5 Cerpen Singkat Tema Persahabatan Masa Kecil yang Terpisah, Kerinduan, dan yang Tak Terlupakan
Jika kamu sedang mencari cerita singkat dengan tema persahabatan masa kecil, maka kamu dapat menemukan beberapa contoh cerita tentang persahabatan pada artikel berikut.
Contoh Cerpen Singkat Tema Persahabatan yang Tak Terlupakan
3. Nenek Sari yang Misterius
Sekitar pukul 16.00 WIB Rio dan Tio baru pulang dari Candi Sanggrahan. Setelah puas menikmati keindahan candi yang diperkirakan dibangun pada masa Hindu-Budha ini keduanya berniat untuk pulang ke rumahnya masing-masing.
Saat dalam perjalanan pulang inilah keduanya bertemu dengan seorang nenek-nenek yang terlihat kesulitan membawa barang belanjaan.
Rio dan Tio kemudian berunding.
“Bagaimana kalau kita membantu nenek-nenek itu. Kasihan soalnya?” tanya Rio.
“Iya. Aku juga kasihan melihatnya” jawab Tio.
Setelah perundingan singkat itu. Dua anak itu kemudian membantu nenek-nenek yang terlihat sedang kesulitan membawa barang belanjaannya tersebut.
Singkat cerita, keduanya memberikan tawaran kepada nenek-nenk tadi suatu bantuan. Hal ini membuat nenek yang sedang kesulitan itu sangat senang.
Sesaat kemudian Tio dan Rio tahu bahwa nenek yang mereka tolong ini bernama Nenek Sari. Beliau tinggal tidak jauh dari Candi Sanggrahan.
“Tapi, apakah nenek tidak merepotkan kalian?” tanya Nenek Sari.
“Tidak kok, Nek.” Jawab Tio.
“Justru, kami sangat senang bisa membantu nenek, “ sambung Rio.
Berkat bantuan Tio dan Rio yang membantu membawakan belanjaan nenek Sari. Pekerjaan nenek Sari menjadi sedikit lebih ringan.
Setelah sampai di kediaman nenek Sari. Tio dan Rio merasa takjub dengan keindahan dan keasrian rumah nenek Sari.
Di halaman nenek Sari terdapat hiasan serupa relief candi yang sangat indah.
Menurut cerita nenek Sari hiasan itu merupakan sisa dari bangunan candi yang pernah dihancurkan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab.
Mendengar cerita dari nenek Sari yang demikian itu membuat Tio dan Rio sangat sedih. Keduanya sangat menyayangkan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab itu.
Seandainya mereka tidak melakukan penghancuran candi seperti yang dikisahkan nenek Sari. Pastinya Tio dan Rio masih dapat melihat keindahan candi yang hanya tinggal potongan relief saja.
Setelah puas mengamati sisa relief tadi, Tio dan Rio berpamitan kepada nenek Sari. Kepada dua anak yang telah membantunya. Nenek Sari memberikan hadiah yang misterius.
Nenek Sari memberikan dua buah kantung yang hanya boleh dibuka setelah meninggalkan rumah nenek Sari.
Meski diliputi rasa penasaran Tio dan Rio mengikuti perintah nenek Sari. Ketika sampai di rumah masing-masing Tio dan Rio baru membuka bungkusan pemberian nenek Sari.
Alangkah terkejutnya dua anak itu saat tahu isi dari kantung yang diberikan nenek Sari itu adalah sebuah koin kuno yang masih seperti baru.
Keesokan harinya Tio dan Rio kembali datang ke rumah nenek Sari untuk bertanya perihal koin kuno yang diterimanya.
Alangkah terkejutnya Tio dan Rio saat sampai rumah nenek Sari keduanya tidak menemukan rumah nenek Sari, yang mereka temukan adalah sebuah kebun kosong.
Keduanya saling berpandangan. Tio kemudian bertanya, “Rio, jadi yang kemarin kita tolong siapa?”
“Tidak tahu,” jawab Tio lemas.
Contoh Cerpen Singkat Tema Persahabatan Masa Kecil yang Terpisah
4. Sahabat dari Rumah Sebelah
Pagi itu Dinda duduk termenung di beranda rumahnya. Sudah dua minggu rumah sebelah tempat sahabatnya, Lala, tampak kosong. Sejak ayah Lala dipindah tugaskan ke kota lain, keduanya tidak lagi bermain bersama seperti dulu.
Dinda merasa halaman rumahnya yang biasanya dipenuhi tawa kini terasa sepi. Bahkan ayunan tua di pohon mangga pun tidak lagi berderit karena tidak ada yang mendudukinya.
Sore harinya, saat Dinda sedang menyiram tanaman, ia melihat sebuah kertas kecil tersangkut di pagar yang memisahkan rumahnya dengan rumah Lala. Setelah ia ambil, ternyata kertas itu berisi tulisan tangan Lala. “Din, maaf aku belum sempat pamit waktu pindahan.
Aku sangat rindu bermain petak umpet dan makan es lilin di bawah pohon mangga. Kalau aku pulang liburan nanti, kita harus main seharian penuh, ya!” tulis Lala. Membaca pesan itu, hati Dinda terasa hangat meski perasaannya bercampur sedih.
Beberapa hari kemudian, ibu Dinda mendapat kiriman paket. Ternyata paket itu dikirim oleh ibu Lala. Di dalamnya terdapat foto-foto Lala di sekolah barunya, secarik surat panjang, dan gelang persahabatan berwarna biru—warna favorit mereka berdua.
Lala bercerita bahwa ia sedang berusaha beradaptasi dengan lingkungan baru tetapi sering teringat Dinda setiap kali melihat siswa lain bermain lompat tali. Dinda merasakan kerinduan yang sama tetapi juga merasa senang karena sahabatnya itu baik-baik saja.
Sejak hari itu, Dinda dan Lala rutin berkirim surat, kadang lewat paket kecil, kadang lewat pesan suara di ponsel ibu masing-masing. Meski terpisah jarak, ikatan pertemanan mereka justru terasa semakin kuat. Dinda berharap suatu hari nanti Lala kembali dan rumah sebelah tidak lagi sepi seperti sekarang.
Halaman:


