5 Contoh Judul Cerita Wayang beserta Ringkasannya Singkat dan Jelas
Dalam artikel ini Mamikos akan menghadirkan rangkuman beberapa cerita wayang. Jadi simak baik-baik, ya.
Di dalam cerita wayang banyak sekali kisah yang penuh dengan nilai kebaikan dan dapat dijadikan suri teladan dalam kehidupan.
Kisah pewayangan yang ada di Indonesia kebanyakan diambil dari dua babon lakon wayang yakni Mahabarata dan Ramayana.
Kedua kitab ini asalnya dari India. Karena ada perbedaan budaya antara India dengan Indonesia. Maka, di masa lalu para pujangga Jawa melakukan penggubahan dua kitab tersebut. 📖✨
Daftar Isi
Contoh Judul Cerita Wayang yang Digubah Pujangga Jawa

Penggubahan dilakukan supaya cerita yang di dalamnya sesuai dengan budaya yang dimiliki mas Jawa kala itu.
Selain menggunakan dua kitab tersebut untuk menciptakan lakon-lakon wayang. Pujangga Jawa di masa lalu juga menciptakan lakon wayang sendiri.
Cerita wayang yang diciptakan pujangga Jawa ini disebut cerita Panji. Menurut sejumlah penelitian, kisah tentang Panji ini muncul di zaman Kediri dan mencapai masa keemasannya saat Majapait memasuki jaman keemasannya di bawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk.
Kisah-kisah dalam pewayangan selalu memiliki banyak pesan luhur yang dapat dijadikan generasi penerus sebagai suri tauladan.
Contoh Ringkasan Cerita Wayang
Di bawah ini Mamikos akan memberikan contoh judul cerita wayang yang telah disertakan ringkasan.
Melalui pemaparan contoh judul cerita wayang di bawah berikut, diharapkan kamu makin mengenal cerita wayang.
1. Kelahiran Karna
Contoh judul cerita wayang beserta ringkasannya yang pertama adalah kisah kelahiran saudara tertua Pandawa, Karna.
Dewi Kunti baru saja mendapat anugrah berupa ilmu dari gurunya yang membuatnya dapat memanggil para dewa yang ada di kahyangan.
Mulanya Dewi Kunti tidak percaya pada anugrah yang diterimanya. Terdorong rasa penasaran yang semakin tidak mampu dibendungnya. Rasa penasaran yang semakin besar membuat Dewi Kunti tergerak untuk mencoba anugrah yang diterimanya.
Dewi Kunti segera merapal mantra dan betapa terkejutnya saat Dewa Surya hadir di depannya. Saat Dewa Surya hadir, Dewi Kunti mengatakan bahwa tujuannya merapal adalah untuk memastikan anugrah yang baru diberikan gurunya.
Setelah mengetahui tujuan Dewi Kunti memanggilnya Dewa Surya segera pamit untuk pulang kembali ke kahyangan. Namun, sebelum kembali ke kahyangan Dewa Surya meninggalkan anugrah kepada Dewi Kunti berbentuk seorang bayi.
Sebelum pergi Dewa Surya mengatakan bahwa bayi yang ada di kandungan Dewi Kunti kelak akan menjadi satria yang tak terkalahkan dan tak ada satu senjata pun di muka bumi yang mampu melukai tubuhnya.
Usai mengatakan hal ini Dewa Surya lenyap dari hadapannya. Kepergian Dewa Surya ini membuat Dewi Kunti ketakutan. Sebab, kala itu dirinya belum bersuami.
Kehamilan Dewi Kunti yang tanpa suami ini diketahui ayahnya. Takut dan malu kabar kehamilan putrinya diketahui orang banyak. Raja Surasena yang merupakan ayah Dewi Kunti segera meminta pertolongan kepada para dewata melalui semedi.
Setelah mendapat petunjuk, Raja Surasena segera melaksanakan petunjuk tersebut. Bayi yang ada di dalam kandungan Dewi Kunti dapat dilahirkan melalui telinga Dewi Kunti.
Sesaat setelah bayi itu lahir. Dewi Kunti diminta melarung anak yang baru dilahirkannya di aliran sungai gangga. Bayi yang tak tahu apa yang menjadi dosanya sehingga harus dibuang demi menjaga nama baik keluarga istana terus menangis sepanjang aliran sungai gangga.
Beruntungnya, tangisan itu didengar oleh perempuan bernama Rada yang merupakan istri dari seorang pekatik kuda bernama Adirata.
Bayi yang ditemukannya itu lantas dibawanya pulang dan dirawat seperti anak sendiri. Bayi yang baru ditemukannya itu kemudian diberi nama Karna.
Halaman:



