Contoh Diferensiasi Konten, Proses, dan Produk pada Kurikulum Merdeka beserta Penjelasannya
Setiap siswa punya kebutuhan yang beragam dan bisa berbeda satu sama lain. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk paham karakteristik siswa.
Contoh Diferensiasi Konten, Proses, dan Produk pada Kurikulum Merdeka beserta Penjelasannya — Masing-masing dari peserta didik punya kebutuhan yang beragam satu sama lainnya. Karena, tiap pribadi siswa itu unik dan menarik.
Proses pembelajaran haruslah bermakna bagi setiap siswa yang hadir di kelas. Dan, untuk mencapai hal tersebut, guru perlu paham betul seperti apa karakteristik setiap siswa yang ada di kelasnya.
Penjelasan dan Contoh Diferensiasi Konten, Proses, dan Produk
Daftar Isi [hide]
- Penjelasan dan Contoh Diferensiasi Konten, Proses, dan Produk
- Mengenal yang Dimaksud Pembelajaran Berdiferensiasi
- Ciri-ciri Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi
- Metode Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Kurikulum Merdeka
- Begini Perbedaan Diferensiasi Konten, Proses, dan Produk
- Manfaat Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka

Dari apa yang disampaikan di atas, maka dapat disimpulkan guru memiliki tugas untuk dapat menciptakan kesempatan belajar yang sesuai dan relevan bagi setiap siswanya.
Hanya saja pada saat ini, pendekatan pembelajaran yang memperhatikan betul adanya perbedaan di antara siswa masih kurang dilakukan.
Masih banyak guru lebih memilih pendekatan seragam meskipun guru tersebut dihadapkan pada keragaman karakteristik para peserta didik yang ada di dalam kelasnya.

Advertisement
Kurikulum Merdeka Belajar bisa dibilang adalah terobosan penting dalam dunia pendidikan Indonesia yang punya tujuan untuk memberikan kebebasan kepada siswa dalam menentukan jalur pendidikan mereka sendiri.
Dan, salah satu aspek kunci dari penerapan pembelajaran Kurikulum Merdeka adanya pembelajaran berdiferensiasi yang mengakui dan menghargai perbedaan setiap karakteristik peserta didik.
Mengenal yang Dimaksud Pembelajaran Berdiferensiasi
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan suatu pendekatan instruksional yang mana guru akan melakukan berbagai metode pengajaran untuk memenuhi kebutuhan setiap peserta didik yang berbeda-beda karakteristiknya.
Kebutuhan yang dimaksud di sini mencakup pengetahuan, gaya belajar, minat, serta pemahaman terhadap mata pelajaran yang diajarkan di dalam kelas.
Prinsip dasar dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi adalah memastikan bahwa setiap peserta didik di dalam kelas mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan tingkat pengetahuan dan keunikan mereka masing-masing.
Salah satu tujuan utama dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi adalah menciptakan kesetaraan belajar bagi semua siswa tanpa terkecuali. Sehingga tidak ada lagi kesenjangan belajar antara siswa yang berprestasi maupun yang tidak.
Sederhananya, pembelajaran berdiferensiasi sengaja dirancang untuk membuat siswa merasa tertantang dan terlibat dalam proses belajar yang mereka hadapi.