15 Contoh Orientasi Cerpen Singkat dan Strukturnya yang Benar
Berdasarkan asal kata, orientasi dipahami sebagai peninjauan atau pandangan yang mendasari pikiran/perhatian. Lalu, apa itu orientasi cerpen?
5. Resolusi
Selanjutnya adalah resolusi yang pada bagian ini konflik yang ada di dalam cerpen sudah akan memutuskan/menentukan titik penyelesaiannya.
Konflik dalam cerita pendek tersebut akan terpecahkan secara keseluruhan, sehingga dapat menemukan seperti apa titik penyelesaiannya.
Resolusi ini biasanya akan berisi pengungkapan fakta mengenai permasalahan yang terjadi, hingga pada solusi untuk menyelesaikan konflik.
Semua permasalahan yang sudah dialami oleh karakter dalam cerpen akan segera berakhir karena solusi sudah di depan mata.
6. Koda
Urutan terakhir dalam struktur cerpen adalah koda yang juga mengandung arti sebagai sebuah bagian akhir.
Pada bagian ini, seorang penulis cerpen dapat menyampaikan pesan moral dari cerpen yang disampaikan.
Koda juga punya istilah atau penyebutan lain yakni reorientasi. Koda juga memberikan pembaca sebuah gambaran dari nilai yang dapat diambil dari cerpen tersebut.
Daftar Contoh Orientasi Cerpen Singkat
Sampailah juga pada pembahasan utama mengenai contoh orientasi cerpen singkat yang telah Mamikos himpun pada bagian ini.
Langsung saja simak seperti apa contoh orientasi cerpen singkat tersebut sebagai berikut ini.
1. Orientasi Cerpen ‘Tikus dan Manusia’ Karya Jakob Sumardjo
Orientasi:
Entah bagaimana caranya tikus itu memasuki rumah kami tetap sebuah misteri.
Tikus berpikir secara tikus dan manusia berpikir secara manusia, hanya manusia-tikus yang mampu membongkar misteri ini.
Semua lubang di seluruh rumah kami tutup rapat (sepanjang yang kami temukan), namun tikus itu tetap masuk rumah.
Rumah kami dikelilingi kebun kosong yang luas milik tetangga. Kami menduga tikus itu adalah tikus kebun. Tubuhnya cukup besar dan bulunya hitam legam.
2. Orientasi Cerpen ‘Robohnya Surau Kami’ Karya A.A. Navis
Orientasi:
Alangkah tercengangnya Haji Saleh, karena di neraka itu banyak temannya di dunia terpanggang panas, merintih kesakitan.
Dan ia tambah tak mengerti lagi dengan keadaan dirinya, karena semua orang yang dilihatnya di neraka tak kurang ibadatnya dari dia sendiri.
Bahkan, ada salah seorang yang telah sampai empat belas kali ke Mekah dan bergelar Syeh pula.
Lalu Haji Saleh mendekati mereka, lalu bertanya kenapa mereka di neraka semuanya. Tetapi sebagaimana Haji Saleh, orang-orang itu pun tak mengerti juga.
3. Orientasi Cerpen ‘Sepotong Senja untuk Pacarku’ Karya Seno Gumira Ajidarma
Orientasi:
Senja itu jatuh perlahan di ufuk barat, meninggalkan cahaya jingga yang membias di jendela kamarku. Aku masih duduk di kursi rotan tua, memandangi langit yang sebentar lagi menelan matahari. Entah mengapa, setiap kali senja datang, wajahnya selalu hadir dalam ingatanku.
Pacarku, yang jauh di kota lain, pernah berkata bahwa senja adalah waktu yang paling indah untuk menulis surat cinta. Maka sore itu, aku menulis — bukan sekadar surat, tapi sepotong senja yang akan kukirimkan bersamanya.
Aku tahu, mungkin ia tak akan pernah benar-benar menerimanya, tapi setidaknya ia akan mengingat aku di antara warna jingga yang memudar.
4. Orientasi Cerpen ‘Lelaki Tua dan Laut’ Karya Ernest Hemingway (Versi Terjemahan Bebas)
Orientasi:
Di sebuah desa nelayan kecil di pinggir Teluk Meksiko, tinggal seorang lelaki tua bernama Santiago. Setiap hari, ia berlayar dengan perahunya yang sederhana, menantang laut luas yang kadang bersahabat, kadang pula kejam.
Sudah delapan puluh empat hari ia pulang tanpa membawa seekor ikan pun. Orang-orang di desanya mulai menganggapnya sial. Namun pagi itu, dengan wajah keriput yang keras dan mata yang masih menyala seperti bara, Santiago memutuskan untuk berlayar lebih jauh dari biasanya.
5. Orientasi Cerpen ‘Laskar Pelangi’ Karya Andrea Hirata
Orientasi:
Hari pertama masuk sekolah dasar Muhammadiyah Belitong itu adalah hari paling menegangkan. Langit masih abu-abu, udara dingin menyelimuti, dan halaman sekolah kecil itu nyaris roboh dimakan usia.
Aku berdiri di depan gerbang bersama Ikal, Lintang, Mahar, dan teman-teman lain, menunggu guru datang.
Di tengah kegugupan, kami mendengar kabar bahwa sekolah akan ditutup jika muridnya kurang dari sepuluh orang. Dari situlah, petualangan kami dimulai — petualangan anak-anak kecil yang berani bermimpi di tengah keterbatasan.
Halaman:
![11 Contoh Cerpen beserta Nama Pengarang dan Penerbitnya [Lengkap]](https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/07/%EF%BB%BF5-Contoh-Cerpen-Beserta-Nama-Pengarang-dan-Penerbitnya-Lengkap-500x333.jpg)
