Contoh Kalimat Deklaratif, Imperatif, Eksklamatif & Interogatif

Contoh Kalimat Deklaratif, Imperatif, Eksklamatif & Interogatif.

Sebuah kalimat adalah gabungan dari beberapa frasa yang disusun dengan menggunakan pola penyusunan sedemikian rupa sehingga bisa memiliki makna atau arti yang bisa dengan mudah dipahami.

Ada banyak sekali jenis kalimat yang dipakai dalam paragraf bahasa Indonesia. 

Kalimat Deklaratif, Imperatif, Eksklamatif & Interogatif

unsplash.com

Jenis kalimat yang pertama adalah kalimat deklaratif yaitu sebuah kalimat yang berisi sebuah pernyataan di dalamnya.

Adapun fungsi dari kalimat jenis deklaratif adalah untuk memberikan sebuah informasi tanpa mengharapkan balasan atau timbal balik dari orang lain. 

Biasanya banyak juga yang menyebutnya sebagai kalimat berita. Namun selain jenis kalimat ini, ada juga jenis kalimat lainnya yang juga banyak dipakai dalam membuat sebuah paragraf dalam bahasa Indonesia. 

Penjelasan Singkat Jenis Kalimat Deklaratif, Imperatif, Interogatif dan Eksklamatif

Karena setiap kalimat yang ada dalam paragraf bahasa Indonesia memiliki makna tersendiri sehingga harus dipahami dengan baik setiap jenisnya.

Berikut adalah penjelasan singkat dari berbagai jenis kalimat yang ada dalam bahasa Indonesia. 

 1.  Kalimat Deklaratif

unsplash.com

Adapun kalimat yang disebut deklaratif memiliki banyak sekali ciri yang bisa dikenali dengan mudah.

Diantaranya adalah, tidak memiliki susunan kalimat yang khas, kalimat jenis ini bisa diletakkan di awal maupun akhir kalimat serta cara pengucapan kalimat jenis deklaratif ini adalah dengan intonasi yang datar dan netral. 

Contoh kalimat  deklaratif adalah sebagai berikut. 

 1.  Hari ini akan diadakan lomba membaca berita di aula sekolah

 2. Anak-anak sedang berlatih upacara bendera di lapangan sekolah

Kalimat jenis deklaratif sendiri ada beberapa jenis. Hal itu bisa dilihat dari perbedaan letak subjek dan predikat yang ada dalam kalimat tersebut. 

– Jenis deklaratif aktif.

Kalimat ini disebut deklaratif aktif karena subjek atau pelakunya melakukan sesuatu langsung pada objeknya. 

Contoh : Aku dan ibuku mengunjungi rumah nenek tiga hari yang lalu

– Jenis deklaratif pasif

Yaitu sebuah kalimat jenis deklaratif karena bersifat pasif yang mana subjeknya dikenai tindakan oleh objeknya. 

Contoh : Saya mendapatkan denda membayar sekitar tiga ratus ribu rupiah karena lalai dalam berkendara

– Kalimat jenis deklaratif inversi

Yaitu sebuah kalimat yang letak predikatnya mendahului letak subjek. 

Contoh : Ambilkan Ibu dompet di atas meja makan

– Kalimat jenis deklaratif langsung

Sebuah kalimat jenis deklaratif yang diambil dari kutipan pembicaraan orang secara langsung dengan persis seperti apa yang diucapkannya. 

Contoh : Guruku berkata bahwa kami akan melakukan study tour di akhir semester ini

– Kalimat jenis deklaratif tidak langsung

Adalah sebuah kalimat dengan jenis kalimat deklaratif yang diambil dari ucapan atau ujaran dari orang lain. 

Contoh : Saksi mata berkata bahwa kecelakaan di jalan tersebut terjadi karena pengendara motor kurang memperhatikan kondisi jalan saat berkendara

 2.  Kalimat Imperatif

unsplash.com

Kalimat imperatif  adalah sebuah kalimat yang memiliki fungsi untuk memerintah atau melarang seseorang untuk melakukan sesuatu. 

Contoh kalimat imperatif adalah sebagai berikut :

a. Pahami teman sebangku Anda!

b. Renungkan kesalahan Anda!

Jenis kalimat imperatif yang perlu Anda ketahui ada beberapa jenis, yaitu :

– Kalimat imperatif halus

Yaitu jenis kalimat imperatif yang dibuat dengan melakukan penambahan kata imperatif yang halus. Biasanya menggunakan kata tolong, cobalah, kiranya, sudilah atau silahkan. 

– Kalimat imperatif transitif

Adalah jenis kalimat imperatif yang dibuat dengan predikat verba transitif. Sekilas kalimat ini hampir sama bentuknya dengan kalimat jenis deklaratif pasif. 

Contoh :

Nikmati masa mudamu selagi bisa!

Ubah pola makanmu!

– Kalimat imperatif taktransitif 

Yaitu jenis kalimat yang pembuatannya dibentuk dari kalimat  deklaratif. 

Contoh : 

a. Tenang!

b. Kamu lari 10 kali putaran!

– Kalimat imperatif harapan dan ajakan

Merupakan sebuah kalimat yang berisi pengharapan atau ajakan pada seseorang yang biasanya akan didahului dengan penggunaan kata yang bersifat mengajak seperti marilah, ayolah, hendaknya atau harap. 

Contoh : 

a. Harap tenang!

b. Ayolah kita masuk  rumah terlebih dahulu!

– Kalimat imperatif permohonan atau permintaan

Adalah sebuah kalimat imperatif yang berisi sebuah permohonan atau permintaan. 

Contoh : Mohon untuk bersabar terlebih dahulu!

– Kalimat imperatif pembiaran

Adalah jenis kalimat imperatif yang menjadi kebalikan dari kalimat imperatif larangan. 

Contoh : Biarkan saya sendiri lebih dahulu!

– Kalimat imperatif larangan

Adalah sebuah kalimat yang berisi pelarangan yang ditandai dengan adanya kata “Janganlah”. 

Contoh : Janganlah membuang sampah sembarangan!

3. Kalimat Interogatif

unsplash.com

Jenis kalimat yang ketiga adalah kalimat Interogatif. Adalah jenis kalimat yang berisi banyak pertanyaan.

Kalimat ini dibuat untuk menggali informasi lebih dalam dengan mudah. Secara struktur kalimat ini sangat berbeda kalimat deklaratif. 

Berikut beberapa contoh kalimat interogatif dalam percakapan sehari-hari. 

a. Apakah Anda memahami siapa teman sebangku Anda?

b. Apakah Anda memahami apa yang menjadi kesalahan Anda?

Jenis kalimat interogatif adalah jenis kalimat yang memerlukan pengakuan jawaban ya atau tidak.

Sehingga bisa dipastikan respons pertama dari jenis kalimat Interogatif adalah jawaban ya atau tidak. 

Untuk membentuk kalimat ini caranya juga cukup mudah, yaitu hanya dengan menambahkan tanda tanya di bagian belakang kalimat interogatif. 

Bentuk kalimat tanya yang bisa ditambahkan diantaranya adalah apa, siapa, kapan, dimana dan berapa. 

Selain itu ada beberapa cara lagi yang bisa dilakukan untuk membentuk kalimat Interogatif. Diantaranya adalah dengan membalikkan susunan kata atau inversi. 

Contoh : Lia bisa berangkat sekarang. 

Kalimat interogatif : Bisakah Lia berangkat sekarang?

Atau bisa juga dengan menggunakan kata bukan atau tidak?

Contoh : Dia normal. Kalimat Interogatifnya adalah Dia normal, bukan?

Bukankah dia normal?

Bisa juga membuat kalimat interogatif dengan menggunakan gaya pengucapan intonasi yang naik. 

Contoh : Dia pergi sendiri. Kalimat interogatifnya, Dia pergi sendiri?

4. Kalimat Eksklamatif

unsplash.com

Kalimat eksklamatif  adalah jenis kalimat yang dibuat untuk mengungkapkan sebuah perasaan kagum. 

Contoh : 

a. Wah, sepeda kamu bagus sekali!

b. Wah, pemandangan alam di desa ini indah sekali!

Biasanya kalimat eksklamatif dibuat dari kalimat jenis deklaratif yang memiliki predikat adjektiva. Kalimat jenis ini juga dikenal dengan sebutan kalimat seru yang umumnya ditandai dengan kata berupa betapa, alangkah atau bukan main. 

Sedangkan untuk cara membentuk kalimat eksklamatif bisa dilakukan dengan beberapa cara. Cara yang pertama adalah dengan membalikkan urutan kalimat dari memiliki urutan Subjek-Predikat baru memiliki urutan Predikat-Subjek. 

Cara yang kedua adalah dengan menambahkan partikelnya pada (adjektiva) predikat dalam kalimat. 

Anda juga bisa menambahkan kata seru di depan kata alangkah, bukan main atau betapa di muka predikat dalam kalimat. 

Contoh : Bukan main kencangnya cara dia berkendara sepeda motor! 

Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai kalimat deklaratif dan jenis kalimat lainnya yang banyak dipakai dalam bahasa Indonesia.


Klik dan dapatkan info kost di dekat mu:

Kost Jogja Murah

Kost Jakarta Murah

Kost Bandung Murah

Kost Denpasar Bali Murah

Kost Surabaya Murah

Kost Semarang Murah

Kost Malang Murah

Kost Solo Murah

Kost Bekasi Murah

Kost Medan Murah