Advertisement
Source : freepik.com/author/freepik

Contoh-contoh Naskah Drama Pendek tentang Sikap Toleransi 2 – 8 Orang

Sebuah naskah drama pendek dapat menjadi sarana yang cukup baik dalam menyampaikan kegelisahan atau isu yang sedang terjadi di sekitar kamu, termasuk tentang toleransi.

22 Januari 2026 Nana

Sebuah drama dapat dengan baik melukiskan sebuah kehidupan hingga watak manusia melalui perbuatan dan tingkah laku yang dipentaskan di hadapan publik.

Biasanya kisah yang diangkat adalah cerita fiktif (bukan sebenarnya) dan bisa juga yang merupakan sebuah fakta dalam realita. Namun sebelum drama tersebut dapat dipentaskan, maka harus ada naskahnya dulu.

Tujuannya supaya para pemain dapat memainkan kalimat atau adegan yang diperlukan dalam drama yang dipentaskan. Yuk, simak beberapa contoh dari naskah drama pendek mengenai sikap toleransi berikut! πŸ”ŽπŸ“–

Daftar Contoh Naskah Drama Pendek Mengenai Sikap Toleransi

Contoh-contoh Naskah Drama Pendek Tentang Sikap Toleransi 2 - 8 Orang
freepik.com/author/freepik
7+ Contoh Naskah Drama 5 Orang tentang Belajar Kelompok, Kesombongan, Kejujuran dan Perbedaan Agama

Tujuan dibuatnya sebuah naskah drama tersebut adalah agar nantinya para pemain mengetahui alur cerita, bagaimana harus memainkan tokoh hingga memahami dialog dalam cerita drama tersebut.

Oleh sebab itu, jika kamu hendak mementaskan sebuah drama, meskipun hanya drama pendek, tetap diperlukan sebuah naskah.

Unsur yang Perlu Diperhatikan dalam Sebuah Naskah Drama

Di sini sudah Mamikos rangkum beberapa penjelasan yang bisa kamu pelajari apabila hendak membuat naskah untuk drama.

Unsur-unsur dalam pembuatan naskah drama tersebut perlu kamu perhatikan supaya kamu dapat membuat naskah yang baik, rapi dan runut.

Contoh-contoh Naskah Drama tentang di Sekolah Singkat 2, 4, 6 Orang Lengkap

Unsur drama: Alur

Alur menjadi unsur dalam drama yang perlu diperhatikan yang pertama oleh kamu yang hendak membuat sebuah naskah drama.

Sederhananya, alur adalah rangkaian peristiwa dan konflik yang akan terjadi dalam drama.

Sebuah alur harus memiliki konflik di awal, perkembangan konflik hingga bagaimana penyelesaian konflik tersebut. Alur juga sering disebut jalan cerita dari awal hingga cerita tersebut berakhir.

Dalam sebuah alur cerita akan dimulai dari pengenalan karakter, konflik hingga bagaimana masalah terpecahkan.

3 Contoh Naskah Drama Singkat beserta Prolog dan Epilog Lengkap

Unsur drama: Penokohan

Penokohan menjadi unsur dalam pembuatan naskah drama yang jangan sampai terlewatkan.

Penokohan dalam drama akan merangkum mulai dari nama tokoh, jenis kelamin, watak hingga di mana lingkungan sosialnya.

Penokohan ini bersifat penting karena akan sangat berpengaruh pada naskah drama.

Penulis harus sudah memutuskan mana tokoh yang sentral, tokoh baik, tokoh penyebab konflik sampai siapa tokoh yang membantu menyelesaikan konflik yang ada.

Unsur drama: Latar

Latar adalah unsur dari naskah drama yang jangan sampai terlupa. Latar akan menjelaskan mengenai keterangan tempat, waktu hingga suasana dalam drama itu sendiri.

Pemilihan latar akan perlu disesuaikan dengan jalan cerita, supaya penonton lebih paham akan alur cerita.

Latar akan menggambarkan keterangan tempat, waktu terjadinya peristiwa hingga suasana dan kondisi dari peristiwa yang terjadi.

Unsur drama: Bahasa

Kamu perlu melakukan penyesuaian bahasa dalam naskah drama dengan penokohan, alur hingga latar yang dipakai.

Bahasa yang digunakan akan mempermudah penonton untuk memahami inti dan jalan cerita dari drama tersebut.

Penulis punya tanggung jawab besar dalam menentukan bahasa yang akan dipakai.

Namun, ketentuan bahasa ini bisa kamu lakukan usai menentukan tema besar dan unsur drama lain seperti yang sudah Mamikos lampirkan sebelumnya.

Kumpulan Contoh Naskah Drama Pendek Mengenai Toleransi

Supaya kamu jauh lebih memahami dan mengenal seperti apa contoh naskah drama pendek tentang sikap toleransi tersebut, maka kamu bisa simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

1. Contoh Naskah Drama Pendek Toleransi Pertama

Judul: Kerja Kelompok Sekolah
Pemain: Angga, Sasi dan Doni (2-3 orang, bisa lebih)
Latar tempat: Halaman rumah Angga


Angga: Teman-teman! Sepertinya besok kita harus melakukan kerja kelompok Bahasa Indonesia. Sebab, tugasnya harus dikumpulkan minggu depan.

Doni: Tak masalah, mari kita kerjakan supaya cepat selesai. Itu juga demi kebaikan kita.

Sasi: Hmmmm.. Hmmmm.. (tampak tak tenang dan langsung berpikir keras)

Doni: Kamu kenapa, Sasi? Kok tidak menjawab ajakan Angga tadi?

Sasi: Hmmmm.. Sebenarnya begini teman-teman, besok sepertinya saya tidak bisa ikut kerja kelompok sebab saya harus merawat kakekku yang sedang sakit. Tidak ada orang di rumah.

Angga: Loh, kok begitu sih Sas? Tadi Doni sudah bilang kalau tugasnya akan lebih baik jika cepat selesai. Kamu juga tahu sendiri kalau menunda pekerjaan itu bakal repot ke belakangnya.

Sasi: Iya, aku tahu Angga. Tapi kakek saya sedang sakit dan saya ingin merawatnya. Di rumah sedang tidak ada orang, karena ibu bapak saya pergi bekerja. Bagaimana kalau kita kerja kelompok besok lusa saja?

Angga: Aku nggak mau! Aku maunya besok, kok. Kalau kamu ngga mau, ya sudah tidak usah ikut sekalian. Kenapa aku harus ikutin kamu? (terlihat marah dan hendak pergi.)

Doni: Hei, Angga! Jangan pergi dulu, kita masih bisa kok mengerjakan tugas kelompok itu besok lusa. Sekarang kan masih hari Selasa, sedangkan tugas harus terkumpul di hari Rabu pekan depan. Jadi, sama sekali tak ada masalah jika kita mengerjakannya ada salahnya kalau kita mengerjakannya hari Kamis.

Angga: T-t-t-tapi, Don, (hendak menyanggah)

Doni: Angga… Kita harus menerapkan sikap toleransi pada teman kita sendiri. Sasi tidak ikut bukan karena alasan yang macam-macam. Sasi bukan anak yang malas. Dia justru tidak dapat ikut karena harus merawat kakeknya yang sedang sakit. Apalagi di rumahnya tidak ada orang sama sekali (menyela perkataan Angga.)

Angga: (berpikir) Hmmmm…, Oke. Baiklah, kalau begitu. Setelah dipikir-pikir, waktunya memang masih cukup panjang. Oke Sasi, kita kerja kelompok hari Kamis saja, ya.

Sasi: Makasih ya Angga, Doni, kalian sudah mau memahami kondisi saya.

Angga: Iya Sasi, sama-sama, maafkan atas perkataanku tadi. Semoga Kakekmu cepat sembuh.

Doni: Nah, kalau begini kan jadi enak dan tidak perlu bertengkar dan berdebat. Bisa saling memahami itu indah, lho.

Dalam drama di atas, kamu dapat melihat mengenai pentingnya sikap toleransi agar tidak saling berselisih paham. Drama tersebut sudah menunjukkan latar tempat hingga penokohan dengan jelas.

Ada Angga sebagai tokoh yang memicu konflik, Sasi sebagai tokoh baik (protagonis) dan Doni sebagai tokoh yang menengahi.

Halaman:

Advertisement