12 Contoh Konflik Terbuka dan Tertutup di Lingkungan Sosial Masyarakat
Berikut adalah beberapa contoh konflik terbuka dan tertutup sebenarnya cukup banyak terlebih dalam lingkungan sosial kemasyarakatan.
Kamu pasti belum banyak mengetahui tentang berbagai konflik tertutup dan terbuka karena beranggapan semua konflik tersebut sama saja.
Konflik memang cukup sering terjadi terutama di lingkungan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal.
Konflik terbuka dan tertutup ini sangat penting untuk kamu pahami, agar digunakan sebagai media pembelajaran. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini! 📖✨
Contoh Konflik Terbuka dan Tertutup

Konflik sosial yang terjadi di masyarakat tidak selalu muncul dengan cara yang sama. Ada konflik yang terlihat secara langsung dan dapat disaksikan oleh banyak orang, namun ada pula konflik yang tersembunyi dan hanya dirasakan oleh pihak-pihak tertentu.
Oleh karena itu, konflik sosial umumnya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu konflik terbuka dan konflik tertutup.
Konflik terbuka merupakan konflik yang terjadi secara nyata dan dapat diketahui oleh masyarakat luas. Konflik ini biasanya ditandai dengan adanya pertentangan secara langsung, seperti perdebatan, demonstrasi, bentrokan fisik, atau aksi protes yang dilakukan secara terang-terangan.
Dampak dari konflik terbuka sering kali dapat dirasakan secara langsung, baik berupa kerusakan, kerugian material, maupun korban jiwa.
Sementara itu, konflik tertutup adalah konflik yang terjadi secara tersembunyi dan tidak ditampilkan secara terang-terangan di hadapan masyarakat.
Konflik ini umumnya hanya dirasakan oleh individu atau kelompok tertentu dan sering disimpan dalam bentuk perasaan tidak puas, iri hati, kecemburuan, atau ketidakadilan. Meskipun tidak terlihat, konflik tertutup tetap berpotensi berkembang menjadi konflik terbuka apabila tidak segera diatasi.
Untuk lebih jelasnya berikut ini beberapa contoh konflik sosial baik konflik terbuka maupun konflik tertutup yang harus kamu tahu.
Contoh Konflik Terbuka
1. Konflik Kelompok
Contoh konflik terbuka dan tertutup yang pertama terjadi antara kelompok satu dengan lainnya.
Seperti yang kita tahu dalam masyarakat pasti banyak individu yang memiliki pemikiran berbeda dan akhirnya membuat mereka membentuk sebuah kelompok baru.
Nah, biasanya dalam kehidupan sosial terbentuk satu atau lebih kelompok yang seringkali memiliki pemikiran bertentangan.
Terkadang kelompok-kelompok tersebut memiliki tujuan yang sama namun, mereka memiliki pendapat dan cara pandang yang berbeda.
Contohnya seperti tawuran antar pelajar atau antar masyarakat dalam sebuah lingkungan yang mengakibatkan banyak kerusakan.
Beberapa konflik kelompok ini memang sering terjadi dan mengakibatkan kerusakan material namun, beberapa juga menimbulkan korban jiwa.
2. Konflik Antar Kelas Sosial
Contoh konflik terbuka dan tertutup selanjutnya adalah konflik yang terjadi antar kelas sosial dalam suatu masyarakat.
Konflik ini biasanya terjadi antar individu maupun kelompok yang berada dalam kelas sosial berbeda, misalnya kelas ekonomi.
Terkadang, perbedaan kelas sosial yang terlalu jauh sering membuat kelompok kelas lain merasa dibedakan terutama dalam kehidupan bermasyarakat.
Tentunya hal ini akan menciptakan rasa tidak adil dan membuat kelompok atau individu lainnya tidak terima yang akhirnya mengakibatkan perselisihan.
Contohnya seperti demo yang dilakukan buruh dengan tujuan untuk meminta kenaikan upah yang membuat mereka merasa kurang layak.
Atau, misalnya saja pertengkaran antara kelompok kaya dan miskin yang terjadi karena kelompok miskin merasa kurang dihargai dalam lingkungan masyarakat.
3. Konflik Politik
Contoh konflik terbuka dan tertutup selanjutnya adalah konflik politik. Konflik satu ini juga cukup sering terjadi dalam masyarakat.
Biasanya konflik ini terjadi antar kelompok maupun individu dalam lingkup masyarakat karena adanya pendapat dan cara pandang yang berbeda.
Biasanya antara kelompok atau individu yang berkonflik ini memiliki tujuan yang sama yaitu kekuasaan meskipun hal ini masih jarang.
Namun, biasanya jika konflik ini terjadi memang akan sangat berdampak karena, biasanya mereka akan saling menjatuhkan demi memperebutkan kekuasaan.
Contohnya ketika terjadi pemilihan penguasa dalam lingkup masyarakat atau lingkup daerah tersebut terdapat perbedaan pendapat antara pendukung partai.
Mereka saling menjatuhkan dan saling berasumsi bahwa partai yang mereka pilih benar dan patut menjadi penguasa.
Halaman:



