15 Contoh Perilaku Partikularisme di Sekolah dan Masyarakat dalam Kehidupan Sehari-hari

15 Contoh Perilaku Partikularisme di Sekolah dan Masyarakat dalam Kehidupan Sehari-hari — Apabila menelusuri maksud maknanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, ketika kamu mengetikkan kata ‘Partikularisme’ maka kamu akan mendapatkan dua keterangan.

Keterangan yang pertama berbunyi partikularisme adalah sebuah sistem yang selalu mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan publik.

Lalu, keterangan kedua berbunyi sebuah aliran politik, ekonomi, kebudayaan yang mementingkan daerah atau kelompok khusus atau yang dikenal sebagai sukuisme. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Penjelasan dan Contoh Perilaku Partikularisme dalam Kehidupan

freepik.com/Pressfoto

Dari dua keterangan yang dijumpai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring di atas, kamu pasti sudah bisa menarik kesimpulan apa yang dimaksud dengan partikularisme.

Dalam artikel ini, Mamikos punya penjelasan berikut dengan contoh-contoh perilaku partikularisme di sekolah dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, pastikan membaca bahasan contoh perilaku partikularisme di sekolah dan masyarakat pada bahasan Mamikos kali ini.

Sebelum masuk pada bahasan apa saja contoh perilaku partikularisme di sekolah dan masyarakat dan kehidupan sehari-hari, mari pahami terlebih dahulu apa pengertian dari partikularisme itu di bagian berikut ini.

Memahami Pengertian Partikularisme

Sebagaimana yang sudah kamu baca di atas, partikularisme merupakan suatu paham atau sistem yang memiliki kecenderungan mengutamakan kepentingan pribadi (diri sendiri) atau kelompok sendiri di atas kepentingan secara publik.

Kepentingan umum yang dimaksud di sini merujuk pada berbagai jenis aliran politik, ekonomi, atau kebudayaan yang ada di tengah masyarakat dan membandingkannya dengan daerah atau kelompok sekunder secara khusus.

Lalu secara sosiologi, partikularisme yang ada di tengah masyarakat cenderung dapat memicu munculnya suatu konflik apabila kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang majemuk dan heterogen.

Perilaku partikularisme dapat dilihat dari dimensi sikap, dimana jika kondisi tersebut tidak diimbangi dengan sikap saling menghargai antar individu atau kelompok, maka kehidupan masyarakat menjadi tidak stabil.

Oleh karenanya, partikularisme cenderung mendorong suatu pandangan yang subjektif dan tidak objektif. Pada akhirnya, pola ini mampu menghambat integrasi secara sosial dan nasional.

Penyebab Terjadinya Partikularisme

Perilaku partikularisme dapat terjadi di berbagai lingkup dan latar belakang di dalam masyarakat. Ada beberapa penyebab atau latar belakang terjadinya partikularisme, antara lain adalah:

a. Latar belakang sejarah

Proses sejarah yang dimiliki oleh suatu kelompok atau komunitas dapat menciptakan identitas unik yang membedakan mereka dari kelompok lain.

Nah, peristiwa yang dialami oleh masyarakat tersebut di masa lalu dapat menjadi penyebab adanya perilaku atau tindakan partikularisme yang hari ini muncul.

b. Multikulturalisme

Konsep multikulturalisme ini dianggap mempromosikan pengakuan keberagaman. Namun ternyata konsep ini juga menjadi salah satu penyebab munculnya partikularisme. Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan keyakinan masyarakat akan tidak ada arti budaya yang diakui secara bersama-sama.

c. Latar belakang agama

Agama juga dapat menjadi penyebab adanya perilaku partikularisme, terutama jika ajaran atau doktrin agama tersebut mendukung adanya sebuah identitas eksklusif.

Keyakinan bahwa satu agama merupakan satu-satunya jalan kebenaran, seringkali memicu ketegangan dan konflik antar penganut yang memunculkan sikap dan perilaku partikularisme.

Dampak Negatif Adanya Partikularisme

Partikularisme merupakan sikap yang lebih mendahulukan kepentingan pribadi, maka tentu saja ada beberapa dampak negatif dari perilaku ini.

Apa saja dampak negatif dari perilaku partikularisme? Kamu bisa simak penjelasannya sebagai berikut:

1. Tidak punya rasa empati karena kepedulian dalam dirinya telah hilang

Rasa empati tidak akan muncul sama sekali dan berbarengan dengan adanya sikap bodo amat. Bahkan mereka mungkin tidak memperhatikan apa yang terjadi di masyarakat. Orang tersebut hanya akan peduli pada apa yang terbaik untuk dirinya saja.

2. Memiliki sifat yang egois (egosentrik)

Karena perilaku partikularisme ini, seseorang juga hanya akan mementingkan diri sendiri dan berusaha untuk memperoleh keuntungan untuk dirinya saja.

Mereka yang punya sikap ini tidak akan memikirkan dampak yang akan dirasakan oleh orang lain atas tindakannya dan fokus hanya pada diri sendiri, kepentingannya atau orang-orang yang satu latar belakang saja.

3. Menimbulkan sikap narsisme

Dikarenakan mereka yang memiliki sikap partikularisme sudah tidak peduli dengan orang lain lagi, maka mereka adalah orang yang sangat narsis. Mereka memiliki kecenderungan merasa sangat percaya pada dirinya sendiri.

Bahkan mereka juga akan semakin tidak peduli dengan lingkungannya dan menganggap dunia ini hanya tentang dirinya saja.

Contoh-contoh Perilaku Partikularisme dalam Keseharian

Partikularisme mempunyai dampak positif dan tentu saja dampak negatif. Adapun dampak positif adanya partikularisme ini yakni mendukung perhatian yang lebih pada orang-orang yang berada di dekatnya.

Sedangkan untuk dampak negatifnya, seseorang dapat menimbulkan sikap etnografi (deskripsi mengenai kebudayaan suku-suku bangsa), benturan antar kelompok/golongan, ketimpangan sosial, hingga berbagai sikap individualistik.

Secara umum, beberapa contoh perilaku partikularisme dapat dilihat dari beberapa sikap sebagai berikut ini:

  1. Memiliki kecenderungan mementingkan kepentingan orang terdekat bahkan dirinya sendiri atau kelompok yang dinaungi atau menaunginya.
  2. Menerima karyawan (perekrut) yang berasal dari daerah yang sama dengan dirinya saja.
  3. Membatasi pergaulan dengan orang yang memiliki perbedaan kebudayaan, agama hingga perbedaan adat istiadat.
  4. Menarik diri terhadap semua pola interaksi yang ada di lingkungan sekitarnya jika tak sepaham dengan dirinya.
  5. Timbulnya anggapan bahwa pemahaman dirinya lah yang paling benar jika dibandingkan dengan orang lain.
  6. Mendiskriminasi ras atau latar budaya tertentu.
  7. Memilih teman hanya berdasarkan latar belakangnya misal asal daerah, asal keluarga, dan lain sebagainya.

Nah, berikut ini Mamikos sudah rangkum contoh-contoh perilaku partikularisme dalam kehidupan sehari-hari. Pada contoh pertama, Mamikos akan menjabarkan dari lingkungan masyarakat terlebih dulu.

8. Mementingkan orang-orang yang ia kenal daripada orang lain

Misalnya, memanfaatkan relasi petinggi perusahaan untuk supaya diterima bekerja di perusahaan tersebut.

9. Hanya mempekerjakan karyawan yang berasal dari daerah asalnya saja

Hal ini sering ditemukan ketika seseorang mempekerjakan (personalia/perekrut) kandidat yang berasal dari daerah yang sama, sehingga ia tidak akan memilih karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan tapi berdasarkan preferensinya pribadi.

10. Orang yang dengan sadar dan sengaja pilih-pilih dalam berteman

Tindakan ini akan membuat orang lain merasa risih sekaligus tidak nyaman sehingga menyebabkan memisahkan diri dari kelompok sosialnya.

11. Memaksakan pernikahan adat yang sama

Ada juga orang yang akan mengharuskan pernikahan satu suku dengan yang lain, atau melarang pernikahan yang tidak sesuku misalnya larangan menikah antar suku Madura dan Kalimantan.

Selanjutnya, kamu pun bisa membaca apa saja contoh perilaku partikularisme dalam lingkungan sekolah di kehidupan sehari-hari. Di bawah ini sudah Mamikos rangkum dengan saksama untuk kamu.

12. Memilih teman yang hanya satu suku

Bisa juga memilih mereka yang hanya satu kepentingan saja dengannya dan mengabaikan teman lain yang berseberangan dengannya atau tidak sesuku.

13. Cenderung mengabaikan teman kelas yang tidak sepaham meskipun pemahamannya tersebut benar

14. Tidak bersedia satu kelompok dengan teman yang berbeda latar belakangnya

Ada juga yang sengaja menghindar dan enggan berkelompok belajar dengan mereka yang punya latar belakang agama atau suku berbeda meski pun secara pribadi mereka pintar.

15. Menunjukkan sikap diskriminasi

Secara terang-terangan mereka menunjukkan sikap diskriminatif pada mereka yang tidak sesuku atau memiliki latar belakang yang sama.

Penutup

Pembahasan mengenai apa saja contoh-contoh perilaku partikularisme di sekolah dan di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari di atas harus Mamikos sudahi dulu sampai di sini.

Mamikos harap apa yang sudah kamu baca dan simak pada penjelasan contoh perilaku partikularisme di sekolah dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari ini dapat menambah wawasan umum kamu.

FAQ

Apa saja contoh contoh dari partikularisme?

Mungkin ada banyak di antara kamu saat ini merasa penasaran dengan apa saja contoh-contoh dari partikularisme. Penjelasan mengenai contoh perilaku partikularisme bisa kamu temukan di sini. Jadi, contoh dari sistem partikularisme antara lain dapat terlihat pada proses perekrutan dalam sebuah perusahaan yang lebih mementingkan latar belakang keluarga daripada keahlian yang dimiliki oleh seseorang (calon pelamar).

Adakah sikap sikap partikularisme yang terjadi di dalam masyarakat sebutkan 3 contoh dan bentuknya?

Tak sedikit yang penasaran dengan apa saja sikap partikularisme yang terjadi di dalam masyarakat luas dan ingin tahu apa saja contoh dan bentuknya. Sebagaimana informasi yang dikutip dari buku Sosiologi Kelas XI, maka berikut ini adalah contoh-contoh sikap partikularisme, antara lain mementingkan orang yang dikenal daripada orang lain, mempekerjakan karyawan yang berasal dari daerah asal perekrut atau kenalan dekatnya, atau orang yang pilih-pilih dalam berteman dan memikirkan keuntungan apa yang bisa didapatkan.

Apa yang dimaksud dengan partikularisme dalam masyarakat?

Pada dasarnya, partikularisme menganut paham yang cenderung mengutamakan atau mementingkan kepentingan pribadi (diri sendiri) dan kelompok tertentu yang ia dukung atau berada di pihaknya. Partikularisme ini memiliki kemungkinan menjadi sumber konflik dikarenakan cenderung mementingkan pribadi atau kelompok sendiri daripada kepentingan umum atau publik secara garis besar.

Apa saja dampak dari adanya sikap partikularisme di masyarakat?

Dampak negatif dari adanya sikap partikularisme yang akan timbul adalah etnosentrisme, individualis, tidak ada empati, egoisme, dan lain sebagainya. Dampak partikularisme kelompok yang akan terasa bagi bangsa indonesia, positifnya yakni orang-orang di Indonesia akan jadi semakin erat hubungan sosialnya dikarenakan menjadi lebih saling menghargai perbedaan.

Apa saja contoh sikap eksklusivisme?

Beberapa contoh dari eksklusivisme yang perlu kamu tahu antara lain: Intinya adalah sikap eksklusivisme ini akan membuat seseorang hanya ingin berkumpul, berteman, dan bergaul dengan yang satu golongan atau golongan pilihannya saja. Pasalnya, orang dan/atau kelompok tersebut tidak ingin melakukan interaksi dengan orang selain golongan atau kelompoknya.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta