Advertisement
Source : pexels.com/@moh-adbelghaffar/

7 Contoh Cerita Inspiratif dan Cara Membuatnya yang Baik dan Benar

Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari apa itu cerita inspiratif, struktur, cara membuatnya, dan contoh cerita inspiratif.

28 Januari 2024 Ayu Diana A

4. Contoh Cerita Inspiratif: Botol Kosong

Suatu hari, seorang anak perempuan baru saja pulang sekolah sambil menangis. Anak itu langsung masuk tanpa mengucapkan salam kepada ibunya.

Biasanya, anak itu pulang dengan ceria. Melihat keanehan itu, Sang Ibu menghampiri anaknya.
“Ada apa?” tanya Sang Ibu.

“Aku dibilang jelek oleh teman-temanku karena rambutku keriting, Bu.” jawab anak itu sambil menangis. Ia sangat kesal.

Sang Ibu kemudian mengambilkan minum jus kesukaan anaknya. Awalnya, anak itu enggan meminumnya.

Tapi dengan bujukan ibunya, ia mau meminumnya. Setelah itu, ibunya bertanya, “Nak, kamu tahu tidak kalau manusia itu seperti botol kosong ini?”

Anak itu menjawab bahwa ia tidak tahu. Ibu kemudian menjelaskan,

“Jika botol ini diisi air mineral, mungkin harganya Rp3.000. Kalau diisi dengan jus mungkin akan menjadi Rp7.000. Lalu, kalau diisi dengan parfum, mungkin harganya bisa menjadi sangat mahal. Kalau diisi dengan air kotor, maka botol ini menjadi tidak berharga sama sekali. Fisiknya tetaplah botol walaupun harganya berbeda.”

Mendengar penjelasan ibunya, anak itu menghapus sisa air matanya dan bertanya, “Iya, Bu, tetap botol. Lalu kenapa?”

“Jika diumpamakan, manusia di mata Tuhan juga seperti botol kosong ini. Artinya, Tuhan tidak melihat fisik seseorang. Tetapi Tuhan melihat ke dalam jiwa manusia, apakah ia baik, tulus, dan melakukan kebajikan. Jadi, biarkan saja teman yang mengejekmu. Karena yang paling penting adalah kamu menunjukkan kemampuanmu dan tidak perlu rendah diri.”

Contoh Teks Inspiratif Singkat beserta Strukturnya Lengkap dengan Jenis-jenisnya

5. Contoh Cerita Inspiratif: Biola dan Tania

Rasanya, biolaku tidak bersahabat denganku hari ini. Konser musikal sekolah diadakan sebentar lagi.

Aku akan berada di kursi depan dan aku sudah berjanji pada diriku untuk tampil memukau. Tapi, dawai biolaku justru putus saat aku sedang berlatih.

Aku keluar dari tempat latihan sementara waktu. Aku duduk di kantin dan merasa sangat kesal. Tiba-tiba, Tania mengagetkanku, “Dooorr!”

“Kenapa kesal begitu?”

Aku menjelaskan alasanku merasa begitu kesal. Tania mendengarkanku lalu ia mulai bertanya, “Kalau misalnya kamu mau pergi naik pesawat dan memilih tiketnya kapan itu terserah kamu kan?”

“Iya. Kendali kita sih mau naik apa dan berangkat kapan.” jawabku pada Tania. Kemudian Tania melanjutkan, ”Kalau misalnya pesawatmu terlambat, itu bukan kendalimu kan?”

“Bukan sih.”

“Nah sama juga dengan kejadianmu hari ini. Kamu bisa mengendalikan hal-hal yang kamu kendalikan. Misalnya latihan keras. Tapi biola kamu rusak bukan kendali kamu. Jadi, kamu ga perlu mengeluh lagi. Ok?”
Mendengar itu, aku sadar bahwa perkataan Tania ada benarnya.

Halaman:

Advertisement