Contoh Diagram Alir Proses Produksi Makanan Sederhana dan Penjelasannya

Contoh Diagram Alir Proses produksi Makanan Sederhana dan Penjelasannya – Pemetaan yang baik akan sebuah proses akan membuat berbagai kegiatan berjalan lancar dan dipahami semua orang yang terlibat. Hal tersebut juga berlaku dalam proses produksi makanan yang biasanya melibatkan beberapa orang.

Setiap orang dalam tim produksi wajib mengetahui bagaimana proses secara keseluruhan berjalan. Hal ini membuat setiap orang dengan peran berbeda paham fungsi dan posisinya dalam sebuah proses yang lebih besar.

Ada beberapa contoh diagram alir proses produksi makanan sederhana di artikel ini yang akan membuatmu semakin paham akan pentingnya sebuah SOP. Yuk, baca hingga tuntas!

Ini Dia Contoh Diagram Alir Proses produksi Makanan Sederhana

https://creately.com/diagram/example/j1got3yb/making-a-cup-of-tea-classic

Mau bikin usaha pembuatan makanan?

Ada banyak hal yang perlu kamu siapkan mulai dari pengetahuan akan bahan-bahan terbaik, dari mana mendapatkannya, cara mengolahnya, dan bila akan diproduksi secara besar seperti apa prosedurnya.

Dalam dunia sistem informasi setiap sistem yang menjalankan satu fungsi terdiri dari berbagai tugas-tugas dengan peran yang berbeda-beda.

Tugas-tugas tersebut bisa berjalan secara paralel atau seri hingga akhirnya fungsi sistem tereksekusi. Meskipun pada kenyataannya banyak, namun biasa disederhanakan dalam pemetaan diagram alir.

Pengetahuan akan diagram alir ini bisa diaplikasikan dalam pembuatan SOP produksi makanan.

Sebelum lanjut ke contoh diagram alir proses produksi makanan sederhana, alangkah baiknya kamu tahu dulu sekilas tentang diagram alir di bagian berikutnya!

Sekilas tentang Diagram Alir

Diagram alir dikenal juga dengan nama flowchart. Diagram alir merupakan diagram yang memiliki fungsi untuk memetakan atau menggambarkan langkah-langkah, urutan, dan keputusan pada sebuah proses kerja.

Lebih detailnya, diagram alir adalah gambaran sederhana dari berbagai proses yang terjadi pada sebuah sistem yang memberikan fungsi dokumentasi, perencanaan, dan maupun kontrol akan sebuah alur kerja yang rumit.

Diagram alir juga bisa diartikan sebagai ilustrasi dalam bentuk visual dari sebuah proses.

Dengan adanya diagram alir, diharapkan berbagai rangkaian prosedur, langkah-langkah, keputusan, dan juga solusi kerja bisa dipahami semua orang yang terlibat.

Meski lebih dikenal dalam dunia komputer atau sistem informasi, namun ternyata diagram alir juga bisa diaplikasikan dengan baik di berbagai bidang.

Salah satu contohnya adalah dalam pembuatan prosedur atau SOP proses produksi usaha makanan.

Fungsi Diagram Alir

Berbagai hal diciptakan tentunya karena memiliki fungsi. Berikut ini beberapa fungsi dari diagram alir:

  1. Untuk dokumentasi proses sebuah fungsi kerja
  2. Untuk memberikan gambaran visual prosedur kerja agar lebih gampang untuk dipahami
  3. Untuk menyederhanakan proses kerja kompleks agar gampang dipahami
  4. Sebagai landasan pembentukan tim dengan fungsi dan peran yang berbeda-beda
  5. Sebagai alat untuk identifikasi bila ada hambatan dalam sebuah proses
  6. Untuk memonitoring bagaimana sebuah pekerjaan berjalan
  7. Sebagai landasan dalam pengambilan keputusan bila satu proses telah mencapai satu titik harus apa selanjutnya

Itulah beberapa fungsi dari diagram alir secara umum yang perlu kamu ketahui.

Simbol Diagram Alir

Seperti yang telah beberapa kali disinggung bahwa diagram alir merupakan ilustrasi visual dari sebuah proses, maka ada simbol-simbol diagram alir standar yang perlu diketahui seperti dalam tabel berikut ini:

https://www.termasmedia.com/pemrograman/java/209-struktur-kontrol-java-dan-simbol-bagan-alir-flowchart.html

Itulah simbol-simbol dari diagram alir yang masing-masing memiliki fungsi pemetaan yang berbeda-beda. Sampai sini, bagaimana, apakah kamu sudah mengerti apa itu diagram alir?

Secara sederhana, diagram alir adalah gambaran visual bagaimana sebuah proses dijalankan.

Kehadiran diagram alir akan sangat membantu sekali untuk berbagai pihak yang terlibat dalam sebuah kegiatan yang rutin dilakukan, termasuk dalam produksi makanan.

Diagram Alir Pembuatan Tempe

Contoh diagram alir proses produksi makanan sederhana yang pertama adalah diagram alir pembuatan tempe. Tempe merupakan makanan sehari-hari orang Indonesia.

Meskipun dikonsumsi setiap hari namun tidak semua orang memproduksinya. Padahal proses produksi tempe begitu sederhana. 

Berikut ini diagram alir produksi tempe:

https://risnaangrum.wordpress.com/2010/11/22/proses-pembuatan-tempe/

Penjelasan Diagram Alir Pembuatan Tempe

Agar lebih paham akan contoh diagram alir proses produksi makanan sederhana tempe di atas, berikut ini penjelasan masing-masing langkahnya:

1. Pembersihan

Langkah pertama dalam pembuatan Tempe adalah pembersihan bahan yang sudah ada yaitu kacang kedelai berkualitas.

Kacang dibersihkan dengan air bersih yang mengalir dan dilakukan berkali-laki sampai benar-benar bersih.

2. Perendaman

Setelah dipastikan bersih, langkah selanjutnya adalah kacang direndam selama 1 malam, tidak boleh kurang.

Pastikan semua kacang terendam dalam air karena sangat berpengaruh ke proses selanjutnya yaitu pengupasan.

3. Pengupasan

Sampai tahap ini, kedelai masih utuh dengan kulitnya. Maka dari itu perlu dipisahkan. Namun, perendaman yang dilakukan selama 1 malam membuat proses pengupasan lebih mudah dan cepat.

Kulit kacang bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak dengan terlebih dahulu dijemur dan digiling.

4. Pencucian

Setelah dikupas, langkah selanjutnya adalah pencucian kembali. Bahan kedelai pembuat tempe wajib dalam keadaan bersih agar kualitas yang dihasilkan nanti adalah yang terbaik.

5. Pengukusan

Langkah selanjutnya adalah pengukusan yang dilakukan selama 1 jam. Pastikan bahwa wadah pengukusan memadai agar panasnya merata.

6. Pendinginan

Langkah selanjutnya adalah pendinginan. Pastikan bahwa suhu dari kedelai yang telah dikukus benar-benar dingin atau setara dengan suhu ruangan.

Hal ini amat mempengaruhi proses selanjutnya yaitu pencampuran ragi.

7. Pencampuran ragi

Tempe yang telah dingin langkah selanjutnya adalah dicampurkan dengan ragi. Ragi inilah yang membantu proses fermentasi kedelai menjadi tempe.

Usahakan untuk mencampur secara merata agar tempe nantinya berkualitas bagus.

8. Pencetakan atau Pembungkusan

Siapkanlah wadah secukupnya untuk melakukan pencetakan. Besar dan bentuk tempe tentunya disesuaikan dengan selera masing-masing. Kemasan bisa menggunakan plastik atau pun daun pisang.

9. Peragian

Setelah dimasukkan ke dalam cetakan, langkah selanjutnya adalah proses peragian.

Dalam hal ini, tempe dibiarkan begitu saja agar proses perubahan kedelai menjadi tempe terjadi. Proses ini terjadi selama 1 malam.

10. Pembukaan

Tempe dibuka dan dibiarkan di dalam rak yang ditata rapi. Pastikan rak dan juga langit-langit bersih agar terjaga kehigienisan tempe yang diolah.

11. Pembiaran di ruang terbuka

Biarkan tempe selama satu malam dan tempe pun sudah jadi, siap diolah maupun dipasarkan.

Itulah penjelasan contoh diagram alir proses produksi makanan sederhana pertama yaitu produksi tempe, lauk murah meriah yang pembuatannya juga mudah.

Diagram Alir Pembuatan Keripik Singkong

Keripik singkong merupakan salah satu cemilan ringan yang banyak di jual di pasaran. Rasanya pun tersedia dalam berbagai varian seperti original, balado, barbecue, pedas, dan lain sebagainya.

Meski sederhana, namun produksi dalam jumlah besar memerlukan beberapa orang dengan peran yang berbeda-beda.

Berikut ini contoh diagram alir proses produksi makanan sederhana yang kedua yaitu keripik singkong:

scrib.com/DionisioWimz

Penjelasan Diagram Alir Pembuatan Keripik Singkong

Agar lebih paham akan contoh diagram alir proses produksi makanan sederhana keripik singkong di atas, berikut ini penjelasan masing-masing langkahnya:

1. Singkong utuh

Hal pertama yang perlu disiapkan dalam pembuatan keripik singkong adalah singkong yang masih utuh.

Ini adalah satu-satunya bahan utama yang bahannya tentu haruslah bagus agar hasil akhirnya juga berkualitas baik.

2. Pemotongan atau pengupasan

Langkah selanjutnya, singkong utuh harus dipotong dan juga dikupas agar terpisah dari cangkangnya yang keras. Proses pengupasan menghasilkan buangan berupa bonggol, kulit singkong, dan tanah atau kotoran.

3. Daging singkong kotor

Hasil dari langkah sebelumnya adalah daging singkong yang masih kotor namun telah bebas dari cangkang, kulit, dan juga kotoran atau tanah dalam tekstur besar. Namun masih tetap disebut kotor.

4. Pencucian

Langkah selanjutnya adalah pencucian untuk membersihkan daging singkong yang kotor.

Pencucian dilakukan beberapa kali agar singkong benar-benar bersih sehingga produk akhirnya pun bagus. Proses pencucian ini menghasilkan limbah berupa air kotor.

5. Singkong Bersih

Setelah itu, maka akan dihasilkan dading singkong yang bersih bebas dari berbagai kotoran bertekstur besar dan kasar maupun dari kotoran-kotoran yang kecil.

6. Pengirisan

Langkah selanjutnya adalah pengirisan daging singkong bersih menjadi keripik yang tipis. Pengirisan ini bisa dilakukan dengan cara manual maupun dengan menggunakan mesin.

Dengan cara manual tentu menggunakan alat parut singkong yang dipakai dengan tangan.

Sementara memakai mesin lebih praktis yaitu singkong tinggal dimasukkan saja ke alat pengirisan. Proses ini menghasilkan remahan singkong dan juga air kotor.

7. Perendaman

Berikutnya, singkong yang telah diiris direndam dalam air menggunakan wadah yang memadai. Pastikan bahwa semua singkong terendam tidak ada yang mencuat dari permukaan air.

Perendaman ini penting sekali karena bisa membuat singkong empuk saat sudah menjadi keripik.

8. Keping Singkong

Hasil perendaman menghasilkan keping singkong dengan bentuk seragam. Keping singkong ini pun sudah pasti empuk karena telah direndam dalam durasi tertentu.

9. Pengeringan

Selanjutnya, keping singkong perlu dikeringkan dengan cara diratakan pada sebuah bidang datar agar air bisa menguap dan juga mengalir ke bawah. Meskipun namanya pengeringan namun tidak perlu terlalu kering.

10. Keping singkong, Minyak goreng

Langkah selanjutnya adalah keping singkong sudah siap untuk digoreng. Namun, sebelumnya siapkan dulu minyak goreng yang banyak agar saat menggoreng semua singkong terendam. 

11. Penggorengan

Proses berikutnya adalah penggorengan. Gorenglah semua keping singkong hingga matang. Pastikan warnanya pun seragam sehingga menarik untuk dimakan.

Pastikan juga kamu menyediakan tempat penirisan agar minyak sisa penggorengan tidak semua ikut terbawa.

12. Keripik tawar

Hasil dari penggorengan adalah keripik yang renyah dan empuk namun masih kurang satu hal yaitu rasa. Rasa dari keripik hasil penggorengan masih tawar.

13. Pemberian bumbu

Lalu, keripik yang masih tawar diberi bumbu dengan beberapa varian yang diminati.

Keripik bisa dibiarkan tawar sebagai pilihan rasa original, bisa juga diberikan garam untuk rasa asin, diberikan bumbu balado, dan juga pilihan rasa barbecue.

14. Keripik CASAFA

Keripik dengan merek khas masing-masing produsen sudah jadi. Rasanya sudah khas dan enak.

15. Pengemasan

Langkah terakhir adalah pengemasan. Keripik yang telah dibumbui kemudian dikemas dalam berbagai pilihan kemasan. Bisa dengan plastik, toples, maupun kemasan pouch. 

Itulah langkah produksi keripik singkong berdasarkan contoh diagram alir proses produksi makanan sederhana yang kedua di atas.

Diagram Alir Pembuatan Bandeng Presto

Bandeng Presto merupakan salah satu lauk makan yang populer. Keunikan ikan olahan Bandeng yang empuk hingga ke tulang-tulangnya membuat daya jual utamanya.

Bila diproduksi dalam skala yang besar, maka produksi Bandeng Presto memerlukan banyak orang dengan runutan proses serial yang banyak.

Berikut ini contoh diagram proses produksi makanan sederhana ketiga yaitu Bandeng Presto:

https://www.researchgate.net/figure/Gambar-2-Diagram-alir-proses-produksi-bandeng-presto-di-IRT-Bu-Jeni_fig1_341873932

Penjelasan Diagram Alir Pembuatan Bandeng Presto

Agar lebih paham diagram alir produksi Bandeng Presto di atas, berikut ini penjelasan dari masing-masing langkahnya:

1. Ikan Bandeng Segar

Langkah pertama dalam produksi Bandeng Presto adalah menyediakan ikan bandeng segar sebagai bahan utama. Semakin bagus kualitas bahan, maka akan semakin bagus juga produk akhirnya nanti.

2. Pemisahan Isi Perut dan Pencucian

Selanjutnya, ikan bandeng segar perlu dibersihkan. Lebih detail lagi, isi perutnya harus dikeluarkan.

Cara pembersihannya sendiri dilakukan secara manual dengan pisau. Pekerja perlu memakai sarung tangan agar aman.

3. Ikan Bandeng Bersih dan Bebas Isi Perut

Selanjutnya, bandeng segar telah bersih dari isi perut yang tidak diperlukan. Sebelumnya pencucian pun dilakukan berkali-kali agar bandeng benar-benar bersih.

4. Perendaman dalam Bumbu

Berikutnya, bandeng segar nan bersih pun diberikan bumbu. Bumbunya disesuaikan dengan keinginan dari produsen. Tentunya diberikan bumbu yang menjadi ciri khas produsen.

5. Presto 1-1,5 jam

Langkah selanjutnya adalah proses presto yang memakan waktu selama 1 hingga 1,5 jam. Pertama, persiapkan dulu panci presto dan susun bandeng di dalamnya dengan rapi.

6. Penirisan dan Pendinginan selama 6 jam

Setelah bandeng matang dengan cara dipresto, berikutnya adalah penirisan dan pendinginan selama 6 jam. Tahap pendinginan yang pertama ini dibiarkan saja agar mencapai suhu ruangan.

7. Pendinginan dalam Kulkas selama 6 jam

Setelah suhu bandeng yang matang sama dengan ruangan, selanjutnya perlu didinginkan pula di dalam kulkas selama kurang lebih 6 jam.

8. Dimasukkan ke dalam Adonan Krispi

Kemudian, bandeng yang telah didinginkan di kulkas dimasukkan ke dalam adonan krispi. Bandeng dimasukkan satu persatu ke dalam adonan agar merata namun tetap tidak merusak tekstur dan bentuk bandeng. 

9. Penggorengan

Bandeng yang telah dibalut adonan krispi, selanjutnya digoreng dalam minyak dengan api panas.

Pastikan minyak benar-benar panas dan volumenya banyak sehingga bandeng bisa terendam dan matangnya pun merata.

10. Produk Akhir

Bandeng presto krispi sudah jadi dan layak untuk dimakan maupun dijual.

11. Pengemasan

Langkah terakhir, bandeng dikemas dengan berbagai kemasan seperti plastik dan karton.

Itulah langkah produksi Bandeng Presto sebagai salah satu contoh diagram alir proses produksi makanan sederhana yang ketiga.

Itulah Contoh Diagram Alir Proses produksi Makanan Sederhana dan Penjelasannya

Berbagai kegiatan yang dilakukan dengan rutin dan melibatkan banyak orang harus dipetakan prosedurnya baik-baik.

Hal ini guna membuat semua orang mengerti akan rangkaian kegiatan-kegiatan berbeda yang akhirnya menghasilkan sebuah produk akhir.

Diagram alir merupakan istilah yang digunakan untuk mewakili pemetaan, prosedur, dan atau rangkaian berbagai tugas/kegiatan.

Istilah ini dipakai di keilmuan sistem informasi namun bisa juga diaplikasikan di berbagai kebutuhan bidang lain.

Produksi makanan meskipun sederhana namun biasanya dilakukan oleh banyak orang.

Untuk itu, perlu juga dibuat diagram alir agar membuat setiap orang dengan peran berbeda paham akan semua proses yang terjadi selama bekerja.

Semoga 3 contoh diagram alir proses produksi makanan sederhana dalam artikel ini bisa membuatmu makin paham pentingnya diagram alir, ya!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta