9 Contoh Konjungsi Kronologis, Pengertian dan Ciri-ciri Lengkap

9 Contoh Konjungsi Kronologis, Pengertian dan Ciri-ciri Lengkap – Konjungsi atau kata hubung merupakan kata yang bisa menghubungkan antar kalimat.

Melalui penggunaan kata konjungsi, dua kalimat tersebut nantinya menjadi kalimat majemuk.

Berikut ini adalah pengertian dari konjungsi kronologis, ciri-ciri lengkap dan ragam contoh kalimat konjungsi kronologis.

Pengertian Konjungsi Kronologis

unsplash.com/@jamesbold

Konjungsi memiliki arti yakni kata hubung, sementara kronologis adalah urutan waktu.

Jadi, kata hubung ini menghubungkan antara dua klausa yang bisa jadi terjadi secara bersamaan, sebelum atau sesudahnya.

Beberapa contoh konjungsinya adalah lalu, kemudian, sebelum, dan sesudah. 

Ciri-ciri Konjungsi Kronologis

1. Menyatukan Klausa

Konjungsi ini hanya muncul di kalimat yang memiliki dua klausa utuh. Letak kata konjungsi bisa berada di tengah kalimat setelah tanda baca koma maupun ada di awal kalimat.

Makna antar kalimat akan menjadi jelas berdasarkan waktu kejadiannya.

2. Klausanya Utuh

Contoh kalimat konjungsi kronologis memiliki ciri unik, yakni antar klausanya memiliki bentuk yang utuh.

Bentuk klausa ini bisa memiliki kronologi yang sama atau berbeda dengan klausanya yang lain. Fungsi konjungsi lah yang akan menerangkan kalimat tersebut.

3. Memiliki Banyak Bentuk

Meski klausanya utuh, namun bentuk klausanya sangat bebas.

Kalimat bisa mengandung sebab akibat, adanya waktu yang menerangkan kejadian, hingga keterangan tempat yang menjadi keterangan tambahan antar klausa.

4. Memiliki Koma

Apabila konjungsi kronologis diletakkan di bagian tengah, maka harus ada koma yang menyertai kalimat dan diletakkan sebelum kata konjungsi.

Sementara konjungsi yang diletakkan di depan tidak memerlukan koma di dalam kalimatnya.

Jenis dan Contoh Konjungsi Kronologis

1. Sebelum

Sebelum memiliki arti bahwa ada dua kejadian yang dilakukan di saat yang tidak bersamaan. Satu klausa yang terjadi memiliki klausa lain di waktu sebelumnya. Sebelum bisa diletakkan di awal maupun di akhir kalimat.

  1. Sebelum memulai pelajaran, ada baiknya kita berdoa terlebih dahulu menurut agama masing-masing.
  2. Sebaiknya kita tidak berolahraga, sebelum melakukan pemanasan terlebih dahulu.
  3. Sebelum aku lahir, ibuku dan ayahku sempat tinggal di Australia selama lima tahun.
  4. Mereka tidak akan damai, sebelum salah satu dari mereka memutuskan untuk pergi.

2. Pertama, Kedua, Ketiga

Konjungsi yang satu ini seringkali ditemukan di teks prosedur. Kata pertama, kedua, ketiga dan seterusnya menggambarkan langkah-langkah atau cara sebuah aksi tersebut dilakukan.

Penggunaan konjungsi ini secara tak langsung menyatakan bahwa kronologi harus dilakukan secara runut.

  1. Pertama, Anda harus menyalakan oven gas terlebih dahulu dengan melihat lampu indikator.
  2. Kedua, masukkan semua sayur-sayuran yang telah dibersihkan ke dalam air mendidih.
  3. Ketiga, campurkan semua bumbu halus ke dalam panci dan aduk hingga merata.
  4. Keempat, pastikan kondisi ruangan Anda tetap terang sehingga kondisi variabel tetap hangat.

3. Kemudian

Menurut KBBI, kemudian memiliki arti belakangan. Artinya, ketika konjungsi ini digunakan, maka ada bagian klausa lain yang menyusul belakangan.

Dua klausa tersebut memiliki waktu kejadian yang berbeda. Biasanya, kemudian terletak di tengah kalimat.

  1. Masukkan air ke dalam gelas, kemudian tambahkan kremer dengan rasa vanilla.
  2. Aku pergi ke pasar swalayan pukul 4 sore, kemudian menjemput adik di rumah temannya.
  3. Adik bermain di halaman rumah, kemudian menangis karena terpeleset akibat lumut.
  4. Orang tuaku berkunjung ke Arab Saudi, kemudian berjalan-jalan di Turki selama seminggu.

4. Sesudah Atau Setelah

Sesudah atau setelah memiliki arti yang sama. Artinya, antara dua klausa terjadi di saat yang berbeda. Uniknya, kedua kata ini bisa diletakkan di bagian depan kalimat dengan menggunakan koma di bagian tengahnya.

  1. Sesudah saya meninggalkan kelas matematika, saya pergi ke kantin untuk makan bersama teman-teman.
  2. Sesudah sholat dzuhur, Annisa pergi ke perpustakaan untuk mengerjakan PR yang belum ia selesaikan.
  3. Badanku mengalami demam dan menggigil setelah menerima suntikan vaksin.
  4. Dia memutuskan untuk makan ayam rica-rica setelah memilih menu selama lima menit.

5. Mula-mula

Kata ini mirip dengan “pertama” yang menjadi pembuka sebuah teks berbentuk prosedur.

Kata mula-mula diletakkan di paling depan kalimat, penanda bahwa klausa akan segera dimulai.

  1. Mula-mula, aku tidak menyangka bahwa ia akan datang bersama orang tuanya.
  2. Mula-mula, didihkan air di atas kompor dengan api yang sedang.
  3. Mula-mula, mereka tidak tahu bahwa juri pertandingan adalah Mike.
  4. Mula-mula, daging harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara dilap.

6. Sementara Itu

Jika kata ini muncul dalam contoh kalimat konjungsi kronologis, artinya dua klausa yang ada di kalimat terjadi bersamaan.

Saat klausa pertama terjadi, klausa kedua muncul di saat yang sama meski bisa jadi telat dalam beberapa waktu tertentu.

  1. Ayahku sedang mencuci mobil. Sementara itu, ibu sibuk menyetrika baju untuk piknik besok.
  2. Saat bunyi petir, aku sedang belajar. Sementara itu, adikku sedang tidur di sofa.
  3. Aku tidak membawa buku matematika ke sekolah. Sementara itu, Koko tidak membawa buku gambarnya.
  4. Kami tidak mengerti penjelasannya. Sementara itu, dia terus berbicara.
  5. Banyak orang yang harus bekerja di rumah. Sementara itu, ada juga yang harus rela kehilangan pekerjaannya.

7. Lalu

Kata ini mirip dengan peran ‘kemudian” yang artinya menerangkan bahwa ada klausa lain setelah klausa pertama.

Klausa pertama terjadi lebih dahulu dan diikuti klausa kedua. Kata lalu cenderung muncul bagian tengah kalimat.

  1. Lampu merah menyala, lalu ia kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
  2. Dahulu aku tinggal di apartemen kecil, lalu sekarang aku pindah ke sebuah rumah.
  3. Mobil sempat mengalami gangguan mesin, lalu mati saat di tengah jalan tol.
  4. Dia berjalan menuju ke arah wanita itu, lalu menawarkan payungnya.
  5. Anjing miliknya mengendus tubuhku, lalu ia membiarkanku masuk.

8. Sejak Itu

Kata penghubung ini memiliki arti bahwa ada klausa yang dimulai semenjak klausa lainnya sudah ada. Frasa ini bisa diletakkan di bagian depan maupun bagian tengah.

Berikut ini adalah contoh kalimat konjungsi kronologis menggunakan frasa “sejak itu”:

  1. Ayahku sempat pergi meninggalkan kami. Sejak itu, kehidupan kami pun menjadi berubah.
  2. Tahun 2005 adalah tahun kepindahan kami ke Yogyakarta. Sejak itu, kami tak pernah pergi ke mana-mana lagi.
  3. Kami memutuskan untuk berpisah. Sejak itu, kami tak pernah saling berhubungan lagi dalam bentuk apapun.
  4. Temanku marah karena aku membohonginya. Sejak itu, kami tak pernah saling berhubungan lagi.
  5. Kucing itu sering main ke rumahku. Sejak itu, ia menjadi peliharaanku.

9. Pada Akhirnya

Frasa yang satu ini menandakan bahwa sebuah klausa terjadi akibat klausa lain.

Mirip dengan sebab-akibat, frasa akan muncul di bagian awal kalimat setelah klausa utuh diselesaikan dengan titik.

  1. Pada akhirnya, sebuah realita akan menemukan jalannya sendiri.
  2. Pada akhirnya, ia tetap kembali ke kota itu demi ibunya.
  3. Pada akhirnya, dia memutuskan untuk tetap pergi kuliah di London.
  4. Pada akhirnya, ia selalu menelponku setiap malam.

Peran kata-kata dalam konjungsi kronologis memiliki peran yang sangat penting dalam kalimat majemuk.

Selain menjadi penghubung, kata-kata tersebut dalam contoh kalimat konjungsi kronologis juga secara gamblang menjelaskan tentang sebuah kejadian terjadi berdasarkan kronologi waktunya.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta