Advertisement
Source : pixabay/ Trixieliko

15 Contoh Cerpen tentang Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari yang Pernah Dialami Singkat

Membuat contoh cerpen tentang diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari tidak sulit, asalkan kamu peka terhadap struktur cerita. Berikut contoh-contohnya.

30 September 2025 Fajar Laksana

15 Contoh Cerpen tentang Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari yang Pernah Dialami Singkat – Kamu bisa menulis pengalaman pribadi dengan bahasa yang lebih baik. Dari kejadian nyata bisa dituangkan menjadi sebuah cerita menarik. 

Tidak ada aturan khusus dalam membuat cerita. Selama memiliki struktur tulisan berupa pola pengenalan, pengenalan masalah, klimaks, antiklimaks, sebuah tulisan bisa diterima sebagai cerita.

Bahkan banyak juga cerita pendek yang tidak sampai selesai. Atau sekadar ditamatkan begitu saja dengan memberi kesan ‘kebersambungan’. 📖😊✨

Tips Singkat Menulis Cerpen

Contoh Cerpen tentang Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari yang Pernah Dialami Singkat
pixabay/ Trixieliko

Dalam hal ini penulis ingin memberikan teka-teki kepada pembaca.

Mempersilakan pembaca untuk membuat kesimpulan sendiri dari seluruh rangkaian cerita yang ada.

Dibiarkan akhir cerita menggantung bukan untuk membuat cerita bersambung atau cerbung. 

Namun bertujuan untuk membuat suatu yang berbeda, atau lebih tepatnya memberi kesan pada pembaca bahwa cerita yang ditulis merupakan hanya potongan dari kehidupan.

Biasanya dengan begitu para pembaca akan menunggu karya dari penulis yang sama.

Kamu juga bisa menjadi penulis cerpen berbekal kemampuan menuangkan ide dalam sebuah tulisan. 

Contoh Cerpen Persahabatan dan Pertemanan Singkat dan Menarik Beserta Strukturnya

15 Contoh Cerpen tentang Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Belajar Mandiri di Perantauan

Kenalkan, namaku Anna Mariana biasa dipanggil Anna. Aku adalah pekerja di perbankan swasta.

Asalku Cianjur, tapi aku harus menjalani pekerjaan jauh dari kampung halaman. Penempatan di kota Semarang membuatku harus lebih mandiri. 

Setiap pagi, aku mulai bangun pagi sendiri, menyiapkan segala keperluan. Mulai dari menyetrika baju kantor, memasak, menyiapkan bekal dan sebagainya. Biasanya ibu menyiapkan semua itu untukku. 

Aku anak bungsu dari 2 bersaudara. Kakakku seorang dokter umum, bertugas di perbatasan Indonesia Malaysia, Natuna. Sudah 4 tahun kakakku, anak lelaki kebanggaan orang tua tidak pulang. 

Bukan karena lupa rumah, tapi kakakku satu-satunya dokter umum yang bisa tinggal menetap lama di sana.

Yang lain, memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas karena memang medan disana sangat berat menurut kakakku. 

Baiklah, dan kini aku yang sebelumnya ditahan-tahan ibuku untuk tetap tinggal di Cianjur, juga harus keluar kandang.

Aku yang manja dan selalu dimanjakan orang tua tiba-tiba harus mandiri. Perubahan begitu cepat kurasakan, mau tidak mau harus ku ikuti. 

Tadinya tidak bisa memasak, dipaksa bisa. Tidak terbiasa mencuci dan setrika sendiri, mulai terbiasa.

Ternyata tidak sulit bagiku, hanya sesekali aku merasa sangat lelah menjalani kehidupan sehari-hari tanpa orang tercinta di perantauan. 

Genap satu tahun aku berdomisili di Semarang dengan segala keunikannya yang membuatku kadang merasa asing.

Beruntung aku dibekali mobil dari ayah. Pesan beliau supaya aku tidak tergantung dengan fasilitas umum atau pertolongan orang lain. 

Contoh cerpen tentang diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari di atas masih fokus pada pengenalan tokoh.

Secara detail mengenai latar belakangnya, profesi dan aktivitasnya terkini. Permasalahan baru muncul saat tokoh sentral merasa lelah dengan rutinitasnya. 

2. Pesanan Tahu di Balik Duka

Pagi selalu memberikan cerita baru bagi siapa saja yang tidak melewatkannya. Seperti aku yang hari ini harus mengantar tahu pesanan pelanggan pagi-pagi sekali.

Jam 5 pagi setelah subuh langsung bergegas mengayuh sepeda karena diperintah ibu. 

Jarak yang harus aku lalui sekitar 2 km. Pelanggan ibuku ini akan menggelar acara pengajian pagi hari jam 8.00, jadi tahu pesanan harus sudah siap jam 6 pagi.

Sepanjang perjalanan masih sepi, hanya sesekali ada motor lewat, atau mobil bak terbuka pengangkut sayur. 

Butuh waktu hampir 40 menit untuk sampai di lokasi karena jalanan kurang bersahabat sehabis diguyur hujan semalam.

Begitu sampai di lokasi, sudah nampak tenda putih besar, tinggi tampak begitu megah. 

Oh, acara pengajian untuk pernikahan, pikirku. Tampak aneh karena sejauh yang aku temui semua orang mengenakan pakaian serba hitam.

Saat aku dipersilakan masuk oleh seorang ibu tinggi semampai, sempat aku melirik foto anak laki-laki berseragam TNI-AD.

Ini rupanya yang akan menikah, pikirku lagi. Bergegas ibu tadi menyuruhku masuk membawa tahu pesanan ke dalam rumah.

Sesampainya di ruangan besar seperti ruang tamu aku terkesima. Begitu banyak keranjang berukuran lumayan besar berisi sembako. 

Ini pengajian istimewa menurutku, mewah. Dalam hatiku turut berbahagia untuk pelanggan yang aku saja belum sempat bertemu orangnya ini.

Namun seketika perasaanku berubah, setelah membaca salah satu kertas sepertinya selebaran yang ada di atas keranjang parcel tersebut. 

Tertulis di situ bahwa pengajian ditujukan untuk mendoakan Prada Dewantara yang telah berpulang.

Ternyata foto besar seorang prajurit tadi adalah anak dari pelanggan ibuku yang telah gugur. 

3. Bau Tahu dan Bully di Sekolah

3 Contoh Cerita Pendek Bahasa Inggris tentang Persahabatan dan Artinya

Aku Alma, masih sekolah di bangku SMA kelas 2. Ibuku yang pembuat tahu rumahan selalu mengajarkanku untuk tidak gengsi dengan keadaan keluarga kami. Selama halal dan tidak merugikan orang lain, jalani saja. 

Inilah motivasi mengapa setiap pagi aku rela berlelah-lelah mengayuh sepeda mengantarkan tahu kepada para pelanggan.

Baik pesanan perorangan maupun ke pasar semua aku tempuh. Paling tidak sampai jam 6.30 setiap pagi aku ada di jalanan. 

Kondisiku ini sering mendapat bully-an dari teman-teman sekolah. Dikatakan badanku bau tahu, bau keringat, wajah kotak seperti tahu dan sebagainya. Hingga tidak ada satupun teman mau mendekatiku. 

Aku tidak masalah dengan itu semua. Tetap menjalani hari seperti biasa, toh sudah biasa mendengar cemoohan.

Tapi keadaan berubah setelah Tiara, anak baru mulai berulah. Tiara sering menggangguku bukan hanya secara verbal tapi perbuatan. 

Mulai menggembosi roda sepedaku, mengunci di kamar mandi sekolah, mengambil buku pegangan, menulis pesan tidak senonoh di buku catatanku dan banyak lagi.

Ingin rasanya melawan, tapi aku hanya sendiri. 

Hari ini tepat jam 7.15 aku tiba di sekolah. Saat masuk kelas, tiba-tiba Tiara melempar semua isi bak sampah kelas ke mukaku. Menurutnya aku baru tahu, tidak boleh masuk kelas karena mengganggu teman lain. 

Karena tidak mau ribut aku mundur teratur. Entah mengapa Tiara tiba-tiba mengejar dan ingin menjambak rambutku, namun segera aku tepis tangannya.

Berjarak hanya beberapa detik, tubuh Tiara terperosok tangga tepat di depan kami. 

Di sinilah awal petaka itu, semua orang di sekolah menyalahkanku karena Tiara mengalami patah tulang.

Minta maaf saja tidak cukup, aku tetap dibully tiap hari secara verbal maupun fisik, bahkan guru tidak ada yang mendukungku. Dan ini akan aku jalani setidaknya 1 tahun kedepan. 

Halaman:

Advertisement