12 Contoh Perubahan Fisika dan Kimia Serta Perbedaannya Lengkap

12 Contoh Perubahan Fisika dan Kimia Serta Perbedaannya Lengkap – Ada banyak contoh perubahan fisika dan kimia di kehidupan sehari – hari, mulai dari melelehnya es pada minuman, bertambahnya cita rasa masakan karena memasukkan bumbu dan garam, atau mulai membusuknya buah – buahan yang telah di makan. 

Berbagai peristiwa tersebut ada yang terjadi karena alamiah, maupun buatan demi menunjang berbagai aktivitas sehari – hari. Contohnya menambahkan es batu pada minuman agar terasa makin segar atau menambahkan garam pada masakan untuk menambah cita rasa. 

Perubahan Fisika dan Kimia

kompas.com

Bisa juga terjadi secara alamiah, contohnya seperti grand cayon, kikisan air terhadap bebatuan dan tebing membuat bentuk tebingnya berubah drastis. Tidak hanya tinggi menjulang, tetapi juga menampakkan bentuk – bentuk unik menawan, tidak lupa lapisan tanahnya yang beragam. 

Beragam perubahan tersebut merupakan salah satu cara semesta mempertahankan energinya, berdasarkan hukum kekekalan energi. Energi tidak bisa diciptakan maupun dimusnahkan, namun hanya bisa berubah, seperti pada contoh perubahan fisika dan kimia. 

Berubahnya materi tersebut dikelompokkan menjadi dua karena memiliki karakteristik berbeda. Perbedaannya terlihat setelah terjadinya sebuah perubahan. Apabila setelah berubah menghasilkan zat baru, maka termasuk kimia, sedangkan ketika tidak termasuk fisika. 

6 Contoh Perubahan Fisika Dalam Kehidupan Sehari-hari

Seperti definisinya, berubahnya zat secara fisis tidak mempengaruhi komponen zatnya, air tetap menjadi air meskipun wujudnya berubah. Komponennya tetap Hidrogen dan dua Oksigen. Selain itu ada beberapa contoh lainnya yang erat dalam kehidupan sehari – hari. 

1. Mencair dan Menguap

Contoh paling mudah adalah mencair dan menguapnya sebuah zat, seperti paling sering dilihat adalah air. Selain air ada banyak sekali fenomena penguatan dan pencairan, seperti menguapnya parfum ketika seharian dipakai. 

Berubah wujud tidak hanya mencair dan menguap saja sebenarnya, bisa juga membeku dan menyublim. Membeku apabila berubahnya dari cair menjadi padat, sedangkan menyublim adalah berubahnya materi dari padat menjadi gas. 

Berubahnya wujud tersebut tidak sampai mengubah komposisi zatnya, berubahnya wujud tersebut terjadi karena melewati titik beku atau titik didihnya. Ketika didinginkan melebihi titik bekunya akan menjadi padat, ketika dipanaskan melebihi titik didihnya akan menjadi gas. 

2. Besi Menjadi Magnet

Magnet memang tersedia secara alami, namun keberadaannya tidak banyak. Terjadi karena susunan elektronnya sangat beraturan, sehingga dapat mengalirkan listrik di sekitarnya, efeknya adalah dapat menarik benda – benda magnetik di sekitarnya. 

Selain tersedia dari alam, ternyata magnet juga bisa dibentuk, salah satunya menggunakan benda fero-magnetis sepeti besi. Menggosokkan magnet ke permukaan besi bisa membuat susunan elektronnya teratur, akibatnya besi menjadi magnet sementara. 

Berubahnya besi menjadi magnet tersebut bukan termasuk contoh perubahan fisika dan kimia sekaligus, tetapi fisis saja. Sifat kemagnetan tidak mengubah struktur atom besinya, namun menyelaraskan arah elektronnya saja. 

3. Pembuatan Garam di Pantai

Contoh perubahan fisika dan kimia adalah peristiwa pembentukan garam. Berubah secara fisis apabila terjadi ketika petani garam memanen garamnya dari lautan atau air asin. Pembuatannya adalah dengan menguapkan air asin tersebut. 

Pembuatannya bisa memanfaatkan dua jenis perairan, seperti air laut atau laut mati. Sifat asinnya terbentuk secara alamiah karena proses pengikisan dan sedimentasi mineral dari aliran air sungai. Karena tercampur dengan air akhirnya perlu proses perlepasan dengan menguapkan. 

Proses menguapkan tersebut akan secara alami memisahkan air dengan garamnya. Perbedaan pada titik didih membuat pemisahan tersebut terjadi, sehingga air menguap terlebih dulu dan menyisakan garam di bagian dasarnya. 

Proses serupa juga terjadi ketika pembuatan tembikar, tanah liat setelah dibentuk masih basah karena mengandung air. Agar membuatnya menjadi keras, harus dihilangkan airnya dengan cara menjemur atau memanggangnya pada oven. 

4. Pembuatan Baja

Mencampurkan dua zat atau materi bisa dikategorikan sebagai contoh perubahan fisika dan kimia dalam industri. Apabila pencampurannya menghilangkan sifat awalnya maka disebut sebagai chemical change, begitu juga sebaliknya. 

Salah satu bentuk dari physical change adalah terbentuknya baja, baja adalah sebuah campuran antara besi dengan bahan tahan karat seperti silikon. Penggabungan tersebut tidak memecah komposisi logam besi dengan pencampurnya, namun memperkuatnya. 

Penemuan ini memberikan efek positif pada perkembangan industri, karena perlengkapannya tidak lagi mudah berkarat serta tahan lama. Berbagai inovasi teknologi juga berkembang dari pembuatan baja ini. 

5. Gurihnya Rasa Masakan

Contoh perubahan fisika dan kimia yang ada di rumah yaitu rasa masakan menjadi kaya rasa, salah satunya karena pengaruh pencampuran garam dalam masakannya. Garam mampu memperkuat cita rasa berbagai jenis bumbu yang telah ada sebelumnya. 

Menggunakan garam pada proses membuat masakan menjadi gurih merupakan salah satu bentuk physical change. Garam larut ke dalam air tidak membuat airnya berubah menjadi substansi baru, meskipun rasanya berubah. 

Buktinya adalah bisa memisahkan larutannya kembali menjadi air dan garam, caranya adalah dengan melakukan penguapan. Perbedaan titik didih menjadi kunci keberhasilan pemisahan zat tersebut, air akan lebih cepat menguap dibandingkan garam. 

Namun apabila membuat rasa masakannya menjadi gurih karena proses fermentasi beda lagi ceritanya. Fermentasi memanfaatkan bakteri untuk menguraikan dan mempercepat proses pembusukan. Ini termasuk pada chemical changes. 

6. Membuat Origami

Melipat kertas menjadi kecil – kecil seperti bunga – bungaan, kucing, kura – kura, burung, atau serigala memang menyenangkan. Selain melatih kreativitas juga melatih koordinasi antara otak dengan keterampilan tangan. 

Mengubah bentuk kertas origaminya dengan cara melipat, memotong, merekatkannya dengan lem menjadi bentuk – bentuk lucu merupakan salah satu bentuk physical change. Hal ini karena proses tersebut tidak mengubah zat dari kertasnya. 

Membuat origami bisa juga merupakan contoh perubahan fisika dan kimia sekaligus, apabila proses pembuatannya memanfaatkan proses pembakaran. Biasanya agar terbentuk pinggiran estetis dibakar sebagian. 

6 Contoh Perubahan Kimia yang Mudah Ditemukan

Terbentuknya suatu zat karena adanya reaksi kimiawi dalam prosesnya serta tidak dapat kembali ke wujudnya semula merupakan definisi perubahan kimia. Dalam kehidupan sehari – hari dapat dengan mudah menemukan contoh perubahan fisika dan kimia tersebut, di antaranya adalah: 

1. Fotosintesis

Salah satu cara tumbuhan mendapatkan makanannya adalah dengan melakukan proses fotosintesis, proses tersebut melakukan penggabungan antar unsur karbon dioksida dengan air. Dengan bantuan sinar matahari dan klorofil nanti akan terbentuk karbohidrat dan oksigen. 

Berdasarkan jenis reaksinya, fotosintesis termasuk ke dalam proses pemecahan dan penggabungan sekaligus. Air dan karbon dioksida terpecah, kemudian klorofil dan sinar matahari akan membantu merekonstruksinya kembali, menjadi karbohidrat dan oksigen. 

Alasan udara desa terasa segar karena memiliki tumbuhan yang memproduksi oksigen. Produksi tersebut merupakan proses pemecahan dan sintesis, unsur karbon dan oksigen pada karbon dioksida dan air dipecah kemudian dibentuk kembali menjadi oksigen dan karbohidrat. 

2. Kertas Terbakar

Terbakarnya kertas juga termasuk contoh perubahan fisika dan kimia di sekitar rumah, berubah secara kimiawi karena kertasnya berubah menjadi arang. Sedangkan berubah secara fisis ketika hendak membakarnya, biasanya memotongnya menjadi kecil – kecil terlebih dahulu. 

Pembakaran atau combustion adalah sebuah reaksi yang terjadi karena adanya interaksi dengan oksigen sebagai bahan bakarnya, dikatakan sempurna apabila hasilnya berupa karbon dioksida dan uap air. Bisa juga disebut tidak sempurna apabila tidak menghasilkan kedua zat tersebut. 

Biasanya efek pembakarannya memiliki sifat beracun, bisa terjadi karena kekurangan oksigen atau alat pembakarannya tidak efektif. Biasanya di pabrik – pabrik atau perakitan mesin motor berinovasi pada mesinnya, sehingga tidak menimbulkan emisi berbahaya. 

3. Buah Apel Berubah Warna

Beberapa contoh perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari – hari adalah terjadinya perubahan warna, seperti ketika membuat jus, mencampurkan antara air dengan buah kemudian digerus bersama – sama, menghasilkan jus nikmat dimakan. 

Berbeda lagi ketika terjadi perubahan secara kimiawi, buah apabila dibiarkan, contohnya apel nantinya juga akan berubah warnanya. Kulitnya awalnya menjadi kecokelatan, kemudian teksturnya melembek, dan lama kelamaan mengeluarkan bau busuk. 

Berubahnya warna tersebut bisa menjadi indikator bahwa terdapat reaksi antara enzim dengan udara, sehingga mempercepat proses pembusukannya. Untuk menghindarinya, bisa memasukkan ke dalam kulkas atau menutup rapat pada kotak makanan. 

4. Meredakan Maag atau Asam Lambung

Kamu pasti pernah merasakan perut menjadi tidak enak, entah karena telat makan atau karena memiliki sakit lambung. Salah satu penyebabnya adalah naiknya asam pada lambung, normalnya asam tersebut berfungsi sebagai penghancur makanan. 

Namun apabila makanannya tidak tersedia, asamnya akan menyakiti atau melukai lambungnya. Sehingga tidak jarang terasa perih, susah berkonsentrasi, bahkan mual. Itu menandakan dinding lambungnya mulai mengalami luka. 

Untuk meredakannya biasanya mengonsumsi obat pereda yang sifatnya basa. Reaksi asam basa tersebut akan membentuk garam dan masuk ke chemical changes. Tetapi pada prosesnya terdapat contoh perubahan fisika dan kimia sekaligus, terlebih ketika menggerus dulu obatnya. 

5. Proses Perkaratan Pada Besi

Tentu tidak jarang melihat fenomena besi berubah warna dan bentuknya menjadi tidak lagi mulus. Fenomena tersebut merupakan contoh perubahan fisika dan kimia, meskipun perkaratannya sendiri merupakan fenomena chemical change saja. 

Perkaratan tersebut terjadi karena besi berinteraksi dengan oksigen, biasanya lebih cepat ketika besinya terpapar air terlebih dahulu. Proses oksidasi tersebut menghasilkan endapan dan mengikis besinya secara bersamaan. 

Untuk mencegah perkaratannya, bisa memanfaatkan physical change, seperti melapisi besinya dengan cat anti karat atau membentuk alloy, seperti baja stainless. Dengan adanya proteksi tersebut, meskipun terpapar air dan udara, karat tidak akan terbentuk. 

6. Fermentasi Tapai

Pembuatan tapai merupakan salah satu contoh perubahan fisika dan kimia. Tapai awalnya berasal dari sebuah singkong, kemudian mengalami proses fermentasi menggunakan bakteri khusus. 

Proses tersebut membuat tekstur dari singkongnya menjadi lebih lembut dan lembek, juga menghasilkan cairan bersifat asam. Fermentasi terjadi karena bakteri itu perlahan – lahan memecah komponen zat singkongnya. 

Karena pengaruh bakteri dalam memecah komponen zat singkong tersebut maka pembuatan tapai tergolong pada proses perubahan kimia. Selain itu juga bisa dilihat dari ciri lainnya yang menandakan bahwa itu perubahan kimia, yaitu adanya perubahan warna dan bau. 

Disebut sebagai perubahan fisika karena singkongnya dipotong – potong terlebih dahulu, menyesuaikan ukuran wadahnya. Memotong singkongnya tidak memerlukan reaksi kimia apapun, murni menggunakan interaksi fisik saja. 

Berubahnya materi terkadang menimbulkan berbagai masalah seperti membusuknya buah, tetapi juga membantu beragam aktivitas manusia. Perhatikan beragam contoh perubahan fisika dan kimia, optimalkan ketika mendatangkan keuntungan dan cegah yang tidak. 


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah