5 Contoh Kultum Singkat Berbagai Topik, Ada tentang Kejujuran dan Kebohongan
Kuliah tujuh menit menjadi salah satu metode ceramah singkat yang cukup efektif dan bisa mengena pada umat yang mendengarnya secara langsung.
3. Contoh Kultum Singkat tentang Jodoh
Assalamualaikum wr. Wb
Para hadirin yang dirahmati Allah,
Marilah kita panjatkan puji syukur atas rahmat dan perlindungan Allah swt yang sudah menghujani kita semua dengan karunianya.
Shalawat serta salam mari kita curahkan kepada Nabi Muhammad Saw, para sahabatnya, keluarganya, dan kepada seluruh umat Muslim yang hadir pada hari ini.
Tema kultum hari ini adalah tentang jodoh dimana banyak yang masih merasa risau dan tak tenang sebab konon jodoh itu merupakan misteri yang hanya diketahui Allah SWT.
Hingga di detik menjelang pernikahan pun belum tentu kita tahu apakah benar dia adalah jodoh yang akan kita nikahi dan benar-benar Allah ciptakan hanya untuk kita.
Jodoh juga dikenal sebagai teman hidup yang dapat menjadi cerminan dari diri sendiri.
Ada tiga hal yang dapat membuat kita meyakini kuat atas pilihan kita, dan dapat menjadi pertimbangan dalam masa ta’aruf atau perkenalan. Yang pertama kita dapat memilih seseorang yang dapat memaklumi keadaan kita.
Lalu, yang kedua pilihlah yang mampu memaafkan kesalahan yang kita perbua.
Meski mungkin akan sangat sulit untuk mendapatkan pasangan terbaik, namun jika kamu menemui seorang yang pemaaf maka bisa jadi itulah jodoh yang baik.
Sebab, pada dasarnya manusia memiliki batas kesabaran yang berbeda tiap umatnya.
Kemudian yang ketiga, pilihlah seseorang yang bisa memberikan motivasi dan mengajak menuju ke arah yang lebih baik.
Karena hidup tak selalu berada pada posisi yang nyaman, terkadang manusia juga mengalami penurunan kualitas hidup.
Sehingga jika kamu bersama seseorang yang baik dan dapat memberikan motivasi saat posisi kamu entah terpuruk atau berjaya, maka ia bisa jadi jodoh yang bai.
Cukup sekian pembahasan kultum singkat mengenai jodoh kali ini. Jika terdapat kekurangan dan kekhilafan, saya mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Sebab, kebenaran hanya datang dari Allah SWT.
Wassalamualaikum wr. wb.
Halaman:
