40 Contoh Kalimat Fi’il Mudhari beserta Arti dan Ciri-cirinya dalam Materi Bahasa Arab
Fi’il mudhari merupakan kata kerja dalam bahasa Arab yang dipakai untuk menunjukkan sesuatu yang sedang berlangsung atau terjadi di masa depan. Simak contoh kalimatnya di sini!
40 Contoh Kalimat Fi’il Mudhari beserta Arti dan Ciri-cirinya dalam Materi Bahasa Arab — Apabila kamu belajar bahasa Arab, tentunya kamu sudah pernah mendengar mengenai kalimat fi’il mudhari.
Kalimat fi’il mudhari sendiri merupakan salah satu kata kerja yang menunjukkan tindakan yang sedang berlangsung atau akan terjadi di masa depan.
Namun, apa sih yang membedakan kalimat fi’il mudhari dengan kata kerja yang lain? Di sini Mamikos akan membahas mengenai contoh kalimat fi’il mudhari beserta artinya. Jadi, simak ya!
Sekilas Mengenai Kalimat Fi’il Mudhari
Daftar Isi [hide]

Sebelum kita membahas contoh kalimat fi’il mudhari kita akan membahas pengertian dan ciri-cirinya yang membedakan kalimat fi’il mudhari dengan kalimat dengan kata kerja yang lain.
Kalimat Fi’il Mudhari merupakan kata kerja yang menunjukkan kejadian yang terjadi pada waktu sekarang atau masa depan.
Dimulai dengan salah satu huruf “أ”, “ن”, “ي”, atau “ت”, dan menggambarkan keadaan yang berlangsung atau diharapkan tergantung pada konteks dan tanda i’rab yang menyertainya.
Kata kerja ini berubah tergantung pada subjeknya dan dapat berakhir dengan vokal yang berbeda tergantung pada perannya dalam kalimat.
Memahami Fi’il Mudhari sangat penting untuk penggunaan tense yang tepat dalam bahasa Arab, terutama dalam percakapan sehari-hari dan membaca Al-Qur’an.

Advertisement
Ciri-ciri Fi’il Mudhari
Ciri-ciri kalimat fi’il mudhari adalah sebagai berikut:
1. Fi’il Mudhari ialah suatu kata yang mengarah pada tindakan yang saat ini terjadi atau suatu saat terjadi di masa depan.
2. Kata kerja Fi’il Mudhari biasanya dimulai dengan salah satu huruf “ا”, “ن”, “ي”, atau “ت”, yang dikenal sebagai “Huruf Mudhari’ah”.
Huruf-huruf ini ditambahkan ke akar kata kerja untuk membentuk tense sekarang atau masa depan.
3. Akhiran dari kata kerja Fi’il Mudhari berubah berdasarkan posisinya dalam kalimat, seperti marfu’, mansub, atau majzum.
Perubahan akhiran ini adalah ciri khas dari Fi’il Mudhari. Fi’il Mudhari juga berakhir dengan harakat yang berbeda-beda tergantung pada keadaan kalimat, misalnya dhommah (و), fathah (ــَـ), atau sukun ( ْ- ).
4. Fi’il Mudhari dapat menggunakan subjungtif (mansub) atau jussif (majzum), yang tidak terjadi pada Fi’il Madhi (masa lampau).
5. Fi’il Mudhari sering mengikuti kata khusus seperti “سَ” atau “سوف” untuk menunjukkan tindakan masa depan, atau “لَمْ” untuk menegaskan tindakan di masa lalu.