11 Contoh Majas Metafora dalam Puisi beserta Penjelasannya

Secara teknis, metafora memindahkan sifat dari satu objek (citraan) ke objek lain untuk menciptakan sebuah makna yang lebih dalam dan imajinatif.

Sebagaimana yang sudah kamu ketahui, majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk membuat sebuah kalimat menjadi lebih hidup dan estetik.

Mamikos akan menginformasikan apa saja contoh majas metafora dalam puisi beserta penjelasannya di kesempatan ini agar dapat membantu kamu belajar di rumah. ✍🏻📌📝

Daftar Contoh Majas Metafora dalam Puisi beserta Penjelasannya

unsplash.com/Wouter

Dalam pelajaran bahasa Indonesia, majas metafora termasuk ke dalam kategori majas perbandingan yang secara lazim dipakai oleh penulis untuk membuat tulisannya lebih indah dan menarik.

Penggunaan majas perbandingan dibuat untuk membandingkan dua hal atau objek yang berbeda dengan menggunakan kata kiasan.

Di dalam artikel ini, Mamikos akan merangkum penjelasan untuk kamu apa saja contoh majas metafora dalam puisi yang dapat kamu pelajari dengan mudah.

Memahami Apa Itu Majas Metafora

Di awal artikel ini, Mamikos sudah merangkum penjelasan apa yang dimaksud dengan majas metafora secara sederhana agar dapat kamu pahami sepenuhnya.

Secara etimologis, metafora adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani metapherein, yang dikutip dari kata meta (di atas/melewati) dan pherein (membawa). Maka secara harfiah, metafora berarti “memindahkan” makna dari satu subjek ke subjek lainnya.

Metafora merupakan gaya bahasa kiasan yang menyatakan sesuatu sebagai hal yang sama dengan hal lain yang sebenarnya tidak identik, akan tetapi memiliki kesamaan sifat atau karakteristik inti.

Dalam metafora, penyair/penulis tidak lagi menggunakan kata pembanding seperti “bagaikan” atau “seperti” (seperti pada majas simile), melainkan langsung menetapkan identitas baru pada objek tersebut.

Fungsi Majas Metafora dalam Penulisan Puisi

Instrumen kognitif dan artistik menjadi identitas dari majas metafora yang bersifat vital. Sementara beberapa fungsi dari majas metafora tersebut, di antaranya:

a. Konkretisasi Konsep Abstrak

Puisi sering kali berkaitan dengan hal-hal yang tidak tampak, seperti cinta, kesedihan, waktu, atau Tuhan. Fungsi dari metafora adalah mengubah ide-ide abstrak tersebut menjadi citraan visual atau fisik yang bisa dibayangkan.

Contohnya saat menjelaskan “kesedihan” (abstrak) dengan metafora “kebun bunga yang terbakar” (konkret) sehingga memberikan gambaran kehancuran dan rasa panas yang lebih nyata.

b. Menciptakan Efek “Defamiliarisasi”

Seni berfungsi untuk membuat hal-hal yang biasa menjadi terasa asing (making strange) menurut seorang filsuf seni bernama Viktor Shklovsky. Metafora memaksa pembaca untuk berhenti sejenak dan melihat dunia dengan cara yang berbeda.

Contoh: Daripada menyebut “matahari terbit”, penulis akan menuliskan “kilauan emas di ufuk timur”. Hal ini memberikan perspektif yang jauh lebih segar dan menghidupkan kembali kepekaan pembaca terhadap realitas.

c. Kepadatan Makna

Metafora memungkinkan penulisnya untuk meringkas penjelasan yang panjang lebar ke dalam satu citraan yang padat namun tetap kaya makna. Satu paragraf dengan penjelasan logis dapat disampaikan dengan satu majas metafora yang tepat.

Contohnya seperti yang ada dalam puisi Chairil Anwar yang menyebutkan “binatang jalang” untuk merangkum seluruh konsep tentang pemberontakan, keterasingan, keliaran, dan kebebasan individu hanya dalam dua kata saja.

d. Menghubungkan Pengalaman yang Emosional

Fungsi dari metafora berikutnya adalah sebagai “jembatan empati” antara penulis dan pembaca. Dengan menggunakan simbol alam atau benda sehari-hari, penulis dapat mentransfer perasaan pribadi yang kompleks ke dalam pengalaman yang bisa dipahami pembaca secara universal.

Contoh Majas Metafora dalam Puisi dan Penjelasannya

Berikut ini sudah Mamikos susun uraian mendalam mengenai contoh majas metafora dalam puisi yang dapat kamu pelajari berdasarkan kategori citraan dan kedalaman maknanya. Beberapa contoh majas metafora dalam puisi tersebut di antaranya:

1. Metafora tentang Eksistensi Diri

Dalam puisi bertema perjuangan atau pencarian jati diri, majas metafora sering digunakan untuk menggambarkan posisi seseorang di tengah kerasnya dunia.

Contoh majas: “Aku adalah kapal karam yang menolak tenggelam”.

Dalam kalimat di atas, fungsi “kapal karam” adalah sebagai wahana untuk menggambarkan kondisi seseorang yang sudah hancur, gagal, atau mengalami musibah besar.

Namun, dengan tambahan frasa “menolak tenggelam” setelahnya, penulis memberikan kualitas manusiawi pada benda mati tersebut.

Maknanya bukan lagi tentang kecelakaan laut, melainkan tentang keteguhan hati seseorang yang tetap berjuang meski jiwanya babak belur oleh keadaan.

2. Metafora tentang Waktu dan Kematian

Penulis sering menggambarkan waktu bukan sebagai angka, melainkan sebagai entitas yang bergerak atau bersifat fisik.

Contoh majas: “Waktu adalah pisau bermata dua di leher usia.”

Dalam kalimat di atas, penulis menyamakan waktu dengan pisau. Kalimat “Pisau bermata dua” melambangkan dualitas: di satu sisi waktu memberikan kesempatan untuk hidup dan berkarya.

Namun di sisi lain penulis secara konsisten “memotong” atau mengurangi sisa umur manusia. Kalimat tersebut menciptakan atmosfer ketegangan dan urgensi, bahwa setiap detik yang berlalu adalah ancaman sekaligus anugerah.

3. Metafora tentang Kesedihan dan Luka Batin

Kesedihan adalah emosi abstrak yang paling sering dikonkretkan melalui majas metafora agar pembaca dapat membayangkan rasanya secara fisik.

Contoh majas: “Kenangan itu adalah duri dalam dagingku.”

Dalam kalimat di atas kenangan (sesuatu yang ada di pikiran) disamakan dengan duri (benda tajam yang menusuk fisik). Metafora “duri dalam daging” menggambarkan rasa sakit yang tidak terlihat dari luar, namun terasa senut-senut di dalam.

Perasaan itu sulit dikeluarkan, dan terus mengganggu setiap kali ada gerakan atau pemicu ingatan. Ini jauh lebih kuat daripada sekadar berkata “aku sulit melupakan masa lalu”.

4. Metafora tentang Cinta dan Harapan

Cinta sering kali digambarkan dengan elemen alam untuk menunjukkan skala kekuatannya.

Contoh majas: “Kau adalah sauh bagi perahuku yang limbung.”

Kata “Sauh” atau jangkar adalah alat pemberat agar kapal tidak hanyut. Dalam konteks perasaan, subjek “Kau” dianggap sebagai penenang, pemberi kepastian, atau sosok yang membuat hidup si penyair menjadi stabil di tengah masalah (“perahu yang limbung”). Majas metafora ini menunjukkan ketergantungan yang positif dan rasa aman.

5. Metafora Alam (Personifikasi Metaforis)

Kadang metafora menggabungkan unsur alam untuk memberikan nyawa pada suasana.

Contoh majas: “Malam adalah tinta yang tumpah dan menutup jejak siang.”

Malam tidak lagi dilihat sebagai fenomena astronomi, melainkan sebagai cairan hitam (tinta) yang menutupi segala sesuatu secara permanen dan pekat.

Penggunaan kata “tinta” di atas memberikan kesan bahwa kegelapan tersebut bersifat artistik namun juga menyembunyikan atau menghapus apa yang terjadi sebelumnya (jejak siang).

6. Metafora tentang Kesunyian dan Kesendirian

Kesunyian sering kali sulit digambarkan hanya dengan kata “sepi”. Penulis menggunakan majas metafora untuk memberi volume pada kesunyian tersebut.

Contoh majas: “Rumah ini adalah kotak musik yang patah.”

Dalam contoh majas metafora di atas kotak musik seharusnya mengeluarkan nada yang indah, namun jika “patah”, ia hanya menjadi benda mati yang membisu di pojok ruangan.

Majas metafora tersebut menggambarkan sebuah rumah atau kehidupan keluarga yang kehilangan keharmonisan, keceriaan, dan suara; hanya menyisakan bangunan yang sunyi dan rusak secara emosional.

7. Metafora tentang Harapan di Tengah Penderitaan

Harapan sering kali digambarkan sebagai cahaya, namun dalam majas metafora yang lebih kuat, ia dapat berupa sesuatu yang lebih bertekstur.

Contoh majas: “Doa-doaku adalah akar yang menembus beton nasib.”

Beton yang dimaksud di atas adalah simbol dari nasib yang keras, kaku, dan mustahil ditembus. Namun, penulis menggambarkan doa sebagai “akar”.

Meski terlihat lunak, akar memiliki kekuatan konstan yang perlahan mampu meretakkan beton yang paling keras sekalipun.

Hal ini melambangkan kegigihan dan kekuatan spiritual yang mampu mengubah garis takdir yang terlihat buntu.

8. Metafora tentang Kata-kata dan Komunikasi

Penulis sering merefleksikan alat utama mereka melalui metafora untuk menunjukkan kekuatan atau bahayanya.

Contoh majas: “Lidahmu adalah belati yang diasah oleh dendam.”

Di sini, lidah tidak dipandang sebagai indra perasa, melainkan senjata tajam. Majas metafora tersebut menjelaskan bahwa ucapan seseorang bukan lagi sekadar suara, melainkan alat yang sengaja dipersiapkan untuk melukai perasaan orang lain.

9. Metafora tentang Penyesalan

Penyesalan sering digambarkan sebagai beban fisik yang terus dibawa oleh seseorang.

Contoh majas: “Masa lalu adalah ransel berisi batu di pundakku.”

Penyesalan atau kenangan pahit diibaratkan sebagai beban berat (batu) yang tersimpan dalam ransel.

Penggunaan majas metafora ini menekankan bahwa masa lalu tidak bisa ditinggalkan begitu saja; ia terus dibawa ke mana pun seseorang melangkah, membuat perjalanan hidup menjadi lambat, melelahkan, dan menyakitkan.

10. Metafora tentang Keangkuhan

Untuk menggambarkan sifat buruk manusia, penulis sering menggunakan citraan benda-benda yang terlihat megah namun hampa.

Contoh majas: “Kepalanya adalah istana kaca yang rawan retak.”

Istilah istana kaca melambangkan keangkuhan atau harga diri yang sangat tinggi dan terlihat mewah dari luar.

Namun, karena terbuat dari kaca, ia sebenarnya sangat rapuh. Sekali terkena hantaman kenyataan atau kritik, seluruh kewibawaan dan kesombongan tersebut akan hancur berkeping-keping.

11. Metafora tentang Ilmu dan Kebijaksanaan

Ilmu pengetahuan sering kali digambarkan sebagai sesuatu yang mencerahkan atau memberikan arah.

Contoh majas: “Buku itu adalah kompas di tengah hutan ketidaktahuan.”

Dunia tanpa ilmu diibaratkan sebagai “hutan” yang menyesatkan dan gelap. Buku diposisikan sebagai “kompas”, yaitu instrumen yang memberikan arah koordinat yang benar agar seseorang tidak tersesat dalam kebodohan atau kesesatan dalam berpikir.

Penutup

Contoh majas metafora dalam puisi beserta penjelasannya di atas bukan sekadar teknik mempercantik baris puisi semata, melainkan nyawa yang mengubah bahasa biasa menjadi pengalaman batin yang luar biasa. 🔍📖✨

Dengan keberanian menyamakan dua hal yang secara logika berbeda, seorang penulis mampu melampaui batasan kata-kata untuk menyentuh kedalaman emosi dan imajinasi pembaca.

Referensi:


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta