Advertisement
Source : freepik.com/Freepik

11 Contoh Kegiatan MPLS PAUD-TK yang Menarik dan Edukatif Tahun Ajaran 2026/2027

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah menjadi salah satu kegiatan di awal tahun ajaran baru yang wajib diikuti oleh siswa baru tanpa terkecuali.

1 Juli 2026 Nana

2. Memperkenalkan Nama menggunakan Lagu Sapaan

Di hari pertama sekolah, anak-anak PAUD dan TK pastilah belum mengenal satu sama lain. Oleh karenanya, lakukan perkenalan di awal setelah melakukan tur mini pada masa MPLS.

Agar kegiatan ini jadi lebih seru dan menyenangkan, perkenalan bisa dilakukan sambil bernyanyi. Kegiatan berkenalan sambil bernyanyi bukan hanya menghibur, namun juga akan membuat suasana lebih cair dan tidak membosankan.

Agar menjadi inspirasi, kamu dapat menggunakan nada “Balonku Ada Lima” dalam sesi perkenalan dengan lirik seperti ini:

Mari kita kenalan
Yang duduk paling depan
Namanya siapa hayoooo?

Kemudian anak yang ditunjuk dapat menjawab dengan menyebutkan nama dan menyapa teman sebelahnya seperti berikut:

Namaku XXXX, hai semuanya~
Salam kenal, yuk berteman!

11 Contoh Kesan Pesan setelah Mengikuti Kegiatan MPLS Sekolah Singkat

3. Melakukan Permainan Lagu “Coba Tebak Siapa”

Apabila sesi berkenalan satu sama lain sudah dilakukan, maka ajaklah anak-anak untik melakukan permainan “Coba Tebak Siapa”. Tujuan dari permainan ini adalah untuk melatih daya ingat dan konsentrasi mereka saat sesi sebelumnya.

Permainan ini tentu saja akan seru sekaligus mengajarkan anak-anak PAUD dan TK untuk mengenal teman mereka berdasarkan pengamatan atau ciri fisik sederhana yang tampak.

Permainan ini dapat dilakukan dengan menggunakan nada lagu Burung Kakak Tua dengan lirik sebagai berikut:

Coba tebak siapa?
Dia yang duduk di sana,…
Bajunya warna merah,..
Namanya siapa yaaa?

Anak yang ditunjuk oleh gurunya kemudian harus menyebutkan nama temannya bersama-sama.

4. Membuat Kartu Nama yang Ditempel

Kartu nama atau tanda pengenal dapat menjadi contoh kegiatan MPLS PAUD-TK yang menyenangkan sekaligus bermanfaat berikutnya yang dapat ditiru nanti.

Anak-anak PAUD-TK nantinya akan diminta untuk menghias tanda pengenal atau kartu nama dengan warna, stiker, atau gambar yang mereka sukai, lalu memakainya selama kegiatan MPLS berlangsung.

Kegiatan satu ini akan mengajarkan anak-anak untuk membaca serta menulis dimulai dari nama mereka sendiri.

5. Sosialisasi Sekolah Tata Tertib dengan Kuis

Masing-masing sekolah memiliki tata tertib dan aturan yang berlaku dan patut dipatuhi. Oleh karena itu, para guru di sekolah harus menjelaskan kepada murid MPLS PAUD-TK apa saja tata tertib di sekolah mereka.

Sosialisasi ini dapat berjalan lebih seru jika ditutup dengan kuis yang menggugah rasa ingin tahu mereka. Guru-guru dapat memberi pertanyaan pada para murid hal-hal sederhana seperti nama teman, nama kelas dan lain-lain.

6. Melakukan Gerakan Senam Ceria

Contoh kegiatan MPLS PAUD-TK selanjutnya yang dapat dilakukan bersama anak-anak adalah dengan mengajak mereka melakukan senam ceria di pagi hari.

Para guru dapat menggunakan lagu anak-anak dengan gerakan sederhana yang dapat mereka ikut. Tujuannya untuk menciptakan suasana seru, menyenangkan dan anak pun jadi bersemangat bergerak.

Senam bersama di pagi hari juga dapat menjadi sarana untuk melepaskan ketegangan di hari-hari pertama saat mereka harus mengikuti rutinitas di sekolah.

Kegiatan senam ini juga dapat mendorong anak untuk memiliki motivasi dan lebih aktif secara fisik dan siap mengikuti aktivitas selanjutnya.

7. Mendengarkan Dongeng yang Seru

Mendengarkan dongeng atau cerita yang seru dapat menjadi contoh kegiatan MPLS PAUD-TK yang dijamin bakal disukai dan membuat mereka bersemangat.

Guru dapat membacakan cerita bergambar atau menggunakan media seperti boneka tangan agar lebih menarik dan membuat anak-anak lebih antusias.

Cerita yang disampaikan oleh guru bisa yang memiliki keterkaitan dengan pengalaman pertama kali di sekolah. Guru juga boleh untuk mengajak anak-anak berinteraksi di sela-sela mendongeng.

Dari kegiatan ini, anak akan belajar untuk fokus dan memperhatikan orang lain saat sedang bercerita atau berbicara. Dengan mendongeng, koneksi antara guru dan murid pun dapat terbangun dengan lebih emosional.

Halaman:

Advertisement