5 Contoh Cerpen tentang Puasa Bulan Ramadhan Singkat untuk Anak
Mengenalkan konsep puasa kepada buah hati bisa menggunakan cerita pendek. Cerita pendek akan menjadi cara yang efektif sekaligus menyenangkan bagi anak.
2. Belajar Berpuasa
Berpuasa di bulan Ramadhan menjadi kewajiban bagi setiap umat muslim, inilah yang membuat Raihan yaitu seorang anak laki-laki yang baru berusia 7 tahun akan mulai belajar berpuasa untuk pertama kalinya.
Raihan merasa ia sudah bisa berpuasa sebagaimana berpuasa dengan benar.
Setiap pagi, Raihan meminta ibunya untuk dibangunkan sahur. Ibu Raihan memasak makanan yang lezat dan bergizi untuk membantu agar Raihan bisa kuat berpuasa seharian.
Pada hari pertama berpuasa, Raihan merasa sangat lapar dan haus. Ia kemudian merengek untuk meminta makan dan minum pada ibunya.
Namun, ibunya justru memberitahunya supaya bisa bersabar dan menahan diri hingga waktu berbuka puasa tiba.
Raihan akhirnya mulai belajar menahan rasa lapar dan haus. Setiap kali merasakan lapar dan haus, Raihan mengingatkan dirinya sendiri bahwa dia sedang berpuasa.
Raihan juga mulai belajar untuk lebih bersabar dan mengendalikan dirinya sendiri selama berpuasa.
Agar membuat Raihan lebih semangat puasa, ibu Raihan membacakan beberapa kisah tentang puasa, sehingga Raihan bisa memahami arti berpuasa bagi umat muslim.
Ia belajar bahwa puasa adalah perintah Allah SWT yang memiliki banyak manfaat terutama agar mendapat pahala yang besar dan kesehatan fisik.
Raihan juga belajar bahwa berpuasa mengajarkan umat muslim untuk berempati pada orang lain yang kurang beruntung. Dan agar berbuat baik dengan berbagi rezeki ke orang lain.
Hingga akhirnya Raihan mulai merasakan kebahagiaan dan kedamaian ketika ia bisa menahan diri dan berbuat baik selama berpuasa.
Hingga hari terakhir puasa, Raihan merasa bangga dan senang karena akhirnya Raihan berhasil menjalankan ibadah puasa sebulan penuh dengan baik.
Ia merasa bahwa ia telah menjadi lebih kuat dan dewasa setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.
3. Balasan dari Berbuat Baik
Aisyah yang merupakan Istri Rasulullah SAW merupakan sosok yang mulia dan perlu diteladani.
Pernah suatu ketika saat Aisyah sedang berpuasa. Namun, saat itu Aisyah hanya memiliki dua potong roti untuk dimakan ketika berbuka.
Pada sore hari kemudian datanglah seorang pengemis dengan maksud meminta makanan.
Kemudian, Aisyah menyuruh budaknya untuk memanggil pengemis tersebut. “Berikan pengemis itu sepotong roti.” Mendengar perkataan Aisyah budak tersebut lalu memberi sepotong roti itu kepada pengemis untuk dimakan.
Setelah pengemis tadi beranjak, tidak lama kemudian datang lagi seorang pengemis ke depan rumah Aisyah.
Kemudian, Aisyah lalu menyuruh agar budaknya memberikan lagi sepotong roti yang dimilikinya untuk pengemis.
Namun, budaknya tidak ingin memberi roti tersebut karena tinggal itu saja roti yang dimilikinya, Aisyah kemudian memberikan sendiri sisa roti tadi kepada pengemis.
Lalu orang itu berkata pada Aisyah, “Sekarang Aisyah tidak punya sedikitpun makanan untuk berbuka. Lalu, bagaimana nanti Aisyah akan berbuka?” Mendengar perkataan tersebut Aisyah hanya tersenyum.
Ketika menjelang berbuka puasa, Aisyah tidak memiliki sedikitpun makanan. Tetapi bukannya panik, justru Aisyah tetap tenang. Hingga tidak lama berselang, terdengar ketukan dari pintu rumahnya.
Aisyah kemudian meminta agar budaknya membuka pintu tersebut. Ternyata, yang datang yaitu seorang utusan si fulan.
Maksud kedatangannya yaitu untuk memberikan kambing bakar dan roti kepada Aisyah dan keluarganya.
Setelah memberikan makanan, akhirnya utusan tadi pulang. Lalu, Aisyah berkata kepada budaknya.
“Lihatlah, roti yang tadi disedekahkan diberi balasan yang lebih banyak. Padahal, sebelumnya orang tadi belum pernah memberikan hadiah kepadaku. Ini pasti adalah kebaikan Allah SWT.”
Cerpen ini mengajarkan pada anak-anak tentang pentingnya berbuat baik dan memberikan manfaat dari berbuat baik yang akan diberikan oleh Allah SWT.
Halaman:


