7+ Contoh Naskah Drama 5 Orang tentang Belajar Kelompok, Kesombongan, Kejujuran dan Perbedaan Agama
Membuat naskah drama bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk kamu lakukan saat waktu senggang. Simak contoh naskah drama untuk lima orang di bawah ini.
Bagi para pemula, membuat naskah drama dengan jumlah penokohan dan tema tertentu seringkali menjadi salah satu hal yang cukup sulit untuk dilakukan.
Maka dari itu, membaca beberapa dari contoh naskah drama 5 orang bisa membantu untuk memberikan inspirasi atau ide agar bermunculan.
Nah, berikut ini Mamikos akan mengulas kumpulan contoh naskah drama 5 orang tentang belajar kelompok, kesombongan, kejujuran, dan perbedaan agama. Yuk, simak! 🎭📚
Daftar Isi
Kumpulan Contoh Naskah Drama untuk 5 Orang

Saat mendapatkan materi bahasa Indonesia, terkadang guru akan memberikan kamu tugas untuk membentuk kelompok dari beberapa orang.
Setelah itu, kamu akan diminta untuk mencari naskah drama dan nantinya dipraktekkan di depan kelas.
Mencari naskah drama dengan jumlah penokohan tertentu bisa menjadi sebuah hal yang cukup sulit untuk bisa kamu temukan.
Maka dari itu, kali ini akan diberikan pembahasan mengenai beberapa contoh naskah drama 5 orang yang bisa kamu gunakan.
Agar lebih sesuai dengan penampilan yang diinginkan oleh kelompokmu, kamu juga bisa mengubah nama penokohan.
Berikut ini terdapat beberapa contoh naskah drama yang dapat kamu mainkan dengan empat orang temanmu yang lainnya.👇
1. Tentang Belajar Kelompok
Penokohan:
- Toni
- Rara
- Bella
- Nizam
- Ela
Naskah Drama “Melewati Masa Ujian Masuk Kuliah Bersama”
Saat pulang sekolah, Nizam dan Ela terlihat sedang berbincang cukup serius di depan kelas. Lalu, Rara terlihat menghampiri mereka berdua.
Rara: “Kalian belum pulang?”
Nizam: “Halo, Ra. Kebetulan belum, nih. Kita lagi ngobrolin soal materi matematika lagi.”
Ela: “Iya nih, Ra. Kan kamu jago matematika. Kasih tahu tips buat belajar biar mudah paham dong?”
Rara: “Boleh. Aku ada ide, kalau kita belajar kelompok bersama gimana? Bisa lebih gampang buat belajar.”
Nizam: “Nah, ide bagus! Aku boleh ajak Toni dan Bella sekalian? Mereka kemarin cerita kalau merasa kesulitan dengan matematika.”
Rara: “Boleh banget. Aku pulang duluan ya. Nanti kita obrolin lewat grup chat saja.”
Ela: “Hati-hati ya, Ra!”
Mereka berlima akhirnya menyetujui untuk belajar kelompok bersama saat hari Minggu. Belajar kelompok tersebut dilakukan di rumah Rara yang letaknya lebih dekat dengan rumah mereka.
Toni: “Ra, sebaiknya belajar mulai dari mana ya?”
Rara: “Mulai dari yang paling dasar aja. Kita belajar dari materi paling awal dan dasar biar paham dengan semuanya.”
Ela: “Ide bagus, tuh! Kalau beda-beda nanti kita semua malah jadi bingung. Enak bersama-sama mulai dari awal.”
Bella: “Sebelum mulai, aku mau usul buat kita jadi satu kelompok belajar bersama saja. Nanti kita buat target belajar dan jadwalnya biar lebih mudah.”
Nizam: “Setuju. Kita jadi tahu apa yang dipelajari dan bersama-sama belajar untuk materi selanjutnya.”
Rara: “Iya. Kita juga bisa saling bantu kalau ada yang merasa kesulitan.”
Toni: “Apalagi nanti masa-masa melewati ujian masuk PTN perlu dukungan yang solid juga. Kelompok belajar ini bisa jadi dukungan buat kita semua.”
Bella: “Nanti kita buat bersama target belajarnya. Sekarang kita review dulu mana materi yang dirasa paling sulit.”
Ela: “Yuk!”
2. Tentang Kesombongan
Penokohan:
- Lila
- Ahmad
- Theo
- Lula
- Rizal
Naskah Drama “Kesombongan Teman”
Lila, Ahmad, dan Theo merupakan tiga sahabat yang sudah saling mengenal satu sama lain sejak mereka kecil.
Saat masuk ke SMA, mereka bertemu dengan Lula dan Rizal yang secara perlahan menjadi bagian dari pertemanan mereka.
Rizal: “Nanti kalian datang ke acaranya Reza akhir minggu ini?”
Ahmad: “Pastinya. Reza sendiri yang memberikan undangannya, merasa tidak enak kalau harus menolak.”
Lila: “Lagipula tidak ada salahnya kita datang. Reza juga seorang teman yang baik kepada kita. Dia juga sering membantu aktif di kelas.”
Theo: “Tapi acara dia menurutku selalu ada kurangnya. Kemarin acara syukuran kemenangan olimpiade, menu makanannya cuma begitu.”
Lula: “Kok kamu ngomongnya begitu?”
Ahmad: “Iya nih. Kemarin makanannya enak kok dan porsinya banyak pula. Menunya juga lengkap.:
Lila: “Kamu kenapa, Theo? Tiba-tiba bilang begitu.”
Theo: “Kalian mau makan seperti itu lagi? Harusnya kalau kasih kita makanan yang mahal. Kalian kan juga sudah banyak bantu Reza buat menang.”
Rizal: “Kemampuan setiap orang kan berbeda, Theo. Aku yakin dia kemarin sudah berusaha memberikan hidangan yang terbaik buat kita.”
Lula: “Apa gunanya teman kalau tidak saling membantu? Kita membantu dia juga ikhlas dan tidak meminta imbalan apapun. Niat dia baik dan sudah seharusnya dihargai.”
Theo: “Dihargai, katamu? Aku bahkan bisa menyiapkan makanan yang lebih baik dan mahal dari apa yang dihidangkan dia kemarin.”
Ahmad: “Aku kecewa dengan perkataanmu.”
Keempat teman Theo merasa bingung dengan perkataan sombong yang terlontar tadi.
Merasa sudah tidak lagi senang dengan perkataan Theo, mereka akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut.
Halaman:

