5 Contoh Gerakan Radikalisme di Masyarakat Indonesia, Sekolah, Kampus beserta Cara Mencegahnya

5 Contoh Gerakan Radikalisme di Masyarakat Indonesia, Sekolah, Kampus beserta Cara Mencegahnya – Radikalisme merupakan masalah yang cukup besar untuk disikapi.

Paham radikalisme menuntun seseorang untuk bertindak secara radikal, dan menerapkan pandangan yang sempit ketika menilai sesuatu.

Lantas, ada apa saja contoh gerakan radikalisme di masyarakat Indonesia, sekolah, kampus beserta cara mencegahnya? Simak ulasan lengkapnya di artikel ini!

Apa itu Gerakan Radikalisme?

liputan9.id

Gerakan radikalisme adalah implementasi dari paham radikal (radikalisme) yang mengedepankan tindakan fisik. Gerakan yang dimaksud bisa berformat komunitas, organisasi, lembaga, maupun personal.

Radikalisme sendiri pada dasarnya sudah mengarah pada tindak ekstremisme, sebab memiliki pandangan atau keyakinan yang absolut.

Mengingat pandangannya yang keras tersebut, tidak heran jika istilah ‘radikalisme’ bersanding dengan istilah lain seperti ‘terorisme’ atau ‘ekstremisme’.

Supaya tidak terlalu mengawang-awang, berikut ada 5 contoh gerakan radikalisme di masyarakat Indonesia, sekolah, kampus beserta cara mencegahnya yang bisa kamu jadikan bahan belajar memahami gerakan radikalisme.

Bahaya Gerakan Radikalisme

Gerakan radikalisme yang dalam praktiknya melibatkan tindakan fisik ternyata tidak terlalu baik, karena dapat membuat pelaku maupun orang sekitar terkena imbas buruk.

Beberapa bahaya gerakan radikalisme yang mungkin saja tercatat antara lain:

  1. Perusakan ruang publik
  2. Penyempitan wawasan
  3. Hilangnya empati
  4. Konflik horizontal yang meluas

Itulah beberapa bahayanya gerakan radikalisme, sehingga radikalisme harus ditekan keberadaannya agar tidak merugikan banyak pihak.

5 Contoh Gerakan Radikalisme

1. Front Pembela Islam

Contoh gerakan radikalisme pertama yang banyak semua orang tahu adalah Front Pembela Islam atau FPI.

Dipimpin oleh seorang ulama karismatik, Habib Rizieq, FPI menjelma menjadi kekuatan rakyat berbasis Islam yang disegani, bahkan lebih tepat ditakuti.

Anggota FPI tidak segan melakukan tindakan-tindakan radikal yang sering mendatangkan kerugian pada orang lain.

Misalnya menutup warung di bulan puasa atau melakukan demo terhadap pemerintah dengan demo yang terkesan anarkis.

Tidak jarang juga FPI mengalami gesekan dengan masyarakat daerah tertentu hingga pecah konflik.

Meski tindakannya yang anarkis dan radikal, FPI nyatanya tetap bertahan. Lalu pada masa pemerintahan Presiden Jokowi, FPI sudah tidak bisa lolos lagi.

FPI dinyatakan tidak boleh ada lagi di Indonesia, sama seperti HTI, segala kegiatan mereka dibekukan, dan izin pendirian mereka dicabut.

2. Gerakan Reformasi 1998

Gerakan reformasi 1998 yang terjadi di Indonesia termasuk contoh gerakan radikalisme. Sifatnya yang mendorong perubahan instan berhasil mengubah wajah Indonesia secara drastis.

Reformasi 1998 dipicu oleh banyak hal, namun yang paling utama adalah rezim otoriter Soeharto, serta terjadinya krisis ekonomi yang mengakibatkan munculnya inflasi tinggi.

Permasalahan bangsa yang sudah sedemikian kompleks tersebut ditambah dengan perilaku keluarga Soeharto yang KKN.

Masifnya gerakan 1998 yang mendesak adanya perubahan radikal di dalam struktur pemerintahan serta politik berhasil mengguncang kemapanan para elit saat itu.perubahan radikal dalam struktur politik dan pemerintahan Indonesia. 

Adapun yang menjadi aktor penggerak utama dari gerakan reformasi 1998 adalah para mahasiswa, dengan didukung oleh berbagai elemen masyarakat lainnya seperti buruh dan para budayawan.

Mei 1998, gelombang gerakan reformasi 1998 mencapai titik klimaks dengan demonstrasi besar yang berujung pada kerusuhan.

Mendapat tekanan yang seperti itu, akhirnya Soeharto melunak dan memutuskan untuk mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 usai berkuasa selama tiga dekade lebih.

3. ISIS

Contoh gerakan radikalisme selanjutnya yang sempat meneror masyarakat Indonesia adalah ISIS.

Di lapangan, memang sulit menemukan keberadaan orang ISIS yang secara aktif bergerak di Indonesia, namun ternyata banyak orang yang terafiliasi dengan ISIS.

ISIS bukan hanya musuh Indonesia, namun musuh seluruh negara di dunia. Pandangan-pandangannya yang radikal membawa pengikutnya menjadi ekstrimis dan teroris.

Indonesia juga tak lepas dari pengaruh ISIS, sebab sempat massif beredar video-video ajakan untuk bergabung dengan ISIS.

Bahkan, terdapat buku-buku mengenai ISIS yang sempat tersebar di sekolah-sekolah dan kampus di Indonesia.

Pemerintah Amerika yang geram dengan tindakan ISIS, meski ada yang menganggap bahwa ISIS adalah ciptaan Amerika, akhirnya memburu pimpinan ISIS dan berhasil menumpas mereka.

4. Ikhwanul Muslimin

Ikhwanul Muslimin merupakan sebuah gerakan Islam yang lahir di Mesir. Pandangan-pandangan radikal Ikhwanul Muslimin bahkan sampai menginspirasi gerakan radikal Islam lain seperti Al Qaeda.

Pada 2012, Ikhwanul Muslimin mengejutkan dunia karena berhasil menggulingkan pemerintahan Mesir dengan dukungan yang besar dari rakyat Mesir.

Setahun berselang, pemerintahan Ikhwanul Muslimin digulingkan oleh pihak militer Mesir.

Selanjutnya, negara-negara lain mulai mengategorikan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.

Ditarik dari simpul sejarah, Ikhwanul Muslimin merupakan organisasi Islam tertua di Mesir. Didirikan oleh Hasan al-Banna pada 1928.

Awal pendiriannya ditujukan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang revolusioner. Akan tetapi seiring dengan perkembangannya, Ikhwanul Muslimin berubah menjadi sebuah gerakan politik bahkan memiliki regu persenjataan tersendiri.

Melalui aktivitas amal yang mencakup seluruh dunia, Ikhwanul Muslimin berhasil menaruh proksi-proksinya ke berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Tak pelak, di Indonesia memang ada benih Ikhwanul Muslimin yang tertanam dan disemai melalui gerakan-gerakan politik praktis maupun lewat jalur keagamaan.

Penyebaran pandangan radikal Ikhwanul Muslimin ke seluruh dunia bahkan mendapat respon positif karena pendekatan mereka menggunakan pendekatan humanis berupa pendirian masjid, yayasan, pesantren, dan lain sebagainya.

Lebih dari itu, gerakan Ikhwanul Muslimin juga menyusup di kehidupan kampus di Indonesia melalui organisasi-organisasi kemahasiswaan Islam

Meski menjalankan pendekatan humanis, di dalam perjalanannya peserta atau anggota yang baru saja bergabung perlahan akan memperoleh pandangan-pandangan radikal dari Ikhwanul Muslimin.

Strategi tersebut memang sangat menarik bagi negara-negara Islam, terutama negara-negara berkembang yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam.

5. Neo Nazi 

Neo Nazi adalah contoh gerakan radikalisme yang berupaya menghidupkan kembali Nazisme.

Di Eropa, gerakan radikalisme Neo Nazi tumbuh dengan subur, bahkan mampu menggaet anggota hingga puluhan ribu orang.

Neo Nazi memang mengklaim punya pandangan yang berbeda dengan Nazi, namun mereka tidak menyangkal bahwa mereka setia pada pandangan terkait antisemitisme, rasisme, xenophobia, dan ultra-nasionalisme.

Mereka juga mengaku setia pada pandangan mutlak Adolf Hitler mengenai ras superior yang sudah seharusnya menjadi pengelola dunia.

Neo Nazi sampai saat ini banyak tersebar di Jerman Timur dan beberapa negara di Eropa Timur. 

Di Jerman, perspektif terhadap neo nazi dianggap tidak berbahaya, namun mereka tetap memberikan pengawasan ekstra terhadap setiap aktivitas yang dilakukan neo nazi.

Anggota-anggota neo nazi tanpa menutup-nutupi meniru persis segala atribut nazi, mulai dari bendera swastika, gesture tangan, hingga nyanyian-nyanyian yang menunjukkan keunggulan Nazi.

Bahkan tidak sedikit dari para anggota neo nazi yang menunjukkan eksistensi mereka lewat media sosial sembari membawa senjata api.

Cara Mencegah Gerakan Radikalisme

Pandangan radikal sebenarnya tidak selamanya negatif, karena beberapa penemuan yang memajukan dunia berawal dari ide-ide radikal.

Akan tetapi, gerakan radikalisme yang menghasilkan tindakan-tindakan represif dan pemaksaan nilai-nilai memang harus dicegah.

Sebab, bagaimanapun radikalisme menuntut kesamaan pandangan, dan tidak mau bersanding dengan heterogenitas.

Berikut adalah beberapa cara mencegah gerakan radikalisme.

1. Memupuk Rasa Seimbang

Bahwa apapun yang berlebihan itu melahirkan fanatisme, dan fanatisme merupakan benih awal radikalisme.

Dengan memupuk rasa seimbang dan kenyataan bahwa dunia berjalan dengan seimbang, maka hal tersebut bisa menjadi salah satu cara mencegah gerakan radikalisme.

2. Pengawasan

Pada sisi pengawasan, hal ini kiranya lebih banyak harus dilakukan oleh pemerintah guna mengawasi kelompok-kelompok radikal yang berpotensi membahayakan kemaslahatan manusia.

Sistem pengawasan biasanya melibatkan aparatur negara militer, seperti kepolisian maupun tentara.

Pengawasan dilakukan untuk mendapat informasi serta melakukan tindakan dengan segera apabila terdapat pergerakan yang mencurigakan.

Nah, itulah beberapa contoh gerakan radikalisme di masyarakat Indonesia, sekolah, kampus beserta cara mencegahnya.

FAQ

Apa yang dimaksud gerakan radikalisme?

Gerakan radikalisme adalah implementasi dari paham radikal (radikalisme) yang mengedepankan tindakan fisik. Gerakan yang dimaksud bisa berformat komunitas, organisasi, lembaga, maupun personal.

Apa contoh aksi radikalisme?

Gerakan reformasi 1998 yang terjadi di Indonesia termasuk contoh gerakan radikalisme. Sifatnya yang mendorong perubahan instan berhasil mengubah wajah Indonesia secara drastis.
Reformasi 1998 dipicu oleh banyak hal, namun yang paling utama adalah rezim otoriter Soeharto, serta terjadinya krisis ekonomi yang mengakibatkan munculnya inflasi tinggi.
Permasalahan bangsa yang sudah sedemikian kompleks tersebut ditambah dengan perilaku keluarga Soeharto yang KKN.

Apa saja contoh radikalisme?

Ikhwanul Muslimin merupakan sebuah gerakan Islam yang lahir di Mesir. Pandangan-pandangan radikal Ikhwanul Muslimin bahkan sampai menginspirasi gerakan radikal Islam lain seperti Al Qaeda.
Pada 2012, Ikhwanul Muslimin mengejutkan dunia karena berhasil menggulingkan pemerintahan Mesir dengan dukungan yang besar dari rakyat Mesir.

Bagaimana cara mencegah radikalisme?

Berikut adalah beberapa cara mencegah gerakan radikalisme.
1. Memupuk Rasa Seimbang
Bahwa apapun yang berlebihan itu melahirkan fanatisme, dan fanatisme merupakan benih awal radikalisme.
Dengan memupuk rasa seimbang dan kenyataan bahwa dunia berjalan dengan seimbang, maka hal tersebut bisa menjadi salah satu cara mencegah gerakan radikalisme.
2. Pengawasan
Pada sisi pengawasan, hal ini kiranya lebih banyak harus dilakukan oleh pemerintah guna mengawasi kelompok-kelompok radikal yang berpotensi membahayakan kemaslahatan manusia.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta