8 Contoh Mobilitas Sosial dalam Kehidupan Sehari-Hari, Vertikal, dan Horizontal

8 Contoh Mobilitas Sosial dalam Kehidupan Sehari-Hari, Vertikal dan Horizontal – Mobilitas sosial terbagi menjadi dua jenis, yaitu vertikal dan horizontal. Keduanya merupakan perubahan sosial dengan cara berbeda.

Mobilitas sosial merupakan pergerakan seseorang dalam kehidupan masyarakat yang menyebabkan perubahan. Hal ini bisa terjadi setiap saat karena kehidupan masyarakat tergolong dinamis.

Untuk mengetahui bagaimana mobilitas sosial ini terjadi. Berikut Mamikos uraikan beberapa contoh perubahan secara vertikal maupun horizontal.

Contoh Mobilitas Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari Secara Vertikal

https://www.freepik.com/author/rawpixel-com

Mobilitas sosial vertikal merupakan perubahan dari suatu kondisi ke kondisi atau kedudukan sosial yang tidak sederajat. Perpindahan dapat terjadi dari kedudukan yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Perubahan kedudukan sosial tingkat yang lebih tinggi dinamakan Social Climbing sedangkan, perpindahan dari kedudukan yang lebih rendah yaitu Social Sinking.

Berikut ini Mamikos sajikan beberapa contoh mobilitas sosial dalam kehidupan sehari-hari secara vertikal. Baik Social Climbing maupun Social Sinking.

1. Pernikahan Dua Latar Belakang Ekonomi yang Berbeda

Seorang gadis yang memiliki latar belakang ekonomi kelas bawah yang berprofesi sebagai buruh, kemudian menikah dengan dengan laki-laki dari keluarga dengan kondisi finansial yang mampu.

Laki-laki ini memiliki kekayaan, harta melimpah, dan bekerja sebagai pengusaha yang sukses. Hal ini menjadikan gadis tadi dapat merubah status sosialnya dari kondisi tidak mampu menjadi kaya.

Contoh mobilitas sosial dalam kehidupan sehari-hari ini sangat banyak terjadi di sekitar kita. Tidak sedikit para gadis yang memilih laki-laki yang memiliki kemandirian secara finansial.

Secara rasional alasan tersebut adalah wajar, karena untuk menopang kebutuhan harus dengan kemampuan finansial. Sehingga pernikahan bisa menjadi salah satu cara merubah status sosial.

2. Mendapatkan Warisan

Memperoleh harta warisan juga dapat merubah kondisi hidup seseorang. Misalnya setelah orang tua meninggal, harta peninggalan dibagikan secara adil untuk setiap anak-anaknya.

Terlebih jika anak tunggal maka seluruh kekayaan akan kepada pada orang tersebut. sebab warisan merupakan harta yang kemudian berpindah kepemilikannya dengan cara diturunkan.

Warisan ini bisa berupa rumah, tanah, perhiasan, kendaraan, atau aset perusahaan. Sehingga ketika seseorang memperoleh warisan status sosial orang tersebut menjadi naik.

Hal ini ditandai dengan bertambahnya harta kekayaan dan hidup sejahtera. Dari kondisi sebelumnya yang tidak memiliki harta apapun kemudian memperolehnya lewat harta warisan.

3. Naik Jabatan

Umumnya sering terjadi dalam pekerjaan, dimana seorang pekerja atau profesi tertentu mendapat kenaikan jabatan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas hasil kerja dan loyalitas.

Terjadinya kenaikan jabatan ini, otomatis diiringi dengan kenaikan pendapatan dan status sosial yang disandang orang tersebut. sehingga banyak orang untuk berusaha untuk mencapai setiap target.

Contoh mobilitas sosial dalam kehidupan sehari-hari ini misalnya seorang OB diterima menjadi salah satu karyawan di perusahaan karena keterampilan dan kecerdasannya.

Bisa juga seorang guru yang kemudian naik jabatannya menjadi kepala sekolah atau seorang walikota yang memiliki kinerja baik kemudian diangkat menjadi gubernur.

4. Orang Tua yang Sukses Menyekolahkan Anaknya

Contoh mobilitas sosial dalam kehidupan sehari-hari ini banyak ditemui di masyarakat dengan motivasi untuk meraih pendidikan tinggi orang tua dan anak sama-sama berjuang.

Orang tua dengan latar belakang ekonomi tidak mampu berusaha keras untuk membiayai pendidikan anak. Kendati demikian terkadang ada pula anak-anak yang mendapatkan beasiswa.

Sehingga atas prestasinya anak tersebut dapat meraih pendidikan tinggi yang didukung oleh orang tuanya. Jadi status sosial keluarga menjadi terangkat karena pencapaian tersebut.

5. Pejabat yang Tersandung Kasus Korupsi

Contoh mobilitas sosial dalam kehidupan sehari-hari ini merupakan bentuk Social Sinking. Dimana seseorang kemudian kehilangan jabatan atau materi yang dia miliki.

Kasus ini sering terjadi dan didengar oleh masyarakat melalui berbagai media. Sehingga menjadi pelajaran bagi masyarakat yang lainnya untuk tidak melakukan tindakan tersebut.

Ketika seorang pejabat terkena kasus korupsi, maka dia akan melalui serentetan proses hukum, orang tersebut biasanya akan dicopot dari jabatannya. Sehingga dia akan kehilangan pekerjaan.

Belum lagi dengan status sosial yang sebelumnya menjadi orang terhormat di masyarakat. setelah tertangkap kemudian di cap sebagai pelaku kriminal.

6. Bangkrut

Kasus ini sering menimpa pada orang-orang yang membangun usaha dengan membuka usaha sendiri. Karena kondisi ekonomi yang pasang surut, terkadang berimbas pada usaha mikro dan makro.

Tidak sedikit usaha yang dijalankan oleh perorangan atau swasta mengalami gulung tikar. Hal ini dapat disebabkan juga karena persaingan yang terjadi antara kompetitor yang serupa.

Akibatnya setelah bangkrut orang tersebut harus kehilangan seluruh hartanya. Mulai menjual berbagai aset untuk menutupi kerugian, membayar karyawan, maupun berbagai hutang yang menumpuk.

Sehingga contoh mobilitas sosial dalam kehidupan sehari-hari ini merupakan salah satu bagian dari Social Sinking. Dimana perubahan kondisi dari atas ke bawah.

7. Mahasiswa atau Pelajar yang DO

Contoh ini sering terjadi di lingkungan pendidikan. Dimana kenakalan remaja mengakibatkan mereka dikeluarkan dari sekolah atau universitas.

Misalnya seorang pelajar atau mahasiswa yang kedapatan mengkonsumsi narkoba sehingga pihak lembaga mengeluarkannya karena dapat mencoreng nama baik almamater.

Kasus tersebut merupakan contoh mobilitas sosial dalam kehidupan sehari-hari secara vertikal. Perubahan yang terjadi adalah Social Sinking.

Sebab dalam masalah tersebut, seseorang harus kehilangan kesempatan untuk meraih pendidikan dan prestasi. Selain itu, mereka akan mendapat pandangan negatif dari masyarakat.

8. Mengganti Jenis Kendaraan

Seorang karyawan yang sebelumnya hanya menggunakan motor, setelah mengumpulkan uang dari pendapatannya kemudian dapat membeli sebuah mobil.

Sehingga dapat dinilai karyawan tersebut mengalami kenaikan status sosial sebab dianggap lebih mampu dalam hal finansial.

Contoh Mobilitas Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari Secara Horizontal

Selain mobilitas sosial secara vertikal, perubahan ini juga bisa terjadi secara horizontal. Mobilitas sosial horizontal merupakan perubahan kedudukan yang terjadi dalam kedudukan yang sama.

Adapun bentuk mobilitas sosial secara horizontal, berikut ini Mamikos berikan beberapa contoh mobilitas sosial dalam kehidupan sehari-hari.

1. Pindah Rumah

Misalkan seseorang yang pindah tempat tinggal dari sesuatu kampung ke kampung yang lain. Sebab lebih dekat dengan akses jalan umum. Dalam hal ini seseorang hanya melakukan perpindahan.

Tidak ada yang berubah meningkat maupun menurun dari segi status sosial maupun materi. Inilah salah satu contoh mobilitas sosial secara horizontal.

Contoh lainnya suatu daerah sedang terkena wabah penyakit, sehingga sebuah keluarga memutuskan untuk berpindah ke daerah lainnya yang tidak terkena wabah.

Dalam kasus ini, keluarga tersebut hanya berpindah tempat dan tidak melakukan perubahan status sosial. Contoh ini banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Bekerja di Tempat Lain dengan Jabatan yang Sama

Seorang karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan kemudian memilih berhenti bekerja pada Perusahaan tersebut. Kemudian melamar ke perusahaan lainnya dengan pekerjaan yang sama.

Sehingga orang tersebut memiliki pekerjaan sama namun di perusahaan yang berbeda sehingga tidak ada yang berubah baik dari kedudukannya maupun status sosialnya.

Contoh lainnya misal seorang guru matematika yang mengajar di Sekolah Menengah Atas A. Kemudian di pindah tugaskan untuk mengajar matematika di SMA B.

Kasus tersebut menjadikan pelaku tidak mengalami perubahan apapun kecuali tempat bekerja yang berbeda. Sehingga contoh mobilitas sosial ini termasuk pada bentuk perubahan horizontal.

3. Memiliki Jabatan yang Sama dengan Orang Tua

Misalnya seorang anak memiliki ayah yang menjabat sebagai seorang wali kota di suatu daerah. Kemudian setelah dia lulus dari kuliah dan ayahnya lengser dari jabatan.

Anaknya terpilih menjadi wali kota setelah ayahnya di daerah yang sama dengan jabatan yang sama. Contoh mobilitas sosial dalam kehidupan sehari-hari ini kerap kita temukan dalam dinasti politik.

Contoh lainnya misalkan orang tuanya menjabat sebagai dokter kandungan di sebuah rumah sakit. Kemudian karir yang sama diikuti oleh anaknya di tempat yang sama dengan profesi yang sama.

Sehingga dalam satu generasi keluarga memiliki latar belakang yang sama yaitu sebagai dokter. Jadi tidak ada perubahan kedudukan maupun status sosial keluarga tersebut di masyarakat.

4. Memilih Karir yang Berbeda dengan Orangtua

Dalam satu keluarga, seorang ayah berprofesi sebagai seorang TNI. Kemudian anaknya lebih memilih menjadi dosen. Dimana keduanya merupakan profesi yang berada di lapisan menengah.

Sehingga meskipun berbeda profesi karirnya, namun dalam hal kedudukan keduanya sama. Maka ini termasuk contoh mobilitas sosial horizontal antargenerasi.

5. Berpindah Agama

Seorang pasangan yang akan menikah namun memiliki keyakinan yang berbeda. Misalnya wanita beragama Islam dan pasangannya beragama Kristen.

Sehingga untuk dapat menikahi wanita tersebut, laki-laki yang beragama Kristen tersebut berpindah agama. Hal ini tidak menimbulkan perubahan yang terlalu signifikan dalam kehidupan orang tersebut.

Sebab yang dia lakukan hanya mengganti agamanya. Contoh mobilitas sosial dalam kehidupan sehari-hari ini sering kita jumpai di masyarakat, khususnya kalangan selebritis.

6. Mengganti Kewarganegaraan

Contoh ini banyak dilakukan di masyarakat secara global. Baik dilakukan warga negara asing maupun warga negara indonesia. Umumnya hal ini dilakukan untuk berbagai kepentingan.

Misalnya seorang pelajar dari Indonesia akan meneruskan pendidikan ke Negara Inggris. Selain belajar dia juga akan tinggal menetap di sana.

Sehingga dia memutuskan untuk mengganti kewarganegaraan. Dari warga negara Indonesia kemudian menjadi warga negara Inggris.

Contoh lainnya seseorang menikah dengan orang Korea Selatan sehingga setelah menikah orang tersebut menetap dan berpindah kewarganegaraan menjadi warga Korea Selatan.

7. Perpindahan Tempat Persidangan

Misalnya sepasang suami istri sedang menjalani proses persidangan perceraian yang begitu panjang. Karena sesuatu hal menjadikan persidangan tersebut harus dilakukan di daerah lain.

Sehingga pada kasus tersebut keduanya menjalani proses yang sama, hanya saja dilakukan di tempat yang berbeda. Contoh tersebut merupakan sebagian dari kasus mobilitas sosial horizontal.

Dimana keduanya hanya mengalami perubahan tempat namun dalam kondisi yang sama sehingga tidak ada perubahan dalam hal kondisi maupun posisi dalam kehidupan keduanya.

8. Pindah Sekolah dan Tempat Tinggal

Seorang siswa sekolah menengah atas berpindah sekolah karena harus mengikuti orang tuanya berpindah tugas ke daerah lain. 

Hal ini membuat siswa tersebut harus mencari sekolah yang terdekat dengan tempat barunya. 

Meski demikian, siswa tersebut tidak mengalami perubahan status kecuali perubahan tempat tinggal dan rumah saja.

Penutup

Contoh mobilitas sosial dalam kehidupan sehari-hari secara vertikal dapat dikenali dengan naik turunya kedudukan status individu maupun kelompok.

Baik dalam hal karir, finansial, maupun prestasi.Sedangkan mobilitas sosial secara horizontal adalah perubahan terjadi dalam kedudukan yang sama. Jadi memang tidak ada peningkatan maupun penurunan.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta