Contoh Limbah Organik dan Anorganik, Ciri Ciri & Perbedaannya
Berdasarkan jenisnya, limbah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu limbah organik dan limbah anorganik. Berikut penjelasan lengkapnya!
Contoh Limbah Organik dan Anorganik, Ciri Ciri & Perbedaannya – Limbah menjadi salah satu problem yang cukup besar di berbagai belahan dunia. Bahkan hingga saat ini, limbah belum mengalami adanya penurunan dari masa ke masa.
Berdasarkan jenisnya, limbah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik dapat dikatakan sebagai limbah yang dapat terurai oleh tanah atau dapat membusuk secara alami dalam jangka waktu yang relatif cepat. Misalnya seperti daun, kayu, dan sejenisnya. Sedangkan limbah anorganik adalah limbah yang sulit untuk terurai.
Kali ini Mamikos akan berbagi informasi mengenai limbah organik dan anorganik lengkap beserta ciri-ciri dan perbedaannya. Simak terus artikel berikut, ya!
Pengertian Limbah Organik
Daftar Isi [hide]

Sebelum beralih ke pembahasan mendetail, alangkah baiknya berkenalan terlebih dahulu dengan definisi limbah organik. Limbah organik merupakan salah satu jenis limbah yang berasal dari makhluk hidup, sehingga akan lebih mudah untuk terurai seiring berjalannya waktu. Kemudahan limbah organik untuk terurai dikarenakan limbah organik mengandung zat kimia yang sifatnya stabil. Hal tersebut menyebabkan limbah organik akan lebih mudah tertimbun atau mengendap di dalam tanah, sungai, danau, bahkan laut.
Limbah organik termasuk jenis limbah yang dapat terurai lebih cepat. Namun apabila pengelolaan limbah organik tidak dilakukan dengan baik, maka limbah tersebut dapat menyebabkan bau tidak sedap bahkan bisa menimbulkan penyakit.
Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk selalu mengelola limbah organik dengan tepat. Salah satu pengolahan limbah organik yang tepat seperti pembuatan pupuk kompos yang berasal dari tanaman atau kotoran hewan.
Ciri – Ciri Limbah Organik
- Limbah organik berasal dari makhluk hidup, bisa dari hewan maupun tumbuhan.
- Limbah organik tidak melewati proses pembuatan yang panjang serta tidak mengandung unsur kimiawi yang cukup banyak di dalamnya.
- Limbah organik memiliki sifat yang mudah membusuk tanpa harus melewati proses pengolahan yang panjang. Hanya dengan dibiarkan begitu saja, limbah organik juga dapat langsung membusuk dan terurai.
- Limbah organik memiliki kandungan air yang cukup banyak sehingga lebih mudah untuk mengalami proses pembusukan.
- Bakteri pengurai yang ada di dalam tanah dapat menghancurkan limbah organik sehingga limbah tersebut tidak akan mencemari kondisi tanah di bawahnya.
Jenis – Jenis Limbah Organik
Limbah organik diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, di antaranya yaitu:
1. Limbah Organik Lunak
Limbah organik lunak merupakan salah satu jenis limbah organik yang memiliki banyak kandungan air di dalamnya. Selain itu, tingkat kekerasan yang dimiliki limbah ini relatif rendah atau lebih empuk, sehingga bakteri akan lebih mudah untuk menghancurkan limbah tersebut melalui proses pembusukan.
Contoh dari limbah organik yaitu sisa bahan makanan, sisa hasil dapur, dan kotoran makhluk hidup. Beberapa contoh limbah organik ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos maupun pupuk kandang yang nantinya akan bermanfaat bagi tanaman di rumah kalian.
2. Limbah Organik Keras
Limbah organik keras merupakan salah satu jenis limbah organik yang memiliki kandungan air lebih sedikit dibandingkan limbah organik lunak. Sehingga dalam proses pengelolaannnya membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa hancur dan membusuk.

Advertisement
Contoh dari limbah organik keras di antaranya yaitu tempurung kelapa, batang kayu, dan kulit telur. Cara untuk mempercepat proses penghancuran batang kayu yaitu dilakukan dengan memotong batang kayu tersebut menjadi ukuran yang lebih kecil.
Manfaat Dari Limbah Organik
- Limbah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos atau pupuk organik
- Limbah organik dapat menyuburkan tanah secara alami
- Limbah organik dapat dijadikan sebagai pakan ternak dengan diolah menjadi pelet
- Limbah organik dapat dimanfaatkan menjadi sumber listrik dan bahan biogas
- Limbah organik dapat diolah dan digunakan sebagai bahan untuk kerajinan tangan
Pengertian Limbah Anorganik
Limbah anorganik merupakan limbah yang berasal dari sisa bahan atau sampah yang sulit untuk terurai. Limbah anorganik identik dengan limbah yang bukan berasal dari alam, melainkan berasal dari limbah rumah tangga atau industri seperti plastik, botol, kaca, kertas, dan lain sebagainya.
Proses penguraian limbah anorganik ini dapat dibilang memakan waktu yang lebih lama dibanding dengan limbah organik. Penumpukan limbah anorganik juga dapat mencemari lingkungan dan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti kolera dan diare. Oleh karena itu, pengolahan limbah anorganik yang baik dan benar merupakan salah satu hal yang paling tepat untuk mengurangi jenis limbah ini.
Ciri – Ciri Limbah Anorganik
- Limbah anorganik sulit untuk terurai. Hal tersebut berarti bahwa limbah anorganik membutuhkan jangka waktu yang cukup panjang untuk bisa mengalami proses pembusukan atau penguraian secara alami. Bahkan limbah anorganik akan terurai setelah berpuluh-puluh tahun.
- Limbah anorganik terbentuk dari bahan sintesis atau pabrikasi. Contohnya seperti styrofoam yang terbuat dari berbagai campuran bahan sistesis berupa polistirena dan gas CFC. Kedua bahan tersebut dalam jangka panjang dapat merusak lapisan ozon. Sehingga penggunaan sturofoam harus dikurangi.
- Limbah anorganik dapat diproses melalui daur ulang. Sehingga untuk mengurangi limbah anorganik, kalian dapat mendaur ulang limbah tersebut menjadi kerajinan tangan dan lain sebagainya. Misalnya, botol plastik bekas yang didaur ulang menjadi pajangan rumah atau pot mini tanaman.
Contoh Limbah Anorganik
Berikut contoh dari limbah organik yang sering kita temui di kehidupan sehari-hari, di antaranya:
- Plastik kemasan makanan.
- Low Density Polyethylene (LDPE) atau jenis plastik yang digunakan pada bidang pertanian sebagai penutup rumah kaca dan lain sebagainya.
- High Density Polyethylene (HDPE) atau jenis plastik yang digunakan pada bidang pertanian sebagai tempat pestisidan dan pot pembibitan.
- Kantong plastik (kresek)
- Logam besi
- Limbah baja
- Polypropylene (PP) yang digunakan sebagai terpal anyaman.
- Pecahan keramik dan kaca
- Styrofoam
- Ban bekas
Dampak Negatif Dari Limbah Anorganik
- Pembakaran limbah anorganik dapat menyebabkan polusi udara sehingga mengancam kesehatan manusia.
- Pembuangan limbah anorganik ke sungai atau laut dapat mengancam keselamatan biota laut yang ada. Selain itu juga dapat menyebabkan pencemaran air.
- Penimbunan limbah anorganik dapat menyebabkan pencemaran tanah karena limbah tersebut mengandung zat beracun. Hal tersebut dapat mengancam kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.
Manfaat Limbah Anorganik
- Limbah anorganik dapat dijadikan sebagai kerajinan tangan untuk mempercantik ruangan.
- Limbah anorganik juga dapat digunakan kembali atau reusable. Misalnya seperti kantong plastik swalayan yang dapat digunakan kembali sebagai tempat untuk membawa barang.
- Limbah anorganik dapat dilelehkan dan dijadikan menjadi barang lain. Misalnya seperti plastik yang dilelehkan dan disatukan menjadi lembaran papan yang dapat digunakan sebagai pengganti kayu. Hal tersebut tentu dapat memberi nilai ekonomis yang tinggi.
Demikian informasi mengenai limbah organik dan limbah anorganik beserta contohnya. Semoga informasi ini membantu!
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya
