Contoh Cerpen Kehidupan Sehari-hari di Rumah Seorang Pelajar yang Menarik
Ingin tahu bagaimana contoh cerpen kehidupan sehari-hari di rumah seorang pelajar yang menarik? Yuk, simak!
Contoh Cerpen Kehidupan Sehari-Hari di Rumah Seorang Pelajar yang Menarik – Membaca cerpen adalah salah satu hal yang sangat mengasyikan, apalagi jika digunakan untuk mengisi kekosongan waktu agar tidak bosan.
Membaca cerpen mungkin terdengar gampang dan mengasyikan, namun pernahkah kamu berpikir bagaimana cara menulis cerpen? Apakah akan sama asyik dan mudahnya seperti saat membaca?
Nah, bagi kamu yang ingin tahu bagaimana cara membuat cerpen yang baik dan benar, dalam artikel ini Mamikos akan berikan beberapa contoh cerpen kehidupan sehari-hari di rumah seorang pelajar yang menarik.
Contoh Cerpen Kehidupan Sehari-hari di Rumah Seorang Pelajar
Daftar Isi [hide]

Ada banyak sekali hal yang bisa kamu tulis untuk cerpen atau cerita pendek, termasuk kegiatan kamu sehari-hari di rumah.
Untuk lebih memahami bagaimana cara membuat cerpen kehidupan sehari-hari di rumah seorang pelajar, berikut ini Mamikos akan berikan beberapa daftar contoh cerpen kehidupan sehari-hari.

Advertisement
Daftar Cerpen Kehidupan Sehari-Hari di Rumah Seorang Pelajar
Contoh Cerpen 1
Anak Bermalasan
Minggu adalah hari libur yang ditunggu kaum rebahan, malas beraktivitas.
Ada yang hanya ingin rebahan di rumah menghilangkan penat selama satu minggu beraktivitas dan ada pula yang berencana akan berlibur.
Banu memilih opsi pertama. Banu memilih bersantai rebahan di rumah dan parahnya Banu aka selalu merasa kurang dengan liburnya.
“Banu bangun sudah siang, nanti kamu terlambat.” Tanya ibunya.
“Bu Banu masih capek, banu bolos sehari, ya.” Banu memelas pada ibunya.
“ Jangan begitu, bayaran sekolahmu mahal jangan menyepelekan menuntut ilmu” Jawab ibunya menyanggah.
“Sehari saja bu, Banu tidur lagi.”
Melihat kelakuan Banu, Ibunya geram hingga mengajak Banu melihat anak keterbelakangan di suatu panti asuhan.
“Nah, sekarang coba kamu buka mata kamu, mereka ingin sekolah sepertimu. Namun, tidak ada orang tua yang akan membiayai mereka bersekolah.” Jelas ibunya, mereka masih di dalam mobil.
Dengan kejadian itu, Banu tersadar dan mau berangkat sekolah walau terlambat.
Di perjalanan menuju sekolah Banu melihat seorang anak yang pincang berseragam sekolah sama dengannya.
Dalam hati Banu berkata, aku bersyukur masih punya fisik yang sempurna untuk bisa menuntut ilmu.
Sumber: Dosenpintar.com