60 Contoh Akomodasi dalam Sosiologi di Masyarakat, Sekolah, dan Keluarga

60 Contoh Akomodasi dalam Sosiologi di Masyarakat, Sekolah, dan Keluarga – Menurut KBBI, akomodasi adalah sesuatu yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan bagi orang yang bepergian. 

Dalam konteks sosiologi, istilah akomodasi merujuk pada konsep penting yang berkaitan dengan cara individu atau kelompok dalam mengatasi konflik, perbedaan, dan perubahan dalam lingkungan sosial mereka.

Dalam artikel kali ini, Mamikos akan membahas tentang 60 contoh akomodasi dalam sosiologi di masyarakat, sekolah, dan keluarga. Yuk, pelajari!

Bentuk-bentuk Akomodasi dalam Sosiologi

unsplash/@eliottreyna

Dalam sosiologi, ada beberapa bentuk akomodasi yang merujuk pada cara individu atau kelompok menyesuaikan diri dengan perbedaan, konflik, atau tekanan dalam lingkungan sosial mereka.

Berikut adalah bentuk-bentuk akomodasi dan penjelasannya.

1. Toleransi

Toleransi merujuk pada sikap dan perilaku individu atau kelompok yang menerima, menghargai, dan menghormati perbedaan, keanekaragaman, serta hak individu atau kelompok lain dalam masyarakat.

Contohnya adalah menerima perbedaan pendapat, keyakinan, budaya, agama, dan berbagai aspek lain dari kehidupan individu atau kelompok lain tanpa menghakimi atau merendahkan.

2. Stalemate 

Stalemate dalam sosiologi merujuk pada situasi di mana terdapat kebuntuan dalam interaksi sosial, kebijakan, atau perubahan sosial dalam masyarakat. 

Contoh stalemate adalah terjadinya konflik etnis, agama, atau konflik budaya yang berlarut-larut dan sulit diatasi.

3. Ajudikasi

Dalam sosiologi, istilah ajudikasi adalah proses penyelesaian sengketa atau konflik melalui lembaga atau sistem hukum yang ada dalam masyarakat. 

Contoh ajudikasi adalah adanya sistem hukum yang mencakup hukum pidana, hukum perdata, hukum keluarga, atau berbagai jenis hukum lainnya yang memiliki fungsi utama sebagai penjaga ketertiban sosial dan menyelesaikan sengketa.

4. Koersi

Koersi merujuk pada penggunaan kekuasaan atau kontrol oleh individu, kelompok, atau lembaga sosial untuk memaksa dan mempengaruhi individu atau kelompok lain melakukan sesuatu.

Contoh koersi adalah adanya sistem kerja paksa pada zaman penjajahan, serta pemaksaan fisik, eksploitasi ekonomi, manipulasi politik, atau stigmatisasi sosial lainnya.

5. Kompromi 

Kompromi dalam sosiologi adalah proses di mana individu atau kelompok mencapai kesepakatan atau penyelesaian dalam situasi di mana ada perbedaan pendapat, kepentingan, atau konflik. 

Contohnya adalah ketika ada negara-negara yang bersengketa, mereka melakukan kompromi untuk menghindari konflik bersenjata, sehingga konflik dapat berakhir dengan damai. 

6. Arbitrasi 

Arbitrasi dalam sosiologi merujuk pada proses penyelesaian sengketa atau konflik melalui keterlibatan pihak ketiga yang netral dan independen yang disebut arbitrator atau arbiter. 

Contohnya dalam kasus perceraian yang rumit, pasangan yang bercerai dapat memilih untuk mengikuti proses arbitrase daripada mengajukan gugatan di pengadilan. 

7. Mediasi 

Mediasi dalam sosiologi adalah proses di mana seorang pihak ketiga netral, yang disebut mediator, berperan sebagai perantara untuk membantu pihak-pihak yang bersengketa mencapai kesepakatan atau penyelesaian sengketa.

Contohnya adalah pasangan yang bercerai dapat memilih untuk melibatkan seorang mediator untuk membantu mereka mencapai kesepakatan terkait pemisahan harta bersama, hak asuh anak, dan masalah lainnya. 

8. Konsiliasi 

Dalam sosiologi, konsiliasi merujuk pada proses penyelesaian sengketa atau konflik di mana seorang pihak ketiga, yang disebut konsiliator, berperan sebagai mediator untuk membantu pihak-pihak yang bersengketa mencapai perdamaian atau kesepakatan. 

Contohnya perselisihan tetangga atau konflik dalam organisasi masyarakat, seorang konsiliator dapat membantu mengembalikan kedamaian dan kerja sama di komunitas tersebut. 

60 Contoh Akomodasi dalam Sosiologi di Masyarakat, Sekolah, dan Keluarga

Setelah mengetahui bentuk-bentuk akomodasi dalam sosiologi di poin di atas, pada poin ini Mamikos akan memberikan 60 contoh akomodasi dalam sosiologi di masyarakat, sekolah, dan keluarga.

Akomodasi dalam Sosiologi di Masyarakat 

Contoh Akomodasi dalam Sosiologi di Masyarakat Nomor 1-10

1. Senantiasa hidup rukun dengan tetangga sekitar meski berasal dari latar belakang yang berbeda, seperti agama, ras, budaya, dan lain sebagainya.

2. Menghormati perbedaan pendapat saat pemilu, sehingga tidak terjadi keributan ketika setiap individu memiliki pendapat yang tidak sama.

3. Saling menghormati antargenerasi. Yang muda menghormati yang tua, begitu juga dengan yang tua menghargai yang muda.

4. Menjadi penengah saat ada tetangga yang sedang bercekcok.

5. Meminta maaf kepada tetangga jika melakukan kesalahan, apalagi jika sampai menyebarkan kabar yang tak berdasar atau fitnah.

6. Melibatkan pihak ketiga, misalnya Pak RT, jika dirasa masalah dengan tetangga tidak bisa diselesaikan berdua.

7. Tidak mengganggu tetangga yang sedang menjalankan ibadah agamanya.

8. Menghormati tetangga yang sedang merayakan hari raya agamanya.

9. Mengedepankan sikap ikhlas dan mengalah supaya konflik di lingkungan rumah tidak menjadi lebih besar.

10. Melakukan musyawarah dengan tetangga agar mencapai kesepakatan bersama.

Contoh Akomodasi dalam Sosiologi di Masyarakat Nomor 11-20

11. Bekerja sama dengan tetangga dalam menciptakan kerukunan di lingkungan rumah.

12. Jika terjadi konflik antardusun atau antardesa, maka warga menggunakan pihak ketiga untuk menyelesaikan masalah secara adil.

13. Mengalah dengan memberikan jalan kepada ambulans yang melintas di jalan raya.

14. Mengajak tetangga baru yang tidak bisa berbahasa daerah dengan menggunakan bahasa Indonesia.

15. Mengadakan rapat rutin desa yang bertujuan untuk membangun desa serta menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di desa.

16. RT melaporkan warganya yang terindikasi melakukan tindak kriminal kepada pihak berwajib.

17. Warga mengadakan jadwal ronda rutin untuk menjaga keamanan di lingkungan rumah.

18. Polisi membubarkan warga desa yang rusuh sehingga tidak mengganggu keamanan warga lainnya.

19. Satpam komplek membantu warga menangkap pencuri di perumahan.

20. Tidak main hakim sendiri setelah berhasil menemukan pencuri, melainkan membawanya ke kantor polisi.

Akomodasi dalam Sosiologi di Sekolah 

Contoh Akomodasi dalam Sosiologi di Sekolah Nomor 21-30

21. Melerai teman yang sedang bertengkar.

22. Membantu teman yang sedang dirundung dengan cara meminta bantuan guru.

23. Menghormati teman yang memiliki agama, ras, atau budaya yang berbeda dengan kita.

24. Guru memberikan sanksi kepada murid yang melanggar peraturan agar tidak mengulangi kesalahannya.

25. Guru membantu mediasi antara murid yang dirundung dengan perundungnya, sehingga bisa mencapai keputusan bersama yang disetujui kedua belah pihak.

26. Membantu mempertemukan teman yang sedang berkonflik dan menanyakan akar permasalahannya agar bisa segera dicari jalan keluarnya.

27. Tidak segan meminta maaf kepada teman jika melakukan kesalahan.

28. Melapor pada guru jika menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh siswa lainnya.

29. Menerima dengan lapang dada kekalahan pertandingan olahraga saat melawan kelas lainnya.

30. Aktif menjadi bagian dari OSIS agar bisa menampung aspirasi siswa di sekolah.

Contoh Akomodasi dalam Sosiologi di Sekolah Nomor 31-40

31. Menyepakati jadwal rutin piket harian di kelas.

32. Ketua kelas mengadakan musyawarah yang melibatkan semua anggota kelas jika dirasa ada konflik tak berujung di dalam kelas tersebut. 

33. Guru BK menghukum murid yang terlambat dengan menyuruh mereka membersihkan halaman sekolah, agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama.

34. Tidak memandang status pertemanan dari faktor agama, ras, budaya, maupun strata sosial.

35. Para guru mencegah murid-muridnya yang akan melakukan tawuran dengan sekolah lainnya.

36. Menghargai teman muslim yang berpuasa dengan tidak makan dan minum di depannya.

37. Guru menghukum muridnya yang ketahuan menyontek saat ujian.

38. Sekolah memperketat aturan anti bullying setelah mendapatkan laporan tentang tindak perundungan di lingkungan sekolah.

39. Kepala sekolah menjadi mediator untuk perselisihan yang terjadi antara orang tua murid dengan guru.

40. Bersikap jujur jika melakukan kesalahan, misalnya tidak sengaja merusak fasilitas sekolah, memecahkan pot, dan lain-lain.

Akomodasi dalam Sosiologi di Keluarga 

Contoh Akomodasi dalam Sosiologi di Keluarga 41-50

41. Tidak egois dengan membiarkan adik menonton acara televisi yang dia inginkan.

42. Menjadi penengah saat ibu dan ayah bertengkar.

43. Menjadi contoh kakak yang baik untuk adik-adiknya.

44. Melerai adik atau saudara yang sedang berkelahi.

45. Melakukan mediasi jika perkawinan sudah tidak bisa dipertahankan lagi.

46. Menurunkan ego saat sedang bertengkar dengan pasangan supaya perselisihan tidak menjadi lebih parah.

47. Melakukan bounding rutin, seperti makan bersama, liburan, atau menonton film supaya keharmonisan dalam keluarga bisa terjalin dengan erat.

48. Orang tua memberikan kasih sayang yang adil kepada anak-anaknya, supaya tidak ada yang cemburu satu sama lain.

49. Membagi tugas rumah supaya semua anggota keluarga memiliki peran masing-masing di dalam rumah, sekaligus memupuk rasa tanggung jawab.

50. Bicara dari hati ke hati saat sedang ada konflik, baik konflik antara anak dengan ayah atau ibu, suami dengan istri, atau adik dengan kakak.

Contoh Akomodasi dalam Sosiologi di Keluarga 51-60

51. Memberikan gaji yang layak kepada ART atau orang-orang yang membantu pekerjaan di rumah.

52. Melakukan penyesuaian peran di rumah, terlebih ketika orang tua sudah memasuki usia lanjut dan anak-anak sudah semakin beranjak dewasa.

53. Melaporkan ke pihak berwajib jika ada yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga, baik kekerasan yang dilakukan orang tua pada anak, anak pada orang tua, istri pada suami, maupun suami pada istri.

54. Orang tua melerai anak-anaknya yang sedang bertengkar lalu memberikan pengertian dengan cara yang benar dan adil.

55. Orang tua menghadiri kelas parenting dan menerapkannya kepada anak-anaknya.

56. Orang tua menggunakan jasa pengacara untuk membantu proses perceraian di pengadilan.

57. Keluarga besar mengatur jadwal besuk dan jaga untuk nenek yang sedang sakit di rumah sakit.

58. Orang tua memberikan pengertian kepada anak-anaknya yang sedang berdebat menentukan destinasi liburan yang akan datang.

59. Menerima keputusan pengadilan tentang hak asuh anak dan harta gono-gini setelah sidang perceraian berakhir.

60. Orang tua tidak segan meminta maaf kepada anak jika melakukan kesalahan.

Penutup

Itu dia 60 contoh akomodasi dalam sosiologi di masyarakat, sekolah, dan keluarga yang sudah Mamikos rangkum untuk kamu.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kamu tentang contoh akomodasi dalam sosiologi, ya.

Jangan lupa cek artikel Mamikos lainnya untuk mendapatkan informasi yang tak kalah seru!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta