3 Contoh Makalah Mahasiswa Sesuai Pedoman Dan Struktur yang Baik dan Benar

3 Contoh Makalah Mahasiswa Sesuai Pedoman & Struktur yang Baik dan Benar – Makalah bukan lagi hal yang asing di kalangan mahasiswa. Bahkan, hampir di setiap mata kuliah dosen meminta mahasiswanya untuk membuat makalah tugas kuliah. Format penyusunan makalah bisa bebas tergantung kreativitas mahasiswa atau justru sudah ditentukan oleh dosen.

Contoh Makalah Mahasiswa yang Baik dan Benar

pixabay

 

Perbedaan format pembuatan makalah di kampus tidak perlu dipusingkan. Yang perlu kamu perhatikan adalah cara membuat makalah mahasiswa yang baik dan benar. Makalah tersebut tidak hanya bertujuan untuk memenuhi tugas kuliah, tetapi juga memberikan informasi bagi para pembaca. Sangat penting memastikan bahwa konten makalah yang kamu buat dapat dipertanggungjawabkan.

Bagaimana membuat makalah mahasiswa yang baik dan benar?. Tenang, Mamikosa akan memberikan informasi cara pembuatan makalah mahasiswa. Baik mahasiswa semester awal hingga semester akhir dapat mengikuti tips ini. Sebagai tambahan, Mamikos juga akan memberikan contoh-contoh makalah yang dapat kamu adaptasi.

Struktur pada Makalah Mahasiswa

Penulisan makalah sebagai tugas mahasiswa memiliki struktur tertentu. Biasanya struktur penulisan makalah mahasiswa sudah ditetapkan pihak kampus. Mahasiswa yang tidak menulis makalah sesuai ketentuan biasanya akan mendapatkan nilai kurang maksimal. Meskipun berbeda-beda, secara umum struktur makalah mahasiswa adalah sebagai berikut.

1. Cover Makalah: memuat judul makalah, tujuan pembuatan makalah, dosen pengampu, logo kampus, nama penyusun makalah, program studi, fakultas, universitas, tahun pembuatan.
2. Kata Pengantar Makalah
3. Daftar Isi
4. Pendahuluan: latar belakang, rumusan masalah, tujuan pembuatan makalah
5. Pembahasan: disesuaikan dengan konten makalah
6. Penutup: kesimpulan dan saran
7. Daftar Pustaka

Struktur penulisan makalah dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan. Misalnya saja pada bagian kata pengantar dapat dicantumkan daftar penerima ucapan terima kasih. Poin pembahasan pada makalah pun dapat dijabarkan menjadi lebih lengkap apabila ada banyak hal yang terdapat pada makalah. Pembahasan tersebut juga disesuaikan dengan rumusan masalah yang sudah diajukan pada bagian pendahuluan.

Aturan jumlah referensi untuk penulisan makalah mahasiswa pun tidak sama. Kampus yang cukup ketat memberlakukan penggunaan minimal 5 buku induk dan tidak boleh ada sumber dari internet. Hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri, apalagi bagi kamu yang jarang mencoba membuat makalah.

Permasalahan Penulisan Makalah Mahasiswa

Mahasiswa seringkali mengalami masalah ketika menulis makalah. Bahkan, tidak jarang masalah tersebut membuat mahasiswa menjadi malas dan enggan menyelesaikannya sampai waktu deadline tiba. Terdapat beberapa tips dari Mamikos untuk mengatasi permasalahan ketika menulis makalah kuliah.

1. Rekan Kerja Tidak Cocok

Tidak semua makalah mahasiswa diberikan sebagai tugas individu. Terkadang ada makalah yang menjadi tugas kelompok. Sayangnya pemilihan kelompok kerapkali tidak didasarkan pada keinginan mahasiswa, tetapi karena ditunjuk dosen. Apabila teman satu kelompok memiliki perbedaan pemikiran, akan sulit mengerjakan makalah tersebut.

Terkadang ada rekan kerja yang sibuk dengan kegiatannya di luar kampus, hanya titip absen, atau justru mendominasi proses pengejaan makalah. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pembagian tugas secara merata. Gunakan undian agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau asal ditunjuk. Berikan deadline pengumpulan bagian makalah tersebut agar tugasmu dapat selesai tepat waktu.

2. Tidak Memiliki Referensi Cukup

Makalah yang baik akan menggunakan banyak referensi. Sebagai salah satu bentuk karya tulis, makalah memuat data dan fakta. Apabila terdapat banyak opini pada makalah, hal tersebut bisa mengurangi kualitas isi. Referensi penulisan makalah tidak hanya tersedia di perpustakaan saja. Kamu bisa mendapatkannya melalui e-book atau buku elektronik yang dapat diunduh gratis. Ada pula buku elektronik berbayar.

Kamu juga bisa meminjam buku referensi pada kakak tingkat yang sudah lulus. Alternatif paling mudah untuk mendapatkan referensi makalah adalah dari jurnal. Biasanya kampus atau universitas menyediakan akses jurnal gratis bagi mahasiswa. Hubungilah pihak perpustakaan untuk meminta layanan akses jurnal agar makalahmu dapat terselesaikan.

3. Terlalu Banyak Revisi

Sebelum makalah dikumpulkan, terdapat dosen yang mengharuskan mahasiswanya melakukan revisi. Hal tersebut dilakukan agar ketika presentasi data yang disajikan sudah akurat. Apabila kamu malas mengerjakan revisi karena terlalu banyak, kamu dapat mengajukan pendapat pada dosen dengan membawa bukti. Bawalah referensi yang kamu gunakan dan alasanmu menggunakan referensi tersebut. Sampaikan maksud dengan baik agar dosen dapat mengerti.

Contoh-Contoh Makalah Mahasiswa yang Baik dan Benar

Setelah kamu mengetahui prinsip penyusunan makalah mahasiswa, kini saatnya membuat makalah kuliah dengan baik dan benar. Berikut ini adalah contoh makalah dari berbagai mata kuliah, baik mata kuliah umum, mata kuliah keagamaan, hingga mata kuliah pengembangan diri.

1. Contoh Makalah Ekonomi

pixabay.com

 

Judul: Bisnis dalam Islam

PENDAHULUAN

 

Kegiatan berbisnis merupakan suatu kegiatan usaha seperti jual beli. Meskipun terdapat banyak versi bisnis, Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin pun memiliki aturan bisnis agar sesuai dengan kaidah dan syariat Islam. Baik anjuran untuk berbisnis maupun etika dalam berbisnis dibahas dalam Islam karena kegiatan ini memang tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.

 

Faktor penentu keberhasilan suatu bisnis adalah potensi manusia yang menjalankan bisnis tersebut dan etika bisnis yang dijalankannya. Rasulullah SAW menjadi suri tauladan sekaligus contoh salah satu tokoh yang sukses dengan bisnisnya, yaitu berdagang. Rasulullah SAW mengajarkan pada umatnya terkait cara berbisnis yang baik dan benar, sehingga mendapatkan ridha Allah SWT. Nilai- nilai dalam Islam inilah yang diharapkan mampu membawa kesejahteraan bagi pelaku bisnis.

 

Makalah ini membahas landasan bisnis dalam Islam, anjuran bisnis, etika bisnis, sekaligus contoh tokoh pebisnis muslim yang berhasil di bidangnya.

 

PEMBAHASAN

 

A. Landasan Bisnis dalam Islam

 

Etika bisnis Islam memiliki beberapa landasan, salah satunya adalah landasan normatif, diantaranya:

 

1. Landasan Tauhid

 

Dalam menjalani kehidupan, manusia berpedoman pada tauhid. Di dalamnya termuat pernyataan bahwa “tidak ada sesuatu yang patut disembah kecuali Allah SWT”. Seseorang yang mengerti dan paham terhadap tauhid akan mendasarkan seluruh perbuatannya sesuai penilaian Allah SWT, seperti yang terdapat dalam QS Al-An’am 126-127. Keridhoan Allah SWT menjadi salah satu hal yang harus ditekankan bagi para pebisnis agar usaha yang dilakukannya tetap dalam tata cara syariah.

 

2. Landasan Normatif

 

Proses usaha yang meliputi produksi, konsumsi, dan distribusi harus didasarkan pada keridhoan Allah SWT. Penjabaran dari kegiatan tersebut tercantum dalam Quran Surat Al-Mulk ayat 15.

 

Manusia melakukan usaha dengan konteks niat beribadah melaksanakan perintah Allah seperi yang terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 168. Unsur daya materi, akal, insting, emosi dan unsur lainnya di dalam manusia merupakan bukti bahwa manusia sebenarnya memiliki potensi untuk berkreasi dan mampu menciptakan sesuatu dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Dengan potensinya, manusia dapat melakukan beberapa hal dengan fasilitas Wasilah al hayah.

 

3. Landasan Keseimbangan (Keadilan)

 

Islam mengajarkan pada pemeluknya untuk menciptakan karakter manusia yang adil dan seimbang, baik dalam hal perilaku dengan dirinya sendiri, dengan sesama manusia, maupun dengan lingkungannya. Di dalam Al-Quran Surat Al-Hadid ayat 25 telah diperintahkan oleh Allah agar perilaku adil mendasari seluruh kegiatan manusia, termasuk dalam kegiatan berbisnis.

 

4. Landasan Kehendak Bebas

 

Transaksi bisnis yang dilakukan oleh manusia dilakukan dengan dasar spiritual, akal budi, dan insting. Kebebasan yang dimiliki manusia membawanya pada dua konsekuensi, yaitu konsekuensi baik dan konsekuensi buruk. Konsekuensi dan niat baik, tentunya akan menghasilkan manfaat yang berguna dan berdampak baik bagi diri sendiri dan orang lain (masyarakat), demikian juga sebaliknya. Hal ini sesuai dengan firman Allah yang terdapat dalam QS. An-Nisa ayat 85.

 

5. Landasan Pertanggungjawaban

 

Manusia memiliki kebebasan dalam mengembangan minat dan potensi untuk mengembangkan bisnisnya. Namun, manusia tidak boleh lupa terhadap batas-batas yang terdapat dalam Al-Quran dan Sunah. Semua perbuatan dan aktivitas manusia di bumi tidak lepas dari pertanggungjawaban yang akan dimintai kelak di akhirat. Seyogyanya manusia tahu bahwa segala sesuatu yang ada di dunia adalah milik Allah SWT dan manusia bukan pemilik yang hakiki.

 

B. Anjuran Bisnis dalam Islam

 

Islam tidak melarang pemeluknya untuk melakukan kegiatan transaksi jual beli atau berbisnis. Hal tersebut dikarenakan manfaat-manfaat yang dapat diberikan oleh pengusaha terhadap orang di sekitarnya. Seorang pebisnis tidak hanya mencukupi kebutuhan dirinya, tapi juga menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Seorang mukmin dapat berkarya jika memiliki kreativitas dan inovasi. Dengan kreativitas, peluang bisnis dapat berkembang, sedangkan dengan inovasi, seorang muslim akan selalu melakukan pembaruan.

 

Islam memandang kegiatan wirausaha sebagai bagian tidak terpisahkan dari ajaran agama. Ayat di dalam Al Quran yang menjelaskan pentingnya aktivitas berbisnis diantaranya adalah Surat Al-Jumu’ah ayat 11.  Setiap orang memiliki kewajiban untuk menjemput rezeki yang telah disediakan Allah SWT. Ibadah seorang hamba tidak sempurna jika tidak bekerja di dunia. Allah SWT menunjukkan bahwa jika manusia berusaha, maka ia akan dapat menjemput rezekinya. Namun, manusia tidak boleh lupa bahwa apapun yang didapatkan di dunia merupakan anugerah dari Allah SWT karena menghendakinya. Nabi dan Rasul juga mengajarkan pada umatnya bahwa barangsiapa yang tidak bekerja, tidak boleh menuntut upah. Rasulullah SAW bersabda bahwa mencari rezeki yang halal wajib bagi setiap orang Islam.

 

C. Etika Bisnis dalam Islam

 

Islam mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk etika dalam berbisnis. Penerapan etika bisnis akan membuat bisnis yang dilakukan lancar dan berkah. Etika-etika tersebut diantaranya:

 

1. Kesatuan (Tauhid/Unity)

 

Konsep tauhid mendasari seluruh aspek kehidupan seorang muslim yang melakukan wirausaha. Islam sudah menawarkan keterpaduan agama, ekonomi, dan sosial dalam ajarannya, sehingga segala aktivitas wirausaha, termasuk etika di dalamnya tidak boleh terlepas dari nilai Islam.

 

2. Keseimbangan (Equilibrium/Adil)

 

Islam sangat mengajurkan untuk berbuat adil dalam berbisnis dan melarang berbuat curang atau berlaku dzalim. Orang yang curang dalam proses berbisnis pertanda kehancuran bisnis tersebut, karena kunci keberhasilan bisnis adalah kepercayaan. Al-Qur’an memerintahkan kepada kaum muslimin untuk menimbang dan mengukur dengan cara yang benar dan jangan sampai melakukan kecurangan dalam bentuk pengurangan takaran dan timbangan, seperti yang terdapat dalam surat Al-Isra ayat 35.

 

3. Kehendak Bebas (Free Will)

 

Etika bisnis Islam mengatur kebebasan yang tidak merugikan kepentingan kelompok selama kepentingan individu dilakukan. Manusia cenderung ingin selalu memenuhi kebutuhan pribadinya, sehingga ada kewajiban dari individu terhadap masyarakat melalui infaq, zakat, dan sedekah.

 

4. Tanggung Jawab (Resposibility)

 

Kebebasan yang tidak diikuti dengan batasan tertentu akan membuat usaha yang dilakukan manusia akan membuat kekacauan, bahkan merugikan banyak pihak. Oleh karena itu, diperlukan tanggung jawab untuk memenuhi tuntutan keadilan, sehingga manusia tidak berlaku semena-mena.

 

5. Kebenaran: Kebajikan dan Kejujuran

 

Bisnis yang dilakukan seseorang harus mengandung dua unsur, yaitu kebahikan dan kejujuran. Kebenaran dimaknai sebagai niat, sikap, dan perilaku benar dalam menjalani seluruh proses bisnis, sedangkan akad merupakan proses untuk meraih keuntungan.

 

D. Tokoh Pebisnis Muslim: Chairul Tanjung

 

Chairul Tanjung atau yang dijuluki si Anak Singkong adalah pemilik usaha CT Corp. Chairul. Beliau sangat rendah hati dan hingga duduk di posisi kelima orang terkaya (kekayaan US$3,4 miliar atau Rp33 triliun).

 

Kesuksesan Chairul Tanjung adalah hasil dari kerja keras dan semangatnya. Pengalaman bisnis mulai kuliah terus dijalankan secara konsisten hingga bisa sukses. Usaha berjualan buku kuliah, peralatan laboratorium, kemudian merambah dunia sepatu. Chairul Tanjung fokus pada sektor bisnis keuangan, properti dan multimedia.

 

PENUTUP

 

Memahami hakikat bisnis dalam Islam tidak hanya akan membawa keuntungan dan kemudahan dalam berbisnis, tetapi juga mendapatkan ridha Allah SWT. Sebagai pebisnis yang baik, hendaknya memahami landasan,anjuran, dan etika bisnis dalam islam dengan baik agar kegiatan bisnisnya tidak hanya memberikan keuntungan di dunia, tetapi juga di akhirat. Memiliki tokoh idola yang menjalankan bisnis sesuai syariat juga merupakan salah satu cara agar kita memiliki inspirator dalam suatu usaha.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abdullah, Ma’ruf.2011.Wirausaha Berbasis Syariah. Banjarmasin: Antasari Press
A.Karim, Adiwarman. Ekonomi Mikro Islam Edisi ketiga. 2007.Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Al-Qur’an dan Terjemahnya, Al-Jumānatul ‘Ali. 2005.Bandung: CV. Penerbit J-Art.
Muhammad. 2008.Paradigma, Metodologi & Aplikasi Ekonomi Syariah. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Muslich. Etika Bisnis Islami. 2005.Yogyakarya: AK Group.
Widjajakusuma, M, Yusanto. 2002. Menggagas Bisnis Islami. Jakarta: Gema Insani Press

2. Contoh Makalah Biologi

pixabay.com

Judul: Konservasi Sumber Daya Alam (Konservasi Air)

PENDAHULUAN

 

Perhatian manusia terhadap lingkungan sebenarnya sudah dimulai sejak lama, seperti bagaimana lingkungan menyediakan makanan, air, serta berbagai sumber daya lainnya. Seiring dengan bertambahnya jumlah manusia, perhatian yang diberikan pada lingkungan juga semakin besar. Hal tersebut dikarenakan banyaknya aktivitas manusia yang memberikan dampak pada lingkungan serta adanya pencemaran air, sehingga diperlukan langkah konservasi untuk menjaga kelestarian lingkungan.

 

40 tahun yang lalu, mempertahankan biodiversitas dimaknai sebagai penyelamatan spesies yang terancam dari kepunahan dan hal tersebut merupakan bagian kecil dari konservasi. Pemahaman mengenai konservasi masih terbatas pada ilmu kehutanan, konservasi air dan tanah, manajemen perikanan dan ijin perburuan, serta berbagai disiplin ilmu yang berkaitan. Saat ini, biologi konservasi telah berubah menjadi suatu disiplin ilmu yang fokus pada penyelamatan kehidupan bumi serta persoalan-persoalan pokok mengenai lingkungan, termasuk di bidang perairan yang akan dibahas dalam makalah ini.

 

Berdasarkan uraian di atas, dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut:
1.Apa definisi konservasi air?
2.Apa saja jenis-jenis pencemaran air?
3.Bagaimana pengaturan hukum sumber daya air dan peran budaya dalam konservasi air?
4.Bagaimana tinjauan konservasi air dalam Islam?

 

PEMBAHASAN

 

A.Definisi Konservasi

 

Beberapa tahun yang lalu, mempertahankan diversitas diartikan sebagai penyelamatan spesies yang terancam dari kepunahan. Namun, saat ini biologi konservasi telah berubah menjadi disiplin ilmu baru yang lebih luas untuk menyelamatkan bumi (Hunter & James, 2007). Secara umum, konservasi didefinisikan sebagai pelestarian atau perlindungan, sedangkan konservasi air didefinisikan sebagai strategi atau aktivitas untuk mengatur air sebagai sumber daya alam yang dapat diperbarui untuk menjaga kebutuhan manusia akan air di masa depan.

 

Konservasi air tidak dapat terlepas dari konservasi tanah, sehingga sering dikaitkan dengan konservasi air dan tanah. Kegiatan konservasi air akan berdampak pada konservasi tanah, begitu pula sebaliknya (Kodoatie & Rustam, 2010).

 

B.Pentingnya Konservasi Air

 

Konservasi air sangat penting bagi kelangsungan kehidupan suatu bangsa, khususnya di daerah yang mengalami kekurangan air, di daerah kering (arid) dan daerah semi kering (sub humid). Konservasi air bertujuan untuk meningkatkan volume air, meningkatkan efisiensi penggunaan air, serta memperbaiki kualitas air sesuai peruntukannya (Kodoatie & Rustam, 2010).

 

Manfaat adanya konservasi air adalah berkurangnya bencana alam yang berkaitan dengan air, seperti banjir, kekeringan, dan tanah longsor. Konservasi air menjaga ketersediaan dan suplai air seiring dengan peningkatan kebutuhan air (Kodoatie & Rustam, 2010).

 

C. Pencemaran Air

 

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, pencemaran air didefinisikan sebagai: masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

 

1. Jenis-jenis Pencemaran Air

 

Darmono (1995) mengemukakan bahwa pencemaran air terdiri atas bermacam-macam jenis, antara lain:

 

a. Pencemaran mikroorganisme dalam air
Berbagai mikroorganisme penyebab penyakit pada makhluk hidup (bakteri, virus, protozoa dan parasit). Mikroorganisme tersebut dapat masuk ke dalam air melalui buangan limbah rumah tangga maupun limbah industri. Penyakit yang sering ditemukan seperti penyakit tifus, kolera, dan disentri.
b. Pencemaran air oleh bahan anorganik nutrisi tanaman
Penggunaaan pupuk nitrogen dan fosfat dapat mencemari sungai, danau dan lautan.
c. Pencemar bahan kimia anorganik
Bahan kimia anorganik seperti asam, garam serta logam beracun seperti timbal (Pb), kadmium (Cd) dan merkuri (Hg) dapat menyebabkan menyebabkan ikan dan organisme lainnya mati. Pencemaran bahan tersebut juga dapat menurunkan produksi tanaman pangan serta merusak peralatan yang dilalui air tersebut karena bersifat korosif.
d. Pencemar bahan kimia organik
Bahan kimia organik seperti minyak, plastik, pestisida, larutan pembersih, detergen dan masih banyak lagi bahan organik terlarut yang digunakan oleh manusia dapat menyebabkan kematian pada ikan maupun organisme air lainnya.

 

2. Sumber Pencemaran Air

 

Menurut Sastrawijaya (2009), sumber pencemaran air dapat dibedakan menjadi sumber domestik (rumah tangga) dan sumber nondomestik.

 

a. Sumber domestik (rumah tangga)

 

Sumber domestik (rumah tangga) yaitu dari perkampungan, kota, pasar, jalan, rumah sakit, dan lain sebagainya (Sastrawijaya, 2009). Bertambahnya jumlah penduduk mengakibatkan laju pencemaran lingkungan bertambah. Penyebab pencemaran air berupa limbah domestik adalah air limbah, kotoran manusia, limbah rumah tangga, limbah gas, dan limbah panas (Sunu, 2001). Limbah domestik adalah semua buangan yang berasal dari sumber domestik yang secara kuantitatif limbah tersebut terdiri atas zat ogranik baik berupa padat maupun cair, bahan berbahaya dan beracun (B3), garam terlarut, bakteri terutama fecal coli, jasad pathogen dan parasit (Sastrawijaya, 2009).

 

b. Sumber nondomestik

 

Sumber pencemar nondomestik berasal dari pabrik, industri, pertanian, peternakan, perikanan, dan transportasi. Pabrik-pabrik industri diperkirakan menghasilkan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) (Sastrawijaya, 2009). Jenis kegiatan industri yang menghasilkan limbah cair antara lain: industri pelapisan logam, industri pulp dan kertas, industri tekstil, industri pupuk, industri cat, industri farmasi, industri sabun, dan lain sebagainya (Sunu, 2001).

 

Limbah pertanian biasanya terdiri atas bahan padat bekas tanaman yang bersifat organis, bahan pemberantas hama dan penyakit (pestisida), bahan pupuk yang mengandung nitrogen, fosfor, sulfur, mineral (K, Ca) dan sebagainya (Sastrawijaya, 2009). Penggunaan fertilizer sebagai pestisida berlebihan dapat mengakibatkan dampak negatif keseimbangan ekosistem air (Sunu, 2001).

 

Limbah peternakan dan perikanan pada umumnya berupa hasil samping sistem pengelolaan peternakan dan perikanan tersebut dan dari ternaknya sendiri (Sastrawijaya, 2009).

 

3. Dampak Pencemaran Air

 

Air yang telah tercemar dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi manusia. Air yang telah tercemar akan menjadi tidak bermanfaat lagi dan berpotensi menjadi penyebab timbulnya penyakit (Wardhana, 1995).

 

Air yang tidak dapat dimanfaatkan lagi akibat pencemaran air merupakan kerugian yang terasa secara langsung oleh manusia. Bentuk kerugian ini antara lain seperti:

 

a. Air tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan rumah tangga, seperti untuk minum, memasak, mandi, mencuci, dan lain sebagainya.
b. Air tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan industri, sebagai contoh: air lingkungan yang berminyak tidak dapat lagi digunakan sebagai air proses dalam industri kimia.
c. Air tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan pertanian, seperti: irigasi.
d. Air tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan peternakan dalam peranannya sebagai minuman ternak.
e. Air tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan perikanan, karena air yang tercemar akan mematikan tanaman dan hewan air (Wardhana, 1995).
Pencemaran air yang sangat dapat menimbulkan kematian, karena air telah menjadi penyebab berbagai macam penyakit (Wardhana, 1995). Beberapa penyakit yang berhubungan dengan air (Waterborne Deseases) dapat berupa:
a. Penyakit menular: hepatitis A, poliomyelitis, cholera, typhus abdominalis, dysentri amoeba, ascariasis, dan scabises;
b. Penyakit tidak menular seperti: keracunan kadmium, keracunan kobalt, keracunan air raksa, dan keracunan bahan insektisida (Wardhana, 1995).

 

4. Penanggulangan Pencemaran Air

 

Menurut Herlambang (2006), usaha yang dapat dilakukan untuk penanggulangan pencemaran lingkungan, antara lain
a.Pengaturan tata ruang
b.Pembinaan dan penegakan hukum
c.Baku mutu
Standar buangan mengacu pada standard baku mutu yang tergantung kepada jenis kegiatannya yang diatur dalam KEPMEN LH Nomor 42/MENLH/10/1995, KEPMEN LH Nomor 51/MENLH/10/1995, KEPMEN LH Nomor 52/MENLH/10/1995, dan KEPMEN LH Nomor 58/MENLH/10/1995.
d.Perlindungan sumber air
e.Monitoring dan evaluasi
f.Kelembagaan
g.Kelompok sadar lingkungan dan lembaga swadaya masyarakat
h.Produksi bersih
i.Teknologi pengolahan limbah
j.Industri lingkungan

 

D. Pengaturan Hukum Sumber Daya Air

 

Hukum yang mengatur mengenai sumber daya air yaitu UU Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Isi dari undang-undang tersebut adalah bahwa sumber daya air harus dijaga dan digunakan dengan baik, tepat dan benar. Peraturan ini tidak hanya mengikat pemerintah saja, tetapi sangat detail ditujukan kepada semua kalangan.

 

Wewenang dan tanggung jawab dipikul bersama, yaitu wewenang dan tanggung jawab pemerintah mengenai sumber daya air diatur dalam UU No 7 Tahun 2004 Pasal 14, wewenang dan tanggung jawab pemerintah provinsi diatur dalam UU No 7 Tahun 2004 Pasal 15, wewenang dan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota diatur dalam UU No 7 Tahun 2004 Pasal 16, wewenang dan tanggung jawab pemerintah desa/nama yang lainnya diatur dalam UU No 7 Tahun 2004 Pasal 17.

 

Hukum yang mengatur mengenai konservasi sumber daya air yaitu UU Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Konservasi sumber daya air dalam negara kita diatur dalam UU No 7 Tahun 2004 Pasal 20 sampai Pasal 25. Selain hukum konservasi, pemberdayaan sumber daya air diatur dalam UU No 7 Tahun 2004 Pasal 26 sampai Pasal 50.

 

Hukum lain dari undang-undang ini mengatur pula mengenai pengendalian daya rusak air (51-58), perencanaan (59-62), pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan (63-64), sistem informasi sumber daya air (65-69), pemberdayaan dan pengawasan (70-76), pembiayaan (77-81), hak kewajiban dan peran masyarakat (82-84), koordinasi (85-87), penyelesaian sengketa (88-89), gugatan masyarakat dan organisasi (90-92), penyidikan (93), ketentuan pidana (94-96), ketentuan peralihan (99-100).

 

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, telah diamandemenkan, sehingga menjadi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air. Dalam PP No 42 Tahun 2008, diatur mengenai ketentuan umum, landasan pengelolaan sumber daya air, perencanaan pengelolaan sumber daya air, pelaksanaan konstruksi operasi dan pemeliharaan, konservasi, pemberdayaan sumber daya air, pengendalian daya rusak air, perizinan dalam pengelolaan sumber daya air, sistem informasi, pembiayaan, pengawasan, sanksi administratif, ketentuan peralihan dan ketentuan penutup.

 

E. Peran Budaya dalam Konservasi Air

 

Konservasi air berbasis masyarakat artinya, masyarakat mengelola memikirkan, memformulasikan, merencanakan, mengimplementasikan, mengevaluasi maupun memonitor sumberdaya air (Raharjo, 1999). keterlibatan masyarakat dalam kegiatan itu merupakan wujud rasa memiliki yang tinggi dari masyarakat tersebut (Sudarmadji, 2001). Nyatanya, pada kehidupan masyarakat Indonesia, konservasi air biasanya tidak dilakukan atas dasar kesadaran, ataupun secara formal dan terstruktur. Masyarakat secara tidak sadar melakukannya dengan percaya terhadap mitos-mitos, larangan, pamali, atau sesuatu yang dikeramatkan. Sebenarnya banyak sekali kearifan-kearifan lokal di berbagai wilayah di Indonesia.

 

Salah satu kearifan lokal adalah faknik yang merupakan bentuk pengakuan masyarakat adat terhadap kekuatan-kekuatan lain misalnya kekuatan alam atau kekuatan gaib yang memiliki hubungan emosional dengan wilayah tertentu. Faknik adalah kepercayaan masyarakat adat Biak Numfor dan situs keramat pulau Pakreki. Faknik adalah hantu laut yang dipercaya dapat berwujud dalam bentuk yang sangat menakutkan seperti batu karang atau daratan yang secara tiba-tiba muncul ke permukaan lautan, ikan atau gurita raksasa, pusaran arus atau gelombang yang sangat besar dan cahaya yang sangat terang benderang di perairan laut yang dapat terjadi pada waktu-waktu seperti malam hari dan ketika malam berbulan sabit. Karena adanya kepercayaan semacam itu, sehingga masyarakat setempat tidak berani mengotori pantai dan lautan (Herwarsono, 2009).

 

Sedangkan di tempat lain, di desa Manis Kidul,Kuningan Jawa Barat ada ikan yang dinamakan ikan dewa. Ikan ini dipercaya merupakan jelmaan dari para prajurit raja Siliwangi, dan pada waktu-waktu tertentu ikan ini dapat menghilang dan tidak pernah diketahui ikan ini ada yang mati. Ikan ini sangat terlarang untuk dibawa keluar dari wilayah tersebut dan tidak boleh diganggu keberadaannya. Sebagai dampak dari adanya hal tersebut, mata air di dekat tempat ikan itu tetap terjaga kelestariannya (www.disparbud.jabarprov.go.id)

 

F. Konservasi Air dalam Islam

 

Pengertian konservasi air secara singkat adalah kegiatan pemeliharaan sumber daya air. Air merupakan unsur yang sangat vital dalam kehidupan, karena tanpa air kelangsungan hidup tidak akan dapat bertahan. Kebutuhan akan air bersih merupakan kebutuhan primer dalam kehidupan manusia. Bagi seorang muslim, air bersih atau air suci dan mensucikan itu bukan hanya untuk mandi dan mencuci, tetapi juga untuk wudlu dan mandi junub. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air, karena siklus air yang tidak seimbang.

 

Tentang terjadi kerusakan atau ketidakseimbangan siklus air di darat maupun di laut yang mengakibatkan banjir di musim hujan dan krisis air di musim kemarau ditegaskan oleh alquran sebagai berikut :
ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٤١
41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

 

Menurut UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, konservasi air adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang.

 

Langkah-langkah konservasi air yang menjadi amanat UU tersebut, menurut alquran merupakan program perbaikan yang harus dilakukan dengan konsep jihad guna melindungi dan melestarikan sumber daya air bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Jihad untuk melestarikan sumber daya air harus dilakukan di atas tiga pilar penyangga yang kokoh. Berikut adalah tiga pilar tersebut.

 

1.Pilar politik
2.Pilar pendidikan
3.Pilar budaya

 

PENUTUP

 

Air sebagai salah satu sumber daya alam perlu mendapatkan perhatian karena air memegang peranan vital bagi kelangsungan kehidupan di bumi. Agar keberadaan dan kualitas air tetap terjaga, diperlukan pengaturan hukum yang tegas dan kerjasama berbagai pihak. Di dalam Islam, konservasi air mendapatkan perhatian karena berkaitan dengan lingkungan. Selain itu, konservasi air bukanlah kegiatan yang terbatas pada kalangan-kalangan tertentu karena budaya pun memiliki peranan penting dalam kegiatan pelestarian air.

 

3. Contoh Makalah Pendidikan

pixabay.com

 

Judul: Biological Sciences Curriculum Study

BAB I

PENDAHULUAN

 

BSCS (Biological Sciences Curriculum Study) adalah sebuah lembaga pengkajian kurikulum non profit yang berkomitmen untuk mentransformasikan pengajaran dan pelajaran sains. Visi dan kerja BSCS dilandasi oleh riset tentang apa yang menyebabkan perbedaan dalam pendidikan dan bagaimana pendidikan bisa berkualitas tinggi dan bagaimana seharusnya.

 

BSCS menggunakan riset dan membangkitkannya untuk secara berkesinambungan meningkatkan standar untuk pengembangan materi dan pelayanan untuk mempromosikan pengajaran dan pelajaran sains. BSCS mempunyai sejarah yang panjang dalam mengembangkan naskah dan material kurikulum, menawarkan pengembangan pelayanan professional dan transformatif, serta melaksanakan penelitian dan evaluasi pembelajaran dengan tepat.

 

Sebagaimana komitmennya untuk mentransformasi pendidikan sains, BSCS membangun pondasi masa lalu sambil mencari peluang inovasi untuk menjadi yang terdepan dalam komunitas pendidikan sains. BSCS berkomitmen untuk membangkitkan dan menggunakan riset untuk mengembangkan produk dan pelayanan yang akan memperbaiki pengajaran dan pelajaran sains untuk semua.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A. Sejarah BSCS

 

Berawal dari sebuah perang dingin antara AS dengan Uni Soviet, dimana Uni Soviet mampu mengalahkan satelit Amerika Serikat yang telah meledak 2 bulan sebelum peluncuran satelitnya. Satelit tersebut dapat memancarkan siaran radio bip-bip-bip selama 21 hari tanpa henti. Radio tersebut menekan Amerika Serikat bahwa Uni Soviet-lah yang berhasil memenangkan perlombaan ruang angkasa tersebut. Mereka beranggapan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi pendidikan Amerika Serikat telah jauh di belakang Uni Soviet. Oleh sebab itu Amerika Serikat terus berusaha untuk mengatasi hal tersebut.

 

Satu tahun kemudian, Aeronauticsand Space Administration Nasional (NASA) telah dibuat, dan ditahun yang sama, Kongres mengeluarkan Undang-Undang Pendidikan Pertahanan Nasional (NDEA). NDEA ditanda tangani menjadi undang-undang pada bulan September1958 yang menyediakan dana untuk mengembangkan buku teks ilmu.

 

National Science Foundation (NSF) didorong oleh Kongres untuk mendanai pengembangan bahan-bahan. BSCS (Biological Sciences Curriculum Study) didirikan pada tahun 1958 oleh hibah dari NSF untuk komite pendidikan dari American Institute of Biological Sciences (AIBS). AIBS melihat perlunya studi ekstensif tidak hanya dari isi kursus ilmu biologi, tetapi juga seluruh proses belajar mengajar bagi siswa dari segala usia. Tujuan dengan penciptaan BSCS adalah buku teks ilmu yang lebih baik, terutama dalam ilmu biologi.

 

Arnold Grobman, menjabat sebagai direktur pertama dari BSCS (1958 -1965). Hiram Bentley Kaca, ahli genetika, memimpin Komite Pengarah pertama (1959-1965). Kepemimpinan BSCS selama dekade pertama beroperasi terdiri dari ahli biologi profesional. Maskapai ahli biologi profesional bekerja dengan pendidik SMA dan administrator untuk mengembangkan dan menerapkan materi kurikulum baru.Organisasi ini bertugas untuk melihat pengajaran biologi dan untuk melihat bagaimana perubahan pola pikir.

 

Dengan membuat siswa aktif dalam proses ilmiah dan penyelidikan, BSCS merasa siswa akan mengumpulkan pemahaman yang lebih lengkap tentang pengetahuan sebagai disiplin ilmu. BSCS memutuskan untuk menargetkan biologi SMA, terutama di tingkat kesepuluh kelas, untuk perbaikan.

 

Pada musim panas 1960, BSCS mengadakan konferensi menulis musim panas intensif di Boulder, dimana tiga buku teks biologi SMA baru dikembangkan. Ketiga versi adalah: Biru, pendekatan biologi molekuler; Hijau, pendekatan ekologi; dan Kuning, pendekatan biologi seluler. Ketiga versi, dan sesuai latihan laboratorium baru dikembangkan mereka, yang dirintis di sekolah menengah di seluruh Amerika Serikat selama tahun1960-1961. Bahan-bahan kurikulum kemudian direvisi selama musim panas tahun 1961 berdasarkan masukan dari guru, siswa dan ahli biologi profesional, dan diuji lagi selama 1961-1962.

 

Pada tahun 1963, tiga versi buku tersebut baru diterbitkan secara komersial. Sampai saat ini, penjualan dalam negeri dari delapan edisi BSCS Hijau Versi total lebih dari 2,6 juta eksemplar (edisi kesembilan akan dirilis pada tahun 2002), dengan tujuh edisi BSCS Biru Versi sekitar 1,5 juta (edisi kedelapan diterbitkan dalam gugur tahun 2000). BSCS Kuning Version, sekarang sudah tidak dicetak, terjual lebih dari 2 juta kopi. Program BSCS telah disesuaikan dalam 25 bahasa yang berbeda untuk digunakan di lebih dari 60 negara. Sejak awal, sekitar 20 juta siswa telah menggunakan kurikulum Biologi BSCS. Ini tidak termasuk kurikulum lainnya BSCS untuk SD, SMP, dan SMA dan kuliah.

 

B. Tujuan Pembelajaran BSCS yaitu meliputi:

 

1. Menggunakan proses sains dan metode ilmiah dalam kehidupan siswa
2. Menemukan dan memahami konsep-konsep dasar sains
3. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah
4. Mengembangkan kemampuan berpikir logis dan kritis

 

C. Hakikat Pendekatan Pembelajaran BSCS

 

Hakikat pendekatan pembelajaran Biological Sciences Curriculum Study (BSCS) adalah mengajarkan siswa untuk memproses informasi dengan menggunakan teknik-teknik yang pernah digunakan oleh para peneliti biologi. Teknik tersebut misalnya dengan mengidentifikasi masalah-masalah dan menggunakan metode tertentu untuk memecahkan masalah tersebut.

 

D. Pendekatan dan Siklus Belajar dalam BSCS

 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, BSCS merupakan salah satu pengembangan kurikulum dan pembelajaran biologi. BSCS mengeluarkan beberapa pendekatan pembelajaran diantaranya pendekatan inkuiri, pendekatan ekologik, dan pendekatan molekuler. Keempat pendekatan tersebut menitikberatkan pada isi dan proses.

 

1. Isi, berkaitan dengan perilaku manusia dalam ekologi bumi seperti masalah-masalah yang disebabkan oleh meningkatnya populasi manusia, pengurasan sumber daya, polusi, pengembangan daerah dan semacamnya.

 

2. Proses, berhubungan dengan penemuan sains/ilmiah. Pemahaman hasil sains tidak dapat diperoleh kecuali jika prosesnya juga dipahami.

 

E. Pandangan BSCS dalam Keilmuan Biologi

 

Struktur keilmuan biologi merupakan salah satu bidang objek yang didefinisikan oleh Biological Science Curriculum Study (BSCS). Tinjaun tersebut dilihat dari 3 sudut pandang yaitu: Obyek Biologi, Tema Persoalan Biologi, dan Tingkatan organisasi Kehidupan. Ketiganya kemudian diterapkan dalam satu kesatuan (Depdiknas, 2011).

 

BAB III

KESIMPULAN

 

BSCS didirikan pada tahun 1958 dari hibah NSF untuk AIBS. Tujuan dengan penciptaan BSCS adalah membuat buku teks yang lebih baik, terutama dalam ilmu biologi. Tujuan pembelajaran menggunakan prinsip BSCS adalah membuat proses pembelajaran yang ditempuh siswa menjadi maksimal.

 

Hakikat pendekatan pembelajarn BSCS adalah mengajarkan siswa untuk memproses informasi. Teknik pendekatan adalah dengan menggunakan cara para peneliti biologi. Pendekatan dan siklus belajar dalam BSCS yaitu pendekatan inkuiri, ekologik, dan molecular. BSCS meninjau biologi dari 3 sudut pandang yaitu obyek biologi, tema persoalan biologi, dan tingkatan organisasi kehidupan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

AIBS. 2014. Teaching about Evolution: Old Controversy, New Challenges.
Anonim. 2014. Biological Sciences Curriculum Study.
BSCS. 2010. Science and Technology. http://www.bscs.org
Direktorat PSMP. 2011. Kurikulum IPA SBI. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional.
Suyanto, Slamet. 2011. Pembelajaran Biologi dengan Pendekatan dan Siklus Belajar 5E dari BSCS untuk Pengembangan Karakter. Prosiding Seminar Nasional “BIOLOGY AND LOCAL WISDOM; Past, Present, and Future”. Jurdik Biologi, MIPA. Unversitas Negeri Yogyakarta, 2 Juli 2011. UNY. Yogyakarta

Sudah mendapatkan referensi dari contoh di atas?. Kini saatnya kamu menentukan tema makalah yang akan dibuat. Terapkan tips pembuatan makalah yang sudah Mamikos berikan agar makalahmu semakin bagus. Jangan lupa untuk berkonsultasi pada dosen mata kuliah untuk mendapat perbaikan. Biasanya dosen akan memberi masukan setelah makalah dikumpulkan atau dipresentasikan. Jangan malu untuk meminta feedback atau umpan balik dari makalah yang kamu buat, ya!

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu: