mana ia dulu hidup bahagia bersama keluarganya kini telah menjadi lautan air.
Lama kelamaan, air yang memenuhi lembah itu membentuk danau yang sangat besar, yang kemudian dikenal sebagai Danau Toba.
Di tengah danau tersebut, terdapat sebuah pulau kecil yang dikenal dengan nama Pulau Samosir, yang konon diyakini sebagai tempat Mina dan anaknya bertempat tinggal usai meninggalkan Toba.
Halaman:
