30 Contoh Kalimat Subjektif dan Objektif beserta Perbedaan dan Ciri-cirinya

Kalimat subjektif merupakan kalimat yang berisi gagasan atau opini pribadi, sedangkan kalimat objektif hanya berisi fakta saja. Simak contoh dua jenis kalimat ini, yuk!

26 Agustus 2024 Citra

Ciri-ciri Kalimat Subjektif

Pahami ciri-ciri kalimat subjektif berikut agar kamu bisa membuat kalimat subjektif sendiri serta membedakan contoh kalimat subjektif dan objektif, yuk!

Kalimat subjektif punya beberapa ciri-ciri yang membuatnya unik dan berbeda dari kalimat-kalimat lain, di antaranya:

  1. Kalimat subjektif pada umumnya menggambarkan pendapat pribadi atau perasaan seseorang
  2. Kalimat subjektif biasanya tidak didasarkan oleh fakta tapi sudut pandang satu orang saja
  3. Pada kalimat subjektif kita bisa menjumpai kata-kata yang sifatnya relatif seperti ‘menurutku’, ‘biasanya’, ‘bisa jadi’ dan lain sebagainya.
  4. Kalimat subjektif bisa berdampak baik atau buruk terhadap topik atau peristiwa yang dibahasnya.
  5. Kalimat subjektif sulit untuk diverifikasi keabsahan isinya.
  6. Kalimat subjektif biasanya terkesan memihak pada satu sisi saja.

Kalimat Objektif

Tidak lengkap rasanya kalau kita sudah membahas mengenai contoh kalimat subjektif tapi kita belum tahu apa itu kalimat objektif beserta ciri-cirinya. Nah, oleh karena itu, pelajari dulu yuk mengenai kalimat objektif!

Kalimat objektif sangat berlawanan dengan kalimat subjektif. Menurut KKBI, objektif ialah keadaan di mana kita menyatakan sesuatu apa adanya tanpa adanya intervensi gagasan atau emosi pribadi.

Oleh karena itu, kalimat objektif ialah kalimat yang dibuat berdasarkan fakta sebenarnya, apa adanya tanpa mencampurkan pendapat apalagi emosi pribadi di dalamnya.

Kalimat jenis ini pada umumnya bisa kita temukan pada teks-teks informative seperti pada laporan penelitian, teks berita dan lain sebagainya.

Ciri-ciri Kalimat Objektif

Di bawah ini adalah ciri-ciri kalimat objektif yang wajib kita ketahui:

  1. Kalimat objektif biasanya menggambarkan fakta atau peristiwa yang apa adanya.
  2. Kalimat objektif tersusun atas rangkaian data, survei atau penelitian yang terkait.
  3. Kalimat objektif tersusun atas kalimat sederhana dan jelas sehingga sangat menghindari adanya opini pribadi yang dituliskan.
  4. Dampak dari kalimat objektif yaitu memberikan informasi baru bagi pembacanya.
  5. Kalimat objektif mudah untuk diverifikasi keabsahan karena bisa dibuktikan oleh angka, data, penelitian yang sudah ada..
  6. Kalimat subjektif menghindari pronominal bentuk pertama seperti ‘aku’ atau ‘kami’ untuk menjaga netralitas atau keobjektifannya.
  7. Kalimat objektif juga biasanya tidak mencantumkan kata yang terkesan emosional seperti ‘hebat’, ‘buruk’, ‘seram’ dan lain-lain.
Close