10 Ciri Kebahasaan Teks Laporan Percobaan dan Penjelasannya Lengkap
Menyusun teks laporan percobaan memerlukan pemahaman tentang ciri kebahasaan teks laporan percobaan. Berikut ini adalah ciri kebahasaannya.
3. Kata Tugas Hubungan Logis
Ciri kebahasaan teks laporan percobaan dan penjelasannya selanjutnya adalah adanya penggunaan kata tugas hubungan logis. Kata tugas didefinisikan sebagai kata yang tidak memiliki makna tetap.
Kata tugas hanya memiliki makna gramatikal. Oleh karena itu, kata tugas hanya bisa memiliki makna jika dihubungkan dengan kata lainnya. Beberapa jenis kata tugas adalah sebagai berikut.
- Kata depan atau preposisi contohnya: pada, di, ke, dari.
- Kata hubung atau konjungsi contohnya: tapi, Ketika, dan, dengan, maka, sedangkan, oleh karena itu.
- Kata sandang atau artikula contohnya: nya, yang, si.
- Kata seru atau interseksi contohnya: wah, hai, oh, yah.
- Partikel penegas contohnya: pun, lah, kah.
4. Kata Umum
Ciri kebahasaan teks laporan percobaan dan penjelasannya yang keempat adalah adanya kata umum. Definisi dari kata umum adalah kata dengan makna yang luas.
Sebaliknya, terdapat kata khusus, yaitu kata yang memiliki makna sempit. Contoh dari kata umum adalah “kendaraan” dan “buah”. Sedangkan contoh kata khusus adalah mobil, motor, semangka, apel.
5. Kalimat Majemuk
Pada pembahasan di atas, terdapat kalimat aktif sebagai ciri kebahasaan teks laporan percobaan. Kali ini, ciri kebahasaan teks laporan percobaan dan penjelasannya yang kelima adalah adanya kalimat majemuk atau kompleks.
Kalimat majemuk terdiri dari dua klausa atau lebih. Cirinya adalah memiliki subjek dan predikat yang lebih dari satu, serta dihubungkan dengan konjungsi.
Contohnya:
Konsumsi minuman herbal meningkat setelah masyarakat menyadari khasiatnya.
- Konsumsi minuman herbal: subjek
- meningkat: predikat
- setelah: konjungsi
- masyarakat: subjek
- menyadari: predikat
- manfaatnya: objek
6. Kata Bilangan
Selanjutnya, ciri kebahasaan teks laporan percobaan adalah menggunakan kata bilangan. Terdapat tiga jenis golongan kata bilangan sebagai berikut.
- Kata bilangan urutan contohnya: pertama, kedua, dan seterusnya.
- Kata bilangan tentu contohnya: satu, dua, tiga, empat dan seterusnya.
- Kata bilangan tidak tentu contohnya: sebagian, sedikit, banyak, suatu, beberapa.
Halaman:

