Kumpulan Contoh Pembukaan dan Penutup Pidato Bahasa Sunda Pendek

Kumpulan Contoh Pembukaan dan Penutup Pidato Bahasa Sunda Pendek – Pidato tentunya umum kita dengar dalam momen-momen tertentu seperti saat upacara, kenaikan kelas, kelulusan sekolah, maupun yang lainnya.

Namun, tahukah kamu? Ternyata tidak hanya dalam Bahasa Indonesia, pidato juga bisa disampaikan dalam bahasa daerah termasuk bahasa Sunda. Di masyarakat suku Sunda, pidato dikenal dengan istilah biantara.

Nah, bagi kamu yang ingin berpidato bahasa Sunda namun bingung bagaimana cara membuka dan menutup pembicaraannya, di bawah ini Mamikos telah siapkan kumpulan contoh pembukaan dan penutup pidato.

Apa itu Biantara?

Sumber: Pexels.com / @Miguel Á. Padriñán

Seperti yang Mamikos sebutkan di atas, pidato dalam bahasa Sunda dikenal dengan istilah Biantara. Sebenarnya, cara penyampaian biantara dan pidato tidak jauh berbeda.

Namun, untuk menambah pemahaman dan wawasan kamu, sebelum Mamikos berikan kumpulan contoh pembukaan dan penutup pidato bahasa Sunda, Mamikos akan jelaskan terlebih dahulu sekilas apa itu yang disebut dengan biantara atau pidato bahasa Sunda.

Secara etimologi, dalam Kamus Basa Sunda terjemahan Bahasa Indonesia biantara /bi·an·ta·ra/ memiliki arti pidato.

Yang mana pengertian dari pidato sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan kegiatan pengungkapan pikiran berbentuk kata-kata yang kepada diungkapkan kepada orang banyak atau sebuah wacana yang telah disiapkan untuk diucapkan di hadapan khalayak.

Dalam bahasa Sunda, pengertian biantara nyaeta éksprési pikiran dina wangun kecap anu ditujukeun ka balaréa.

Di mana jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, biantara merupakan sebuah pengungkapan pikiran menggunakan kata-kata yang ditujukan untuk khalayak ramai.

Lebih jelasnya, mengutip dari Kumparan.com, dalam Kamus Genggam bahasa Sunda, pengertian biantara adalah sebuah teks pidato yang disajikan dalam bahasa Sunda dan disampaikan pada acara-acara tertentu, terutama di Jawa Barat.

Yang mana bentuk pidatonya tidak terlalu berbeda dengan pidato pada umumnya, hanya saja menggunakan bahasa Sunda.

Dari penjelasan-penjelasan pengertian di atas, dapat dipahami bahwa, biantara pada dasarnya adalah pidato, yaitu sebuah pidato yang disampaikan menggunakan bahasa Sunda.

Apa Tujuan Biantara Sunda?

Sebagai sebuah pidato yang disampaikan kepada banyak orang, biantara tentu saja bukan tanpa tujuan. Biantara memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai dari penyampaiannya, diantaranya yaitu sebagai berikut:

  • Untuk menyampaikan sebuah informasi atau pemahaman kepada orang-orang yang mendengarkan pidato atau biantara.
  • Untuk mempengaruhi orang-orang untuk melakukan apa yang telah disampaikan dalam pidato atau biantara.
  • Untuk memberikan sebuah kesan positif agar orang lain dapat merasakan energi yang positif juga setelah mendengarkan pidato atau biantara yang disampaikan.

Apa Saja Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penyampaian Biantara Sunda?

Dalam penyampaian biantara atau pidato Sunda, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan yaitu tatag nyaritana, aktual temana, munei eusina, alus basana, dan ngandung wirahma. Berikut adalah penjelasannya:

  • Tatag Nyaritana: Biantara atau pidato Sunda harus disampaikan dengan suara yang jelas dan tidak terbata-bata.
  • Aktual Temana: Biantara atau pidato Sunda harus menggunakan tema yang aktual atau tidak basi.
  • Munel Eusina: Biantara atau pidato Sunda harus banyak mengandung isi sekaligus manfaat.
  • Alus Basana: Biantara atau pidato Sunda tidak hanya menyampaikan kata-kata namun juga seni dalam berbicara. Oleh karenanya, biantara harus menggunakan pemanis seperti peribahasa, kata mutiara, maupun yang lainnya.
  • Ngandung Wirahma: Biantara atau pidato Sunda dalam penyampaian kata-katanya harus diatur tempo dan intonasinya.

Seperti Apa Struktur Biantara Sunda?

Sama seperti pidato pada umumnya, biantara atau pidato Sunda memiliki struktur yang tidak jauh berbeda yaitu pembuka, isi, dan penutup.

Hanya saja dalam biantara struktur tersebut menggunakan istilah atau kata dalam bahasa Sunda, yaitu sebagai berikut:

  • Bubuka (Pembukaan): Ini merupakan bagian pembuka dalam biantara atau pidato Sunda.
  • Eusi (Isi): Ini merupakan bagian isi atau inti pembahasan dalam biantara atau pidato Sunda.
  • Panutup (Penutup): Ini merupakan bagian penutup dalam biantara atau pidato Sunda. 

Namun, selain tiga struktur di atas, ada juga struktur biantara yang lebih jelas dan terperinci, berikut diantaranya:

  • Salam pamuka (Salam pembuka biantara)
  • Mukadimah (Bagian pendahuluan atau kata pengantar)
  • Ngahaturkeun pangwilujeng kanu hadir (Menyampaikan sebuah ucapan terima kasih kepada tamu yang telah hadir)
  • Eusi biantara (Isi atau pembahasan pidato)
  • Sanduk-sanduk ménta dihampura jeung nepikeun doa (Memohon maaf serta membacakan doa penutup)
  • Salam panutup (Salam penutup biantara).

Bagaimana Contoh Pembukaan dan Penutup Pidato Bahasa Sunda?

Di atas sudah dijelaskan bahwa biantara sama dengan pidato pada umumnya. Di mana dalam strukturnya yaitu terdapat bubuka (Bagian pembuka) dan panutup (Bagian penutup).

Dalam penyampaian pidato dalam bahasa apapun, pada umumnya memang selalu terdapat pembuka dan penutup.

Fungsi pembuka yaitu untuk memberikan kesan yang menarik terhadap audiens atau pendengar agar mau mendengarkan pidato sampai selesai.

Sedangkan fungsi penutup, yaitu untuk menandakan berakhirnya penyampaian pidato.

Selain itu, dalam penutup juga diharapkan informasi yang disampaikan dapat bermanfaat bagi pendengar, memohon maaf apabila kesalahan dalam berpidato, sekaligus untuk mengucapkan rasa terima kasih.

Hal yang sama juga berlaku dalam biantara atau pidato Sunda. Pembuka dan penutup sudah pasti akan digunakan dalam penyampaiannya.

Namun, berbeda dengan pidato Bahasa Indonesia, pembuka dan penutup biantara tentunya harus lebih diperhatikan. Terlebih jika kamu bukan penutur bahasa Sunda natif, hal ini akan sedikit sulit.

Untuk itu, apabila kamu mendapatkan tugas untuk membuat atau menyampaikan pidato dalam bahasa Sunda, agar pidatomu menarik, berikut ini Mamikos berikan kumpulan contoh pembukaan dan penutup pidato bahasa Sunda pendek yang dapat kamu jadikan sebagai inspirasi dan telah Mamikos kutip dari berbagai sumber.

Seperti apakah itu? Cek di bawah!

Contoh Pembukaan dan Penutup Pidato bahasa Sunda 1

Pembuka:

Assalamu’alaikum Warohmatullohi wabarokatu. 

Bapa miwah Ibu, sareng hadirin hormateun sim kuring. Wilujeng enjing Dina raraga miéling milangkala Yayasan Atikan, anu kadua puluh dua taun. Insya Alloh bakal dieusi ku sababaraha kagiatan, nyaéta Pasanggiri Biantara Basa Sunda sareng pasanggiri Jaipongan.

Penutup:

Pamungkas, tangtos baé dina lumangsungna ieu kagiatan, seueur kénéh kakiranganana, kukituna hapunten anu diteda. Henteu hilap, sim kuring ngahaturkeun nuhun ka Bapa Ketua Yayasan, Bapa Kapala Sakola, anu parantos ngaping sareng ngabingbing sim kuring saparakanca.Mugi-mugi sadaya amalna kénging pangbales anu langkung ageung ti Alloh SWT.

Sumber: Katadata.co.id

Contoh Pembukaan dan Penutup Pidato bahasa Sunda 2

Pembuka:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera kanggo urang saréréa..

Puji sukur kehadirat Pangeran Anu Maha Ésa luhur karuniana sarta rahmatna, urang dipasihan kénéh kasempetan kanggo papanggih di rohangan ieu dina kaayaan séhat walafi’at.

Penutup:

Hayu sami-sami urang nungkulan masalah banjir sasarengan, sarta ulah silih nyalahkeun hiji sareng nu lianna. Nah, sakitu waé biantara singkét ti simkuring kana masalah banjir ieu, hamputen lamun masih seueur kénéh kakiranganana. Wassalamualaikum. Wr. Wb.

Sumber: Kumparan.com

Contoh Pembukaan dan Penutup Pidato bahasa Sunda 3

Pembuka:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Wilujeng Enjing Sadayana? Bapa/Ibu Guru anu ku sim abdi dipihormat, sareng sadaya rerencangan anu kusim abdi dipikanyaah, khususna siswa kelas (…) nu dipikacinta.

Langkung ti payun mangga urang sanggakeun puji sinareng syukur ka Allah ta’ala nu parantos masihan waktos ka urang sadayana dugi ka tiasa patepang raray dina ieu acara. Alhamdulillah urang tiasa kempel di ieu tempat dina kaayaan sehat wal afiat.

Penutup:

Hadirin sadayana cekap sakitu pidato tentang kasehatan ieu, hatur nuhun kana perhatosanana.

Waalaikum salam Wr.Wb.

Sumber: Celebrities.id

Penutup

Nah, demikianlah kumpulan contoh pembukaan dan penutup pidato bahasa Sunda yang bisa Mamikos berikan.

Semoga dapat bermanfaat untuk kamu ya, khususnya bagi kamu yang hendak membuat atau menyampaikan pidato menggunakan bahasa Sunda.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta