Contoh Cerpen tentang Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari yang Pernah Dialami Singkat

Contoh Cerpen tentang Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari yang Pernah Dialami Singkat – Kamu bisa menulis pengalaman pribadi dengan bahasa yang lebih baik. Dari kejadian nyata bisa dituangkan menjadi sebuah cerita menarik. 

Tidak ada aturan khusus dalam membuat cerita. Selama memiliki struktur tulisan berupa pola pengenalan, pengenalan masalah, klimaks, antiklimaks, sebuah tulisan bisa diterima sebagai cerita.

Bahkan banyak juga cerita pendek yang tidak sampai selesai. Atau sekadar ditamatkan begitu saja dengan memberi kesan ‘kebersambungan’. 

Tips Singkat Menulis Cerpen

pixabay/ Trixieliko

Dalam hal ini penulis ingin memberikan teka-teki kepada pembaca.

Mempersilakan pembaca untuk membuat kesimpulan sendiri dari seluruh rangkaian cerita yang ada.

Dibiarkan akhir cerita menggantung bukan untuk membuat cerita bersambung atau cerbung. 

Namun bertujuan untuk membuat suatu yang berbeda, atau lebih tepatnya memberi kesan pada pembaca bahwa cerita yang ditulis merupakan hanya potongan dari kehidupan.

Biasanya dengan begitu para pembaca akan menunggu karya dari penulis yang sama.

Kamu juga bisa menjadi penulis cerpen berbekal kemampuan menuangkan ide dalam sebuah tulisan. 

Contoh Cerpen tentang Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari 1

Kenalkan, namaku Anna Mariana biasa dipanggil Anna. Aku adalah pekerja di perbankan swasta.

Asalku Cianjur, tapi aku harus menjalani pekerjaan jauh dari kampung halaman. Penempatan di kota Semarang membuatku harus lebih mandiri. 

Setiap pagi, aku mulai bangun pagi sendiri, menyiapkan segala keperluan. Mulai dari menyetrika baju kantor, memasak, menyiapkan bekal dan sebagainya. Biasanya ibu menyiapkan semua itu untukku. 

Aku anak bungsu dari 2 bersaudara. Kakakku seorang dokter umum, bertugas di perbatasan Indonesia Malaysia, Natuna. Sudah 4 tahun kakakku, anak lelaki kebanggaan orang tua tidak pulang. 

Bukan karena lupa rumah, tapi kakakku satu-satunya dokter umum yang bisa tinggal menetap lama di sana.

Yang lain, memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas karena memang medan disana sangat berat menurut kakakku. 

Baiklah, dan kini aku yang sebelumnya ditahan-tahan ibuku untuk tetap tinggal di Cianjur, juga harus keluar kandang.

Aku yang manja dan selalu dimanjakan orang tua tiba-tiba harus mandiri. Perubahan begitu cepat kurasakan, mau tidak mau harus ku ikuti. 

Tadinya tidak bisa memasak, dipaksa bisa. Tidak terbiasa mencuci dan setrika sendiri, mulai terbiasa.

Ternyata tidak sulit bagiku, hanya sesekali aku merasa sangat lelah menjalani kehidupan sehari-hari tanpa orang tercinta di perantauan. 

Genap satu tahun aku berdomisili di Semarang dengan segala keunikannya yang membuatku kadang merasa asing.

Beruntung aku dibekali mobil dari ayah. Pesan beliau supaya aku tidak tergantung dengan fasilitas umum atau pertolongan orang lain. 

Contoh cerpen tentang diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari di atas masih fokus pada pengenalan tokoh.

Secara detail mengenai latar belakangnya, profesi dan aktivitasnya terkini. Permasalahan baru muncul saat tokoh sentral merasa lelah dengan rutinitasnya. 

Contoh Cerpen tentang Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari 2

Pagi selalu memberikan cerita baru bagi siapa saja yang tidak melewatkannya. Seperti aku yang hari ini harus mengantar tahu pesanan pelanggan pagi-pagi sekali.

Jam 5 pagi setelah subuh langsung bergegas mengayuh sepeda karena diperintah ibu. 

Jarak yang harus aku lalui sekitar 2 km. Pelanggan ibuku ini akan menggelar acara pengajian pagi hari jam 8.00, jadi tahu pesanan harus sudah siap jam 6 pagi.

Sepanjang perjalanan masih sepi, hanya sesekali ada motor lewat, atau mobil bak terbuka pengangkut sayur. 

Butuh waktu hampir 40 menit untuk sampai di lokasi karena jalanan kurang bersahabat sehabis diguyur hujan semalam.

Begitu sampai di lokasi, sudah nampak tenda putih besar, tinggi tampak begitu megah. 

Oh, acara pengajian untuk pernikahan, pikirku. Tampak aneh karena sejauh yang aku temui semua orang mengenakan pakaian serba hitam.

Saat aku dipersilakan masuk oleh seorang ibu tinggi semampai, sempat aku melirik foto anak laki-laki berseragam TNI-AD.

Ini rupanya yang akan menikah, pikirku lagi. Bergegas ibu tadi menyuruhku masuk membawa tahu pesanan ke dalam rumah.

Sesampainya di ruangan besar seperti ruang tamu aku terkesima. Begitu banyak keranjang berukuran lumayan besar berisi sembako. 

Ini pengajian istimewa menurutku, mewah. Dalam hatiku turut berbahagia untuk pelanggan yang aku saja belum sempat bertemu orangnya ini.

Namun seketika perasaanku berubah, setelah membaca salah satu kertas sepertinya selebaran yang ada di atas keranjang parcel tersebut. 

Tertulis di situ bahwa pengajian ditujukan untuk mendoakan Prada Dewantara yang telah berpulang.

Ternyata foto besar seorang prajurit tadi adalah anak dari pelanggan ibuku yang telah gugur. 

Contoh Cerpen tentang Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari 3

Aku Alma, masih sekolah di bangku SMA kelas 2. Ibuku yang pembuat tahu rumahan selalu mengajarkanku untuk tidak gengsi dengan keadaan keluarga kami. Selama halal dan tidak merugikan orang lain, jalani saja. 

Inilah motivasi mengapa setiap pagi aku rela berlelah-lelah mengayuh sepeda mengantarkan tahu kepada para pelanggan.

Baik pesanan perorangan maupun ke pasar semua aku tempuh. Paling tidak sampai jam 6.30 setiap pagi aku ada di jalanan. 

Kondisiku ini sering mendapat bully-an dari teman-teman sekolah. Dikatakan badanku bau tahu, bau keringat, wajah kotak seperti tahu dan sebagainya. Hingga tidak ada satupun teman mau mendekatiku. 

Aku tidak masalah dengan itu semua. Tetap menjalani hari seperti biasa, toh sudah biasa mendengar cemoohan.

Tapi keadaan berubah setelah Tiara, anak baru mulai berulah. Tiara sering menggangguku bukan hanya secara verbal tapi perbuatan. 

Mulai menggembosi roda sepedaku, mengunci di kamar mandi sekolah, mengambil buku pegangan, menulis pesan tidak senonoh di buku catatanku dan banyak lagi.

Ingin rasanya melawan, tapi aku hanya sendiri. 

Hari ini tepat jam 7.15 aku tiba di sekolah. Saat masuk kelas, tiba-tiba Tiara melempar semua isi bak sampah kelas ke mukaku. Menurutnya aku baru tahu, tidak boleh masuk kelas karena mengganggu teman lain. 

Karena tidak mau ribut aku mundur teratur. Entah mengapa Tiara tiba-tiba mengejar dan ingin menjambak rambutku, namun segera aku tepis tangannya.

Berjarak hanya beberapa detik, tubuh Tiara terperosok tangga tepat di depan kami. 

Di sinilah awal petaka itu, semua orang di sekolah menyalahkanku karena Tiara mengalami patah tulang.

Minta maaf saja tidak cukup, aku tetap dibully tiap hari secara verbal maupun fisik, bahkan guru tidak ada yang mendukungku. Dan ini akan aku jalani setidaknya 1 tahun kedepan. 

Contoh Cerpen tentang Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari 4

Hari ini sangat bersejarah buatku, tepat 27 tahun lalu terlahir di dunia. Biasanya hari spesial seperti ini selalu ada syukuran kecil keluarga.

Selalu ada masakan kesukaanku, nasi kuning tumpeng yang konon adalah simbol keberuntungan dan tentu saja doa dari orang-orang tercinta. 

Tapi sekarang harus kuat menghadapi kesendirian di kampung orang. Aku yang merantau beda pulau sejak 3 tahun lalu terbiasa tanpa perayaan apapun setiap ulang tahun atau apapun. Hanya memanjakan diri sendiri sebagai gantinya. 

Seperti hari ini, pagi-pagi sekali aku bangun. Sengaja membuat menu sarapan spesial seadanya, nasi kuning.

Aku doakan sendiri keberuntunganku, kebahagiaanku tahun ini sampai ulang tahun mendatang. 

Sepuluh menit waktu saranku pagi ini selesai. Saatnya berangkat kerja bersama motor beat kesayangan.

Dan benar saja, keberuntungan yang kudoakan pagi ini terjawab oleh Tuhan. Baru sampai di pintu gerbang kantor, temanku Shanti senyum-senyum sambil mengibarkan HP. 

Pagi itu masuk email kantor bahwa beberapa karyawan akan kembali dimutasi ke pulau Jawa.

Sesaat aku merasa sangat bahagia, ada kemungkinan aku ada dalam daftar itu. Sebab jika dinilai dari prestasi, aku tidak kalah dari yang lain. 

Benar saja, aku termasuk karyawan yang per bulan depan akan kembali berkantor di Pulau Jawa.

Meski tidak di kota kelahiranku, setidaknya masih mudah menjangkau jika ingin pulang ke rumah. Mungkin ini juga yang selama ini menjadi doa kedua orang tuaku. 

Contoh cerpen tentang diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari di atas memiliki struktur lengkap.

Dari pengenalan siapa aku, kemudian apa yang sedang dialami, permasalahan yaitu pengumuman mutasi. 

Meski tidak menimbulkan konflik batin, tetapi ini adalah titik dimana pembaca dibawa untuk menebak jalan cerita.

Kemudian penyelesaiannya adalah, aku masuk dalam daftar karyawan yang dimutasi. 

Contoh Cerpen tentang Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari 5

Ibu watik adalah penjual sayur keliling langgananku. Biasanya sebelum jam 7 pagi sudah panggil-panggil di depan kontrakanku menawarkan dagangannya.

Sebab tahu kalau aku tidak pernah sempat memasak meski untuk diri sendiri. 

Pagi ini hampir 7.30, saatnya aku harus berangkat kerja, belum kudengar suara cemprengnya.

Mungkin sedang ada acara lain yang menyebabkannya libur, meski biasanya beliau memberi tahu dulu jika besok akan libur jualan. 

Baiklah, hari ini ngantor tanpa sarapan dan bekal. Baru beberapa langkah meninggalkan pintu gerbang kontrakan sayup-sayup kudengar pengumuman berita duka melalui toa masjid. Benar, berita atas meninggalnya ibu Watik, tukang sayur langgananku. 

Tanpa pikir panjang, langsung bergegas aku mengikuti langkah orang-orang yang ternyata mendatangi rumahnya. Tidak ada yang menyangka, diusianya yang masih paruh baya ibu Watik berpulang. 

Duka mendalam dirasakan orang-orang yang aku temui di rumahnya pagi itu, aku bisa merasakannya.

Akupun merasa sangat kehilangan orang baik ini. Saat itu juga aku minta ijin pada personaliaku Mas Jhony untuk datang siang. 

Meski tidak terlalu dekat, tapi aku ingin turut mengantarkan ibu Watik ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Sebisanya ingin membantu semua persiapan pemakamannya. 

Contoh cerpen tentang diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari sangat sederhana.

Jika dibawa hanya merupakan pengalaman pribadi penulis. Peristiwa normal yang pasti sering terjadi, nyatanya bis juga dinikmati sebagai karya. 

Contoh Cerpen tentang Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari 6

Kontrakanku berada di ujung gang sempit, lingkungan sekitarku sebenarnya tidak begitu sehat.

Dekat dengan tempat pembuangan sampah, yang mana selalu menghasilkan bau tak sedap ke dalam ruangan. 

Sampai-sampai harus menyiapkan pengharum ruangan minimal 3 titik untuk menetralisirnya.

Meski begitu, aku diterima baik di lingkungan ini. Anak-anak sekitar selalu datang bermain dan minta belajar aneka pelajaran setiap sore. 

Setidaknya ini yang memberiku sedikit hiburan, sekaligus merasa dibutuhkan orang lain.

Mayoritas warga di kampung tempatku tinggal berprofesi sebagai pemulung. Kebayang seperti apa kehidupan mereka, kondisi rumah yang kumuh, anak tak terurus. 

Bahkan banyak anak usia sekolah dasar yang setiap harinya hanya bermain, mereka tidak sekolah.

Aku prihatin dengan kondisi seperti ini, tapi tidak bisa banyak membantu. Yang bisa kulakukan adalah menerima mereka saat ingin belajar. 

Setidaknya aku bisa mengajari mereka membaca, menulis, berhitung dan beberapa pengetahuan dasar yang aku tahu.

Sekedar menjadi guru bagi mereka saja sudah sangat membahagiakan. Apalagi melihat mereka selalu bersemangat untuk datang lagi. 

Contoh cerpen tentang diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari di atas tidak kalah sederhana.

Melihat fenomena di sekitar, tambahkan bahasa yang sedikit dramatis, jadilah karya. Perlu diperhatikan bahwa memilih kata dalam kalimat tidak selalu harus baku.

Kamu bisa menggunakan bahasa sehari-hari supaya bisa diterima semua kalangan pembaca.

Pada intinya sebuah cerpen harus sederhana dan mudah dimengerti. Sehingga bisa selesai dalam sekali duduk, seperti contoh cerpen tentang diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari diatas. 

Contoh Cerpen tentang Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari 7

Setiap pagi rutinitasku selalu diawali dengan minum kopi hitam tanpa gula. Entah sejak kapan, aku terbiasa minum kopi maupun teh tanpa gula.Ini membuatku bersemangat menjalani aktivitas pekerjaan selanjutnya.

Tepat pukul 5, aku sudah fokus kerja di depan laptop kesayanganku. Profesiku adalah penulis cerita horor misteri untuk sebuah platform online. Entah mengapa pagi-pagi inspirasiku selalu muncul. 

Lebih dari itu, aku tidak bisa menulis malam hari karena banyak hal mengganggu. Mungkin bukan hanya aku saja yang mengalaminya, tapi banyak penulis misteri lain juga. Setiap kali menulis cerita horor serasa diganggu makhluk tak kasat mata. 

Sedangkan siang hari adalah aktivitas utamaku sebagai karyawati bank swasta. Jadi aku maksimalkan waktu 1 sampai 2 jam untuk menulis di pagi hari.

Setiap kali selesai menulis, aku masih merasa bahwa tokoh dalam ceritaku hadir di dekatku. 

Kadang merasa risih, seperti ada seseorang yang mengawasi. Ini sudah aku rasakan sejak setahun profesi menulisku.

Tapi sama sekali tak ku hiraukan perasaan itu dan tetap bekerja seperti biasa. 

Contoh cerpen tentang diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari memiliki konflik hampir di akhir cerita.

Namun segera terselesaikan, dimana penulis sebagai tokoh utama tidak menganggap ada masalah. 

Contoh Cerpen tentang Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari 8

Hari ini cuacanya sangat mendukung, cerah sekali. Aku segera bangun dari tempat tidurku dan menuju ke kamar mandi untuk mandi. Sesekali aku melihat cermin untuk bercermin.

Ada wajah cerah di wajahku menandakan sedang bahagia. Aku langsung mandi dan mempersiapkan diri untuk pergi jalan-jalan di sekitar rumah pada pagi hari. Karena memang setiap hari aku selalu jalan-jalani.

Menghibur diri untuk mengawali jam kerja ku nanti di jam 8 pagi. Setelah berjalan-jalan di sekitar komplek rumah, aku pulang dan mandi lagi untuk mempersiapkan diri bekerja. 

Pekerjaanku adalah seorang penulis freelance. Jadi aku bekerja dari rumah menggunakan laptop kesayanganku.

Itulah kenapa setelah mandi dan jalan-jalan, aku segera memasak air untuk membuat kopi.

Karena tanpa kopi, rasanya kurang lengkap aktivitasku. Jadi selalu kubuat kopi untuk menemani aktivitasku bekerja di depan laptop.

Barulah setelah kopiku jadi, aku langsung menuju ke kamar bersama gelas kopiku.

Segeralah kemudian aku bekerja sambil minum kopi supaya tetap fokus dalam mengerjakan tugas. Seperti itulah salah satu contoh cerpen tentang diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari yang selalu aku jalani sehari-hari.

Itulah delapan contoh cerpen tentang diri sendiri dengan beragam perspektif yang bisa kamu jadikan rujukan.

Apabila kamu mencari informasi lebih lanjut atau contoh cerpen lainnya, kunjungi saja blog Mamikos info


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta